Selasa, 29 Agustus 2017

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE BAMBOO DANCING DI KELAS V SDN PASAR MANGGIS 01 PAGI JAKARTA SELATAN


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE BAMBOO DANCING DI KELAS V SDN PASAR MANGGIS 01 PAGI JAKARTA SELATAN

Ajat Sudrajat
Ahmad Imam Maulana
ajatpgsd@yahoo.com

Abstrak: Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan dengan menggunakan Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing pada siswa kelas V SDN Pasar Manggis 01 Pagi Jakarta Selatan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data pada siklus I, persentase siswa yang mencapai nilai hasil belajar ≥62 sebesar 71%. Sehingga, hasil tersebut belum memenuhi target penelitian yang sebesar 85 % dan penelitian harus berlanjut pada siklus II. Pada siklus II, persentase siswa yang mencapai nilai hasil belajar ≥62 meningkat menjadi 89 %. Dengan demikian, data hasil belajar pada siklus II telah mencapai target dan penelitian dapat dihentikan disiklus II ini. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah, bahwa penggunaan Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Pasar Manggis 01 Pagi Jakarta Selatan, khususnya pada materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan .

Kata kunci: hasil belajar, IPS, pembelajaran kooperatif, tari bambu

PENDAHULUAN
Tingkat keberhasilan siswa dalam suatu pembelajaran yang dilakukan dinyatakan dengan hasil belajarnya. Hasil belajar adalah perubahan perilaku yang terjadi setelah mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikannya. Perubahan perilaku yang dimaksud bukan hanya terkait pada suatu sikap, namun juga terkait pada aspek pengetahuan serta keterampilan. Hasil observasi yang dilakukan peneliti setelah mewawancarai guru kelas V di SD Negeri Pasar Manggis 01 Pagi menunjukan bahwa hasil belajar IPS masih rendah.
Belajar adalah proses usaha individu dan interaksi dengan lingkungan disekitarnya yang menghasilkan perubahan dalam diri seseorang dalam ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan.Hasil belajar adalah tingkat keberhasilan siswa yang ditandai dengan perubahan-perubahan pada diri siswa dalam aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan setelah mengikuti pembelajaran, yang ditunjukkan dalam bentuk nilai yang dicapai oleh siswa.
IPS adalah salah satu mata pelajaran di SD yang terbentuk dari perpaduan dan penyederhanaan ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, ekonomi, dan geografi yang di dalamnya mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan sudut pandang yang berkaitan dengan isu sosial.Hasil belajar IPS adalah tingkat keberhasilan siswa yang ditandai dengan perubahan-perubahan pada diri siswa dalam aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan tentang mata pelajaran IPS. Hasil belajar IPS pada penelitian ini, mecangkup tiga aspek diatas dengan perhitungan peresentase yang sama.
Dilihat dari sisi perkembangan kognitif, siswa kelas V SD memiliki cara berfikir yang terbatas, yaitu belum mampu memikirkan sesuatu yang tidak nyata atau abstrak di dalam dirinya secara maksimal. Jika dilihat dari sisi perkembangan moral, siswa kelas V SD sudah dapat mengikuti tuntutan atau peraturan dari orang tua atau lingkungan sosialnya, memahami alasan mendasar dari peraturan tersebut, serta dapat mengasosiasikannya dengan konsep benar-salah. Dan dari sisi perkembangan sosial, siswa kelas V SD telah terjadi perluasan hubungan, di samping dengan keluarga juga dengan teman sebaya atau teman sekelas serta telah memiliki kesanggupan untuk menyesuaikan sikap diri sendiri (egosentris) kepada sikap yang kooperatif (bekerja sama) dan sosiosentris(memperhatikan kepentingan orang lain).
Metode Cooperative Learning adalah metode pembelajaran yang menekankan pada kegiatan kerja sama atau diskusi dengan menyertakan kegiatan yang membuat semua siswa aktif berinteraksi dalam kelompok, untuk menutup kesenjangan pemahaman antara siswa tentang materi pembelajaran yang disampaikan, dan melatih keterampilan siswa dalam berinteraksi sebagai makhluk sosial.Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing adalah pembelajaran kooperatif yang dilakukan di ruang kelas dengan posisi belajar siswa saling berhadapan atau berpasangan untuk berdiskusi dengan saling berbagi pengalaman, pikiran, dan informasi yang kemudian diolah menjadi suatu kesimpulan.
Langkah-langkah pelaksanaan Metode Bamboo Dancing yaitu:(1). Pengenalan topik pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik, (2) Siswa membentuk kelompok besar. Setiap kelompok berbaris dan berhadapan dengan satu kelompok lainnya, dengan demikian akan terbentuk pasangan-pasangan siswa, (3) Setiap pasangan berdiskusi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Posisi siswa dalam berdiskusi dikelola guru dan di susun agar siswa berdiskusi dengan banyak teman,(4) Hasil diskusi disimpulkan oleh setiap siswa dan dipresentasikan di depan kelas, (5) Guru menyediakan waktu untuk bertanya jawab terkait presentasi siswa dan memberikan apresiasi, konfirmasi, dan evaluasi.
Peneliti juga melakukan wawancara dengan beberapa siswa kelas V SDN Pasar Manggis 01 Pagi mengenai mata pelajaran IPS dan didapatkan data bahwa 16 siswa masih merasa sulit dan jenuh. Permasalahan lain ditemukan oleh peneliti terkait pembelajaran yang diterapkan, bahwa guru masih menerapkan metode pembelajaran konvensional yaitu pembelajaran yang berfokus pada guru dengan metode ceramah dan siswa hanya cenderung mendengarkan sehingga, siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran yang diterapkan. Selain itu, siswa tidak dilatih untuk terampil bertanya, menjawab serta keterampilan komunikasi lainnya, padahal pembelajaran IPS sangat menekankan pada interaksi dengan guru, antar siswa, kelompok dan lingkungannya bukan sekedar menghafal dan mendengarkan. Dengan demikian, dalam pembelajaran IPS seharusnya bersifat kooperatif, untuk menyadarkan siswa sebagai makhluk sosial dan untuk membiasakan siswa dalam bekerja sama serta terampil dalam berinteraksi. Dan sebagai bentuk penerapannya, guru dapat menggunakan Metode Cooperative Learning.
Cooperative Learning dapat membantu siswa yang memiliki daya tangkap di bawah rata-rata dengan metode pembelajarannya yang menekankan pada kegiatan kerjasama antar siswa baik dalam bentuk kelompok maupun berpasangan. Salah satu tipe dari Cooperative Learning yang dapat dipilih sebagai jalan keluar untuk mengatasi permasalahan yang terjadi adalah Bamboo Dancing, karena di dalam pembelajarannnya sangat melatih kemampuan bekerja sama siswa, kemampuan interaksi siswa, dan kemampuan mengolah informasi siswa. Selain itu, metode ini juga memberikan pembelajaran yang baru dan menarik karena Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing berbentuk seperti permainan dan belum pernah diterapkan di SDN Pasar Manggis 01 Pagi Jakarta Selatan.Dengan terlaksananya pembelajaran IPS seperti demikian telah menjadi upaya yang sangat baik untuk meningkatkan hasil belajar IPS.Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, peneliti merasa tertarik untuk melaksanakan penelitian yang berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar IPS dengan Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing Di Kelas V SDN Pasar Manggis 01 Pagi Jakarta Selatan”

METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pasar Manggis 01 Pagi di Jl. Menteng Granit VII, Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan pada semester dua tahun ajaran 2016/2017 yaitu pada bulan Maret 2017. Tujuan penelitian ini adalah meningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS tentang Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan dengan Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing yaitu 85% dari jumlah siswa yang memporoleh nilai di atas atau setara dengan KKM (≥ 62).
Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model spiral atau siklus dari Stephen Kemmis dan MC. Taggrat. Pelaksanaan tindakan yang ditentukan dalam setiap siklus adalah selama dua pertemuan (4 x 35menit).Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini berjumlah 35 siswa. Penelitian tindakan kelas ini melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes dengan soal berupa pilihan ganda (PG), non tes pengamatan sikap dan keterampilan, pemantau tindakan guru dan siswa dalammenggunakan Metode Bamboo Dancing. Teknik analisis data dilakukan pada setiap pelaksanaan siklus dengan merefleksikan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS. Dan untuk memeriksa keabsahan data pada penelitian ini, dilakukan dengan teknik triangulasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
Berdasarkan hasil analisis data proses dan hasil tindakan siklus I dan siklus II, terlihat adanya peningkatan dari semua data yang diambil. Peningkatan hasil perolehan data yang diambil bersumber dari paparan di bawah ini:
Data hasil belajar yang dicapai siswa diperoleh disetiap akhir siklus. Hasil belajar yang dicapai siswa berbentuk nilai yang diperoleh dari tes formatif, non tes pengamatan sikap dan non tes pengamatan keterampilan. Pada siklus I, diperoleh data sebesar 71% dari 35 siswa mencapai KKM 62, dan pada siklus II meningkat menjadi 89% dari 35 siswa mencapai KKM 62.
Data Proses Tindakan Guru Menggunakan Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing. Dari pengamatan guru kelas sebagai observer, menunjukan adanya peningkatan keberhasilan proses tindakan guru dari siklus I ke siklus II.
  1. Presentase keberhasilan pelaksanaan tindakan guru meningkat dari siklusI ke siklus II, yaitu 78% menjadi 94%.
  2. Skor indikator aktivitas guru meningkat dari siklus I sebanyak 28 menjadi 34 pada siklus II.
Data Proses Tindakan Siswa Menggunakan Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing. Dari pengamatan guru kelas sebagai observer, menunjukan adanya peningkatan keberhasilan proses tindakan siswa dari siklus I ke siklus II.
  1. Presentase keberhasilan pelaksanaan tindakan siswa meningkat dari siklus I ke siklusII,yaitu 69% menjadi 94%.
  2. Skor indikator aktivitas siswa meningkat dari siklus I sebanyak 25 menjadi 34 pada siklus II.
Peningkatan hasil belajar IPS siswa menunjukan bahwa identifikasi dan analisis peneliti terhadap temuan-temuan yang terjadi pada setiap siklus telah ditemukan pemecahan masalahnya dan menunjukkan hasil yang sesuai dengan harapan.


KESIMPULAN
Berdasarakan pembahasan hasil penelitian yang telah dipaparkan pada BAB IV, peningkatan hasil belajar IPS siswa materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan kelas V SDN Pasar Manggis 01 Pagi Jakarta Selatan, berhasil tercapai pada siklus II. Pada siklus I, target penelitian belum tercapai, karena plaksanaan tindakan yang dilakukan guru belum optimal, dan siswa belum terbiasa dengan langkah kegiatan Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing . Sehingga dilakukan perbaikan pada pelaksanaan tindakan siklus II. Penerapan Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan karena siswa dapat belajar dengan posisi diskusi yang variatif seperti layaknya bermain.

Implikasi
Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing ini, merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan. Penerapan Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing mampu melatih siswa untuk aktif, interaktif, komunikatif dan bekerja sama dengan baik. Hal ini dapat terlihat, ketika siswa aktif melakukan tanya jawab, berdiskusi dengan baik, dan dapat membuat kesimpulan saat pelaksanaan tindakan Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing di kelas.

Saran
Berdasarkan kesimpulan dan implikasi tersebut, maka saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Bagi Kepala Sekolah:Kepala sekolah sebaiknya memberikan dukungan dan mengarahkan kepada guru-guru untuk menggunakan metode pembelajaran yang variatif dan inovatif, salah satunya yaitu Metode Cooperative Learning Tipe Bamboo Dancing.
Bagi Guru:Guru hendaknya mempelajari dan menerapkan metode-metode pembelajaran yang efektif dan variatif untuk menyesuaikan karakter siswa yang beragam:
Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan peneliti selanjutnya dapat menindak lanjuti data penelitian ini, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dan referensi dalam melakukan penelitian yang relevan untuk mencapai hasil yang optimal.


DAFTAR RUJUKAN

Agus Suprijono. 2011. Cooperative Learning Teori & Aplikasi PAIKEM.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ahmad Susanto. 2013. Teori belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Pranada Media.
Anita Lie. 2010. Cooperative Learning. Jakarta: Gramedia.
Desmita. 2009 Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hamiyah dan Jauhar. 2014. Strategi Belajar-Mengajar di Kelas. Jakarta: Prestasi Pustaka Jakarta.
Hamzah B. Uno dkk. 2011. Menjadi Peneliti PTK yang Profesional. Jakarta: Bumi Kasara.
Khoiru Ahmadi dan Sofan Amri. 2014. Pengembangan & Model Pembelajaran Tematik Integratif. Jakarta: Prestasi pustaka.
Martinis Yamin. 2013. Strategi & Metode dalam Model Pembelajaran.Jakarta: Referensi.
Miftahul Huda. 2014. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nelly Ahviena Hifdziyah. 2015. “Penerapan Metode Bamboo Dancing untukmeningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas. Skripsi. Semarang: UIN Walisongo.
Robert E. Slavin. 2015. Cooperatiive Learning Teori, Praktik dan Riset terjemahan Narulita Yusron.Bandung: Nusa Media.
Robert M. Gagne. 1970. The Condition of Learning. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Rudy Gunawan. 2014. Pengembangan Kompetensi Guru IPS. Bandung: Alfabeta.
Shlomo Sharan. 2012. The Handbook of Cooperative Learning, terjemahan Sigit Prawoto.Yogyakarta: Familia
Sofan Amri. 2013. Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah dalam Teori Konsep dan Analisis. Jakarta: Prestasi Pustakaraya.
Trianto. 2012. Penelitian Tindakan Kelas Teori dan Praktik. Jakarta: Prestasi Pustaka.