Senin, 23 April 2018

PEMANFAATAN LINGKUNGAN ALAM SEKITAR UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AJAR “ERA GLOBALISASI DI INDONESIA” SISWA KELAS VI SDN BADEAN 01 KECAMATAN BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER

Bahariyanto

Abstrak: Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah ingin mengkaji lebih jauh tentang
Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar
Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Ajar “Era Globalisasi Di Indonesia” Siswa Kelas VI
SDN Badean 01 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Hasil penelitian
menunjukkan dari 37 siswa yang yang mendapat nilai < 65 sebanyak 17 siswa atau
sebesar 46 %, sedangkan siswa yang mendapat nilai antara 65-100 sebanyak 0 siswa atau
sebesar 54 %. Pada kondisi ini masih belum mencapai ketuntasan hasil belajar, sehingga
perlu ditingkatkan dengan cara dilanjutkan pada proses pembelajaran pada siklus I. Pada
siklus I diperoleh data yaitu dari 37 siswa yang mendapat nilai < 65 sebanyak 7 siswa
atau sebeasr 19 %, sedangkan yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 30 siswa atau
sebeasar 81 %. Pada siklus II membuat siswa menjadi antusias dan semangat dalam
mengikuti pembelajaran. Hal ini juga berpengaruh pada hasil belajar siswa yang
menunjukkan peningakatan yang lebih baik. Hasil analisa data yang dilaksanakan
menunjukkan dari 37 siswa, yang mendapat nilai antara 65-100 menjadi sebanyak 34
siswa atau sebesar 92 %, sedangkan siswa yamg mendapat nilai antara < 65 hanya
sebanyak 3 siswa atau sebesar 8 %. Hasil belajar siswa pada siklus II sudah mencapai
ketuntasan secara klasikal sehingga tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya.
Kata Kunci: Pemanfaatan Lingkungan Alam, Hasil Belajar

PENDAHULUAN

Proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan keaktifan siswa
melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Aktifitas siswa menjadi hal yang
penting karena kadangkala guru lebih menekankan pada aspek kognitif, dengan
menekankan pada kemampuan mental yang dipelajari sehingga hanya berpusat pada
pemahaman bahan pengetahuan. Guru perlu menyadari bahwa pada saat mengajar, guru
lebih memposisikan dirinya sebagai fasilitator.
Keaktifan siswa dalam belajar merupakan persoalan penting dan mendasar yang
harus dipahami, disadari dan dikembangkan oleh setiap guru dalam proses pembelajaran.
Keaktifan belajar ditandai oleh adanya keterlibatan secara optimal, baik intelektual, emosi
dan fisik. Siswa merupakan manusia belajar yang aktif dan selalu ingin tahu. Daya
keaktifan yang dimiliki anak secara kodrati itu akan dapat berkembang ke arah yang
positif saat lingkungannya memberikan ruang yang baik untuk perkembangan keaktifan
itu (Aunurrahman, 2009: 119).

Belajar bukanlah menghafal sejumlah fakta atau informasi. Belajar adalah berbuat,
memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Strategi
pembelajaran harus dapat mendorong aktifitas siswa. Aktivitas tidak terbatas pada aktivitas
______________________________________________________________
Bahariyanto Adalah Guru SDN Badean 01 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember.
64Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar,. ..( Bahariyanto )

fisik, akan tetapi juga meliputi aktivitas yang bersifat psikis seperti aktifitas mental (Wina
Sanjaya, 2007: 130).
Metode mengajar yang diterapkan dalam suatu pengajaran dikatakan efektif jika
tujuan pembelajaran tercapai. Semakin tinggi tingkatannya untuk mencapai tujuan
pembelajaran, semakin efektif metode itu. Sedangkan suatu metode dikatakan efisien
apabila penerapannya dalam mencapai tujuan yang diharapkan itu relatif menggunakan
tenaga, usaha, pengeluaran biaya dan waktu minimum. Oleh sebab itu untuk mencapai
pembelajaran yang diinginkan seorang guru harus memilih metode mengajar yang tepat
dan baik.
adanya dua jenis sumber belajar, yaitu sumber belajar yang dirancang (by design
resources) dan sumber belajar yang dimanfaatkan ( by utility resources). Berbagai benda
yang terdapat di lingkungan kita dapat kita kategorikan ke dalam jenis sumber belajar yang
dimanfaatkan (by design resources) ini. Dibanding dengan dengan jenis sumber belajar
yang dirancang, jenis sumber belajar yang dimanfaatkan ini jumlah dan macamnya jauh
lebih banyak. Oleh karena itu, sangat dianjurkan setiap guru mampu mendayagunakan
sumber belajar yang ada di lingkungan ini.

Pengertian lingkungan dalam hal ini adalah segala sesuatu baik yang berupa benda
hidup maupun benda mati yang terdapat di sekitar kita ( di sekitar tempat tinggal maupun
sekolah). Sebagai guru, kita dapat memilih berbagai benda yang terdapat di lingkungan
untuk kita jadikan sebagai sumber belajar bagi siswa di sekolah. Bentuk dan jenis
lingkungan ini bermacam macam, misalnya : sawah, hutan, pabrik, lahan pertanian,
gunung, danau, peninggalan sejarah, musium, dan sebagainya. Sumber belajar di
lingkungan juga bisa berupa benda-benda sederhana yang dapat dibawa ke ruang kelas,
misalnya : batuan, tumbuh-tumbuhan, binatang, peralatan rumah tangga, hasil kerajinan ,
dan masih banyak lagi contoh yang lain. Semua benda itu dapat kita kumpulkan dari
sekitar kita dan dapat kita pergunakan sebagai sumber pembelajaran di kelas. Benda-benda
tersebut dapat kita peroleh dengan mudah di lingkungan kita sehari-hari. Jika mungkin,
guru dapat menugaskan para siswa untuk mengumpulkan benda-benda tertentu sebagai
sumber belajar untuk topik tertentu. Benda-benda tersebut juga dapat kita simpan untuk
dapat kita pergunakan sewaktu-waktu diperlukan.

Jenis-Jenis Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
Pada dasarnya semua jenis lingkungan yang ada di sekitar siswa dapat
dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar sepanjang relevan dengan
kompetensi dasar dan hasil belajar yang bisa berupa lingkungan alam atau lingkungan
fisik, lingkungan sosial dan lingkungan budaya atau buatan.
Pembelajaran yang sedang dikembangkan sekarang adalah pembelajaran yang
memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang dikenal dengan pembelajaran
konteksual. Guru dalam mengajar tidak terikat pada buku teks, dan menjelaskan kepada
siswa tentang konsep-konsep, istilah-istilah dan teori-teori di kelas secara abstrak dan
siswa berusaha untuk memahami jalani pikiran guru. Guru menjadi satu-satunya sember
belajar dan pembelajaran berpusat pada guru.

Dalam pembelajaran konteksual materi pembelajaran yang akan disampaikan oleh
guru dikaitkan dengan lingkungan siswa sebagai sumber belajar. Siswa mempelajari materi
pelajaran dengan cara memahami konteksnya, sehingga pada siswa akan muncul
pemahaman sendiri tentang apa yang dipelajari yang bersifat idiosinkratik. Jadi
pengetahuan atau pemahaman dibangun atau dibentuk sendiri oleh siswa bukan hasil dari
apa yang dijelaskan oleh guru. Sebagai contoh untuk memahami tentang pelanggaran hak
azasi manusia, maka siswa ditugaskan untuk mengamati kasus-kasus pelanggaran hak azasi
65Jurnal Pendidikan dan Humaniora ISSN 1907-8005, Vol. 58. No.1 Desember 2017
manusia yang terjadi di lingkungannya.

Dengan mempelajari kasus tersebut maka siswa
akan memahami makna dari pelanggaran hak azasi manusia itu.
1. Lingkungan alam
Lingkungan alam atau lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang sifatnya
alamiah, seperti sumber daya alam (air, hutan, tanah, batu-batuan), tumbuh-tumbuhan dan
hewan (flora dan fauna), sungai, iklim, suhu, dan sebagainya.
Lingkungan alam sifatnya relatif menetap, oleh karena itu jenis lingkungan ini akan
lebih mudah dikenal dan dipelajari oleh siswa. Sesuai dengan kemampuannya, siswa dapat
mengamati perubahan-perubahan yang terjadi dan dialami dalam kehidupan sehari-hari,
termasuk juga proses terjadinya.
Dengan mempelajari lingkungan alam ini diharapkan siswa akan lebih memahami
gejala-gejala alam yang terjadi dalam kehidupannya sehari-hari, lebih dari itu diharapkan
juga dapat menumbuhkan kesadaran sejak awal untuk mencintai alam, dan mungkin juga
siswa bisa turut berpartisipasi untuk menjaga dan memelihara lingkungan alam.
2. Lingkungan Sosial
Hal-hal yang bisa dipelajari oleh siswa dalam kaitannya dengan pemanfaatan
lingkungan sosial sebagai sumber belajar ini misalnya:
a) Mengenal adat istiadat dan kebiasaan penduduk setempat di mana anak tinggal.
b) Mengenal jenis-jenis mata pencaharian penduduk di sektiar tempat tinggal dan
sekolah.
c) Mengenal organisasi-organisasi sosial yang ada di masyarakat sekitar tempat
tinggal dan sekolah.
d) Mengenal kehidupan beragama yang dianut oleh penduduk sekitar tempat tinggal
dan sekolah.
e) Mengenal kebudayaan termasuk kesenian yang ada di sekitar tempat tinggal dan
sekolah.
f) Mengenal struktur pemerintahan setempat seperti RT, RW, desa atau kelurahan dan
kecamatan.
Pemanfaatan lingkungan sosial sebagai sumber belajar dalam kegiatan belajar
mengajar sebaiknya dimulai dari lingkungan yang terkecil atau paling dekat dengan siswa
3. Lingkungan budaya
Di samping lingkungan sosial dan lingkungan alam yang sifatnya alami, ada juga
yang disebut lingkungan budaya atau buatan yakni lingkungan yang sengaja diciptakan
atau dibangun manusia untuk tujuan-tujuan tertentu yang bermanfaat bagi kehidupan
manusia. Anak dapat mempelajari lingkungan buatan dari berbagai aspek seperti
prosesnya, pemanfaatannya, fungsinya, pemeliharaannya, daya dukungnya, serta aspek lain
yang berkenaan dengan pembangunan dan kepentingan manusia dan masyarakat pada
umumnya.
Agar penggunaan lingkungan ini efektif perlu disesuaikan dengan rencana kegiatan
atau program yang ada. Dengan begitu, maka lingkungan ini dapat memperkaya dan
memperjelas bahan ajar yang dipelajari dan bisa dijadikan sebagai laboratorium belajar
siswa.
Keuntungan Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
Berbagai keuntungan bila kita menggunakan alam atau lingkungan sekitar sebagai
sumber belajar :
1. Membuat
siswa
mendapatkan
informasi
berdasarkan
pengalaman
langsung.Membuat siswa mudah mencapai sasaran pembelajaran yang telah
ditetapkan
66Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar,. ..( Bahariyanto )
2. Membuat siswa mengenal dan mencintai lingkungan yang pada akhirnya
mengagumi dan mengagungkan penciptanya
3. Membuat pelajaran lebih konkrit
4. Biaya relatif murah
5. Penerapan ilmu menjadi lebih mudah, sesuai dengan permasalahan yang dihadapi
dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga siswa akan merasakan bahwa belajar itu
bermakna dan menarik.
6. Sesuai dengan prinsip didaktik dan perkembangan yaitu :
 Anak berbeda dalam kemampuan dan kecepatan belajarnya;
 Anak berkembang secara optimum sesuai dengan perkembangan fisik,
intelektual, sosial serta perasaan berdasarkan azas kebebasan (aktualisasi diri). ;
 Belajar dari yang : Konkrit ke abstrak, Mudah/sederhana ke yang
sukar/majemuk, Dekat ke yang jauh, Sudah diketahui/dikuasai kepada yang
belum diketahui/dikuasai (pengalaman lama ke pengalaman baru)
 Mengembangkan motivasi dan prinsip “Belajar Bagaimana Belajar”, dengan
dasar metoda ilmiah dan pengembangan ketrampilan proses, sehingga tertanam
sikap ilmiah.
Berdasarkan uraian diatas maka peneliti melakukan upaya peningkatan keaktifan
dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial selama kegiatan
belajar mengajar melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan judul : Pemanfaatan
Lingkungan Alam Sekitar Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Ilmu
Pengetahuan Sosial Materi Ajar “Era Globalisasi Di Indonesia” Siswa Kelas VI SDN
Badean 01 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember .
Perumusan Masalah
Masalah yang akan dicarikan solusi pemecahan dalam penelitian tindakan kelas ini
adalah: Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar Apakah Dapat Meningkatkan Keaktifan
Dan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Ajar “Era Globalisasi Di Indonesia”
Siswa Kelas VI SDN Badean 01 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember ?
Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian tindakan kelas ini adalah ingin
mengkaji lebih jauh tentang Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar Untuk Meningkatkan
Keaktifan Dan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Ajar “Era Globalisasi Di
Indonesia” Siswa Kelas VI SDN Badean 01 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember .
Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat atau nilai guna yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
a) Untuk sekolah, hasil dari penelitian ini dapat bermanfaat dalam rangka pengayaan
dan menambah pengetahuan tentang penerapan metode pembelajaran yang sesuai
dengan materi yang diajarkan,
b) Bagi Guru, dapat dijadikan sebagai masukan dalam rangka pemantapan penerapan
metode mengajar, sehingga bisa bermanfaat bagi guru maupun siswa.
METODE PENELITIAN
Tempat Penelitian
Tempat penelitian di sini merupakan lokasi dimana penelitian itu dilakukan dan
tempat penelitian ditetapkan di SD Negeri Badean 01 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten
67Jurnal Pendidikan dan Humaniora ISSN 1907-8005, Vol. 58. No.1 Desember 2017
Jember dengan alasan keaktifan dan hasil belajar siswa masih rendah khususnya pada
pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, sehingga dengan memanfaatkan lingkungan alam
sekitar diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat menghasilkan siswa
yang berkualitas.
Subyek Penelitian
Subyek penelitian ditujukan pada seluruh siswa Kelas VI SD Negeri Badean 01
Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember dengan jumlah 37 siswa, dengan alasan
kurangnya keaktifan dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan guru sebelumnya
yaitu ceramah yang membuat siswa menjadi bosan dan jenuh dikelas. Hal ini berakibat
siswa kurang maksimal dalam menerima atau memahami materi yang diberikan oleh guru.
Pemilihan subyek ini karena melihat siswa di kelas tersebut kurang aktif dalam
mengikuti pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang disampaikan oleh guru. Maka dari
itu guru disini mencoba untuk menerapkan Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar untuk
meningkatkan responsibilitas siswa dengan harapan nantinya akan menghasilkan peserta
didik yang berkualitas.
Desain Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan (PTK) yaitu penelitian praktis
yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Adapun desain siklus tindakan Hopkins
adalah sebagai berikut:
68Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar,. ..( Bahariyanto )
Model skema yang menggunakan prosedur kerja dipandang sebagai suatu siklus
spiral dari perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi
(reflection).
Siklus yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini minimal dilakukan sebanyak
dua siklus, jika pada siklus kedua telah tercapai seperti yang diinginkan yaitu ketuntasan
hasil belajar siswa, maka pelaksanaan siklus berikutnya di hentikan, maksudnya
pelaksanaan siklus akan berakhir jika tujuan sudah tercapai dan jika belum tercapai maka
berlaku siklus tiga, hingga tujuan yang diharapkan tercapai.
1. Plan/Tahap Perencanaan Tindakan
Perencanaan tindakan adalah perencanaan mengenai implementasi tindakan yang
akan dilakukan dalam penelitian. Pada dasarnya perencanaan ini merupakan langkah-
langkah prosedural yang akan dilaksanakan sehubungan dengan penelitian yang akan
direncanakan terlebih dahulu. Pada tahap perencanaan merupakan tahap awal dimana guru
disini sebagai pengajar mempersiapkan segala sesuatunya untuk jalannya pembelajaran.
2. Action/Tahap Pelaksanaan
Dalam implementasi tindakan bertujuan untuk memperbaiki keadaan yaitu
pembelajaran. Pada tahap Implementasi guru selaku tenaga pendidik bertindak untuk
mengarahkan siswa seperti untuk tahap awal, guru memberikan materi secara umum,
dilanjutkan dengan memberikan informasi tentang materi yang akan diajarkan. Tahap
selanjutnya merupakan proses berlangsungnya pembelajaran.
Dimana siswa dituntut aktif dalam menyampaikan/ mempresentasikan setiap topik
permasalahan yang sudah diberikan oleh guru. Dengan menggunakan metode pengajaran
ini guru dapat merangsang seluruh siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam jalannya
pembelajaran.
3. Observation /Tahap Observasi/Pengamatan
Menurut “Kerlinger” mengobservasi adalah suatu istilah umum yang mempunyai
arti semua penerimaan data yang dilakukan dengan cara merekam kejadian,
menghitungnya, mengukur dan mencatat. Metode observasi adalah suatu usaha untuk
mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis dengan prosedur yang terstandar.
Dalam tahap observasi mengamati proses jalannya pembelajaran melalui metode
Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar. Dari observasi ini dapat diketahui berhasil
tidaknya proses pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar siswa.
Metode Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya :
a. Observasi/pengamatan
Observasi adalah suatu cara untuk mengadakn penilaian dengan jalan pengamatan
secara langsung dan sistematis. Data-data yang diperoleh dicatat dalam suatu
catatan observasi, kegiatan pencatatan merupakan bagian dari suatu pengamatan,
data yang diperoleh dari observasi berupa keaktifan siswa dikelas dan situasi proses
belajar mengajar dengan Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar.
b. Tes
Tes adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian berbentuk tugas yang harus
dikerjakan oleh siswa baik individu atau kelompok sehingga menghasilkan nilai
yang nantinya dapat dibandingkan dengan nilai siswa lain sesuai dengan nilai
standar yang ditetapkan. Tes ini dapat menggunakan tes tertulis dengan tipe essay.
c. Wawancara
Wawancara adalah suatu cara untuk memperoleh data dengan cara tanya jawab
yang dilakukan oleh pewawancara terhadap narasumber (Ariknto, 1990 : 132)
69Jurnal Pendidikan dan Humaniora ISSN 1907-8005, Vol. 58. No.1 Desember 2017
dalam wawancara disini siswa dapat melihat satu sama lain dan dapat mendengar
dengan teliti dalam situasi yang bebas dan terarah guna mendapatkan informasi
yang ingin diperoleh.
d. Angket/Kuesioner
Angket adalah suatu daftar pertanyaan atau pernyataan tentang topik tertentu yang
diperlukan pada subyek penelitian baik secara individu maupun kelompok
mengenai minat/kemauan, perilaku dan lain-lain (Hadjar, 1996:181).
Analisis Data
Dijelaskan oleh Molpeng (1993:103) bahwa analisis data merupakan proses
mengorganisasikan dan mengurutkan data yang telah diperoleh dari informan kedalam
pola, kategori dan satuan uraian dasar. Penelitian ini menggunakan analisis secara
deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan keadaan dilapangan secara deskripsi guna
mengetahui kualitas dan efektifitas Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar dalam
pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
Penelitian ini menggunakan analisis secara deskriptif kualitatif yaitu
menggambarkan keadaan dilapangan secara deskripsi guna mengetahui kualitas dan
efektifitas Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar dalam pembelajaran Ilmu Pengetahua
Sosial, dimana dalam memperoleh data kualitatif peneliti dapat menggunakan beberapa
cara seperti angket, observasi, wawancara dan tes yaitu dengan mengumpulkan data yang
telah tersebut diatas, sehingga dapat diketahui efektif atau tidak metode digunakan
khususnya mata pelajaran IPS.
Indikator Hasil Kerja
Indikator yang dapat dicapai dari penelitian ini antara lain :
a. Adanya interaksi antara guru dan murid yang lebih aktif jika menggunakan metode
Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar
b. Adanya keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar baik berupa sanggahan,
pertanyaan, maupun pendapat
c. Siswa lebih mudah memahami dan menerima materi belajar dengan metode
Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar
d. Hasil belajar mencapai ketuntasan yakni skor minimal 65% dan skor maksimal
100%.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Hasil Belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi ajar “Era
Globalisasi Di Indonesia” Siswa Kelas VI SD Negeri Badean 01 Kecamatan Bangsalsari
Kabupaten Jember diketahui bahwa dari 37 siswa yang yang mendapat nilai < 65
sebanyak 17 siswa atau sebesar 46 %, sedangkan siswa yang mendapat nilai antara 65-100
sebanyak 0 siswa atau sebesar 54 %. Pada kondisi ini masih belum mencapai ketuntasan
hasil belajar, sehingga perlu ditingkatkan dengan cara dilanjutkan pada proses
pembelajaran pada siklus I.
Pembelajaran pada siklus I dilaksankan dengan penerapan metode Pemanfaatan
Lingkungan Alam Sekitar. Pada Siklus I menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa
yang mencapai ketuntasan. Dari analisa data yang dilaksanakan melalui tes yang
dilaksanakan setelah pembelajaran pada siklus I diperoleh data yaitu dari 37 siswa yang
70Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar,. ..( Bahariyanto )
mendapat nilai < 65 sebanyak 7 siswa atau sebeasr 19 %, sedangkan yang mendapat nilai
65-100 sebanyak 30 siswa atau sebeasar 81 %.
Peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I menunjukkan bahwa metode
Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar membawa dampak baik pada minat siswa pada
mata pelajaran Ilmu Pengethuan sosial khusunya pada materi ajar “Era Globalisasi Di
Indonesia”. Namun meskipun pada siklus I sudah terjadi peningkatan hasil belajar siswa
namun secara masih belum mencapai ketutasan secara klasikal, sehingga penelitian dan
analisa data dilanjutkan pada siklus II.
Pembelajaran pada siklus II dilaksanakan dengan menggunakan metode yang sama
dengan siklus I. Pada siklus II, peneliti hanya merubah anggota kelompok, dengan tujuan
agar siswa yang sudah memahami dan belum memahami materi yang diajarkan tersebar
rata pada masing-masing kelompok. Penyempurnaan pelaksanaan pembelajaran pada
siklus II membuat siswa menjadi antusias dan semangat dalam mengikuti pembelajaran.
Hal ini juga berpengaruh pada hasil belajar siswa yang menunjukkan peningakatan yang
lebih baik. Hasil analisa data yang dilaksanakan menunjukkan dari 37 siswa, yang
mendapat nilai antara 65-100 menjadi sebanyak 34 siswa atau sebesar 92 %, sedangkan
siswa yamg mendapat nilai antara < 65 hanya sebanyak 3 siswa atau sebesar 8 %. Hasil
belajar siswa pada siklus II sudah mencapai ketuntasan secara klasikal sehingga tidak perlu
dilanjutkan pada siklus berikutnya.
Peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa pada penelitian ini lebih jelas dapat
dilihat pada tabel dan grafik berikut,
Tabel. Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Ajar “Era
Globalisasi Di Indonesia” Siswa Kelas VI SD Negeri Badean 01 Kecamatan Bangsalsari
Kabupaten Jember Pada Kondisi Awal, Siklus I, Dan Siklus II
Kondisi Awal
Siklus I
Siklus II
Siswa
%
Siswa
%
Siswa
%
< 65
17
46
7
19
3
8
65 - 100
20
54
30
81
34
92
Jumlah
37
100
37
100
37
100
Sumber: Data penelitian yang diolah
Grafik. Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Ajar “Era
Globalisasi Di Indonesia” Siswa Kelas VI SD Negeri Badean 01 Kecamatan Bangsalsari
Kabupaten Jember Pada Kondisi Awal, Siklus I, Dan Siklus II
Katagori Nilai
40
35
30
25
20 < 65
15 65 - 100
10
5
0
Kondisi Awal
Siklus I
Siklus II
Sumber: Data penelitian yang diolah
71Jurnal Pendidikan dan Humaniora ISSN 1907-8005, Vol. 58. No.1 Desember 2017
Pembahasan
Dari hasil analisis data tersebut di atas, membuktikan bahwa dengan diterapkan
metode pemanfaatan lingkungan alam sekitar membuat pembelajaran Ilmu Pengetahuan
Sosial menjadi sangat diminati siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Hasil
belajar yang diukur menggunakan tes pada kondisi awal sebelum penelitian dilaksanakan,
hasil belajar pada siklus pertama dan hasil belajar pada siklus kedua. Perbandingan ketiga
hasil belajar tersebut menunjukkan adanya peningkatan secara meyakinkan. Dari siklus
pertama dan Siklus kedua terdapat kenaikan dan dirasa bahwa hasil belajar siswa telah
mencapai hasil yang memuaskan sehingga tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya.
Pada metode pemanfatan kegiatan yang dilakukan adalah :
- Memotivasi anak
- Memberi penjelasan dan pengarahan tentang adanya tehnologi modern saat ini.
- Agar anak memanfaatkan perkembangan tehnologi saat ini sesuai dengan
kebutuhan.
Selanjutnya peneliti mengajak anak keluar kelas untuk mengamati lingkungan
sekitar sekolah, mengamati lingkungan sekitar dan memperhatikan dan mencatat hal-hal
yang berkaitan dengan pperkembangan teknologi dalam era globalisasi. Kemudian peneliti
mengajak anak masuk kelas kembali dan membagi anak dalam beberapa kelompok,
membagi lembar kerja siswa untuk berdiskusi tentang hasil pengamatan, siswa membahas
hasil diskusi, serta menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari. Pada pertemuan
berikutnya diadakan tes yang hasilnya sepertia yang sudah dijelaskan diatas.
Selain berpengaruh pada peningkatan hasil belajar siswa juga pemnfaatan
lingkungan alam sekitar pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial juga dapat membuat
hubungan yang lebih dekat antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa.
Sehingga akan terjadi interaksi yang lebih baik antara dua atau lebih siswa yang terlibat
dan saling tukar pendapat serta informasi untuk membahas masalah yang mereka hadapi
bersama. Pengajaran ini memungkinkan siswa lebih aktif dalam proses belajar.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan terjadi peningkatan keaktifan dan
hasil belajar siswa dari mulai kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Pada siklus II, hasil
belajar siswa mencapai ketuntasan secara klasikal, sehingga penelitian tidak dilanjutkan
pada siklus selanjutnya. Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar Dapat Meningkatkan
Keaktifan Dan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Ajar “Era Globalisasi Di
Indonesia” Siswa Kelas VI SD Negeri Badean 01 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten
Jember. Hasil penelitian menunjukkan dari 37 siswa yang yang mendapat nilai < 65
sebanyak 17 siswa atau sebesar 46 %, sedangkan siswa yang mendapat nilai antara 65-100
sebanyak 0 siswa atau sebesar 54 %. Pada kondisi ini masih belum mencapai ketuntasan
hasil belajar, sehingga perlu ditingkatkan dengan cara dilanjutkan pada proses
pembelajaran pada siklus I. Pada siklus I diperoleh data yaitu dari 37 siswa yang
mendapat nilai < 65 sebanyak 7 siswa atau sebeasr 19 %, sedangkan yang mendapat nilai
65-100 sebanyak 30 siswa atau sebeasar 81 %. Pada siklus II membuat siswa menjadi
antusias dan semangat dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini juga berpengaruh pada hasil
belajar siswa yang menunjukkan peningakatan yang lebih baik. Hasil analisa data yang
dilaksanakan menunjukkan dari 37 siswa, yang mendapat nilai antara 65-100 menjadi
sebanyak 34 siswa atau sebesar 92 %, sedangkan siswa yamg mendapat nilai antara < 65
72Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar,. ..( Bahariyanto )
hanya sebanyak 3 siswa atau sebesar 8 %. Hasil belajar siswa pada siklus II sudah
mencapai ketuntasan secara klasikal .
Saran-saran
Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini ada beberapa saran
yang perlu dipertimbangkan yaitu antara lain,
a. Kepada semua guru hendaknya dapat memafaatkan lingkungan alam sekitar untuk
meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
pada materi ajar yang lain,
b. Guru hendaknya memperhatikan dan aktif menerapkan metode dan model
pembelajaran yang aktual untuk diterapkan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan
Sosial agar menjadi siswa aktif dan produktif,
c. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk mengadakan penelitian
sejenis dengan permasalahan yang lain.
DAFTAR RUJUKAN
Arikunto, Suharsimi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Depdiknas. 2006. Model – Model Pembelajaran yang Efektif. Bahan Sosialisasi KTSP.
Jakarta. Depdiknas
E. Mulyasa. 2008. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan
Menyenangkan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Shabri, H. A. (2005). Strategi belajar mengajar micro teaching. Jakarta: Quantum
Teaching.
Sudjana, N. (2005). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Suryabrata, S. (2001). Psikologi pendidikan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada
Sudjana, Nana. 2008. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru
Algesindo.
Sudjana, Nana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya.
Suherman, Erman. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung:
Universitas Pendidikan Indonesia.
73