Senin, 23 April 2018

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA POKOK BAHASAN MEMPRESENTASIKAN PROGRAM KEGIATAN (PROPOSAL) DENGAN MENERAPKAN STRATEGI DISKUSI TERBIMBING PADA SISWA KELAS XII IPA 1 MAN 2 JEMBER



Elis Bariroh

Abstrak: Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah untuk meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Pokok materi Mempresentasikan Program Kegiatan (Proposal) dengan Menerapkan Strategi Diskusi Terbimbing pada Siswa Kelas XII IPA 1 MAN 2 Jember Semester Genap Tahun 2016-2017. Desain Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Dilaksanakan selama tiga siklus dengan langkah-langkah : Perencanaan, Pelaksanaan dan Observasi, Refleksi dan Revisi Rencana. Hasil Penelitian menunjukkan dari kondsisi awal ketuntasan baru mencapai 62 % pada siklus pertama menjadi 77%, selanjutnya pada siklus kedua mencapai ketuntasan klasikal 87%. Keaktifan siswa juga pada siklus ketiga mencapai 92%. Dengan demikian sudah melampaui setandart ketuntasan minimal.
Kata Kunci: Strategi Diskusi Terbimbing, Prestasi Belajar Bahasa Indonesia


PENDAHULUAN
Bahasa Indonesia sangat penting peranannya dalam kehidupan sehari-hari, konsekwensi logisnya bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan dalam setiap jenjang pendidikan di Indonesia, baik pada jenjang pendidikan dasar, menengah, maupun tinggi. Kemampuan berbahasa (Indonesia) merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengingat sebagian besar iptek itu “terdokumentasi”dalam bentuk referensi yang bermedia bahasa indonesia.
Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah agar dapat berhasil dengan baik, salah satunya adalah perlu adanya pemahaman mengenai karakteristik pembelajaran bahasa Indonesia oleh guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Dengan memahami karakteristik pembelajaran bahasa Indonesia, seorang guru paling tidak akan mampu: 1)Memilih bahan materi yang tepat; 2) Memilih metode dan strategi yang membuat proses pembelajaran menjadi lebih hidup dan menyenangkan, dan sebagainya; 3)Dapat mengantarkan pada ketercapaian tujuan pembelajaran yang diinginkan (Depdikbud, 2006; Nurgiantoro, 1988).
Berdasarkan karakteristik materi pada Pokok Bahasan Mempresentasikan program kegiatan (proposal) maka penerapan pembelajaran yang tepat di MAN 2 Jember adalah strategi diskusi terbimbing.
Pada saat ini para siswa masih kurang dapat memahami apa yang sebenarnya dipelajari dalam ilmu Bahasa Indonesia. Pokok Bahasan Mempresentasikan Program Kegiatan (Proposal). Secara umum, prestasi siswa terhadap pekerjaan Bahasa Indonesia Pokok Bahasann Mempresentasikan Program Kegiatan (Proposal) masih sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pemahaman mereka tentang konsep-konsep Bahasa Indonesia, Pokok Bahasan Mempresentasikan Program Kegiatan (Proposal) yang diajarkan kepada mereka. Masalah ini buka semata-mata tanggung jawab siswa sendiri, namun juga tanggung jawab guru. Selama itu guru cenderung mengajar dengan metode ceramah, sehingga siswa menjadi pasif karena hanya mendengarkan penjelasan guru.
Untuk mengatasi hal ini, suatu upaya peningkatan prestasi belajar siswa adalah melalui penerapan strategi diskusi terbimbing. Upaya ini direalisasikan dalam bentuk kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Ternyata, pada akhir kegiatan PTK, strategi diskusi terbimbing diharapkan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia Pokok Bahasan Mempresentasikan Program Kegiatan (Proposal) secara signifikan.
Sebagaimana yang kami alami, minat anak terhadap Bahasa Indonesia masih sangat rendah, salah satu indikatornya adalah masih rendahnya nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia walaupun lebih baik dibandingkan dengan mata pelajaran eksak seperti matematika, kimia dan biologi.
Masih rendahnya minat anak pada Bahasa Indonesia juga didorong oleh faktor-faktor sebagai berikut: 1)Kurangnya atau masih sangat minimnya ketersediaan alat peraga dan laboratorium bahasa di Madrasah sehingga seringkali Bahasa Indonesia disajikan dengan cerita dan lebih terpusat pada guru (teacher center); 2)Guru kurang mengaitkan konten/isi pelajaran Bahasa Indonesia dengan pengalaman sehari-hari siswa dilingkungan rumah dan masyarakat, sehingga siswa menganggap bahwa apa yang mereka pelajari dikelas tidak ada hubungannya dengan kehidupan mereka sehari-hari (hanya sebatas hafalan-hafalan rumus-rumus saja); 3)Adanya konsep-konsep yang abstrak yang kurang dapat dikonkritkan oleh guru sehingga siswa sulit memahaminya; 4)Guru masih sering memperlakukan siswa dengan drill-oriented (dril soal-soal) sehingga siswa yang kemampuan matematika (ilmu hitungya)nya rendah akan semakin ketakutan dengan Bahasa Indonesia. Padahal kalau disadari bahwa rumus-rumus itu hanya sebagai alat bantu untuk lebih memahami konsep Bahasa Indonesia.
Agar pembelajaran berhasil dengan baik, maka guru harus berupaya agar dapat memahami konsep-konsep Bahasa Indonesia secara benar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, peran guru sangat penting dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran dan pendekatan proses belajar yang menarik.
Dalam kegiatan belajar mengajar sering dijumpai aktivitas yang bersifat klasikal dengan guru berdiri didepan kelas dan cenderung mendominasi. Interaksi antara guru dengan siswa sangat kecil, dan siswa cenderung pasif. Supaya siswa dapat berkomunikasi secara langsung, mengambil keputusan bersama dan terlibat secara aktif dalam proses belajar, diperlukan suatu teknik membimbing diskusi kelompok kecil.
Diskusi merupakan suatu pengalaman belajar yang diterapkan pada pengajaran dikelas. Pengalaman berdiskusi memberikan beberapa keuntungan bagi siswa, antara lain siswa dapat berbagi informasi dalam memecahkan suatu masalah, meningkatkan pemahaman atas masalah-masalah penting, mengembangkan kemampuan untuk berpikir dan berkomunikasi, serta dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam perencanaan dan pengambilan keputusan (Wardani, 1985; Hamalik, 2008).
Diskusi kelompok dalam pelaksanaannya masih banyak memerlukan bimbingan dari guru, agar setiap anggota kelompok mengetahui tugasnya masing-masing, sehingga suasana kelas dapat dikendalikan. Fungsi pembimbing sebagai pemimpin kelompok diharapkan dapat menjadi model pada saat mereka mengambil alih tugas guru sebagai pemimpin kelompok dan berkomunikasi secara langsung antar anggota kelompok dalam proses belajarnya.
Kelebihan Metode Diskusi sbb: 1) Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan dan bukan satu jalan; 3) Menyadarkan anak didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik; 3) Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya sendiri dan membiasakan bersikap toleransi ( Djamarah, 2010). Diskusi terbimbing diharapkan dapat menciptakan suasana yang kondusif, meningkatkan minat dan kreativitas siswa, sehingga dapat meningkatkan prestasi siswa belajar Bahasa Indonesia.

Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka masalah yang ingin dipecahkan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah “Bagaimanakan caranya menerapkan strategi diskusi terbimbing agar prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas XII IPA 1 MAN 2 Jember Semester Genap Tahun Pelajaran 2016 - 2017 meningkat ?

Tujuan Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini diadakan dengan tujuan untuk mencari cara penerapan strategi diskusi terbimbing sehingga hasil belajar siswa Kelas XII IPA 1 MAN 2 Jember Semester Genap Tahun Pelajaran 2016 - 2017 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkat.


Manfaat Hasil Penelitian
Setelah pelaksanaan penelitian diharapkan diperoleh manfaat antara lain :
      1. Bagi Siswa
        1. Memperoleh pengalaman belajar melalui diskusi terbimbing.
        2. Berlatih mengungkapkan pendapat.
        3. Melakukan interaksi sesama siswa dalam proses pembelajaran, dan
        4. Meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia.
      2. Bagi Guru
          1. Mengetahui langkah-langkah yang tepat untuk melaksanakan strategi diskusi terbimbing.
          2. Bisa meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia melalui penerapan strategi diskusi terbimbing.
          3. Bisa mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih mudah.
      3. Bagi Madrasah lebih mampu
          1. Memotivasi guru untuk melakukan pembelajaran dengan strategi diskusi terbimbing.
          2. Meningkatkan prestasi belajar siswa diMadrasah.
      4. Bagi Pendidikan hasil penelitian ini :
        1. Menambah wacana baru dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan strategi diskusi terbimbing, dan
        2. Sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian selanjutnya.

METODE PENELITIAN
Penelitian Tindakan Kelas ini diadakan pada semester Genap tahun Pelajaran 2016/2017, sedangkan tempat penelitian yaitu Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember.
Subyek Penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XII IPA 1 yang berjumlah 30 siswa, pada Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Pokok Bahasan Mempresentasikan Program Kegiatan (Proposal) dengan Menerapkan Strategi Diskusi Terbimbing.

Prosedur Penelitian
Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindaka kelas, maka penelitian ini menggunakan model penelitian dengan model penelitian tindakan dari Hopkins dalam “Yaitu berbentuk kegiatan berulang dari siklus satu ke siklus berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (perencanaan), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi”.



Teknik Pengumpulan Data
Data penelitian diperoleh melalui kuesioner siswa, lembar observasi, dan tes hasil belajar. Dalam penelitian ini peneliti dibantu oleh seorang kolaborator.


Teknik Analisis Data
Analisis data adalah kegiatan yang paling penting untuk menyusun dan mengolah data yang terkumpul sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Analisis yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.


HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Siklus I

Sklus I dilaksanakan dalam 2 pertemuan dengan target utama untuk : meningkatkan keterampilan guru menerapkan strategi diskusi terbimbing dalam proses pembelajaran. Langkah-langkah diskusi terbimbing yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Pendahuluan
Guru melaksanakan apersepsi/persepsi, memberikan motivasi, menuliskan tujuan pembelajaran, menyiapkan alat bantu mengajar dan membagi siswa dalam kelompok.
  1. Kegiatan Inti
Guru membuat rangkuman bertahap, menggali pendapat siswa, meneliti alasan jawaban siswa, memberi kesempatan Pada Siswa Kelas XII IPA 1 untuk menjawab pertanyaan, memberikan pujianj kepada Siswa Kelas XII IPA 1 yang menjawab dengan tepat yang bertanya atau menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan secara merata kepada kelompok/siswa, mencegah jawaban serentak, membuat rangkuman hasil diskusi, memberikan kesempatan siswa bertanya dan melaksanakan evaluasi.

Siklus 2

Siklus 2 dilaksanakan dalam 2 pertemuan. Pada pertemuan pertama targetnya adalah memperbaiki langkah-langkah strategi diskusi yang belum baik, yaitu membimbing diskusi kelompok, menggali urun pendapat siswa, meneliti alasan jawaban siswa, memberi pujian dan menuliskan rangkuman hasil diskusi Bahasa Indonesiapan tulis. Pada pertemuan yang kedua, target yang ingin dicapai mengaktifkan siswa dalam melaksanakan diskusi kelompok, meningkatkan keterampilan guru dalam membimbing diskusi kelas, dan melatih siswa agar memiliki keberanian menyampaikan pendapatnya.
Kegiatan yang dilakukan pada siklus ini adalah :
  1. Guru menerapkan strategi diskusi terbimbing pada saat membuka pelajaran terutama pada pemberian apersepsi/persepsi, memotivasi dan menuliskan tujuan,
  2. Guru lebih aktif membimbing diskusi pada tiap-tiap kelompok, dan
  3. Guru meningkatkan keterampilan membimbing diskusi kelas, terutama menggali pendapat siswa untuk menghasilkan kesimpulan.
Siklus 3
Siklus 3 ini dilaksanakan dalam 2 pertemuan dengan target utama untuk meningkatkan keterampilan guru menerapkan strategi terbimbing. Keterkaitan antara siklus 3 dan siklus 2 adalah didasarkan pada asumsi bahwa siswa akan meningkat prestasi belajar Bahasa Indonesia bila guru sudah menerapkan strategi diskusi terbimbing dalam pelaksanaan KBM sesuai dengan langkah-langkah yang tercantum pada lembar observasi.
Kegiatan yang dilakukan pada masing-masing pertemuan siklus ini adalah :
  1. Guru mengoptimalkan bimbingan diskusi, dan
  2. Guru lebih mengaktifkan siswa dalam pelaksanaan diskusi kelas.

Keempat komponen yang berupa untaian tersebut merupakan kegiatan yang terdiri dari perencanaan, penerapan tindakan, observasi dan refleksi. Proses penelitian tindakan kelas menurut Hopkins :


  1. Siklus 2
Berdasarkan hasil obervasi selama siklus II oleh kolaborator dan kuesioner ditemukan bahwa :
    1. Pada pertemuan pertama, guru sudah memberikan apersepsi/persepsi, motivasi dan menuliskan tujuan pembelajaran.
    2. Keaktifan guru membimbing diskusi kelompok sudah meningkat,
    3. Keterampilan guru dalam membimbing diskusi kelas semakin meningkat.
    4. Pada akhir siklus 2 ditemukan
      • Keterampilan guru dalam membuka pelajaran semakian meningkat,
      • Kerjasama anggota kelompok dalam menyelesaikan tugas semakin baik,
      • Hasil prestasinya meningkat dari 63,25 menjadi 67,58.
  1. Siklus 3

Berdasarkan hasil observasi selama siklus 3 oleh kolaborator dan kuesioner siswa ditemukan bahwa :
    1. Pada pertemuan pertama siklus ini guru sudah semakin baik dalam membuka pelajaran.
    2. Guru meningkatkan dalam membimbing diskusi kelompok,
    3. Siswa semakin aktif mengikuti diskusi kelas yang dibimbing oleg guru,
    4. Pada pertemuan kedua (akhir siklus), guru lebih aktif dalam membimbing diskusi kelompok,
    5. Kerjasama siswa dalam menyelesaikan tugas diskusi kelompok lebih cepat,
    6. Guru semakin terampil membimbing diskusi kelas sehingga lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.
    7. Keterkaitan siswa terhadap pelajaran Bahasa Indonesia dan cara mengajar guru semakin meningkat dan
    8. Hasil tes akhir menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa dari 67,58 menjadi 71,09.






Grafik Nilai Rata-rata Pra siklus, Siklus I, Siklus II, Siklus III


















Pembahasan
Penerapan strategi diksusi terbimbing memberlukan kerajinan guru untuk melaksanakan tiap-tiap langkah, mulai dari cara membuka pelajaran (pendahuluan), kegiatan membimbing diskusi kelompok, dan dilanjutkan membimbing diskusi kelas sehingga pencapaian tujuan pembelajaran lebih efektif yang pada akhirnya prestasi belajar siswa akan meningkat. Pada siklus I, masih ada siswa yang kesulitan untuk bekerja sama saat diskusi kelompok dan guru masih ada yang kurang baik dalam melaksanakan langkah-langkah KBM diskusi terbimbing, sehingga perlu ada perbaikan pada siklus berikutnya.
Pada siklus 2, keterampilan guru dalam melaksanakan langkah-langkah KBM diskusi terbimbing semakin baik. Keaktifan siswa dalam berdiskusi semakin meningkat. Pada siklus 3 baik guru maupun siswa semakin aktif dalam melaksanakan diskusi kelompok maupun diskusi kelas sehingga KBM dapat berlangsung semakin efektif. Dari pelaksanaan siklus I sampai siklus 3, penerapan strategi diskusi terbimbing memungkinkan siswa menguasai suatu konsep melalui proses yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk berfikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif sehingga prestasi belajar siswa meningkat. Hal ini sesuai dengan pendapat Djamarah (2010), metode diskusi mampu: 1) Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan dan bukan satu jalan, menjadikan wawasannya luas; 3) Menyadarkan anak didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik, semakin sempurna; 3) Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya sendiri dan membiasakan bersikap toleransi. Akhirnya diskusi terbimbing dapat menciptakan suasana yang kondusif, meningkatkan minat dan kreativitas siswa, sehingga dapat meningkatkan prestasi siswa belajar Bahasa Indonesia.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa strategi diskusi terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa MAN 2 Jember kelas XII IPA 1 Semester Genap Tahun Pelajaran 2016 - 2017. Dari kondsisi awal ketuntasan baru mencapai 62 % pada siklus pertama menjadi 77%, selanjutnya pada siklus kedua mencapai ketuntasan klasikal 87%. Keaktifan siswa juga pada siklus ketiga mencapai 92%. Dengan demikian sudah melampaui setandart ketuntasan minimal.



DAFTAR RUJUKAN
Depdikbud 2006, Kurikulum Pendidikan Dasar Petunjuk Pelaksanaan PBM, Jakarta.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Direktorat Jendral Pendidkian Dasar dan Menengah, 2000, Interaksi Belajar Mengajar, Model Sains Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi.
Hasibuan, JJ dan Moejiono. 1995. Proses Belajar Mengajar. Bandung; Remaja Rosdakarya.
Nurgiantoro, Burhan. 1988. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. BPFE: Yogyakarta.
Sujana, Nana, 2000. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung; Sinar Baru Algesindo.
Wardani, IGAK, 1985, Keterampilan Memimpin Diskusi Kelompok Kecil, Panduan Pengajaran Mikro no,16, Jakarta : Depdibud.
Hamalik, Oemar. 2008. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.