Rabu, 08 November 2017

PENGARUH  MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF  DENGAN TEKNIK KNOW-WANT-LEARN (KWL) TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PPKN MATA KULIAH KEBIJAKAN PUBLIK TAHUN AKADEMIK 2016 – 2017

J. Agung Indratmoko

Johanesagung.03@gmail.com


Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif dengan Teknik Know –Want- Learn ( KWL ) terhadap Hasil Belajar Mahasiswa PPKn Mata Kuliah Kebijakan Publik Tahun Akademik 2016-2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, analisis data menggunakan rumus yang pengujiannya dilakukan secara statistik, t tes dilakukan dengan dukungan SPSS. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Model Pembelajaran KWL ada pengaruh terhadap hasil belajar mata Kuliah Kebijakan Publik pada mahasiswa PPKn  sangat signifikan.

Kata Kunci : Model Pembelajaran KWL, Hasil Belajar.

PENDAHULUAN

Pendidikan sangat berperan dalam perkembangan diri mahasiswa, karena pendidikan pada dasarnya bertujuan membangun dan mengembangkan potensi mahasiswa menjadi manusia yang memiliki kemampuan, keterampilan dan kreativitas sehingga menjadi manusia dengan sumber daya yang tinggi. Oleh karena itu, lembaga pendidikan dituntut untuk meningkatkan kualitas pendidikannya sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya yang telah dilakukan untuk meningkatan kualitas pendidikan di Indonesia yaitu antara lain dengan penyusunan dan penyempurnaan kurikulum pendidikan apa yang disebut KKNI, peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran, melaksanakan penataran guru dan dosen  serta penerapan berbagai model pembelajaran inovatif, Sanjaya (dalam Widyawati : 2014).
Bagaimanapun bagus dan idealnya kurikulum pendidikan, bagaimanapun lengkapnya sarana dan prasarana pendidikan, tanpa diimbangi dengan kemampuan pendidik dalam mengimplementasikannya, maka semua akan kurang bermakna. Oleh sebab itu, peran fungsional pendidik dalam pembelajaran yang utama adalah sebagai fasilitator. Hal ini sesuai dengan teori konstruktivisme. Fasilitator adalah seseorang yang membantu peserta didik untuk belajar dan memiliki keterampilan-keterampilan yang diperlukan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam hal ini pendidik harus mampu berperan aktif dengan menggunakan berbagai macam metode pembelajaran dengan teknik yang bermacam-macam pula sehingga peserta didik juga bisa berperan aktif tidak hanya pasif menerima saja.Pembelajaran kooperatif bernaung dalam teori konstruktivisme. Pembelajaran ini muncul dari konsep bahwa mahasiswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya dan keterlibatan dengan orang lain membuka kesempatan bagi mereka mengevaluasi dan memperbaiki pemahaman (Agus, 2014:55). Karna Pada dasarnya manusia mempunyai perbedaan, dengan perbedaan itu manusia saling asah, asih, asuh (saling mencerdaskan). Dengan pembelajaran kooperatif diharapkan saling menciptakan interaksi yang asah, asih, asuh sehingga tercipta masyarakat belajar (learning community). Mahaiswa tidak hanya terpaku belajar pada dosen, tetapi dengan sesama mahasiswa yang lain.
(Isjoni, 2011:15) dalam http://dedi26.blogspot.com/2013/05/pengertian-pembelajaran-kooperatif.html di unduh tanggal 20Juni2011 menyatakan “In cooperative learning methods, students work together in four member teams to master material initially presented by the teacher”. Ini berarti bahwa cooperative learning atau pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja kelompok-kelompok kecil berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang peserta didik lebih bergairah dalam belajar.Dengan kelompok-kelompok kecil itu mereka akan menyatukan pehaman yang berbeda dan sikap saling tolong-menolong dalam perilaku social dalam meningkatkan hasil belajar.
Sedangkan teknik Know- Want- Learn (KWL) merupakan teknik pempelajaran yang dikembangkan oleh Donna Ogle (1986) dari National Louis Universiti. KWL singkatan dari Know-Want-Learn (Mengetahui-Ingin-Belajar). Teknik KWL melibatkan tiga langkah dasar yang menuntun mahasiswa dalam memberikan salah satu jalan tentang apa yang telah mereka ketahui (K), menentukan apa yang ingin mereka ketahui(W), dan mengingat kembali apa yang mereka pelajari dari membaca (L). Teknik ini membantu mahasiswa memikirkan informasi baru yang diterimanya. Selain itu juga bisa memperkuat kemampuan siswa mengembangkan pertanyaan tentang berbagai topik (Hamzah Uno, 2012:108). Tujuan pokok teknik Know-Want-Learn (KWL) adalah membuat mahasiswa aktif berpikir selama membaca suatu tek bacaan.
Teknik Know- Want- Learn (KWL) merupakan teknik pembelajaran yang dikembangkan oleh Donna Ogle (1986) dari National Louis Universiti. KWL singkatan dari Know-Want-Learn (Mengetahui-Ingin-Belajar). Teknik ini membantu mahasiswa memikirkan informasi baru yang diterimanya. Selain itu juga bisa memperkuat kemampuan mahasiswa mengembangkan pertanyaan tentang berbagai topik (Hamzah Uno, 2012:108). Strategi ini dimulai dengan apa yang diketahui (know) mahasiswa tentang topik yang akan dipelajari, kemudian maju ke arah apa yang ingin (want) diketahui oleh para mahasiswa setelah mereka memunculkan pertanyaan-pertanyaan tentang topik yang dipelajari, dan menghasilkan sebuah catatan tentang apa yang dipelajari (learn) oleh para mahasiswa sebagai hasil dari keterlibatan mereka dalam strategi K-W-L.
Tujuan pokok teknik Know-Want-Learn (KWL) adalah membuat mahasiswa aktif berpikir selama membaca suatu tek bacaan. Teknik ini membantu mahasiswa memikirkan informasi yang baru diterima. Selain itu, teknik ini juga bisa memperkuatkan kemampuan mengembangkan pertanyaan-pertanyaan tentang berbagai topik dan mahasiswa juga dapat menilai pekerjaan mereka sendiri.
Dalam teknik KWL melibatkan tiga tahap dasar yang mennuntun mahasiswa, dalam memberikan suatu jalan tentang apa yang ingin mereka ketahui, menentukan apa yang mereka ketahui, dan mengingat kembali tentang apa yang telah mereka pelajari, yakni :
a.       Tahap 1
Know (K), apa yang saya ketahui, merupakan kegiatan sumbangan saran pengetahuan dan pengalaman sebelumnya tentang topik.Pada tahap ini, mahasiswa belum membaca teks dan bersama dengan kelompoknya, mereka akan menganalisa sebuah teks. Analisa dilakukan dengan cara memikirkan kata kunci, istilah, frase, dan topik-topik yang kemungkinan muncul di dalam teks tersebut. Kemudian semua hal tersebut diorganisasikan ke dalam sebuah daftar sehingga terperinci dengan baik.
b.      Tahap 2
What i want to learn (W), dosen menentukan mahasiswa menyusun tujuan khusus membaca.Dalam tahap want, mahasiswa akan melakukan hal yang jauh lebih kompleks lagi. Disini, mereka akan membuat pertanyaan-pertanyaan penting mengenai hal terkait dengan tema teks.
c.       Tahap 3
What i have learned (L), terjadi setelah membaca. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut untuk menentukan, memperluas dan menentukan seperangkat tujuan membaca.Tahap yang terakhir adalah tahap review, menjawab pertanyaan, serta menarik kesimpulan. Di dalam tahap ini, mahasiswa membaca teks dan setelah mempelajarinya, mereka menjawab pertanyaan, serta merangkum hal-hal penting di dalam teks.Tujuan dari tahap ini adalah mahasiswa tahu apa yang sedang mereka pelajari.
Beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam strategi K-W-L ini meliputi:
a.       Memunculkan pengetahuan awal mahasiswa tentang topik dari materi bacaan yang diberikan
b.      Menetapkan tujuan pembahasan
c.       Membantu mahasiswa untuk memantau pembelajaran mereka
d.      Memberi kebebasan bagi para mahasiswa untuk menilai pemahaman mereka tentang materi bacaan
e.       Memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide di luar materi. (Error! Hyperlink reference not valid.).
Keterampilan membaca merupakan modal utama dalam memperoleh ilmu pengetahuan yang lainnya. Banyaknya informasi yang diperoleh melalui media cetakdan internet yang sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat membuat banyaknya orang yang merasakan manfaat dari keterampilan membaca. Maka dari  itu penulis mengajak para mahasiswa untuk gemar rmembaca karna tujuan utama membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaaan. Makna, arti (meaning) erat sekali berhubungan dengan maksud tujuan, atau intensif kita dalam membaca Tarigan dalam (Amaliyah, 2012). Sebagai upaya menumbuhkembangkan suatu keterampilan, pembelajaran membaca akan lebih efektif apabila didukung oleh faktor-faktor baik yang berasal dari dalam diri mahasiswa sendiri maupun dari luar mahasiswa.

Rumusan Masalah

Adakah pengaruh model pembelajaran kooperatif  dengan teknik know-want-learn (KWL) terhadap hasil belajar mahasiswa PPKn mata Kuliah Kebijakan Publik Tahun Akademik 2016 – 2017.

Tujuan Penelitian     

Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif  dengan teknik know-want-learn (KWL) terhadap hasil belajar mahasiswa PPKn Mata Kuliah Kebijakan Publik Tahun Akademik 2016 – 2017.

Manfaat Penelitian   

Dalam pelaksanaan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat bagi:
a.       Bagi mahasiswa, meningkatkan aktivitas, kreativitas dalam membaca dengan demikian mahasiswa akan banyak memiliki informasi pengetahuan sehingga diharapkan hasil belajar meningkat khususnya dalam pembahasan  konsep kebijakan publik.
b.      Bagi Dosen, dapat menambah wawasan metode untuk diterapkan kembali sehingga kualitas pembelajaran semakin baik secara umum khusunya pembelajaran PPKn.
c.       Bagi Lembaga, sebagai umpan balik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, meningkatkan kualitas atau mutu lembaga melalui peningkatan sikap positif, hasil belajar mahasiswa dan kinerja Dosen
d.     Bagi peneliti lain, sebagai referensi dan penelitian yang relevan untuk penelitian tertentu atau penelitian yang sejenis.


METODE PENELITIAN

Metode Penentuan Responden

Metode penentuan responden penelitian adalah cara untuk menentukan siapa-siapa individu yang akan dijadikan responden penelitian. Metode penentuan responden penelitian bertujuan untuk menentukan subjek yang akan diteliti untuk dimintai respon yang dapat mendukung dan memberikan sumbangan tentang suatu keterangan, karena masalah responden akan menentukan hasil data-data yang sangat dibutuhkan dalam penelitian maka sampel yang dipilih sebagai landasan penyimpulan harus mewakili atau representatif untuk populasinya.
Arikunto (2010:173) mendefinisikan “populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.” Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitiannya, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Berdasarkan pendapat diatas, bahwa yang dimaksud populasi adalah keseluruhan subjek penelitian baik berupa manusia, benda, peristiwa maupun gejala yang terjadi dalam penelitian. Dalam penelitian ini metode penentuan responden yang penulis gunakan adalah Random Sampling. Random Sampling adalah proses pemilihan sampel sedimikian rupa sehingga semua orang dalam populasi mempunyai kesempatan dan kebebasan yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Cara ini adalah cara yang terbaik untuk memillih sampel yang representatif (Darmadi, 2011:47).
Dalam penelitian ini penulis tetapkan sebagai responden adalah mahasiswa peserta mata kuliah Kebijakan Publik.

Pengumpulan Data
Menggunakan metode pengumpulan data yang tepat adalah suatu langkah yang penting, agar diperoleh data yang valid dan tidak menimbulkan keraguan dan sesuai dengan harapan.Berdasarkan ha tersebut dalam penelitian ini digunakan beberapa metode:

Metode Observasi
Menurut (Hamid, Darmadi 2011:263) menyatakan observasi adalah instumen lain yang sering dijumpai dalam penelitian pendidikan. Dalam observasi ini peneliti lebih banyak menggunakan salah satu dari pancaindranya yaitu indra penglihatan. Sedangkan menurut Arikunto (2010:199) “Observasi adalah kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu dengan menggunakan seluruh alat indra atau dapat dikatakan observasi adalah pengamatan langsung. ”Dalam penelitian pendidikan teknik pengambilan data dengan menggunakan metode observasi dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut:
1.      Observasi terbuka
Pada posisi ini kehadiran peneliti dalam menjalankan tugasnya ditengah-tengah kegiatan responden diketahui secara terbuka, sehingga antara responden dengan peneliti terjadi hubungan atau interaksi secara wajar.
2.      Observasi tertutup
Pada kondisi ini kehadiran peneliti dalam menjalankan misinya, yaitu mengambil data dari responden yang bersangkutan. Model observasi tertutup ini, pada umumnya untuk mengantipasi agar reaksi responden dapat berlangsung secara wajar dan tidak dibuat-buat, sehingga peneliti dapat memperoleh data yang diinginkan.
3.      Observasi tidak langsung
Pada kondisi ini peneliti dapat melakukan pengambilan data dari responden walaupun mereka tidak hadir secara langsung ditengah-tengah responden. Observasi tidak langsung ini semakin canggih, seperti penggunaan telepon, televisi jarak jauh, dan jasa satelit komunikasi yang dapat digunakan dalam dunia penelitian.
Wawancara
Menurut Arikunto (2010:198) “Interview yang sering disebut dengan wawancara atau kuesioner lisan, adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewer).”
Dari pendapat diatas, jelaslah bahwa arti dari metode interview adalah suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan hubungan langsung antara peneliti dengan responden yang diteliti yang dikerjakan secara sistematis dan berdasarkan pada tujuan peneliti.Interview dilakukan untuk mengetahui tanggapan mahasiswa mengenai kegiatan pembelajaran yang menggunakan teknik pembelajaran ceramah dengan teknikknow-want-learn (KWL), selama proses belajar mengajar. Interview ini dilakukan kepada responden penelitian untuk mengetahui manakah teknik pembelajaran yang mereka senangi sehingga menumbuhkan motivasi belajar mereka semakin gairah dan bersemangat.

Tes
Tes merupakan salah satu cara peneliti untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dengan memberikan tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa. Fungsi tes digunakan untuk mengukur kemampuan dasar dan pencapaian dasar atau prestasi (Arikunto, 2013:266).Fungsi dari tes ini adalah untuk melihat peningkatan kemampuan mahasiswa sebelum dan sesudah melakukan proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti yang berupa nilai pre test dan post test.

 Uji Instrumen
1.      Uji Validitas
Suatu alat evaluasi dikatakan valid (sahih) jika alat tersebut mampu mengevaluasi apa yang seharusnya dievaluasi. Jadi kesahihannya tergantung pada sejauh mana ketepatan alat evaluasi tersebut dalam melaksanakan fungsinya (Ratumanan, 2006:22).
Uji Validitas Berguna untuk mengetahui apakah ada pertanyaan-pertanyaan pada instrumen berupa tes yang harus dibuang /diganti karena dianggap tidak relevan. Pengujiannya dilakukan secara statistik, yang dapat dilakukan secara manual atau dukungan komputer, misalnya melalui bantuan paket komputer SPSS. Dalam penelitian ini uji validitas menggunakan teknik korelasi product moment :
                 Rumus Validitas (Ratumanan,2006:25)
 =
Keterangan : = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, dua variabel yang dikorelasikan.
N = banyaknya testi (subjek)
x = Skor variabel ( jawaban responden)
y = Skor Total Variabel Untuk Responden
Penghitungan uji validitas menggunakan SPSS, dengan kriteria valid sebagai berikut :
1.      Valid jika nilai  ≥ nilai  dengan taraf nilai signifikan 5%
2.      Tidak valid jika nilai  ≤ nilai  dengan taraf nilai signifikan 5%

2.      Uji Reliabilitas
Reliabilitas merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji ulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda, atau dengan seperangkat butir-butir ekuevalen yang berbeda, atau pada kondisi pengujian yang berbeda, Anastasi & Urbina (dalam Ratumanan, 2006). Dalam penelitian ini, uji reliabilitas instrumen yang digunakan, yaitu teknik belah dua (split half technique). Syarat penting dalam penggunaan teknik ini adalah jumlah soal dalam alat evaluasi tersebut haruslah genap.
Selanjutnya untuk menentukan koefisien reliabilitasnya, digunakan formula Sperman-Brown sebagai berikut.
Rumus Reliabilitas (Ratumanan,2006:29)

Keterangan :      n : Banyaknya subjek
  X1 : Kelompok data belahan pertama
   X2 : Kelompok data belahan kedua
            Koefisien reliabilitas dtentukan dengan rumus r11 =
            Kriteria hasil pengujian :
1.      Alat ukur reliable jika nilai alpha ≥ angka kritis reliabilitas
2.      Alat ukur tidak reliable jika nilai alpha ≤ angka kritis reliabilitas

Metode Analisis Data
       Analisis data diartikan sebagai upaya mengolah data menjadi informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifat data tersebut dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian. 
Dengan demikian, teknik analisis data dapat diartikan sebagai cara melaksanakan analisis terhadap data, dengan tujuan mengolah data tersebut menjadi informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifat datanya dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian, baik berkaitan dengan deskripsi data maupun untuk membuat induksi, atau menarik kesimpulan tentang karakteristik populasi (parameter) berdasarkan data yang diperoleh dari sampel (statistik).
Uji Normalitas
   Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam data, variabel terikat dengan variabel bebas keduanya mempunyai hubungan distribusi normal atau tidak. Data yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal (Ghozali,2007). Uji Normalitas data yang digunakan dalam penelitian adalah Analisis Statistik. Analisis statistic digunakan mendeteksi normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan uji Kolmogorof Smirnof. Untuk mngetahui apakah data tersebut berdistribusi normal, maka dapat dilihat dengan Kolmogorof Smirnof Test. Adapun krtiterianya adalah :
1.   Angka signifikansi (SIG) > 0.05, maka data berdistribusi normal.
2.   Angka signifikansi (SIG) < 0.05, maka data tidak berdistribusi normal.
Uji Hipotesis Penelitian
Dalam penelitian ini , bertujuan untuk mencari pengaruh antara dua vaiabel yaitu X (Model Pembelajaran KWK), Y (Hasil Belajar Siswa). Peneliti menggunakan tehnik analisis Paired Sample t test. Dalam menganalisis data atau pengujian hipotesis peneliti dibantu oleh  aplikasi komputer SPSS 20

Uji Paired Sample t test
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata dan sample yang berhubungan. Dalam penelitian ini kita ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan sebelum dan sesudah test. Dalam hal ini sample tetap mahasiswa peserta mata kuliah Kebijakan Publik hanya bedanya adalah sebelum dan sesudah test. (Ghozali, 2007).
Pengambilan keputusan :
1.      Jika Probabilitas > 0.05, maka H0 diterima jadi variance sarna
2.      Jika Probabilitas < 0.05, maka H0 ditolak jadi variance berbeda

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Uji Instrumen Penelitian
            Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur, yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Hasil uji validitas secara lengkap diuraikan pada tabel berikut ini

Hasil Uji Validitas
Uji Signifikasi dalam penelitian ini adalah dengan membandingkan nilai r hitung dengan r table untuk degre of freedom (df) = n-2, dalam hal ini n adalah jumlah sample. Jika rhitung lebih besar dari r table dan nilai positif maka butir atau pernyataan atau indikator tersebut dinyatakan valid (Gozhali, 2013).
Dari hasil uji validitas terlihat bahwa data menunjukkan r hitung lebih besar dari  rtable  (0,444), maka dapat disimpulkan bahwa pengujian soal nomor satu sampai dua puluh dapat dinyatakan valid.

Hasil Uji Reliabilitas
Uji Reabilitas dari setiap indikator pernyataan di ukur menggunakan uji statistik Cronbach Alpha (a). Suatu Konstruk atau Variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Aplha > 0,70, walaupun nilai 0,60 - 0,70 masih dapat diterima Hair et all, 2010 (dalam Latan & Temalagi, 2013).


Tabel.Rekapitulasi Uji  Reliabilitas Variabel Penelitian

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
.764
21






Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada tabel  semua variabel penelitian ini memperoleh nilai Cronbach Alpha 0,764 dan kriteria reliabel > 0,60-0,70. Dapat disimpulkan bahwa semua variabel penelitian dinyatakan valid dan reliabel, sehingga soal-soal tersebut reliabel dan dapat digunakan pada penelitian selanjutnya.
       Setelah dilakukan Analisis  atau Uji Paired Sample t test terdapat perbedaan rata-rata dan sample yang berhubungan.. Dalam hal ini sample tetap mahasiswa peserta mata kuliah Kebijakan Publik hanya bedanya adalah sebelum dan sesudah test.Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata mahasiswa sebelum menerima perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif dengan teknik know-want-learn (KWL) sebesar 51,90. Sedangkan, nilai rata-rata mahasiswa setelah menerima perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif dengan teknik  know-want-learn (KWL) sebesar 81,43. Hal ini berarti bahwa ada peningkatan rata-rata hasil belajar mahasiswa dari pre test ke post test, yakni dari sebelum menerima perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif dengan teknik  know-want-learn (KWL) dan Motivasi belajar ke sesudah menerima perlakukan dengan model tersebut. adapun besarnya peningkatan hasil belajar mahasiswa yang dimaksud adalah sebesar 30 point.
Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis data menggunakan rumus korelasi person product moment menunjukkan bahwa  model pembelajaran kooperatif dengan teknik  know-want-learn (KWL) berpengaruh positif terhadap hasil belajar mahasiswa.
 Hasil belajar tinggi dapat dipahami karena  teknik Know- Want- Learn (KWL) merupakan teknik pempelajaran yang dikembangkan oleh Donna Ogle (1986) dari National Louis Universiti. KWL singkatan dari Know-Want-Learn (Mengetahui-Ingin-Belajar). Teknik KWL melibatkan tiga langkah dasar yang menuntun mahasiswa dalam memberikan salah satu jalan tentang apa yang telah mereka ketahui (K), menentukan apa yang ingin mereka ketahui(W), dan mengingat kembali apa yang mereka pelajari dari membaca (L). Teknik ini membantu mahasiswa memikirkan informasi baru yang diterimanya. Selain itu juga bisa memperkuat kemampuan siswa mengembangkan pertanyaan tentang berbagai topik (Hamzah Uno, 2012:108). Tujuan pokok teknik Know-Want-Learn (KWL) adalah membuat mahasiswa aktif berpikir selama membaca suatu tek bacaan.


SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
            Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis laksanakan, hasil analisis data dan pengujian hipotesis, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1) Ada  peningkatan   belajar   mahasiswa  dari   pre test  ke pos  test  dapat    ditentukan  dengan  mencari  selesih  antara mean  post  test  ke  pre test     mahasiswa.  Adapun   hasil   peningkatan   tersebut   dapat   dilihat  dari     X2 –   X1 = 81,43 – 51,90 = 29,53 = 30. 2)  2  Ada    pengaruh   penerapan  model  pembelajaran  kooperatif   
     dengan teknik know- want – learn (KWL ), terhadap hasil belajar.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka penulis dapat memberikan beberapa saran demi peningkatan prestasi belajar mahasiswa untuk masa yang akan datang sebagai berikut:
a.    Bagi Dosen PPKn khususnya harus pandai-pandai dalam menentukan jenis strategi pengajaran yang sesuai agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dan mahasiswa dapat lebih bersemangat dalam proses perkuliahan.
b.    Bagi mahasiswa diharapkan terus belajar dengan giat baik dengan atau tanpa bantuan orang lain, agar bisa mendapatkan hasil belajar yang lebih baik.

DAFTAR RUJUKAN
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta: Bina Aksara.
Djamarah, dan Zaim, aswan. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:       PT. Rineke Cipta.
Harjanto. 2006. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Hamalik, Oemar. 2001.  Proses Belajar Mengajar. Bandung: Penerbit Bumi  Aksara.
Nasution. 1995. Ditaktik Asas-Asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Narbuko, Cholid dan Achmadi, Abu. 2003. Metodologi Penelitian.Jakarta: Bumi Aksara. 
Poerwadaminto, WJS. 1985. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Balai Pistaka.
Ruslan, Rosadi. 2003. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sudjana, Nana. 2002.  Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.
Suharsimi Arikunto, 2002. Prosedur Dalam Penelitian. Jakarta : Rineke Cipta.
Sumiharsono, Rudy. 2008. Perencanaan Pembelajaran.  _______2009. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember IKIP PGRI JEMBER
Wina Sanjaya, 2008.  Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbais Kompetensi. Jakarta : Kencana.
Yasyin, Sulchan. 1997. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya:Penerbit Amanah.