Senin, 23 April 2018

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD DENGAN MEDIA CHEMSCETCH PADA MATERI HIDROKARBON TERHADAP KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MADRASAH ALIYAH

Rosyani Nasution

Abstraks:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Pengaruh pengaruh model
pembelajaran Cooperative learning Tipe STAD dengan media terhadap hasil belajar kimia
siswa. (2) Pengaruh kreativitas terhadap hasil belajar kimia siswa. (3) Korelasi antara
kreativitas dengan hasil belajar kimia siswa pada materi pokok hidrokarbon. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 2 dan 3
Medan. Sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 4 kelas (2 kelas Madrasah
Aliyah Negeri2, 2 kelas Madrasah Aliyah Negeri 3 Medan ) yang ditentukan dengan teknik
pengambilan secara acak (random sampling). Jumlah siswa keseluruhan untuk kelas
kontrol dan eksperimen adalah 128 siswa. Teknik analisa data dilakukan dengan paired
sampel uji T melalui program SPSS. Untuk uji persyaratan analisis digunakan uji
kolmogorov-smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat pengaruh model
pembelajaran cooperative learning tipe STAD dengan media terhadap hasil belajar siswa.
(2) Terdapat pengaruh model pembelajaran cooperative tipe STAD dengan media
terhadap kreativitas siswa. (3) Tidak terdapat korelasi antara hasil belajar siswa dengan
kreativitas siswa.
Kata kunci : Hasil Belajar, Cooperative learning, Tipe STAD, Kreativitas

PENDAHULUAN

Pendidikan adalah salah satu hal penting dalam pengembangan sumber daya
manusia. Bagi pemerintah hal ini menjadi tantangan dalam meningkatkan mutu
pendidikan seperti yang terdapat pada PP No 19 tahun 2005 tentang standar nasional
pendidikan. Upaya untuk mewujudkan hal tersebut sering di istilahkan sebagai proses
pembelajaran. Menurut Depdiknas pembelajaran adalah suatu proses interaksi peserta didik
dengan pendidik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar, proses belajar dalam
belajar, pengajaran, dan pembelajaran dalam belajar adalah salah satu hal yang
penting(Depdiknas, 2003)
Pendidikan di Indonesia secara umum masih menggunakan metode pendekatan
secara konvensial dan kurangnya penerapan model pembelajaran Cooperative learning
Tipe STAD. Pendekatan dan kelemahan itu diperparah dengan proses pembelajaran yang
monoton
yang hanya berorientasi pada kurikulum berbasis penguasaan materi
konvensional (subject OrientalCuriculum) sehingga guru di anggap sebagai sentral dan
menjadi ‘bank soal’ dari proses kegiatan belajar mengajar (Sanjaya, 2007).
Kondisi ini menyebabkan adanya proses pembelajaran secara monoton, yang tidak
memberikan ruang dialog dan interaksi demokrasi antara peserta didik dan guru. Proses
pembelajaran tersebut sangat dominan dilakukan dengan cara indoktrinasi-oral dan sedikit
sekali yang mengaitkannya dengan praktikal dan actual. Tidak adanya keinginan untuk
menyelaraskan desain kurikulum dan proses pembelajaran kurang diintegrasikan dan
______________________________________________________________
Rosyani Nasution Adalah Guru MAN 3 Medan Sumatera Utara
.
49Jurnal Pendidikan dan Humaniora ISSN 1907-8005, Vol. 58. No.1 Desember 2017
dikontekstualisasikan dengan masalah yang ada. Hal inilah yang menyebabkan rendahnya
hasil belajar siswa, yang belum memacu kemampuan berpikir siswa (Sanjaya,2007).
Dalam proses belajar mengajar setiap guru mengharapkan siswanya dapat mencapai
hasil belajar yang memuaskan, untuk itu gurulah yang berperan dalam mengadakan
perubahan dalam proses belajar mengajar. Sesuai yang dikekmukakan oleh Chin dan
Hortin (1994) bahwa guru adalah pelaku perubahan memainkan peranan penting dalam
proses belajar pembelajaran. Dengan penggunaan metode pengajaran yang kreatif dalam
proses pembelajaran diharapkan dapat menarik minat belajar siswa serta mengaktifkan
indra siswa dengan maksimal. Arsyad (2002) mengatakan semakin tinggi minat dan
bayaknya alat indra yang dipergunakan dalam suatu proses pembelajaran maka
kemungkinan para siswa mempertahankan materi pelajaran pada ingatannya semakin kuat,
sehingga pada akhirnya dampak fositif terhadap peningkatan Kreativitas dan hasil belajar
secara signifikan.

Penggunaan media dan model pembelajaran di pandang sebagai suatu cara untuk
dapat membentuk guru untuk lebih berdaya guna dalahan berhasil dalam melaksanakan
tugas sebagai pendidik. Untuk itu diperlukan pengetahuan dalam memmilih metode
mengajar dengan keterampilan menggunakan media Chemsketch. Sesuai dengan pendapat
James L. Mursell (dalam Soenarwan, 1982), bahwa hasil suatu metode di pengaruhi oleh
guru karena pada akhirnya gurulah yang menmpergunakan metode. Senada dengan itu,
Roestiyah (1982), mengatakan salah satu kompetensi dasar guru adalah menggunakan
media. Untuk itu salah satu media dan model yang di gunakan dapat menggairahkan siswa
dalam belajar mengajar adalah media Chemsketch dan model Pembelajaran Cooperative
Learning Tipe STAD (Student Team Achievement Divisions).

Penggunaan media Chemsketch yang ditampilkan melalui computer, dimana ada
satu pendapat bahwa siswa yang di ajarkan kimia dengan media computer mendapat skor
lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan metode konvensional dan metode
pembelajaran berulang ulang (Learning Cycle Method) (Jackman, Moellenberg & Brabson,
1987), sejalan dengan hal tersebut ada satu pendapat yang menyatakan bahwa di butuhkan
kemampuan dalam bidang teknologi sebab pemahaman teknologi adalah merupakan
kemampuan dasar yang baru (Nagourney, 1989).

Mata pelajaran kimia perlu di ajarkan untuk tujuan yang lebih khusus yaitu
membekali peserta didik pengetahuan, pemahaman dan sejumlah kemampuan yang
dipersyaratkan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta
mengembangkan ilmu dan teknologi. Tujuan mata pelajaran kimia dicapai oleh peserta
didik melalui pendekatan, antara lain pendekatan induktif dalam bentuk proses inkuiri
ilmiah pada tataran inkuri terbuka. Proses inkuri terbuka bertujuan menumbuhkan
kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta berkomunikasi yang merupakan
gambaran yang bersifat kreatif yang merupakan tuntutan bagi siswa, bekerjama dengan
guru dan menerapkan ilmu yang di pelajari(Suyati :2010).

Hasil penelitian pendahuluan yang dilakukan di beberapa SMA di Kecamatan
Hamparan Perak menunjukkan nilai ulangan harian mata pelajaran kimia belum mencapai
hasil yang maksimal.Dari 186 siswa, yang mencapai KKM hanya 108(58%) orang dan 78
siswa(42%) belum mencapai KKM. Nilai KKM untuk kimia 65. Menurut pendapat
beberapa siswa rendahnya hasil belajar siswa disebabkan kurang menariknya materi akibat
pembelajaran yang monoton. Hal ini sejalan dengan pendapat Sanjaya(2008) bahwa
proses pembelajaran khususnya kimia yang monoton dan kurang menarik, menjadi salah
satu masalah yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Proses pembelajaran belum
memacu kemampuan berpikir siswa.

Menurut wawancara peneliti dengan beberapa orang guru kimia di MAN 3 Medan,
siswa kurang termotivasi untuk belajar kimia. Sebagian siswa hanya mengandalkan
50Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD ,...( Rosyani Nasution)
penjelasan dari guru sewaktu mengikuti proses pembelajaran di kelas. belajar siswa.
Berdasarkan hasil observasi diperoleh nilai siswa yang masih rendah pada materi senyawa
hidrokarbon yaitu diperoleh data hasil belajar siswa di tahun ajaran 2010/2011 jumlah
persentase kelulusan dengan nilai ketuntasan 65 hanya 51 %, sedangkan di tahun ajaran
2011/2012 dengan nilai ketuntasan 65 mencapai 56%.

Cooperative learning adalah salah satu model pembelajaran yang kreatif dan
inovatif, dan merupakan salah satu solusi yang diduga efektif. Jika dikaji lebih jauh,
Cooperative Learning sangat relevan dengan tuntutan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Karena dalam kurikulum tersebut siswa dituntut lebih aktif
melakukan pembelajaran sedangkan guru hanya berfungsi sebagai pengontrol lalu
lintasnya saja. Dengan kata lain guru hanya sebagai fasilitator dalam setiap pembelajaran,
termasuk pembelajaran kimia. Dalam penerapan pembelajaran Cooperative Learning siswa
akan memperoleh dan dituntut agar dapat memiliki life skill yang baik. Umpamanya dalam
kecakapan berfikir rasional (thingking skill), siswa dituntut memiliki kecakapan menggali
dan menemukan informasi, kecakapan mengolah informasi dan mengambil keputusan serta
kecakapan memecahkan masalah, siswa juga dituntut untuk memiliki kecakapan social
bekerja sama dalam kelompok kecil yang heterogen dalam mengerjakan tugas
(Slavin,1994).

Selain pemilihan model pembelajaran, hal lain yang sangat penting dalam
meningkatkan hasil belajar siswa adalah meningkatkan kreativitas siswa dalam
pembelajaran. Menurut Sipayung (2009), Siswa yang memiliki kreativitas tinggi dalam
belajar maka hasil belajar siswa juga tinggi, karena itu kreativitas menjadi bagian penting
dalam wacana peningkatan mutu pembelajaran. Hingga kini kreativitas telah diterima baik
sebagai kompetensi yang melekat pada proses dan hasil belajar. Inti kreativitas adalah
menghasilkan sesuatu yang lebih baik atau sesuatu yang baru. Torrance dalam Munandar
(2009) menyatakan Kreativitas adalahproses yang mengandung kepekaan terhadap
masalah-masalah dan kesenjangan-kesenjangan (gaps) di bidang tertentu, kemudian
membentuk beberapa pikiran atau hipotesis untuk menyelesaikan masalah tersebut,
menguji kesahihan hipotesis ini, dan menyampaikan hasilnya kepada orang lain.

Salah satu
model pengembangan kreativitas adalah menggunakan pertanyaan untuk menantang
proses berpikir level tertinggi sesuai dengan konsep pengembangan ide-ide kreatif dan
karya dan inovatif
Untuk mengembangkan kecakapan ini guru dapat menggunakan berbagai
pertanyaan. Dalam penelitian ini kreativitas siswa dalam belajar materi hidrokarbon
dimulai dengan memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan pencapaian
indikator keberhasilan belajar siswa dalam materi hidrokarbon dengan menggunakan
media gambar misalnya atau media yang lain yang mendukung materi hidrokarbon.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang
masalah pengaruh modelpembelajaran dan media dalam proses pembelajaran, dengan
judul penelitian “Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD
dengan Media Chemsketch pada materi Hidrokarbon Terhadap Kreativitas dan Hasil
Belajar Siswa Madrasah Aliyah .”

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan batasan masalah yang
telah dikemukakan di atas, maka masalah yang diteiliti dirumuskan sebagai berikut :
1. Apakah ada pengaruh Model pembelajaran Cooperative learning Tipe STAD
dan
media Chemsketch terhadap kreativitas siswa?
2. Apakah ada pengaruh Model pembelajaran Cooperative learning Tipe STAD dan
media Chemsketch terhadap hasil belajar kimia siswa?
51Jurnal Pendidikan dan Humaniora ISSN 1907-8005, Vol. 58. No.1 Desember 2017
3. Apakah terdapat korelasi antara kreativitas dengan hasil belajar kimia siswa pada pokok
bahasan Hidrokarbon?
Tujuan Penelitian
Secara operasional, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran secara
empiris tentang:
1. Pengaruh model pembelajaran Cooperative learning Tipe STAD dengan media
ChemSketch terhadap Kreativitas siswa kimia siswa.
2. Pengaruh model pembelajaran Cooperative learning Tipe STAD dengan media
ChemSketch terhadap hasil belajar kimia siswa.
3. Interaksi antara model pembelajaran Cooperative learning Tipe STAD dengan media
dan tingkat kreativitas dalam mempengaruhi hasil belajar kimia siswa pada materi
hidrokarbon.
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan banyak memberikan manfaat yang benar-benar nyata
bagi tenaga pendidik sebagai berikut :
1.
Sebagai masukan bagi guru kimia dan sekolah agar dapat menerapkan model
pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran senyawa Hidrokarbon.
2. Memberikan gambaran bahwa kreativitas belajar siswa yang tinggi dan rendah akan
mempengaruhi hasil belajar siswa, sehingga guru perlu memperhatikan kreativitas
belajar siswa untuk mendapatkan hasil belajar siswa yang lebih baik.
3. Untuk menambah wawasan guru-guru kimia dalam penggunaan media komputer
khususnya programChemSketch dalam pembelajaran kimia.
4. Memberi sumbangan pemikiran kepada peneliti lain untuk mengembangkan penelitian
dengan menggunakan media komputer dalam pembelajaran kimia.
5. Memberi sumbangan kepada guru, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan dalam
rangka meningkatkan mutu pendidikan.
Defenisi Operasional
Untuk menghindari perbedaan pengertian beberapa istilah kata-kata operasional
yang digunakan dalam penelitian ini, maka dijelaskan secara umum sebagai berikut:
1. Cooperatve Learning Tipe STAD adalah Strategi pembelajaran yang melibatakan
partisipasi siswa dalam satu kelompok kecil untuk saling berinteraksi(Nurulhayati,
2002). Dalam system belajar Cooperative Learning Tipe STAD siswa dibagi dalam
kelompok kecil yang terdiri dari empat sampai enam orang dalam setiap kelompoknya
dan mereka dapat melakukannya sendiri.
2. Chemsketch adalah program windows yang di kembangkan untuk mengembangkan
bahan ajar yang berbasis web, merupakan program yang pada halamannya di susun
bahan ajar berupa gambar molekul yang dilengkapi dengan animasi yang bisa
memudahkan siswa untuk memahami materi(Warjana & Rajaq, 2009).
3. Kreativitas adalah suatu kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru,
sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat di terapkan
dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan hubungan
antara unsure-unsur yang sudah ada sebelumnya.
4. Hasil belajar adalah merupakan indikator atau gambaran keberhasilan guru dalam
melaksanakan proses belajar mengajar, sehingga masalh hasil belajar siswa merupakan
salah satu problem yang tidak pernah habis dibicarakan dalam dunia pendidikan.
Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa antar lain: Strategi dan model
yang diterapkan oleh guru di kelas, lingkungan belajar siswa, dan media pengajaran
52Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD ,...( Rosyani Nasution)
yang digunakan oleh guru.Ketidak tepatan modelpembelajaran guru akan berakibat
pada rendahnya Kreativitas belajar siswa(Hamid, 2008)

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di semester II di Madrasah Aliyah Negeri 2 dan 3
Medan kelas X tahun ajaran 2012-2013. Dalam melakukan penelitian ini nantinya, peneliti
menyusun instrumen penelitian, dan perangkat pembelajaran. Penelitian ini dilakukan
dalam rentang waktu 6 bulan, mulai bulan Januari- Pebruari, penyusunan proposal bulan
Maret, pebaikan proposal, uji coba instrument penelitian dan pengambilan data bulan
April – Mei, bulan Juni pengolahan data dan penulisan laporan penelitian .
Populasi dan Sampel
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah semua siswa MAN
kelas X di kota Medan.Sampel dalam penelitian yang dipilih secara acak, artinya populasi
penelitian memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel penelitian. Agar hasil
penelitian yang dilakukan terhadap sampel dapat dipercaya dan mewakili karakteristik
populasi, maka cara penarikan sampelnya dikenal dengan tekhnik sampling atau tekhnik
pengambilan sampel. Penentuan sampel penelitian di lakukan menggunakan tekhnik
pengambilan kelompok secara acak (cluster random sampling) sebanyak 4 kelas.Dua kelas
dari Madrasah Aliyah Negeri2 Medan (MAN 2 Medan), dan dua kelas dari Madrasah
Aliyah Negeri 3 Medan (MAN 3 Medan). Penentuan tingkat kreativitas belajar siswa
dilakukan dari hasil kuesioner kreativitas dan akan disusun dari rangking tertinggi sampai
yang terendah.
Pada MAN 2 Medan terdapat 5 kelas, kelas X, dan MAN 3 Medan terdapat
delapan kelas untuk kelas X, selanjutnya dengan melakukan pengundian secara acak di
ambil 2 (dua) kelas perlakuan, yaitu kelas X-7 dan kelas X-8 pada MAN 3 Medan, pada
MAN 2 kelas X-1 dan X-2, untuk mengetahui bahwa siswa kelas X memiliki kemampuan
yang setara, maka diberikan pre-test, lalu di lakukan uji homogenitas dan jika diperoleh
hasil bahwa kedua kelas merupakan sampel yang homogeny, selanjutnya sampel dibagi
menjadi kelas eksprimen dan kelas control. Kelas eksprimen berjumlah 64 siswa dan kelas
kontrolnya 64 siswa, berarti keseluruhan sampel berjumlah 120 siswa. Kelas Eksprimen
dengan model pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD dan media ChemSketch,
dan kelas control dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Untuk melihat
kreativitas siswa belajar kimia dilakukan observasi dan pemberian angket kreativitas siswa.
Untuk mengukur tingkat kreativitas siswa belajar kimia, observasi dilakukan ketika
perlakuan sedang berlangsung dan angket kreativitas belajar diberikan setelah perlakuan.
Sesudah perlakuan diberi post-test pada kedua sampel dengan maksud untuk melihat hasil
belajar kimia siswa. Sekolah ini dipilih karena peneliti bekerja di MAN 3 sehingga peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian di sana.
Rancangan Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experiment
(eksperimen
semu)
yang
memberikan
perlakuan
pembelajaran.
Menurut
Suryabrata(2008:92) bahwa tujuan eksperimen semu untuk memperoleh informasi yang
merupakan perkiraan bagi informan yang hanya dapat diperoleh dengan eksperimen
sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol semua variabel
yang relevan.Pada penelitian ini ada 2 kelas yang dapat perlakuan pembelajaran yang
berbeda. yaitu satu kelas pada MAN 3 dan satu kelas pada MAN 2 Medan. Data penelitian
53Jurnal Pendidikan dan Humaniora ISSN 1907-8005, Vol. 58. No.1 Desember 2017
berupa test hasil belajar menggunakan skor gain yang di bedakan atas siswa yang
kreativitas tinggi, rendah Desain penelitian dapat di lihat pada tabel 3.1
Tabel .Desain Penelitian
Model pembelajaran
Kreativitas
Kelompok Kontrol Kelompok Eksperimen
A 1
B 1 A 2
B 2
Teknik Analisis Data
Menganalisis data merupakan langkah yang kritis dalam pendekatan pola
analisis yang dugunakan harus jelas dan pasti. Jenis data yang dianalisis turut
menentukan model analisis yang digunakan (Suryabrata, 2008 :40). Pada analisis
penelitian ini yang digunakan adalah analisis secara deskriptif dan inferensial. Data
yang terkumpul dianalisis dengan daftar distribusi frekuensi dan membuat histogram
Dari daftar frekuensi tersebut dihitung nilai rata-rata, simpangan baku. Data
penelitian dinyatakan dalam rata-rata, simpangan baku, median, dan modus. Untuk
analisis ini dilakukan dengan menggunakan SPSS 17.
Analisis secara Inferensial
1. Menghitung Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa menurut Hake (1998) dihitung menggunakan rumus
g faktor (gain score normalized ), sebagai berikut :
g =
......
Pada awal pertemuan sebelum pembelajaran, kepada siswa diberikan tes awal
sehingga diperoleh data hasil pretes. Setelah pembelajaran siswa kembali
mengerjakan uji tes hasil belajar dan diperoleh data hasil postes, kemudian
dilakukan perhitungan menggunakan persamaan, sehingga diperoleh skor gain
hasil belajar siswa.
Keterangan :
g< 0,3
kategori rendah
0,3 ≤ g ≤ 0,7
kategori sedang
g> 0,7
kategori tinggi
Sebelum dilakukan uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan
analisis terhadap data, sebagai berikut:
1. Uji Normalitas
Uji normalitas dimaksudkan untuk menentukan normal atau tidaknya
distribusi data penelitian, artinya apakah penyebarannya dalam populasi bersifat
normal. Untuk uji normalitas menggunakan SPSS 17 dengan uji Kolmogorov-
Smirnof atau uji lilifors, data dikatakan berdistribusikan normal apabila nilai
probabilitas sinifikan (2-sisi) atau Asymp.sig (2-tailed) > taraf signifikansi 0,05.
2.
Uji Homogenitas
Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah penyebaran data
dalam populasi bersifat homogen. Uji homogenitas dilakukan dengan uji Fisher,
dinyatakan data bersifat homogen apabila apabila nilai probabilitas sinifikan (2-sisi)
> taraf signifikansi 0,05.
54Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD ,...( Rosyani Nasution)
Pengujian Hipotesis
Hipotesis merupakan pernyataan sementara yang perlu diuji kebenarannya, ini
dinamakan dengan pengujian hipotesis. Pengujian ini akan membawa kepada
kesimpulan untuk menerima atau menolak hipotesis. Untuk menguji hipotesis
penelitian ini digunakan teknik analisa data dengan uji Paired Sample T-Test pada
taraf signifikan α = 0.05. Uji ini juga menggunakan bantuan program SPSS 17.
1. Ho = μA 1 = μA 2
Ha = μA 1 ≠ μA 2
2. Ho = μB 1 = μB 2
Ha = μB 1 ≠ μB 2
3. Ho = A><B = 0
Ha = A><B≠ 0
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Data Penelitian
Data yang dideskripsikan pada penelitian ini yaitu data hasil belajar kimia siswa
dan data kreativitas. Hasil belajar kimia siswa merupakan nilai hasil belajar siswa yang
diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media
Chem Sketch.
Analisis Instrumen
Hasil uji coba validitas dari 30 butir soal, semua butir soal dinyatakan valid Hasil
uji reliabilitas diperoleh koefisien reliabilitas tes hasil belajar 0,690. Hasil uji coba indeks
kesukaran tes hasil belajar siswa menunjukkan 7 butir tes berkategori mudah, 11 butir tes
berkategori sedang dan 12 butir tes berkategori sukar.. Hasil uji coba daya pembeda
instrumen tes diperoleh 15 butir soal yang diterima dan 15 butir soal yang
ditolak.Instrumen kuesioner kreativitas diuji dengan uji validitas dan reliabilitas. Hasil uji
validitas menunjukkan semua butir kuesioner kreativitas dinyatakan valid. Hasil uji
reliabilitas pada kuesioner kreativitas diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,850
Data Hasil Belajar Siswa
Deskripsi data penelitian berupa hasil belajar siswa yang diperoleh dari nilai pretest
dan postest untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dari data penelitian kelas kontrol
yang terdapat pada lampiran, diperoleh rata – rata hitung, standar deviasi, nilai maksimum
dan minimum nilai pretest dan postest hasil belajar yaitu :
Tabel . Rata – rata hitung, Standar Deviasi Hasil Belajar Kelas Kontrol
Kelas Kontrol
Pretest
Postest
N
mean SD
max Min N
mean SD
max min
64 41,56 4,50 50
36
64
77,41 4,61
88
70
Untuk kelas eksperimen, rata – rata hitung, standar deviasi, nilai maksimum dan minimum
nilai pretest dan postest hasil belajar yang diperoleh dirangkum dalam tabel. berikut :
Tabel . Rata – rata hitung, Standar Deviasi Hasil Belajar Kelas Eksperimen
Kelas Eksperimen
Pretest
Postest
N
mean SD
max Min N
mean SD
max min
64 44,84 4,74 52
40
64
78,16 4,10
90
70
55Jurnal Pendidikan dan Humaniora ISSN 1907-8005, Vol. 58. No.1 Desember 2017
Data Gain Hasil Belajar
Dari hasil penelitian diperoleh gain hasil belajar siswa dalam kelas kontrol
memiliki gain hasil belajar sedang sebanyak 55 orang, gain hasil belajar tinggi sebanyak 9
orang. Sedangkan gain hasil belajar untuk kelas eksperimen yang diperoleh yaitu 62 orang
yang memiliki gain hasil belajar sedang dan 2 orang siswa yang memiliki gain hasil belajar
tinggi. Data Penelitian tersebut dapat dilihat dalam lampiran 18.
Data Pretest Kuesioner Kreativitas
Deskripsi data penelitian berupa kuesioner kreativitas nilai pretest dan untuk kelas
kontrol dan kelas eksperimen. Dari data penelitian kuesioner kreativitas untuk kelas
kontrol yang terdapat pada lampiran, diperoleh rata – rata hitung, standar deviasi, nilai
maksimum dan minimum nilai pretest dan postest hasil belajar yaitu :
Tabel . Rata – rata hitung, Standar Deviasi Kreativitas Kelas Kontrol
Kelas Kontrol
Pretest
Postest
N
mean SD
max Min N
mean SD
max min
64 72,44 5,63 84
64
64
86,91 5,80
96
76
Untuk kelas eksperimen, rata – rata hitung, standar deviasi, nilai maksimum dan
minimum nilai pretest dan postest kreativitas yang diperoleh dirangkum dalam tabel
berikut :
Tabel. Rata – rata hitung, Standar Deviasi Kreativitas Kelas Eksperimen
Kelas Eksperimen
Pretest
Postest
N
mean SD
max Min N
mean SD
max min
64 76,05 5,04 84
68
64
92,36 3,99
99
81
Pengujian Persyaratan Analisis Data
Sebelum melakukan pengujian hipotesis, maka terlebih dahulu dilakukan uji
normalitas dan uji homogenitas dengan menggunakan SPSS 17. Uji normalitas dilakukan
dengan menggunakan uji Kolmogorof–Smirnov. Data dikatakan berdistribusikan normal
apabila nilai Kolmogorof-Smirnov > taraf signifikansi 0,05. Uji homogenitas dilakukan
dengan menggunakan uji fisher (F) . Data bersifat homogen apabila nilai probabilitas
signifikan (asymp) > taraf signifikansi 0,05.
Uji Normalitas Data
Data hasil belajar siswa berupa pretest dan postest diuji dengan menggunakan uji
Kolmogorov – Smirnov pada program SPSS 17 dengan taraf signifikansi (α) = 0,05.
56Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD ,...( Rosyani Nasution)
Uji Normalitas Data Pretest Kelompok Sampel
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
N
Normal Parameters a,,b
Mean
Std.
Deviation
Most
Extreme Absolute
Differences
Positive
Negative
Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp. Sig. (2-tailed)
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Kontrol Eksperimen
64
41.5625
4.50000 64
44.8438
4.73829
.167
.167
-.142
1.336
.056 .237
.237
-.185
1.898
.001
1. Uji Normalitas Data Pretest Kelas Kontrol
Berdasarkan pada tabel 4.3.di atas, dapat dilihat bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov Z
yaitu 1, 336 > 0,05. Ini berarti bahwa data pretest kelas kontrol yang diajar dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media chemscetch
berdistribusi normal. Uji normalitas data pretest kelas kontrol dapat dilihat selengkapnya
pada lampiran 20.
2. Uji Normalitas Data Pretest Kelas Eksperimen
Berdasarkan pada tabel 4.3. di atas, dapat dilihat bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov Z yaitu
1,898 > 0,05. Ini berarti bahwa data pretest kelas eksperimen yang diajar dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media chemscetch
berdistribusi normal. Uji normalitas data pretest kelas eksperimen dapat dilihat
selengkapnya pada lampiran 20.
Uji Normalitas Data Postest Kelompok Sampel
Uji normalitas data postest kelas kontrol dan kelas ekperimen dengan menggunakan uji
kolmogorov - smirnov pada program SPSS 17 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel . Uji Normalitas Data Postest Kelompok Sampel
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
N
Normal Parameters a,,b
Mean
Std.
Deviation
Most
Extreme Absolute
Differences
Positive
Negative
Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp. Sig. (2-tailed)
a. Test distribution is Normal.
Kontrol Eksperimen
64
77.4688
4.60837 64
78.1563
4.09885
.177
.164
-.177
1.419
.036 .142
.123
-.142
1.139
.150
57Jurnal Pendidikan dan Humaniora ISSN 1907-8005, Vol. 58. No.1 Desember 2017
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
N
Normal Parameters a,,b
Mean
Std.
Deviation
Most
Extreme Absolute
Differences
Positive
Negative
Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp. Sig. (2-tailed)
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Kontrol Eksperimen
64
77.4688
4.60837 64
78.1563
4.09885
.177
.164
-.177
1.419
.036 .142
.123
-.142
1.139
.150
1. Uji Normalitas Data Postest Kelas Kontrol
Berdasarkan pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov Z untuk
kelas kontrol yaitu 1,419 > 0,05. Ini berarti bahwa data postest kelas kontrol yang diajar
dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media chemscetch
berdistribusi normal. Uji normalitas .
2. Uji Normalitas Data Postest Kelas Eksperimen
Berdasarkan pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov Z untuk
kelas eksperimen yaitu 1,139 > 0,05. Ini berarti bahwa data postest kelas eksperimen yang
diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media
chemscetch berdistribusi normal.
Uji Normalitas Data Pretest Kreativitas Kelompok Sampel
Uji normalitas data pretest kreativitas kelas kontrol dan kelas ekperimen dengan
menggunakan uji kolmogorov - smirnov pada program SPSS 17 dapat dilihat pada tabel
berikut :
Tabel . Uji Normalitas Data Pretest Kreativitas Kelompok Sampel
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Kontrol
N
Normal Parameters a,,b
Eksperimen
64
64
72.4375 76.0469
5.63119 5.03773
Mean
Std.
Deviation
Most
Extreme Absolute .129
.121
Differences
Positive
.121
.092
Negative -.129
-.121
Kolmogorov-Smirnov Z
1.029
.970
Asymp. Sig. (2-tailed)
.240
.303
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
1. Uji Normalitas Data Pretest Kreativitas Kelas Kontrol
58Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD ,...( Rosyani Nasution)
Berdasarkan pada tabel 4.5. di atas, dapat dilihat bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov Z
untuk kelas kontrol yaitu 1,029 > 0,05. Ini berarti bahwa data pretest kreativitas kelas
kontrol yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD
dengan media chemscetch berdistribusi normal.
2. Uji Normalitas Data Pretest Kreativitas Kelas Eksperimen
Berdasarkan pada tabel 4.5. di atas, dapat dilihat bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov Z
untuk kelas eksperimen yaitu 0,970 > 0,05. Ini berarti bahwa data pretest kreativitas kelas
eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD
dengan media chemscetch berdistribusi normal.
Uji Normalitas Data Postest Kreativitas Kelompok Sampel
Uji normalitas data postest kreativitas kelas kontrol dan kelas ekperimen dengan
menggunakan uji kolmogorov - smirnov pada program SPSS 17 dapat dilihat pada tabel
berikut :
Tabel. Uji Normalitas Data Pretest Kreativitas Kelompok Sampel
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
N
Normal Parameters a,,b
Mean
Std.
Deviation
Most
Extreme Absolute
Differences
Positive
Negative
Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp. Sig. (2-tailed)
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Kontrol Eksperimen
64
86.9063
5.79742 64
92.3281
3.94427
.172
.114
-.172
1.376
.045 .153
.144
-.153
1.220
.102
1. Uji Normalitas Data Postest Kreativitas Kelas Kontrol
Berdasarkan pada tabel 4.6. di atas, dapat dilihat bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov Z
untuk kelas kontrol yaitu 1,376 > 0,05. Ini berarti bahwa data postest kreativitas kelas
kontrol yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD
dengan media chemscetch berdistribusi normal.
Uji Normalitas Data Postest Kreativitas Kelas Eksperimen
Berdasarkan pada tabel 4.5. di atas, dapat dilihat bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov Z yaitu
1,220 > 0,05. Ini berarti bahwa data postest kreativitas kelas eksperimen yang diajar
dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media chemscetch
berdistribusi normal.
Uji Homogenitas
Uji homogenitas hasil belajar siswa
Pengujian homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah varians data homogen atau
tidak. Uji homogenitas yang dilakukan yaitu dengan menggunakan uji Fisher. Uji
homogenitas hasil belajar siswa dapat dilihat pada Tabel berikut :
59Jurnal Pendidikan dan Humaniora ISSN 1907-8005, Vol. 58. No.1 Desember 2017
Tabel . Uji Homogenitas Hasil Belajar Siswa
Fhitung
Ftabel
Hasil belajar siswa pada kelas 1,05
1,49
kontrol dengan eksperimen
Keterangan
Homogen
Diketahui uji homogenitas hasil belajar siswa pada kelas kontrol dan eksperimen diperoleh
nilai F hitung sebesar 1,05 sedangkan nilai F tabel = 1,49 pada α = 0,05 dengan dk pembilang
63 dan dk penyebut 63. Dengan demikian dapat diketahui bahwa nilai F hitung lebih kecil
dari nilai F tabel yaitu 1,05< 1,49. Ini berarti bahwa data hasil belajar siswa homogen. Data
selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 24 .
Uji Homogenitas Kreativitas Siswa
Pengujian homogenitas data kreativitas siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen
dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel . Uji Homogenitas Kreativitas Siswa
Fhitung
Ftabel
Kreativitas siswa pada kelas 1,11
1,49
kontrol dengan eksperimen
Keterangan
Homogen
Berdasarkan Tabel diketahui uji homogenitas kreativitas siswa pada kelas kontrol dan
eksperimen diperoleh nilai F hitung sebesar 1,11 sedangkan nilai F tabel = 1,49 pada α = 0,05
dengan dk pembilang 63 dan dk penyebut 63. Dengan demikian dapat diketahui bahwa
nilai F hitung lebih kecil dari nilai F tabel yaitu 1,11< 1,49. Ini berarti bahwa data hasil belajar
siswa homogen.
Uji Hipotesis Penelitian
Hasil Belajar Siswa pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Untuk menguji hipotesis hasil belajar siswa dilakukan dengan menggunakan uji
paired sample T-Test. Deskripsi pengujian hipotesis hasil belajar siswa dapat dilihat pada
Tabel.
Tabel.Pengujian Hipotesis Hasil Belajar Siswa
Paired Differences
Mean
Std.
Standard
95%
Confidence t
Df sig.
Deviasi Error
Interval
of
the
(
2-
Mean
difference
tailed)
Lower
Upper
Pair
1
kontrol - 2.59375 5.52834 .69104
1.21281
3.97469 3.753 63 0.000
eksperimen
Berdasarkan data pada Tabel dapat dilihat bahwa diperoleh harga sig. 2-tailed hasil belajar
siswa yaitu 0,000 dan harga T yang diperoleh adalah 3,753. Ini berarti bahwa harga sig.
(2-tailed) lebih kecil dan harga uji T nya lebih besar dari nilai signifikansinya yaitu 0,05
atau 5%. Maka, Ha diterima dan Ho ditolak.
60Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD ,...( Rosyani Nasution)
Hasil Uji Hipotesis Kreativitas
Untuk menguji hipotesis kreativitas siswa dilakukan dengan menggunakan uji
paired sample T-Test. Deskripsi pengujian hipotesis kreativitas siswa dapat dilihat pada
Tabel.
Tabel. Pengujian Hipotesis Kreativitas Siswa
Paired Differences
Mean
Std.
Standard
95%
Confidence t
Df
Deviasi Error
Interval of the
Mean
difference
Lower
Upper
Pair
1
kontrol - -
4.99802 .62475
-3.06097
-
-
63
eksperimen 1.81250
.56403 2.901
sig. (
2-
tailed)
0.005
Berdasarkan data pada Tabel dapat dilihat bahwa harga sig.(2-tailed) kreativitas siswa
yaitu 0,005. Ini berarti bahwa harga sig. 2-tailed lebih kecil dari nilai signifikansinya yaitu
0,05 atau 5% maka Ha diterima dan Ho ditolak.
Korelasi Antara Hasil Belajar Siswa dengan Kreativitas pada Kelas Kontrol
Untuk menguji hipotesis ketiga yaitu korelasi antara kreativitas dengan hasil belajar
siswa pada kelas sampel dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product momen
dengan menggunakan SPSS. Pengujian korelasi antara kreativitas dengan hasil belajar
siswa dapat dilihat pada tabel.
Tabel . Korelasi Kreativitas dengan Hasil Belajar Siswa
Correlations
Kontrol
Bljr
Kontrol
Bljr
Hsl Pearson
Correlation
1
Sig. (2-tailed)
Kontrol
Kreativitas
N
Pearson
Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Hsl Kontrol
Kreativitas
.170
.180
64
.170 64
1
.180
64 64
Berdasarkan pada Tabel di atas, dapat dilihat bahwa korelasi antara hasil belajar
dengan kreativitas siswa yaitu menunjukkan koefisien korelasi 0,170 dan nilai sig.(2-
tailed) yaitu 0,180. Ini berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan antara hasil belajar
dengan kreativitas karena nilai sig.(2-tailed) nya yang lebih besar dari 0,05. Data
selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 27.
Korelasi Antara Hasil Belajar Siswa dengan Kreativitas pada Kelas Eksperimen
Untuk menguji korelasi antara kreativitas dengan hasil belajar siswa pada kelas
eksperimen dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product momen dengan
61Jurnal Pendidikan dan Humaniora ISSN 1907-8005, Vol. 58. No.1 Desember 2017
menggunakan SPSS. Pengujian korelasi antara kreativitas dengan hasil belajar siswa dapat
dilihat pada tabel.
Tabel . Korelasi Kreativitas dengan Hasil Belajar Siswa
Correlations
Eksp.Hsl
Bljr
Pearson
Correlation
Eksp.Hsl
Bljr Eksp.Kreati
vitas
1 -.067
Sig. (2-tailed)
N
Eksp.Kreativ Pearson
itas
Correlation
Sig. (2-tailed)
N
.599
64
-.067 64
1
.599
64 64
Berdasarkan pada Tabel di atas, dapat dilihat bahwa korelasi antara hasil belajar
dengan kreativitas siswa yaitu menunjukkan nilai sig.(2-tailed) yaitu 0,599. Ini berarti tidak
terdapat korelasi yang signifikan antara hasil belajar dengan kreativitas karena nilai sig.(2-
tailed) nya yang lebih besar dari 0,05.
.
Pembahasan
Berdasarkan pengujian hipotesis yang telah dilakukan dengan menggunakan paired
sample t-test, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari
model pembelajaran cooperative learning tipe STAD dengan media terhadap hasil belajar
siswa yang ditunjukkan dengan harga sig. nya yang lebih kecil dari taraf signifikansi nya (
α ) yaitu 0,000 < 0,05.
Terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran cooperative learning
tipe STAD dengan media terhadap kreativitas siswa yang ditunjukkan dengan harga sig.
nya yang lebih kecil dari nilai taraf signifikansi nya ( α ) yaitu 0,005 < 0,05.
Tidak terdapat korelasi antara hasil belajar siswa dengan kreativitas siswa yang
ditunjukkan dengan harga sig. nya yang lebih besar dari nilai taraf signifikansi nya (α)
yaitu 0,000 < 0,05.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat diketahui bahwa model pembelajaran
cooperative learning dengan media berpengaruh positif. Selain dari pengujian hipotesis,
dapat dilihat juga dari nilai rata – rata pretest kedua kelompok tersebut. Untuk kelas
kontrol, rata – rata yang diperoleh 41,56 dengan standar deviasi 4,50 sedangkan untuk
kelas eksperimen, rata – rata yang diperoleh 44,84 dengan standar deviasi 4,74. Setelah
penerapan pembelajaran dilakukan, maka diperoleh nilai rata – rata untuk kelas kontrol
yaitu 77,47 dengan standar deviasi 4,61 sedangkan nilai rata – rata yang diperoleh untuk
kelas eksperimen yaitu 78,16 dengan standar deviasi 4,10. Dari nilai rata – rata dapat
dilihat bahwa siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran cooperative
learning tipe STAD dengan media lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar
dengan menggunakan model konvensional.
62Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD ,...( Rosyani Nasution)

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan
Simpulan – simpulan yang dapat diambil dari hasil pengujian hipotesis adalah sebagai
berikut :
1. Terdapat pengaruh model pembelajaran cooperative learning tipe STAD dengan media
terhadap hasil belajar siswa dengan harga sig. 0,000 < 0,05.
2. Terdapat pengaruh model pembelajaran cooperative tipe STAD dengan media terhadap
kreativitas siswa dengan harga sig. 0,005 < 0,05.
3. Tidak terdapat korelasi antara hasil belajar siswa dengan kreativitas siswa yang
ditunjukkan dari harga sig. Yang lebih besar dari taraf signifikansinya yaitu 0,559 >
0,05.
Saran
1. Model pembelajaran cooperative learning tipe STAD dengan media dapat diterapkan
oleh guru di dalam pembelajaran materi hidrokarbon untuk meningkatan hasil belajar
siswa.
2. Kepada guru diharapkan dapat menerapkan model pembelajaran cooperative learning
tipe STAD dengan media pada materi pembelajaran kimia yang berbeda.
3. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan dan mengembangkan penelitian ini
di sekolah lain dengan pokok bahasan yang berbeda dengan cara memperbanyak jumlah
sampel sehingga dapat dijadikan perbandingan untuk meningkatkan kualitas hasil
belajar siswa dalam pembelajaran kimia.
DAFTAR RUJUKAN
Amiyati, D.L., Mariono, A. (2010). Pengembangan Media Komputer Pembelajaran Pada
Mata Pelajaran Bahasa daerah Pokok Bahasan Aksara Jawa Kelas VII di SMP 2 Sidoarjo.
Jurnal Teknologi Pendidikan. Vol. 10 No. 2 Oktober 2010. Universitas Negeri Surabaya.
Ali, M. (2010). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Kuliah Medan
Elektromagnetik. Jurnal. Vol 5 No. 1. Universitas Negeri Yogyakarta.
www.jurnal.uny.ac.id/iindek.php
Arikunto, S. (2003)..Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta.
Arsyad, A. (2010). Media Pembelajaran. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Barrows, H. S., & Tamblyn, R. M.,(1980), Problem Based Learning : an approach to
medical education, New York: Springer Publishing Company,Inc.\
Carrin, A. A & Sund, R. B. (1975). Teaching Science Through Discovery. Charles E.
Merril Publishing Co. Ohio.
Daryanto.( 2010). Belajar dan Mengajar. CV. Yrama Widya. Bandung.
Dahar, R.W, (1996), Teori-Teori Belajar, Erlangga, Jakarta
Evans, J. R. (1991). Creative Thinking in The Decision and Management Sciences.
Cincinnati: South Western Publishing Co
Feldman, M.B. 2001. Open Ended Mathematic Project. EDU658. [online]
Gagne, R. M. (1997). The Conditioning of Learning, Rinehart and Winston: New York
Gerlach, V.G. dan Ely, D. P. (1971). Teaching and Media. A Systematic Approach.
Englewood Cliffs: Prentice-Hall, Inc
Guilford. J. P. (1991). Traits of Creativity. John Willey. New York
Gulo. W. (2002). Strategi Belajar Mengajar. PT. Grasindo. Jakarta
Agustina, K., Pengaruh Penggunaan Media Puzzle Dalam Model Pembelajaran Berbasis
Masalah Pada Topik Rumus Kimia Terhadap Aktivitas Dan Hasil Belajar Kimia
Siswa SMP/MTs, Tesis, PPs Unimed.
63