Senin, 29 Mei 2017

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI  PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO SISWA KELAS VII-C SMPN 2 SAMBOJA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Muhammad Yusran

Abstrak: Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah bertujuan untuk mengkaji tentang Peningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPS Melalui  Pembelajaran Berbasis Portofolio Siswa Kelas VII-C SMPN 2  Samboja semester Genap 2016/2017.  Langkah penelitian menggunakan  siklus (cycle ini mengandung empat komponen yaitu: a).Perencanaan (Planning); b.Tindakan (Action); c. Pengamatan (Observing);  d. Refleksi (Reflection). Berdasarkan hasil nalisi data dan  pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan: Penerapan pembelajaran berbasis portofolio dapat Meningkat Hasil Belajar Pembelajaran IPS  Siswa dari kondisi awal ketuntasan baru mencapai 60 %, pada siklus pertama meningkat menjadi 80 % dan pada siklus kedua meningkat menjadi 100%

   Kata Kunci:  Portofolio, Hasil Belajar

PENDAHULUAN
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SMP/MTs mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.
Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1)1.            Mengenal  konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan  masyarakat dan lingkungannya2).    Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu,  inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial; 3).    Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan; 4).     Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global (Depdiknas,  2006).
Seorang guru dituntut untuk tidak bertindak sebagai fasilitator. Pembenahan pengajaran IPS dimaksudkan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aktif, produktif dan lancar.
            Pemahaman terhadap konsep-konsep IPS dapat diserap dan dicema oleh siswa jika pengajaran IPS dapat berlangsung dengan baik, sehingga siswa dapat menangkap nilai atau makna dari yang dikaji (dipelajari).
Kurang optimalnya peran pembelajaran IPS dalam memberikan kontribusinya untuk membentuk sikap nasionalisme karena siswa masih menganggap belajar adalah aktivitas yang tidak menyenangkan, duduk berjam-jam dengan mencurahkan perhatian dan pikiran pada suatu pokok bahasan, baik yang sedang disampaikan pengajar maupun yang sedang dihadapi di meja belajar. Kegiatan itu hampir selalu dirasakan sebagai beban daripada upaya aktif untuk memperdalam ilmu atau mempelajari materi pelajaran untuk diambil nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya untuk bekal kehidupan nanti.
Mereka tidak menemukan kesadaran untuk mengerjakan seluruh tugas-tugas sekolah. Banyak di antara siswa yang menganggap, mengikuti pelajaran tidak lebih sekedar rutinitas untuk mengisi daftar absensi, mencari nilai, melewati jalan yang harus ditempuh dan tanpa diiringi kesadaran untuk menambah wawasan ataupun mengasah keterampilan.
Rendahnya gairah belajar selain faktor di atas juga disebabkan oleh ketidaktepatan metodologi pembelajaran, serta berakar pada paradigma pendidikan konvensional yang selalu menggunakan metode pengajaran klasikal dan ceramah sebagai metode mengajar andalan, tanpa pernah diselingi berbagai metode yang menantang untuk berusaha menumbuhkan kegairahan kerja, dapat dinikmati dan dihayati oleh siswa, maka perlu diterapkan pembelajaran berbasis portofolio. portofolio identik dengan kumpulan dari hasil karya siswa yang terbaik.Mengacu pada pengertian ini, maka portofolio siswa adalah sekumpulan informasi tentang kegiatan yang dilakukan siswa selama pembelajaran IPS berlangsung.
Di Amerika Serikat sejak tahun 1985 (Marsh, dalam Anonim, 2004: 4), telah dianjurkan portofolio sebagai salah satu alat penilaian autentik dengan beberapa alasan, yaitu;
a)      Memungkinkan siswa melakukan refleksi terhadap kemajuan belajarnya,
b)      Memungkinkan siswa memilih sendiri hasil karya yang menjadi isi portofolionya dan memberi alasan mengapa hasil karya tersebut penting,
c)      Siswa harus mampu menunjukkan kemampuan berpikir dan keterampilannya,
d)     Memberi gambaran atas apa yang diketahui dan apa yang dapat dilakukan siswa,
e)      Memungkinkan guru mengetahui hasil belajar yang penting menurut siswa,
f)       Menjadi bukti otentik hasil belajar siswa bagi siswa, orang tua dan masyarakat.

Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, maka rumusan masalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang diajukan sebagai berikut : Apakah Ada Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar  IPS Melalui  Pembelajaran Berbasis Portofolio Siswa Kelas VII-C SMPN 2 Samboja  semester Genap 2016/2017?

Tujuan Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah bertujuan untuk mengkaji tentang Peningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPS Melalui  Pembelajaran Berbasis Portofolio Siswa Kelas VII-C SMPN 2  Samboja semester Genap 2016/2017.

Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :
a)      Bagi siswa, penelitan ini dapat menjadi pengalaman baru yang menyenangkan dan membuat lebih mudah dalam mempelajari dan menghafal materi yang diajarkan oleh guru sehingga dapat meningkatkan hasil belajar  IPS.
b)      Bagi guru, dapat di jadikan sebagai alternative model pembelajaran yang bisa diterapkan dalam rangka meningkatkan Hasil belajar pada mata pelajaran yang lain,
c)      Bagi lembaga pendidikan dan sekolah yang terkait, dapat dijadikan sebagai masukan dan sumbangan pemikiran demi peningkatan mutu pendidikan.


METODE PENELITIAN
Lokasi  dan Subjek Penelitian
                  Penelitian dilaksanakan di Kelas VII-C SMPN 2 Samboja dan dilaksanakan pada semeseter genap .            Subyek dan sekaligus jadi obyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII-CSMPN 2 Samboja Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017  yang berjumlah  25  siswa serta proses  Pembelajaran Berbasis Portofolio pada mata pelajaran IPS .

Rancangan Penelitian
Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini adalah model yang tampaknya tidak terlalu sulit untuk dilaksanakan oleh seorang guru di kelasa adalah penelitian  tindakan model siklus yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart (Mohammad Asrori. 2008:68)
Dalam model Kemmis dan Mc.Taggart ini penelitian menggunakan dan mengembangkan siklus (cycle ini mengandung empat komponen yaitu:
a.        Rencana (Planning)
         Pada komponen ini, guru sebagai peneliti merumuskan rencana tindakannya yang  akan dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran, perilaku, sikap dan prestasi belajar siswa.
b.      Tindakan (Action)
     Pada komponen ini, guru melaksanakan tindakan, berdasarkan rencana tindakan yang telah direncanakan, sebagai upaya perbaikan dan peningkatan atau perubahan proses pembelajaran, perilaku, sikap dan prestasi belajar siswa yang diinginkan
c.     Pengamatan (Observing)
Pada komponen ini, guru mengamati dampak atau hasil dari tindakan yang dilaksanakan atau dikenakan pada siswa. Apakah berdasarkan tindakan yang dilaksanakan  itu memberikan pengaruh yang meyakinkan terhadap perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa atau tidak.
 d.   Refleksi (Reflection)
Pada komponen ini, guru mengkaji dan mempertimbangkan secara mendalam tentang hasil atau dampak dari tindakan yang dilaksanakan itu dengan mendasarkan pada berbagai kriteria yang telah dibuat. Berdasarkan hasil refleksi ini, guru dapat melakukan perbaikan terhadap rencana awal yang telah dibuatnya jika masih terdapat kekurangan sehingga belum memberikakn dampak perbaikan dan peningkatan yang meyakinkan.
            Sebelum melaksanakan penelitian. Alur penelitian tindakan kelas penulis juga memiliki alaur penelitian yang bias diperhatikan pada bagan  alur  : Planning; ActingObservingReflecting; Planning; Observing; ReflectingPlanning; Begitu terus berulang-ulang sampai mencapai tujuan yang ditetapkan. Alur penelitian ini  sbb:




Description: clip_image001
Gambar 1. Alur Penelitian tindakan kelas (Kasbolah, 1998/1999)

Pelaksanaan tindakan
1) Perencanaan (Planning)
            Penelitian dilaksankan sesuai dengan perencaan yaitu menerapkan model Pembelajaran Berbasis Portofolio pada mata pelajaran IPS

2) Pelaksanaan Tindakan (Acting)
a.      Siklus I  dan Siklus II
Tahap Persiapan Pembelajaran
Dalam tahap ini Peneliti menyusun rencana pembelajaran IPS, menyiapkan LKS, Media Pembelajaran (tongkat dll)
 Tahapan Kegiatan pembelajaran
§  Kegiatan awal
  1. Guru membuka kegiatan belajar mengajar dengan berdo’a terlebih dahulu
  2. Guru melaksanakan presensi pada siswa.
  3. Guru mengkondisikan anak untuk siap melaksanakan pembelajaran.
§  Kegiatan Inti
1.   Mengumumkan tujuan dan fokus pembelajaran kepada siswa.
2.    Menyepakati prosedur asesmen yang digunakan serta kriteria penilaiannya.
3.    Mendiskusikan cara-cara yang perlu dilakukan untuk mencapai hasil maksimal.
4.    Melaksanakan asesmen portofolio (folder, evaluasi diri)
5.    Memberikan umpan balik terhadap karya dan evaluasi diri
§   Kegiatan Penutup
  1. Guru menyimpulkan materi pelajaran yang telah diajarkan kepada murid
  2. Guru memberikan feed back pada siswa dengan memberikan tugas tentang materi yang diajarkan,
  3. Guru membuat kesimpulan dan penguatan

3) Pengamatan (Observing)
Kegiatan observasi dalam PTK dapat disejajarkan dengan kegiatan pengumpulan data dalam penelitian formal. Dalam kegiatan ini peneliti mengamati hasil atau dampak dari tindakan yang dilaksanakan atau dikenakan terhadap siswa. Istilah observasi digunakan karena data yang dikumpulkan melalui teknik observasi

4). Refleksi (Reflecting)
  • Melakukan evaluasi terhadap tindakan pada siklus I dan II berdasarkan data yang terkumpul.
  • Membahas hasil evaluasi tentang skenario pembelajaran pada siklus I dan II.
  • Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai dengan hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus sebelumya
  • Evaluasi tindakan II

 Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan pada setiap siklus dimulai dari awal sampai akhir tindakan siklus I sampai II. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode-metode sebagai berikut:
1. Metode Observasi
Metode observasi dilakukan untuk mengamati suasana kelas tempat berlangsungnya pembelajaran. Ada 3 faktor yang diselidiki, yaitu:
a. Faktor siswa.
Mengamati peningkatan penguasaan  materi pada proses pembelajaran berlangsung.
b. Faktor perangkat pembelajaran.
Mengamati apakah Model Pembelajaran Berbasis Portofolio  untuk meningkatkan penguasaan siswa ”
c. Faktor guru.
Mengamati aktivitas guru dalam menerapkan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio
2. Metode Catatan Lapangan
Metode catatan lapangan dipergunakan untuk mencatat suasana kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung. Hal-hal yang dicatat meliputi
1. Keaktifan siswa pada proses pembelajaran.
2. Aktifitas guru dalam menerapkan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio .
3. Metode Dokumentasi.
Dokumentasi berfungsi agar setiap hasil pembelajaran dengan penerapan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio tercatat dengan baik dan dilakukan diawali dari siklus I sampai selesai. Dokumentasi juga berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat oleh guru.
4.        Tes
Tes hasil belajar yang digunakan adalah tes buatan guru, dalam hal ini tes disusun oleh peneliti yang disesuaikan dengan kompetensi dasar dan indikator. Tes tersebut dibagi menjadi dua yaitu:  pre-tes dan post-tes. Pre-tes bertujuan untuk mengetahui keadaan awal siswa, sedangkan post-tes bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perubahan hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah proses pembelajaran dengan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio . Masing-masing tes yang digunakan terdiri atas 10 soal obyektif (pilihan ganda).
5.        Wawancara
Arikunto (2002:132) menyatakan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian dapat diperoleh melalui dialog antara pewawancara dan terwawancara. Adapun pelaksanaan wawancara dapat dibedakan atas: (1) Wawancara bebas; (2) Wawancara terpimpin; (3) Wawancara bebas terpimpin.
Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara bebas, yaitu wawancara dimana responden mempunyai kebebasan dalam mengutarakan pendapatnya, tetapi telah dibatasi oleh patokan-patokan yang telah dibuat oleh subjek evaluasi. Wawancara bebas ini berisi pertanyaan tentang tanggapan siswa terhadap model Pembelajaran Berbasis Portofolio  yang diterapkan.

Metode Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan data dari hasil pengamatan menjadi data kualitatif. Data tersebut meliputi :
  1. Hasil pengamatan tentang aktivitas guru dalam mengajar dan aktivitas siswa dalam belajar.
  2. Hasil kerja siswa dalam pembelajaran dengan penerapan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio  secara kelompok.
  3. Hasil kerja siswa dalam Model Pembelajaran Berbasis Portofolio  secara individu.
  4. Analisis data dilakukan secara bertahap setiapa siklus
            Dijelaskan oleh Moleong (1993: 103) bahwa analisis data merupakan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data yang telah diperoleh dari informan kedalam pola, kategori dan satuan uraian dasar. Penelitian ini menggunakan analisis secara deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan keadaan dilapangan secara deskripsi guna mengetahui kualitas dan efektifitas penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio  dalam pembelajaran IPS.
                                             
Indikator Hasil Kerja
            Indikator yang dapat dicapai dari penelitian ini antara lain :
  1. Adanya interaksi antara guru dan murid yang lebih aktif jika menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio
  2. Adanya keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar baik berupa sanggahan, pertanyaan, maupun pendapat.
  3. Siswa lebih mudah memahami dan menerima materi belajar dengan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio
  4. Peningkatan hasil belajar siswa adalah peningkatan hasil belajar  secara individual maupun klasikal.
Kriteria ketuntasan hasil belajar adalah:
1)   Ketuntasan individual, seorang siswa dikatakan tuntas apabila telah mencapai skor ≥65 dari skor maksimal 100.
2)   Ketuntasan klasikal suatu kelas dikatakan tuntas apabila terdapat minimal 85% siswa telah mencapai skor ≥ 65 dari skor maksimal 100.


HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Kegiatan pertama-tama dilakukan dalam penelitian ini adalah melaksanakan kegiatan sesuai dengan desain yang telah dibuat sebelumnya. Sebelum  pembelajaran berbasis portofolio diterapkan, terlebih dahulu peneliti mengadakan analisa data pada pra tindakan , yang hasilnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2 : Ketuntasan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII-C SMPN 2 Samboja Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017 pada Pra Tindakan
Kriteria Nilai
Siswa
Persentase
< 65
10
40%
65 – 100
15
60%
Jumlah
25
100%
Sumber: Data yang diolah
Berdasarkan analisis pada  Pra Tindakan , diperoleh data, yang mendapat nilai <65 sebanyak 10  siswa atau sebesar 40%, dan yang mendapat  nilai 65-100 sebanyak 15  siswa atau sebesar 60 %, dengan demikian pada Pra tindakan, siswa yang mencapai ketuntasan masih rendah, yaitu di bawah 85%.
Selanjutnya , peneliti mengadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Model Pembelajaran berbasis Portofolio pada siklus I,  dengan tahap-tahap yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya.
Adapun hasil belajar pada siklus I, dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3 : Ketuntasan Hasil Belajar IPSSiswa Kelas VII-C SMPN 2 SambojaSemester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017pada Siklus I
Kriteria Nilai
Siswa
Persentase
< 65
5
20%
65 – 100
20
80%
Jumlah
25
100%
Sumber: Data yang diolah
            Berdasarkan analisis data pada  siklus I , diperoleh data, yang mendapat nilai <65 sebanyak 5 siswa atau sebesar 20%, dan yang mendapat  nilai 65-100 sebanyak 20  siswa atau sebesar 80%, dengan demikian pada siklus I terjadi peningkatan hasil belajar , namun masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini terjadi karena beberapa siswa masih belum terbiasa dengan model pembelajaran yang diterapkan.
            Selanjutnya, diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II, dengan menyempurnakan kekurangan yang terjadi pada siklus I. Dan hasilnya adalah.

Tabel 4 : Ketuntasan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas C SMPN 2 Samboja Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017 pada Siklus II
Kriteria Nilai
Siswa
Persentase
< 65
0
0%
65 – 100
25
100%
Jumlah
25
100 %
Sumber: Data yang diolah
Berdasarkan tabel diatas , dapat diketahui analisis data pada  Siklus II, diperoleh data, yang mendapat nilai <65   tidak ada  dan yang mendapat  nilai 65-100 sebanyak 25 siswa atau sebesar 100%, dengan demikian pada siklus II dinyatakan tuntas secara klasikal sehingga penelitian tidak dilanjutkan pada siklus selanjutnya.
Untuk melihat lebih jelas hasil belajar pada kondisi per siklus,  dapat disajikan  tabel di bawah ini.


No
NISN
NAMA
Siklus 1
Siklus 2
1
2
3
4
5
  1.  
0033451767
ADITYA FRANATA
Tuntas
Tuntas
  1.  
0033452017
CARMILA PUSPA IRAWAN
Tuntas
Tuntas
  1.  
0026872039
CHINDHY AMELIA PUTRI
Tuntas
Tuntas
  1.  
0041025979
DENY APRIL RIYAN
Tuntas
Tuntas
  1.  
0033453212
DWI ARMITA SARI
Tuntas
Tuntas
  1.  
0033451776
DWI INTAN SAPUTRI
Tuntas
Tuntas
  1.  
0033451780
MAHARANI PUTRI SYAMSUDDIN
Tuntas
Tuntas
  1.  
0010147158
MOHAMMAD AGUNG SYABARRUDIN
Tuntas
Tuntas
  1.  
0026874348
MUHAMMAD FAZRI
Blm Tuntas
Tuntas
  1.  
0033453210
MUHAMMAD KHOIRUL FAJAR ANNAS
Tuntas
Tuntas
  1.  
0026872029
MUHAMMAD RIZKY MAULANA IDRIS
Tuntas
Tuntas
  1.  
0026873490
NIRMALA AZZA WAJALIA
Tuntas
Tuntas
  1.  
0010148275
OVEVA DWI WAHYUNI
Tuntas
Tuntas
  1.  
0027545876
REZKIANI
Blm Tuntas
Tuntas
  1.  
0033451764
RISTORIAS SITTO PASAPAN
Tuntas
Tuntas
  1.  
0033451789
SANDY WIJAYA PUTRA
Tuntas
Tuntas
  1.  
0033451929
SEPTIAN CAESAR RIDHO PRATAMA
Tuntas
Tuntas
  1.  
0010148277
SEPTIAWAN SALAM
Blm Tuntas
Tuntas
  1.  
9993344118
SUPARMAN
Tuntas
Tuntas
  1.  
0033451790
VIRA SKYLA
Tuntas
Tuntas
  1.  
0026872040
YOSUA EZRA WICAKSONO
Tuntas
Tuntas
  1.  
0034673800
AGUS SOLO
Blm Tuntas
Tuntas
  1.  
0026478766
ARYA BRANIS PRAKASA
Tuntas
Tuntas
  1.  
0026872033
CATUR AQITYA SAPUTRA
Tuntas
Tuntas
  1.  
0026875051
HAJRI SUKANI
Blm Tuntas
Tuntas
Sumber: Data Penelitian yang diolah






Tabel 5 : Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar IPSSiswa Kelas VII-CSMPN 2 SambojaSemester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017 pada Pra Tindakan, Siklus I, dan Siklus  II


Kriteria Nilai
Pra Tindakan
Siklus I
Siklus II
Siswa
%
Siswa
%
Siswa
%
< 65
10
40%
5
20%
0
0%
65 – 100
15
60%
20
80%
25
100%
Jumlah
25
100%
25
100%
25
100%
Sumber : data yang diolah

Grafik 1 : Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII-C SMPN 2 Samboja Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017 pada Pra Tindakan, Siklus I, dan Siklus II
 














Sumber : Data yang diolah

Pembahasan
Penerapan model pembelajaran Berbasis Portofolio mata pelajaran IPS berdampak pada peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan kedua aspek tersebut juga diiringi dengan adanya peningkatan aspek psikologis penting lainnya, yakni minat siswa terhadap meteri pelajaran IPS.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa  perbandingan ketuntasan hasil belajar dari siklus I dan siklus II tampat pada grafik sebagaimana digambarkan diatas. Arifin (2000) menemukan bahwa penerapan model pembelajaran Berbasis Portofolio terbukti efektif dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa. Hal tersebut juga dikatakan selaras atau mendukung teori-teori yang ada.
Portofolio bagi siswa merupakan bukti autentik dari hasil belajarnya, dan bagi guru dapat digunakan sebagai alat penilaian ketercapaian kompetensi siswa dan kompetensi diri sendiri, sedangkan bagi orang tua dan masyarakat merupakan merupakan bukti hasil belajar siswa secara nyata. Pada Kurikulum 2004, portofolio diposisikan sebagai tugas yang terstruktur. Portofolio berisi hasil karya siswa yang diberikan guru dan penyelesaiannya membutuhkan kemandirian dan keberanian siswa mencari dan bertanya mengenai tugas yang diberikan. Dengan demikian Portofolio hendaknya memenuhi tiga kriteria utama, yaitu: (1) pada dasarnya disusun oleh siswa, (2) memiliki kriteria penilaian yang jelas (explicit criteria), dan (3) menggambarkan pencapaian Kompetensi Dasar tertentu (Anonim, 2004: 5).
Peningkatan Hasil Belajar yang dicapai Siswa. Hasil belajar yang diukur menggunakan tes hasil belajar meliputi hasil belajar sebelum penelitian tindakan dilaksanakan, hasil belajar pada siklus I dan hasil belajar pada siklus II. Perbandingan ketiga hasil belajar tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Berbasis Portofolio meningkatkan hasil belajar  secara meyakinkan.
Menurut Wayatt dan Looper (1999: 2) portofolio diartikan sebagai suatu koleksi yang sangat pribadi dari benda-benda hasil karya manusia yang cerdas dan refleksi dari suatu prestasi pembelajaran, kekuatan, dan kerja terbaik. Lebih lanjut dikatakan bahwa portofolio membantu siswa melihat apa yang mereka pikirkan, rasakan, kerjakan, dan perubahan dari sebuah periode waktu, Wayatt dan Loooper (1999: 31). Dari pengertian ini terlihat bahwa portofolio identik dengan kumpulan dari hasil karya siswa yang terbaik. Mengacu pada pengertian ini, maka portofolio siswa adalah sekumpulan informasi tentang kegiatan yang dilakukan siswa selama pembelajaran  IPS  berlangsung.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
 Berdasarkan hasil nalisi data dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan: Penerapan pembelajaran berbasis portofolio dapat Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pembelajaran IPS  Siswa Kelas VII-C SMPN 2 Samboja .

Saran-Saran
Adapun saran-saran yang dapat peneliti sampaikan adalah sebagai berikut:
Bagi Guru, sebaiknya menggunakan Pembelajaran Berbasis Portofolio sebagai salah satu metode dalam pembelajaran karena dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa,
Bagi sekolah, hasil penelitian ini bermanfaat  untuk membantu sekolah  dalam mengembangkan dan menciptakan lembaga pendidikan  berkualitas yang  akan  menjadi  percontohan atau model bagi sekolah – sekolah, disamping akan terlahir guru – guru yang profesional berpengalaman dan menjadi kepercayaan orang tua masyarakat serta pemerintah.

DAFTAR RUJUKAN
Anonim. 2004. Pedoman Penilaian dengan Portofolio. Jakarta: Depdiknas.
Boediono. 2002. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Badan Penelitian dan pengembangan Departemen Pendidikan Nasional.
Buchori, M. 2000. Pendidikan Antisipatoris. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Budimansyah, D. 2002. Model Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Portofolio, Bandung: PT Genesindo.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen pendidikan Nasional. 2002. Modul Acuan Proses Pembelajaran Matakuliah Pengembangan Kepribadian, Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.
Dasim Budimansyah,2002. “Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio”, PT. Genesindo, Bandung 2002. 
Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah. 2007. Buku Metode Pengajaran IPS(Teaching Method for Civic Education) di Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Draft, belum diterbitkan
Ruseffendi, E. T. 1991. Penilaian Pendidikan dan Hasil Belajar Khususnya dalam Pengajaran Matematika untuk Guru dan Calon Guru. Bandung: Tarsito.
Saripuddin, Udin W dan T. Sukamto. 1996. Teori-teori Belajar dan Model-model Pembelajaran. PAU untuk peningkatan dan pengembangan aktivitas instruksional. Jakarta: Ditjen DIKTI.
Zuriah, N. 2003. Portofolio dan Penerapannya dalam Pembelajaran CE, Makalah disampaikan dalam Pelatihan Stakholders Pengembangan Civic Education di Perguruan Tinggi Muhammadiyah, 4-8 Agustus 2003.