Senin, 23 April 2018

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VIII SMPN 5 SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA MELAUI PENERAPAN MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)


Sujadi

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa Kelas VIII SMPN 05 Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Penerapan Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC). Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus. yang terdiri dari 4 tahap yaitu: merencanakan tindakan, melakukan tindakan, mengamati/observasi dan refleksi per siklus. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar yang meningkat antara siklus I, dan siklus II, hal ini dibuktikan perolehan hasil belajar sebagai berikut: siklus I siswa yang mendapat nilai < 65 ada 6 siswa atau sebesar 27% dan siswa yang mendapat nilai 65 – 100 hanya sebanyak 16 siswa atau sebesar 73%, dan selanjutnya siklus II diatas, dapat diketahui hasil belajar siswa dengan ketuntasan belajar siswa dapat dikatakan tuntas belajar secara signifikan, karena yang mendapat nilai < 65 hanya 2 siswa atau sebesar 9% dan siswa yang mendapat nilai 65 – 100 hanya sebanyak 20 siswa atau sebesar sebesar 91%, sudah mencapai target ketuntasan.

Kata Kunci: CIRC, Hasil Belajar

PENDAHULUAN
Bahasa Indonesia memiliki posisi yang strategis bagi pembangunan karakter bangsa maka Bahasa Indonesia wajib diajarkan dalam setiap jenjang pendidikan di Indonesia, baik pada jenjang pendidikan dasar, menengah, maupun tinggi (Depdiknas, 2006). Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran pada dasarnya adalah sebuah program pembelajaran yang dilaksanakan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa (dan sastra) Indonesia di kalangan para siswa. Mata pelajaran tersebut mengemban fungsi sebagai: 1) Sarana pembinaan kesatuan dan kesatuan bangsa; 2)Sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya; 3)Sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk meraih dan mengembangkan ilmu, pengetahuan, teknologi, dan seni; 4)Sarana penyebarluasan pemakaian bahasa dan sastra Indonesia yang baik unutk berbagai keperluan; 5)Sarana pengembangan penalaran, dan; 6) Sarana pemahaman keberagaman budaya Indonesia melalui khasanah kesastraan (Depdikbud, 2013).
Tujuan dan fungsi mata pelajaran bahasa Indonesia tersebut akan menjadi pedoman dan arah dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Bahasa merupakan alat komunikasi antar manusia berupa bunyi simbol yang mengandung makna. Dengan bahasa, manusia dapat mengaktualisasikan pikiran dan perasaannya, serta dapat berinterakasi dengan sesamanya untuk berbagai keperluan hidup. Demikian pula bahasa Indonesia, sebagai sebuah bahasa, peran dan fungsinya tidak akan jauh berbeda dengan hal tersebut. Itulah sebabnya, pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah harus mengaitkan dengan fungsi bahasa sebagai sarana komunikasi (Tarigan, 1998;
Penjelasan di atas menunjukkan betapa penting Bahasa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, akan tetapi realitas dilapangan menunjukkan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia belum maksimal. Hasil belajar siswa masih rendah, masih banyak siswa yang belum mencapai KKM sebanyak 50 % atau 11 siswa. Maka penerapan pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) merupakan   salah satu solusinya.
Cooperative Learning membantu siswa mengembangkan kemampuannya. Dalam pembelajaran aktif dikenal berbagai tipe yang salah satunya adalah pembelajaran aktif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Model Cooperative Integrated Reading and Composition merupakan program komprehensif untuk mengajarkan membaca dan menulis pada sekolah dimana para siswa ditugaskan untuk berpasangan dalam tim mereka untuk belajar dalam serangkaian kegiatan yang bersifat kognitif (Suprijono, 2009; Sarasin, 1999). Model CIRC ini dapat memotivasi siswa untuk membaca suatu wacana dan memahami isinya, sehingga hasil belajar mereka mengalami peningkatan dengan adanya metode tersebut. Tujuan utama dari CIRC adalah menggunakan tim-tim kooperatif untuk membantu siswa mem­pelajari, meningkatkan kemampuan memahami bacaan yang dapat diaplikasikan secara luas. Para siswa dalam CIRC juga membuat penjelasan terhadap prediksi mengenai bagaiman masalah-masalah akan diatasi dan merangkum unsur-unsur utama dari cerita kepada satu sama lain, yang mana keduanya merupakan kegiatan-kegiatan yang ditemukan dapat meningkatkan pemahaman dalam membaca (Suyatno, 2009; Uno, 2008). Selain itu, tujuan utama dari para pengembang program CIRC terhadap pelajaran  menulis dan  seni berbahasa adalah untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi pendekatan proses menulis pada pelajaran menulis dan seni berbahasa yang akan banyak memanfaatkan kehadiran teman satu kelas. Langkah-langkah: 1) Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen; 2) Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran; 3)Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada selembar kertas; 4) Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok; 4)Guru membuat kesimpulan bersama; 5) Penutup (Slavin, 1995; Purwanti,Yustina T.2010).

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah pada penelitian tindakan kelas ini adalah: Apakah Penerapan Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia iswa Kelas VIII SMPN 5 Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara ?

Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia siswa Kelas VIII SMPN 05 Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Penerapan Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC).

Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari hasil Penelitian Tindakan Kelas ini adalah sebagai berikut:
  1. Bagi Siswa, dapat meningkatkan hasil belajar dan menjadi pengalaman baru dalam proses pembelajaran.
  2. Bagi Guru, merupakan pengalaman awal dalam hal penelitian ilmiah, sehingga mampu memotivasi untuk melaksanakan penelitian lebih lanjut,
  3. Bagi sekolah, dapat bermanfaat dalam rangka pengayaan atau penambahan khasanah pengetahuan tentang penggunaan metode pembelajaran mengajar yang sesuai dengan materi yang diberikan.

METODE PENELITIAN
Waktu Dan Tempat Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini diadakan pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018, sedangkan tempat penelitian yaitu di SMPN 5 Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara.

Subyek Penelitian

Subyek Penelitian tindakan kelas siswa kelas VIII semester genap tahun Pelajaran 2017/2018 SMPN 5 Samboja 22 siswa, serta proses penerapan model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia.


Prosedur Dan Tahapan Penelitian
Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus (tentative). Tiap-tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang di capai. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan berupa proses pengkajian berdaur, yang terdiri dari 4 tahap yaitu : merencsiswaan, melakukan tindakan, mengamati/ observasi dan refleksi per siklus (Arikunto, 2009).

Adapun tahapan prosedur penelitian tindakan tersebut dapat dijabarkan dalam uraian sebagai berikut :
1. Perencanaan Tindakan, meliputi kegiatan :
  1. Peneliti membuat perencanaan pengajaran yang dapat meningkatkan pembelajaran Bahasa Indonesia dalam hal ini memahami bacaan
  2. Membuat dan melengkapi media pembelajaran.
  3. Membuat lembar observasi yang digunakan peneliti untuk menilai sikap siswa pada saat peneliti mengaplikasikan Bahasa Indonesia.
  4. Identifikasi permasalahan. Dalam langkah ini harus didahului mentelaah kemampuan dan selain itu kesiapan seorang guru dalam mengatasi suatu permasalahan dalam Penelitian.
  5. Mendesain alat evaluasi (penilaian).
Penyusunan program satuan pengajaran dan rencana pembelajaran dengan kompetensi dasar yang disesuaikan dengan kurikulum yang sedang berlaku. Program satuan pengajaran dan rencana pembelajaran digunakan pada tahap tindakan.

2. Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran sebagaimana yang telah direvisi. Kegiatan pelaksanaan tindakan merupakan bagian pokok dalam PTK. Oleh karenanya harus dilakukan dengan keseriusan dan kesungguhan. Dalam pelaksanaan tindakan terjadi interaksi dan komunikasi antara guru atau peneliti, siswa dan antar siswa didalam suasana pembelajaran. Dalam pelaksanaaan kegiatan, siklus prosedur penelitian, meliputi yakni :
Siklus I
  1. Setelah diperoleh gambaran keadaan siswa, maka perlu dilakukan tindakan Penelitian yaitu mata pelajaran Bahasa Indonesia.
  2. Melakukan observasi selama pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia yang dilakukan peneliti sebagai pengajar;
  3. Diadakan evaluasi dari hasil pengamatan selama pembelajaran dan nilai hasil belajar, dengan maksud mengukur tingkat keberhasilan mata Pelajaran Bahasa Indonesia
  4. Mengadakan penelitian berdasarkan hasil observasi;
3. Observasi
Observasi atau pengamatan dilakukan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung yaitu dengan menilai motivasi belajar siswa. Adapun hal-hal yang di observasi adalah :
  • Minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran,
  • Semangat siswa untuk melakukan tugas - tugas belajarnya.
4. Refleksi
Refleksi I.
Dari hasil penilaian instrumen hasil belajar dapat dijadikan dasar Penelitian yang akan dilakukan pada siklus II.
Siklus II
  1. Mengkaji ulang hasil pembelajaran Bahasa Indonesia pada siklus I,
  2. Observasi pelaksanaan Bahasa Indonesia dan penilaian hasil belajar,
  3. Diadakan evaluasi dari hasil pengamatan selama pembelajaran dan nilai hasil belajar, dengan maksud mengukur tingkat keberhasilan dalam pelajaran Bahasa Indonesia
  4. Mengadakan analisis berdasarkan hasil observasi.

Refleksi II.
Dari hasil penilaian instrumen hasil belajar dapat dijadikan dasar penelitian yang akan dilakukan pada siklus selanjutnya bila belum juga ada peningkatan hasil belajar secara signifikan.

Metode Pengumpulan Data
Dalam suatu penelitian harus dapat memilih media pembelajaran yang tepat, selain itu perlu juga memilih teknik dan alat pengumpulan data yang relevan. Karena dengan pengumpulan data yang tepat akan menghasilkan data yang obyektif, proses pengumpulan data adalah sebagai berikut :
  1. Sumber data : siswa, guru, dokumen dan proses mengajar.
  1. Adapun cara pengambilan data dalam penelitian ini adalah : Data minat siswa diperoleh melalui metode Observasi/wawancara. Data tentang hasil belajar melalui dari tes tertulis/ unjuk kerja/ hasil karya.
  1. Metode Observasi
Observasi adalah kegiatan pengamatan secara langsung maupun tidak langsung terhadap suatu objek yang diteliti. Dalam penelitian ini yang diamati adalah kegiatan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.
  1. Metode Wawancara
Suatu metode yang data perolehannya diperoleh secara langsung dari siswa, sehingga dapat mengetahui secara langsung kesulitan pelajaran Bahasa Indonesia terutama dalam memahami teks Bacaan.
  1. Metode Tes
Tes sebagai alat pengukuran penelitian, berbentuk tes dikerjakan oleh siswa sehingga menghasilkan nilai yang menggambarkan prestasi siswa.

Metode Analisis Data
Analisis data adalah kegiatan yang paling penting untuk menyusun dan mengolah data yang terkumpul sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Untuk mengukur ketuntasan hasil belajar dalam hal ini adalah aspek kognitif, afektif dan psikomotor menggunakan standar ketuntasan yaitu Ketuntasan belajar individu dinyatakan tuntas apabila tingkat presentase ketuntasan minimal mencapai 65%, sedangkan untuk tingkat klasikal minimal mencapai 85% (Depdikbud: 2004).
Adapun untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar adalah dengan mengunakan rumus persentase ketuntasan hasil belajar, yaitu:
a) Ketuntasan secara Individu
Rumus Presentase Ketuntasan Jumlah Skor Yang Diperoleh x 100
Jumlah Skor Maksimal
b) Ketuntasan secara Klasikal Jumlah Siswa Yang Tuntas x 100
Rumus Presentase Ketuntasan Jumlah Seluruh Siswa
Data yang dipersentasekan kemudian tafsirkan menggunakan kalimat yang bersifat kualitatif untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pencapaian dari masing-masing data yang diperoleh adapun tingkat pencapaian adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Tingkat pencapaian target
Batas Kategori
Predikat
T > 80%
Sangat Baik
70% < T < 80%
Baik
60% < T < 70%
Cukup Baik
50% < T < 60%
Kurang
T < 50%
Kurang Sekali
Sumber data: (Sukardi, 2004)


HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian
Pada penlitian ini untuk mendapatkan hasil analisis dalam peningkatan kemampuan mata pelajaran bahasa Indonesia, perlu pengolahan data kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan kebenaran hasil penelitian.
Sebelum pelaksanaan penerapan Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC), diadakan analisis data pada pembelajaran pra tindakan, yaitu siswa yang mendapat nilai < 65 sebanyak 11 siswa atau sebesar 50%, yang mendapat nilai 65 – 100 sebanyak 11 siswa atau sebesar 50%, maka pada Pra Tindakan dinyatakan belum tuntas belajar .
Untuk memperbaiki pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar serta kemampuan Bahasa Indonesia, selanjutnya diterapkan Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) pada siklus I, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
  • Membentuk 5kelompok yang anggotanya 4-5 orang secara heterogen
  • Peneliti memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran .
  • Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana dan ditulis pada selembar kertas
  • Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
  • Peneliti membuat kesimpulan bersama
  • Selanjutnya peneliti mengadakan tes secara invidu
Hasil analisis data dapat dilihat pada tabel ketuntasan di bawah ini :

Tabel 1. Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Siklus I
Kriteria
Siswa
Persentase (%)
< 65
6
27%
65-100
16
73%
Jumlah
22
100%
Sumber : Data yang diolah

Dari tabel 1 di atas, dapat diketahui hasil belajar siswa pada siklus I terjadi peningkatan hasil belajar dibandingkan dengan hasil belajar pada pra tindakan, yaitu yang mendapat nilai < 65 ada 6 siswa atau sebesar 18% dan siswa yang mendapat nilai 65 – 100 sebanyak 16 siswa atau sebesar sebesar 73%. Namun ketuntasan hasil belajar pada siklus I masih belum mencapai ketuntasan seperti yang diharapkan, sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus II.
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II, pada dasarnya hanya sebagai pengulangan dan penyempurnaan apa yang sudah dilaksanakan pada siklus I. Pada siklus ini peneliti tidak merubah kelompok, supaya siswa lebih terbiasa dengan anggota kelompoknya. Siswa yang belum mencapai nilai KKM mendapat perhatian khusus dari pengajar/didampingi. Keputusan pemeliti untuk tidak merubah kelompok sangat tepat, siswa menjadi lebi bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Aktivitas siswa juga semakin meningkat. Kondisi ini membuat siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Hal ini terbukti pada hasil belajar yang dicapai pada siklus II, yang lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut :



Tabel 2. Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Siklus II
Kriteria
Siswa
Persentase (%)
< 65
2
9%
65-100
20
91%
Jumlah
22
100%
Sumber : Data yang diolah

Berdasarkan l analisis pada tabel diatas, dapat diketahui hasil belajar siswa pada siklus II dengan ketuntasan belajar siswa dapat dikatakan tuntas belajar secara klasikal, karena yang mendapat nilai < 65 hanya 2 siswa atau sebesar 9% dan siswa yang mendapat nilai 65 – 100 sebanyak 20 siswa atau sebesar sebesar 91%, dengan demikian tidak perlu diadakan analisis berikutnya karena sudah mencapai target ketuntasan.
Untuk melihat lebih jelas peningkatan hasil belajar pada Pra Tindakan, Siklus I dan Siklus II, dapat disajikan pada tabel perbandingan di bawah ini :

Tabel 3. Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Pra Tindakan, Siklus I dan Siklus II
Kriteria Nilai
Pra Tindakan
Siklus I
Siklus II
Siswa
%
Siswa
%
Siswa
%
< 65
11
50%
6
27%
2
9%
65 – 100
11
50%
16
73%
20
91%
Jumlah
22
100%
22
100%
22
100%
Sumber : Data yang diolah

Peningkatan ketuntasan hasil belajar yang diperoleh pada enelitian tindakan kelas ini juga dapat digambarkan pada grafik sebagai berikut :

Grafik. Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pra Tindakan, Siklus I dan Siklus II,



Sumber : Data yang di olah

Pembahasan
Terjadi perbaikan proses pembelajaran sesudah memanfaatkan model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) dalam pembelajaran. Kekurangan yang masih tampak yaitu siswa kurang mampu bekerja cepat seperti yang diharapkan. Untuk situasi kelas sebelum diadakan perbaikan pada siklus I, rata – rata siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Hanya siswa – siswa tertentu yang tampak senang karena menganggap dirinya paham akan materi pelajaran. Namun setelah diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus I dengan mendampingi yang belum tuntas, memanfaatkan sumber pembelajaran yang menarik maka secara bertahap ada perubahan yang diharapkan.
Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) pada pelajaran Bahasa Indonesia Siswa dapat menemukan pokok pokok pikiran dari bacaan, mendiskusikan, dan dapat menyimpulkan isi sesuai dengan situasi dan konteks. Hal ini sesuai dengan dengan harapan. Terbukti rata-rata hasil belajar yang meningkat antara siklus I, dan siklus II, hal ini dibuktikan perolehan hasil belajar sebagai berikut : siklus I hasil belajar siswa yang mendapat nilai < 65 ada 6 siswa atau sebesar 27% dan siswa yang mendapat nilai 65 – 100 hanya sebanyak 16 siswa atau sebesar 73%, dan selanjutnya siklus II hasil belajar siswa dengan ketuntasan belajar siswa dapat dikatakan tuntas, karena yang mendapat nilai < 65 hanya 2 siswa atau sebesar 9% dan siswa yang mendapat nilai 65 – 100 hanya sebanyak 20 siswa atau sebesar sebesar 91%, dengan demikian tidak perlu dilanjutkan siklus berikutnya karena sudah mencapai target ketuntasan secara klasikal. Jadi sesuai dengan landasan teoritik model pembelajaran CIRC (Cooperative In­tegrated Reading and Composition ) merupakan pembelajaran yang komprehensif yang mampu meningkatkan pemahaman bacaan/teks yang diminta untuk ditelaan peserta didik. Di samping itu memiliki kemampuan membangun kerjasama (kooperatif) yang dapat  membantu siswa lainnya yang belum mencapai ketuntasan (Slavin, 1985). Model CIRC ini dapat memotivasi siswa untuk membaca suatu wacana dan memahami isinya, sehingga hasil belajar mereka mengalami peningkatan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data yang dilaksanakan pada penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa: Penerapan Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia. Rata-rata hasil belajar yang meningkat antara siklus I, dan siklus II, hal ini dibuktikan perolehan hasil belajar sebagai berikut : siklus I siswa yang mendapat nilai < 65 ada 6 siswa atau sebesar 27% dan siswa yang mendapat nilai 65 – 100 hanya sebanyak 16 siswa atau sebesar 73%, dan selanjutnya siklus II yang mendapat nilai < 65 hanya 2 siswa atau sebesar 9% dan siswa yang mendapat nilai 65 – 100 hanya sebanyak 20 siswa atau sebesar sebesar 91%, berarti sudah mencapai target ketuntasan.

Saran-Saran
Beberapa hal yang yang perlu peneliti sampaikan saran-saran berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas : 1). Bagi guru, model pembelajaran CIRC, dapat sebagai rujukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa; 2) Pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas lain hendaknya diterapkan Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC), sebagai metode alternatif untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran di kelas; 3) Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengadakan penelitian sejenis dengan lingkup yang lebih luas.

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, S. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Depdiknas, 2006. Landasan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Puskur.
Depdiknas, 2013. Buku Pegangan Guru Bahasa Indonesia SMP. Jakarta: Pusbuknas.
Hamalik, Oemar. 2008. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.
Purwanti,Yustina T.2010. Meningkatkan Kemampuan Siswa Menemukan Gagasan Utama melalui Metode Cooperative Integrated Reading and Composition. 
Purwanto, Ngalim. 2008. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Rosdakarya.
Sardiman, AM. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta. Rajawali
Sarasin, L.C., 1999. Learning style perspectives: Impact in the clasroom, Madison, WI: Atwood Publishing.
Sudaryono. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Slavin, Robert E.2005.Cooperative Learning Teori, Riset, dan Praktik. Bandung:Nusa Media.
Suprijono, A. 2009. Cooperative Learning. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka Nurhadi dkk 2004.
Tarigan, Henry Guntur. 1995. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 1998. Pengajaran Pemerolehan Bahasa. Bandung: Angkasa.
Uno, H. B., 2008. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.
Wahyuni, Sri. 2010. Evaluasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Malang Unisma