Senin, 23 April 2018

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI AJAR “CARA MENGHADAPI BENCANA ALAM”MELALUI METODE SIMULASI SISWA KELAS VI SDN BADEAN 03 KECAMATAN BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER

Atminingsih

Abstrak:PenelitianTindakan Kelas dilaksanakan sebagai upaya untuk memperbaiki dan
meningkatkan hasilbelajar siswa dengan menerapkan metode simulasi, dengan langkah-
langkah sebagai berikut: perencanaan masalah tindakan perbaikan (planning),
pelaksanaan tindakan (acting), pengumpulan data (observing), dan analisis efektivitas
tindakan (reflekting). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang Meningkatkan
Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Ajar “Cara Menghadapi Bencana Alam”
Melalui Metode Simulasi Siswa Kelas VI SD Negeri Badean 03 Kecamatan Bangsalsari
Kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan ada Peningkatan hasil belajar dari
kondisi awal capaian ketuntasan belajar pada siklus I, terjadi peningkatan jumlah siswa
yang mencapai ketuntasan hasil belajar dibandingkan dengan kondisi awal, yaitu siswa
yang mencapai ketuntasan belajar atau yang mendapat nilai 65-100 meningkat menjadi 30
siswa atau meningkat menjadi 79%, dan yang mendapat nilai < 65 berkurang menjadi 8
siswa atau menjadi sebesar 21%. Meskipun hasil belajar pada siklus I sudah mencapai
peningkatan, namun secara klasikal masih belum mencapai ketuntasan. Oleh karena itu
masih perlu perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus II. mencapai
ketuntasan belajar secara klasikal, karena dari 38 siswa yang mendapat nilai <65 hanya
sebanyak 2 siswa atau hanya sebesar 5% dan yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 36
siswa atau sebesar 95%.
Kata Kunci: Hasil Belajar, Metode Simulasi

PENDAHULUAN

Metode mengajar merupakan cara yang digunakan guru dalam membelajarkan
siswa agar terjadi interaksi dan proses belajar yang efektif dalam pembelajaran. Setiap
metode mengajar memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam membentuk
pengalaman balajar siswa, tetapi satu dengan yang lainnya saling menunjang.
Penggunaan metode mengajar yang didasarkan pada pembentukan kemampuan
siswa, seperti memiliki kreativitas. Setiap metode mengajar memiliki keunggulan dan
kekurangan sehingga hal tersebut dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih
metode tersebut. Kelemahan-kelemahan metode harus diantisipasi dan dikaji oleh guru
agar penggunaannya dapat efektif.

Pembelajaran menjadi berkualitas jika siswa dapat terlibat secara aktif untuk
menciptakan proses pembelajaran yang bermakna. Hasil observasi awal di kelas VI SDN
Badean 03 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember diperoleh data pada mata pelajaran
Ilmu pengetahuan Sosial materi ajar “Cara Menghadapi Bencana Alam” dari 38 siswa yang
belum mencapai ketuntasan masih sebanyak 16 siswa atau masih sebesar 42%, sehingga
pada kondisi awal ini, secara klasikal masih belum mencapai ketuntasan.

Udin Syaefudin Sa’ud , Simulasi adalah sebuah replikasi atau visualisasi dari
perilaku sebuah sistem, misalnya sebuah perencanaan pendidikan, yang berjalan pada
Atminingsih S.Pd Adalah Guru SDN Badean 03 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember
83Jurnal Pendidikan dan Humaniora ISSN 1907-8005, Vol. 58. No.1 Desember 2017
kurun waktu yang tertentu. Jadi dapat dikatakan bahwa simulasi itu adalah sebuah model
yang berisi seperangkat variabel yang menampilkan ciri utama dari sistem kehidupan yang
sebenarnya. Simulasi memungkinkan keputusan-keputusan yang menentukan bagaimana
ciri-ciri utama itu bisa dimodifikasi secara nyata.

Metode simulasi merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan
dalam pembelajaran kelompok.Proses pembelajaran yang menggunakan metode simulasi
cenderung objeknya bukan benda atau kegiatan yang sebenarnya, melainkan kegiatan
mengajar yang bersifat pura-pura. Kegiatan simulasi dapat dilakukan oleh siswa pada kelas
tinggi di sekolah dasar.

Dalam pembelajaran yang menggunakan metode simulasi, siswa dibina
kemampuannya berkaitan dengan keterampilan berinteraksi dan berkomunikasi dalam
kelompok. Di samping itu, dalam metode simulasi siswa diajak untuk dapat bermain peran
beberapa perilaku yang dianggap sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Metode simulasi merupakan salah satu metode mengajar yang dapat digunakan
dalam pembelajaran kelompok. Proses pembelajaran yang menggunakan simulasi
cenderung objeknya bukan benda atau kegiatan yang sebenarnya, melainkan kegiatan
mengajar yang bersifat pura-pura. Kegiatan simulasi dapat dilakukan oleh siswa pada kelas
tinggi di Sekolah Dasar.

Dalam pembelajaran, siswa akan dibina kemampuannya berkaitan dengan
keterampilan berinteraksi dan berkomunikasi dalam kelompok. Disamping itu, dalam
metode simulasi siswa diajak untuk bermain peran beberapa perilaku yang dianggap sesuai
dengan tujuan pembelajaran.

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memperbaiki dan
meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode simulasi, dengan langkah-
langkah sebagai berikut: perencanaan masalah tindakan perbaikan (planning), yang
meliputi kegiatan analisis faktor penyebab dan penetapan aksi, pelaksanaan tindakan
(acting), pengumpulan data (observing), dan analisis efektivitas tindakan (reflekting).
Serangkaian kegiatan ini disebut satu siklus.
Dalam pengajaran modern teknik ini telah banyak di laksanakan sehingga siswa
bisa berperan seperti orang-orang atau dalam keadaan yang dikehendaki. Simulasi adalah
tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar
orang itu merasa dan berbuat sesuatu. Jadi siswa itu berlatih memegang peranan sebagai
orang lain.

Perumusan Masalah

Adapun masalah yang akan dicarikan penyelesaiannya peneliti rumuskan sebagai
berikut, Apakah dapat Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Ajar
“Cara Menghadapi Bencana Alam” Melalui Metode Simulasi Siswa Kelas VI SD Negeri
Badean 03 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember?
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang Meningkatkan Hasil Belajar
Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Ajar “Cara Menghadapi Bencana Alam” Melalui Metode
Simulasi Siswa Kelas VI SD Negeri Badean 03 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember
.
Manfaat Hasil Penelitian
Sesuai dengan uraian tujuan penelitian diatas, manfaat yang ingin dicapai dari
penelitian ini adalah :
a) Bagi siswa, penelitan ini dapat menjadi pengalaman baru yang menyenangkan dan
membuat lebih mudah dalam mempelajari dan menghafal materi yang diajarkan
84Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Metode Simulasi,...( Atminingsih )
oleh guru sehingga dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial,
b) Bagi guru, dapat di jadikan sebagai alternative model pembelajaran yang bisa
diterapkan dalam rangka meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran yang lain,
c) Bagi lembaga pendidikan dan sekolah yang terkait, dapat dijadikan sebagai
masukan dan sumbangan pemikiran demi peningkatan mutu pendidikan.

METODE PENELITIAN

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Badean 03 Kecamatan
Bangsalsari Kabupaten Jember. Subyek Dan Obyek penelitian diambil kelas VI dengan
jumlah siswa sebanyak 38 orang.
Rancangan penelitian
Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas
(PTK) model Kemmis dan Mc Taggart .
Langkah pertama pada setiap siklus adalah penyusunan rencana tindakan. Tahapan
berikutnya pelaksanaan dan sekaligus pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan. Hasil
pengamatan kemudian dievaluasi dalam bentuk refleksi. Apabila hasil refleksi siklus
pertama menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan belum memberikan hasil sebagaimana
diharapkan, maka berikutnya disusun lagi rencana untuk dilaksanakan pada siklus kedua.
Demikian seterusnya sampai hasil yang dinginkan benar-benar tercapai.

Adapun penjelasan dari gambar siklus PTK model Kemmis dan Mc Targart diatas
adalah :
a. Plant ( Perencanaan)
Perencanaan dalam penelitian ini berupa penyusunan rancangan tindakan yaitu
merancang penggunaan model pembelajaran inkuiri yang dituangkan dalam rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP).
b. Act (Pelaksanaan) :
Pelaksanaan tindakan daalam penelitian ini adalah implementasi tindakan dalam
kegiatan pembelajaran.
c. Observe (Pengamatan) :
Pengamatan/observasi yaitu mengamati dan mencatat hal-hal penting yang terjadi
selama pelaksanaan tindakan berlangsung. Pada tahap ini dilakukan pula penilaian
keberhasilan atas tindakan yang dilaksanakan.
d. Reflect (Refleksi) :
Tahap refleksi adalah mengkaji secara keseluruhan proses pembelajaran atau
tindakan yang dilakukan dan dilanjutkan dengan evaluasi guna menyempurnakan tindakan
yang berikutnya. Refleksi mencakup analisis, sintesis, dan penilaian terhadap hasil
pengamatan atas tindakan yang dilakukan. Jika terdapat masalah dan proses refleksi,
dilakukan proses pengkajian ulang melalui tindakan berikutnya yang meliputi kegiatan:
perencanaan ulang, tindakan ulang, dan pengamatan ulang sehingga permasalahan yang
dihadapi dapat teratasi.

85Jurnal Pendidikan dan Humaniora ISSN 1907-8005, Vol. 58. No.1 Desember 2017
Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian
Data yang dihimpun dalam penelitian ini adalah aktifitas dan data hasil belajar
siswa yang meliputi hasil, tes kondisi awal, tes Siklus I dan tes Siklus II. Instrumen yang
digunakan untuk mengukur hasil belajar disusun dalam bentuk tes obyektif dan tes essay.
Data lain yang perlu dikumpulkan untuk menunjang penelitian ini adalah deskripsi proses
tindakan yang diperoleh melalui pengamatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Di samping itu, dilakukan pula wawancara kepada siswa dan observer untuk mengetahui
pendapat atau tanggapan atas tindakan/kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
Analisis Data
Data-data yang telah terkumpul dari obeservasi akan digunakan untuk mengetahui
aktivitas proses belajar mengajar sedangkan wawancara dan tes hasil belajar akan
digunakan sebagai acuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai. Data tes hasil
belajar akan dianalisis dengan statistik deskriptif seperti rata-rata dan presentase
sedangkan data dati observasi dan wawancara akan dianalisis secara kuantitatif. Hasil
analisis dari data-data tersebut akan dijadikan sebagai acuan dalam menarik kesimpulan.
Indikator Keberhasilan
Dari tahap kegiatan pada siklus I dan II, hasil yang diharapkan adalah :
a) Siswa memiliki kemampuan dan kreativitas serta selalu aktif terlibat dalam proses
pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sebanyak ≥ 80 %.
b) Terjadi peningkatan prestasi siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan
Sosial ≥ 70 %.
c) Hasil belajar mencapai ketuntasan yakni skor minimal 65% dan secara klasikal >
85 %, maksimal 100%.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian
Sebelum diadakan kegiatan pada siklus-siklus penelitian terlebih dulu diambil data
nilai pada hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi ajar
“Cara Menghadapi Bencana Alam” pada kondisi awal.
86Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Metode Simulasi,...( Atminingsih )
Hasil analisa pada kondisi awal adalah sebagai berikut,
Tabel 1. Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Materi
Ajar “Cara Menghadapi Bencana Alam” Siswa kelas VI SD Negeri Badean 03
Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember Kondisi Awal
Kriteria
Jumlah Siswa
Persentase
16
42%
< 65
22
58%
65 – 100
38
100%
Total
Sumber : Data yang diolah
Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa pada Kondisi Awal, hasil belajar siswa kelas
VI SD Negeri Badean 03 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember pada mata pelajaran
Ilmu Pengetahuan Sosial materi ajar “Cara Menghadapi Bencana Alam” masih rendah
yaitu dari 38 siswa yang mendapat nilai
< 65 masih sebanyak 16 siswa atau sebesar
42% dan yang mendapat nilai 65-100 hanya sebanyak 22 siswa atau sebesar 58%.
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa kondisi awal hasil belajar siswa belum
sesuai dengan apa yang diharapkan (KKM). Pemahaman siswa terhadap materi yang
diajarkan masih jauh dari sempurna.
Agar dalam penelitian ini peneliti mendapatkan hasil sesuai harapan, peneliti
menggunakan metode siklus. Pada siklus I, peneliti menerapkan metode simulasi sesuai
dengan yang sudah direncanakan sebelumnya. Pada siklus I, siswa mulai terlihat
bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Tahap-tahap pelaksanaan siklus I lebih jelas
akan dijelaskan pada bab Pembahasan.
Setelah pembelajaran pada siklus I dilaksanakan, selanjutnya diadakan analisa data
data melalui tes yang hasil nya dapat dilihat pada tabel dibawah ini,
Tabel 2. Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Materi
Ajar “Cara Menghadapi Bencana Alam” Siswa kelas VI SD Negeri Badean 03
Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember Pada Siklus I
Kriteria
Jumlah Siswa
Persentase
8
21%
< 65
30
79%
65 – 100
38
100%
Total
Sumber : Data yang diolah
Dari data pada tabel diatas menunjukkan dengan menerapkan metode simulasi pada
siklus I terjadi peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan hasil belajar
dibandingkan dengan kondisi awal, yaitu siswa yang mencapai ketuntasan belajar atau
yang mendapat nilai 65-100 meningkat menjadi 30 siswa atau meningkat menjadi 79%,
dan yang mendapat nilai < 65 berkurang menjadi 8 siswa atau menjadi sebesar 21%.
Meskipun hasil belajar pada siklus I sudah terjadi peningkatan peningkatan, namun secara
klasikal masih belum mencapai ketuntasan. Oleh karena itu masih perlu perbaikan
pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus II.
Kelemahan-kelemahan yang terjadi pada siklus I diperbaiki pada siklus II, untuk itu
ada beberapa perencanaan ulang yang perlu dilakukan. Hal ini baik yang berkaitan dengan
aktivitas peneliti, peran siswa maupun yang berkenaan dengan kelompok siswa. Peneliti
mengadakan diskusi untuk mengatasi kelemahan yang terjadi pada siklus I
87Jurnal Pendidikan dan Humaniora ISSN 1907-8005, Vol. 58. No.1 Desember 2017
Setelah peneliti mengkaji dan mengevaluasi kembali semua perangkat
pembelajaran. Kemudian peneliti berupaya menyederhanakan dan menyesuaikan proses
dengan kondisi yang ada, perangkat dan pendekatan pembelajaran agar dapat
mempemudah dalam menerapkan kembali kegiatan pembelajaran.
Disamping itu peneliti juga akan mewawancarai tiga orang siswa untuk
mendiskusikan tentang hasil kegiatan belajar yang diikuti selama ini, mereka terdiri dari
seorang nilai tinggi, seorang nilai sedang dan seorang dengan nilai kurang/rendah.
Hasil analisis data menunjukan bahwa partisipasi siswa dalam kegiatan
pembelajaran sudah semakin meningkat, hal ini ditandai semakin beraninya siswa meminta
penjelasan pada guru mengenai hal-hal yang belum mengerti, hasil wawancara peneliti
menunjukan bahwa sebagian besar menghendaki agar setiap mata pelajaran yang bersifat
pemahaman dapat dilakukan dengan Metode Simulasi.
Hasil analisis data yang dilaksanakan pada siklus II, dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :
Tabel 3. Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Materi
Ajar “Cara Menghadapi Bencana Alam” Siswa kelas VI SD Negeri Badean 03
Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember Siklus II
Kriteria
Jumlah Siswa
Persentase
2
5%
< 65
36
95%
65 – 100
38
100%
Total
Sumber : Data yang diolah
Tabel 3 di atas menunjukkan bahwa pada siklus II, hasil belajar siswa kelas VI SD
Negeri Badean 03 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember Semester Genap Tahun
Pelajaran 2014/2015 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi ajar “Cara
Menghadapi Bencana Alam” telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal, yaitu yang
mendapat nilai < 65 hanya sebanyak 2 siswa atau hanya sebesar 5% dan yang mendapat
nilai 65-100 sebanyak 36 siswa atau sebesar 95%. Sehingga penelitian dihentikan pada
siklus II.
Perbandingan ketuntasan hasil belajar pada kondisi awal, siklus I, dan siklus II,
lebih jelas dapat dilihat pada tabel 4 dan grafik di bawah ini.
Tabel 4. Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan
Sosial Materi Ajar “Cara Menghadapi Bencana Alam” Siswa kelas VI SD Negeri Badean
03 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember Pada Kondisi Awal, Siklus I, dan Siklus II
Kondisi Awal
Siklus I
Siklus II
Kriteria Nilai
Siswa
%
Siswa
%
Siswa
%
16
42%
8
21%
2
5%
< 65
22
58%
30
79%
36
95%
65 – 100
Jumlah
38
100%
38
100%
38
100%
Sumber : Data yang diolah
Grafik 1. Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan
Sosial Materi Ajar “Cara Menghadapi Bencana Alam” Siswa kelas VI SD Negeri Badean
03 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember 5 Pada Kondisi Awal, Siklus I, dan Siklus
II
88Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Metode Simulasi,...( Atminingsih )
25
20
15
< 65
10
65 - 100
5
0
Kondisi Awal
Siklus I
Siklus II
Sumber :
Data Yang Diolah
Pembahasan
Peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa kelas XII SMA Negeri 1 Tanggul
Jember, pada siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa Metode simulasi sangat tepat
untuk diterapkan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial khususnya materi ajar
“Cara Menghadapi Bencana Alam”.
Pelaksanaan pembelajaran pada kondisi awal sebelum penerapan metode simulasi
dilaksanakan masih rendah, yaitu dari 38 siswa yang mencapai ketuntasan belajar atau
yang mendapat nilai 65-100 hanya sebanyak 22 siswa atau hanya sebesar 58% dan yang
belum tuntas atau yang mendapat nilai < 65 masih sebanyak 16 siswa atau sebesar 42%.
Berdasarkan hal di atas, maka hasil belajar pada kondisi awal secara klasikal dinyatakan
belum tuntas belajar.
Selanjutnya dilaksanakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan metode
simulasi pada siklus I dengan langkah-langkah sebagai berikut,
1. Persiapan Simulasi
 Menetapkan topic/materi ajar yaitu “Cara Menghadapi Bencana Alam”
 Peneliti memberi masalah dalam simulasi yang akan disimulasikan
 Peneliti menetapkan pemain yang terlibat dalam simulasi, peranan yang harus
dimainkan oleh para pemeran, serta waktu yang disediakan
 Peneliti memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya khususnya pada siswa
yang terlibat dalam pemeranan simulasi
2. Pelaksanaan Simulasi
 Simulasi muali diamainkan oleh kelompok pemeran
 Para siswa lainnya mengikuti dengan penuh perhatian
 Peneliti memberi bantuan kepada pemeran yang mendapat kesulitan
3. Penutup
 Melakukan diskusi baik tentang jalannya simulasi maupun materi yang
disimulasikan
 Merumuskan kesimpulan
Dengan menerapkan metode simulasi pada siklus I, terjadi peningkatan jumlah
siswa yang mencapai ketuntasan hasil belajar dibandingkan dengan kondisi awal, yaitu
siswa yang mencapai ketuntasan belajar atau yang mendapat nilai 65-100 meningkat
menjadi 30 siswa atau meningkat menjadi 79%, dan yang mendapat nilai < 65 berkurang
menjadi 8 siswa atau menjadi sebesar 21%. Meskipun hasil belajar pada siklus I sudah
89Jurnal Pendidikan dan Humaniora ISSN 1907-8005, Vol. 58. No.1 Desember 2017
mencapai peningkatan, namun secara klasikal masih belum mencapai ketuntasan. Oleh
karena itu masih perlu perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus II.
Kelemahan-kelemahan yang terjadi pada siklus I diperbaiki pada siklus II, untuk itu
ada beberapa perencanaan ulang yang perlu dilakukan. Hal ini baik yang berkaitan dengan
aktivitas peneliti, peran siswa maupun yang berkenaan dengan diskusi. Peneliti
mengadakan diskusi untuk mengatasi kelemahan yang terjadi pada siklus I
Pada siklus II, hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Badean 03 Kecamatan
Bangsalsari Kabupaten Jember pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi ajar
“Cara Menghadapi Bencana Alam” telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal,
karena dari 38 siswa yang mendapat nilai <65 hanya sebanyak 2 siswa atau hanya sebesar
5% dan yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 36 siswa atau sebesar 95%. Sehingga
penelitian dihentikan pada siklus II.
Metode simulasi merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan
dalam pembelajaran kelompok.Proses pembelajaran yang menggunakan metode simulasi
cenderung objeknya bukan benda atau kegiatan yang sebenarnya, melainkan kegiatan
mengajar yang bersifat pura-pura. Kegiatan simulasi dapat dilakukan oleh siswa pada kelas
tinggi di sekolah dasar.
Dalam pembelajaran yang menggunakan metode simulasi, siswa dibina
kemampuannya berkaitan dengan keterampilan berinteraksi dan berkomunikasi dalam
kelompok. Di samping itu, dalam metode simulasi siswa diajak untuk dapat bermain peran
beberapa perilaku yang dianggap sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Metode simulasi merupakan salah satu metode mengajar yang dapat digunakan
dalam pembelajaran kelompok. Proses pembelajaran yang menggunakan simulasi
cenderung objeknya bukan benda atau kegiatan yang sebenarnya, melainkan kegiatan
mengajar yang bersifat pura-pura. Kegiatan simulasi dapat dilakukan oleh siswa pada kelas
tinggi di Sekolah Dasar.
Dalam pembelajaran, siswa akan dibina kemampuannya berkaitan dengan
keterampilan berinteraksi dan berkomunikasi dalam kelompok. Disamping itu, dalam
metode simulasi siswa diajak untuk bermain peran beberapa perilaku yang dianggap sesuai
dengan tujuan pembelajaran.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data yang dilaksanakan pada penelitian tindakan kelas ini
dari mulai kondisi awal, siklus I, dan siklus II, menyimpulkan bahwa Dapat Meningkatkan
Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Ajar “Cara Menghadapi Bencana Alam”
Melalui Metode Simulasi Siswa Kelas VI SD Negeri Badean 03 Kecamatan Bangsalsari
Kabupaten Jember . Dari kondisi awal, yaitu siswa yang mencapai ketuntasan belajar atau
yang mendapat nilai 65-100 meningkat menjadi 30 siswa atau meningkat menjadi 79%,
dan yang mendapat nilai < 65 berkurang menjadi 8 siswa atau menjadi sebesar 21%.
Meskipun hasil belajar pada siklus I . Selanjutnya pada siklus II. mencapai ketuntasan
belajar secara klasikal, karena dari 38 siswa yang mendapat nilai <65 hanya sebanyak 2
siswa atau hanya sebesar 5% dan yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 36 siswa atau
sebesar 95%.
Saran-saran
Adapun saran-saran yang dapat peneliti sampaikan adalah agar kegiatan belajar
mengajar berjalan efektif, maka guru harus mampu memilih metode mengajar yang paling
90Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Metode Simulasi,...( Atminingsih )
sesuai. Proses pembelajaran akan efektif jika berlangsung dalam situasi dan kondisi yang
kondusif, hangat, menarik, menyenangkan, dan wajar. Oleh karena itu guru perlu
memahami berbagai metode mengajar dengan berbagai karakteristiknya, sehingga mampu
memilih metode yang tepat dan mampu menggunakan metode mengajar yang bervariasi
sesuai dengan tujuan maupun kompetensi yang diharapkan.
DAFTAR RUJUKAN
Abu Ahmadi . 2005.Strategi Belajar Mengajar, Bandung: CV Pustaka setia, 2005.
Anita sri. W, dkk .2007. Strategi Pembelajaran Di SD. Jakarta: Universitas Terbuka
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1993, Kurikulum Pendidikan Dasar, Jakarta:
Dirjen Pendidikan Dasar.
Dimyati, Mujiono, 2002, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: ASMP; Mahasatya.
Depdiknas, 2003, Draf Final Kurikulum 2004, Jakarta: Depdiknas.
Martinis, Yamin. 2007 Profesionalisasi Guru dan Implementasi KTSP, Gaung Persada
Press, Jakarta.
Suharsimi Arikunto.2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara,
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zein.2006. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta:
Rineka Cipta.
91