Selasa, 23 Mei 2017

 POTENSI PARIWISATA PENDIDIKAN GEOGRAFI DALAM UPAYA MENINGKATKAN WISATA DI KABUPATEN LUMAJANG

Yushardi  dan  Amanda Rakhmi Karunia

Abstrak: Objek wisata di Kabupaten Lumajang yang berpotensi dikembangkan, yaitu sebagai berikut (1) Pemandian Alam Selokambang (2) Ranu Klakah (3) Goa Tetes (4) Agrowisata Senduro (5) Pura Mandara Giri Semeru Agung (6) Pantai Bambang (7) Tubing Adventure Senduro (9) Goa Tetes (10) Piket Nol . Objek wisata tersebut menarik, karena memiliki potensi pembelajaran dan ilmu pengetahuan yang potensial dalam usaha pengembangan pariwisata. Terdapatt bergai jenis  batuan, bentangan alam, bukti fisik fenomena alam,  dll, yang sangat penting dan menarik untuk dipelajari. Perlu  dicari strategi pengembangan objek wisata pendidikan geografi dengan menggali potensi berwawasan ilmu pengetahuan kajian geografi masing-masing objek wisata sehingga dapat meningkatkan daya tarik wisata domestik maupun internasional secara continue.

     Kata Kunci: Potensi Pariwisata

PENDAHULUAN
        Kabupaten Lumajang merupakan salah satu bagian dari Kabupaten di Provinsi Jawa Timur dengan salah satu keunggulan potensi wisata yang menarik untuk di kunjungi. Keberadaan objek-objek wisata ini dikatakan menarik karena berada di kaki Gunung Semeru bagian timur dengan karakteristik panorama yang indah. Daya dukung lain adalah keberadaan obyek wisata alam dengan panduan karakteristik unsur-unsur budaya yang sangat variatif dan edukatif. Usaha dan daya dukung yang lain telah berkembang seiring dengan penawaran di berbagai daerah, seperti Kabupaten Lumajang sendiri telah mengembangkan obyek wisata baru dari tahu ke tahun. Dalam perkembangannya pariwisata di Kabupaten Lumajang dikelola oleh pemerintah maupun swasta yang menarik para investor dan stakeholders untuk mencari peluang bidang usaha di Kabupaten Lumajang. peran IPTEK juga mempengaruhi prospek pengembangan di Kabupaten Lumajang demi meningktkan daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Perkembangan pariwisata Kabupaten Lumajang tentunya memiliki prospek peningkatan daya tarik wisata secara continue. Dari intensitas peningkatan kunjungan banyak kasus wisatawan merasa bingung terhadap penawaran wisata di Kabupaten Lumajang terkait dengan kejelasan terhadap karakteristik obyek wisata.
Perlu mencari solusi dari kendala-kendala wisata sebagai upaya perkembangan pariwisata dengan prospek penawaran studi wisata minat khusus dengan menitikberatkan wisata pendidikan atau pariwisata yang memiliki unsur ilmu pengetahuan dan pembelajaran dengan melakukan penilaian masing-masing jenis objek wisata secara detail yang nanti akan disesuaikan dengan ciri maupun kemurnian suatu obyek. Prospek ini demi membantu pengembangan kualitas potensi dan peningkatan potensi daya tarik wisata terhadap suatu obyek wisata di Kabupaten Lumajang. Dalam penelitian ini arah pengembangan potensi wisata adalah upaya pengembangan wisata minat khusus yaitu wisata pendidikan dengan analisis kajian potensi geografi.
 Dapat dijelaskan arti penting wisata pendidikan geografi bagi perkembangan pariwisata di Kabupaten Lumajang adalah suatu unsur program yang menggabungkan unsur kegiatan wisata dengan muatan ilmu pengetahuan kajian geosfer atau mengandung unsur edukatif keruangan di dalamnya. Adapun perencanaan tujuan dari wisata pendidikan geografi di Kabupaten Lumajang adalah untuk menunjukkan potensi dan sebaran obyek wisata khusus kajian pendidikan geografi, mengenalkan atau melihat variasi kehidupan alam, budaya, dan sosial masyarakat, serta sebagai prospek tujuan yang ingin dicapai adalah peningkatan daya tarik wisata.
Analisis kriteria wisata pendidikan geografi bertujuan memberikan kemudahan dalam menentukan potensi yang diarahkan sebagai pencirian jenis objek wisata dan memberikan daya tarik tentang sistem informasi masing-masing objek wisata. Upaya tersbut menekankan pada wawancara mendalam(indepth interview), dokumentasi, serta observasi lapangan. Sejalan dengan hasil analisis akan dapat ditentukan faktor kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang  dan kesempatan (opportunity) dan ancaman (threat) dalam analisis SWOT. Analisis SWOT dilakukan sebagai rangkuman masalah potensi objek wisata, kendala wisata pendidikan, serta solusi arah pengembangan objek wisata dengan memfokuskan kepada pengembangan potensi wisata minat khusus yaitu wisata pendidikan geografi yang bertujuan memberikan pemahaman ilmu pengetahuan.
Batasan permasalahan utama diadakannya penelitian ini adalah secara rinci dapat diidentifikasikan dari tiga faktor yaitu : (1) Banyak lokasi objek wisata yang memiliki daya tarik bidang pendidikan khusus pendidikan geografi di Kabupaten Lumajang tetapi belum berkembang dan perlu dikembangkan (2) Kurangnya perhatian tentang upaya pengembangan wisata secara khusus yang mengakibatkan : infrastruktur objek wisata tidak terjaga pengelola, kurangnya peningkatan daya tarik wisata (3) Belum adanya sistem informasi yang memberikan gambaran tentang sebaran objek wisata minat khusus (wisata pendidikan geografi dengan peta wisata)
Faktor yang mendasar dilakukan kajian  ini adalah belum adanya upaya pengembangan objek wisata dengan menitikberatkan pencirian wisata minat khusus yaitu kajian potensi pendidikan geografi. Diharapkan dengan strategi pengembangan objek wisata pendidikan geografi dengan menggali kriteria potensi berwawasan ilmu pengetahuan kajian geografi masing-masing objek wisata dapat meningkatkan daya tarik wisata domestik maupun internasional secara continue. Selain itu aspek pengembangan diarahkan kepada kajian analisis spasial geografi yang diupayakan menampilkan peta objek wisata dan dengan harapan lengkap dengan sistem informasi pendidikan masing-masing objek wisata minat khusus pendidikan geografi. Selama ini informasi peta wisata Kabupaten Lumajang hanya menampilkan informasi peta wisata secara umum belum mengarah terhadap minat khusus pendidikan geografi. Analisis peta wisata minat khusus diharapkan dapat menjadi sarana promosi dan ciri khas tujuan wisata pendidikan geografi di Kabupaten Lumajang serta memudahkan wisatawan dalam melakukan perjalanan pariwisata secara nyaman dan berkesan.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : Bagaimana potensi dan sebaran objek wisata kajian pendidikan geografi di Kabupaten Lumajang ?
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut :Untuk mengetahui potensi dan sebaran objek wisata kajian pendidikan geografi di Kabupaten Lumajang.
Kajian  ini mempunyai beberapa manfaat, antara lain sebagai berikut: Manfaat Teoritis.Hasil penelitian ini bagi penulis, diharapkan dapat berguna memberikan sumbangan tentang cara, strategi atau upaya pengembangan pariwisata khususnya pengembangan wisata minat khusus yaitu wisata pendidikan geografi dan pola persebarannya yang disesuaikan juga pada wisata minat khusus sehingga dapat mempermudah wisatawan dalam menentukan tujuan wisata dan memberikan daya tarik wisata Kabupaten Lumajang sebagai tujuan wisata pendidikan geografi.
Manfaat Praktis.  Hasil kajian  ini diharapkan dapat memberikan sumbangan penelitian bagi Pemerintah Daerah Kabupate Lumajang dan masyarakat baik dalam perencanaan, pembangunan, pengelolaan, maupun pemasaran di kawasan objek wisata kajian prespektif wisata pendidikan geografi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata secara umum dan tepat sasaran.       
 Berikut manfaat bagi instansi pemerintah maupun masyarakat: 1)Bagi BAPPEDA Kabupaten Lumajang dapat dijadikan referensi salah satu pengembang dan pembangunan daerah dengan mengedepankan ciri atau icon bahwa Kabupaten Lumajang adalah daerah tujuan wisata pendidikan minat khusus pendidikan geografi; 2)Bagi Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang dapat dijadikan rancangan dan strategi promosi wisata minat khusu yaitu wisata pendidikan geografi; 3)Bagi Pemerintah daerah dapat dijadikan pijakan sebagai strategi dan pengembangan sektor pariwisata dengan mengedepankan wawasan yang mencirikan daerah tujuan pariwisata pendidikan atau ilmu pengetahuan khusus geografi; 4)Bagi masyarakat sekitar objek wisata pendidikan dapat meningkatkan pendapatan dan memudahkan memperoleh peluang kerja dengan mengupayakan kreativitas penjualan souvenir, menjadi tour guide, income parkir dan pendapatan hasil retribusi objek wisata secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat; 5)Bagi wisatawan dapat memberikan kenyamanan dan kesan telah melakukan kunjungan ke objek wisata pendidikan, karena mendapatkan pemahaman pengetahuan secara umum dan secara khusus terhadap pengetahuan geografi; 6)Bagi pengembangan mata pelajaran geografi tingkat SMA khusus para tenaga pendidik geografi dapat meningkatkan pemahaman dan memberikan alternatif pembelajaran di lapangan atau praktikum sebagai aplikasi dari pengembangan teori yang diberikan, sehingga dapat memudahkan peserta didik SMA dalam memahami dan mendalami kondisi geosfer yang ada di lapangan

PEMBAHASAN
a.    Objek wisata
Objek wisata merupakan bagian penting dari wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata sebagai identitas dan ciri khas suatu daerah.  Objek wisata dihadirkan untuk dikunjungi dan dinikmati secara porposional. Artinya sebuah objek yang memiliki cakupan sangat luas areanya dan banyak materi yang dapat dinikmati tentunya membutuhkan durasi waktu tertentu agar bisa dinikmati secara baik (Roni Sugiantoro, 2001 : 49)
Secara nyata objek wisata di Kabupaten Lumajang sangat beragam baik terdiri dari wisata alam, wisata buatan maupun wisata budaya. Semua unsur tersebut mewakili dari arti penting objek wisata bagi wisatawan bahwasannya  objek wisata di Kabupaten Lumajang sangat beragam dan sangat patut untuk dikunkungi. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Gamal Suwatoro (1997 : 19) objek wisata adalah merupakan potensi yang menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daerah tujuan wisata. Dalam kedudukannya yang sangat menentukan tersebut maka daya tarik wisata harus dirancang dan dibangun serta dikelola secara profesional sehingga dapat menarik wisatawan yang datang.
Kabupaten Lumajang juga memiliki gunung Vulkanis lain selain Gunung Semeru yaitu Gunung Lemongan. Gunung Lemongan ini merupakan gunung berapi yang bertipe maar. Gunung yang terletak di Kecamatan Klakah ini mempunyai tiga Danau dibawah kakinya yaitu Ranu Klakah, Ranu Pakis, dan Ranu Bedali. Gunung ini akan dijadikan satu satunya Taman Bumi (Geopark) di Kabupaten Lumajang. Gunung Lemongan juga akan di buka untuk umum, khusus bagi para pendaki yang ingin menaklukan ketinggian Gunung Lemongan namun juga berbasis konservasi terhadap alam dengan jalur pendakian yang aman dan sangat tepat untuk obyek wisata pendidikan geografi.
Puncak B 29 adalah puncak tertinggi di kawasan lautan pasir Bromo dengan ketinggian ± 2.900 m diatas permukaan laut. Terletak disisi tenggara Gunung Bromo dengan pemandangannya yang indah serta udaranya yang dingin dengan panorama hamparan tanaman khas dataran tinggi berupa bawang pre, kubis kentang dan wortel, sehingga menjadikan kawasan obyek wisata ini sangat menawan.Terletak di Desa Argosari Kecamatan Senduro, berjarak ± 40 Km dari Kota Lumajang serta dapat dicapai menggunakan kendaraan roda 2 maupun roda 4 dengan akses jalan beraspal.
Pemerintah Kabupaten Lumajang serius  melakukan Pembinaan dan pengembangan untuk mewujudkan program 1 kecamatan 1 desa wisata terus dilakukan, salah satu contoh wilayah di kecamatan senduro tepatnya desa argosari yang berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo sudah mulai di datangi wisatawan, karena desa ini memiliki banyak potensi khususnya potensi pertanian, kawasan puncak B.29 dan adat istiadatnya, dari pantauan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lumajang yang beberapa kali meninjau Desa Argosari, mulai bulan Februari - Mei 2014 lebih dari 5000 wisatawan yang berkunjung di Desa Wisata ini, dan mulai bulan mei ini wisatawan tak hanya datang dari wilayah di Indonesia saja,m namun terdapat beberapa turis mancanegara seperti China, Jepang, Portugal dan Belanda juga bermalam di Desa Wisata ini, banyak obyek yang dapat dinikmati diantaranya, kampung tradisi, kampung nirwana, masjid tertinggi di pulau jawa, hamparan karpet pertanian hingga wisata diatas awan dapat dirasakan, untuk itu segera kunjungi desa wisata Argosari Kec. Senduro Kabupaten Lumajang- Jawa Timur, untuk memudahkan mendapatkan informasi. Ranu (danau) Kumbolo adalah obyek wisata alam yang banyak dikunjungi oleh wisatwan baik domestik maupun mancanegara, mengingat obyek wisata ini adalah merupakan tempat peristirahatan bagi para pendaki yang akan menuju ke puncak Semeru. Selain keindahan alamnya yang masih alami serta udaranya yang dingin, tempat ini juga menyediakan area camping ground bagi wisatawan. Terletak di Desa Ranu Pane Kecamatan Senduro, disamping itu ada ranu klakah .
Ranu (danau) Kumbolo adalah obyek wisata alam yang banyak dikunjungi oleh wisatwan baik domestik maupun mancanegara, mengingat obyek wisata ini merupakan tempat peristirahatan bagi para pendaki yang akan menuju ke puncak Semeru. Selain keindahan alamnya yang masih alami serta udaranya yang dingin, tempat ini juga menyediakan area camping ground bagi wisatawan. Destinasi yang terletak di Desa Ranu Pane Kecamatan Senduro ini, merupakan akses menuju puncak Semeru. Setelah Pembukaan Pendakian pada bulan Mei ini, Kunjungan wisatawan Membludak untuk menikmati Danau Surga semeru ini. Indahnya tanjakan cinta membuat wisatawan terpesona untuk selalau mengingat objek wisata ini. Tidak hanya tanjakan cintanya namun view Ranu Kumbolo yang berhiaskan permadani hijau dan gemerlip camping ground memnjadikan momen indah yang slalu di kenang. Tidak hanya keindahan wisata alamnya saja namun juga disana memiliki nilai historis dan kebudayan dari kabupaten Lumajang dengan bukti prasati Ranu Kumbolo dan Arca Pada yang merupakan salah satu ukiran sejarah yang menceritakan Kabupaten Lumajang dahulunya. Jadi wisatawan tidak hanya dapat menikmati indahnya alam yang begitu mempesona tapi juga mendapatkan wisata sejarah dan budaya.
Piket Nol merupakan puncak tertinggi di jalan jurusan Lumajang – Malang melewati jalur selatan dengan melewati daerah pegunungan di lereng selatan Gunung Semeru, jalan yang berkelok-kelok menembus kelebatan hutan tropis yang masih alami dapat kita jumpai jika melewati jalan ini. Dari puncak, kita dapat menikmati pemandangan pantai selatan, Puncak Mahameru dan Kota Lumajang. Piket Nol sendiri secara geografis berada di jalan lintas selatan Jawa Timur antara Lumajang – Malang, sekitar 30 kilometer sebelah barat Kota Lumajang. Selain itu, kita dapat menikmati jalur mengalirnya lahar dingin dari Gunung Semeru. Di sini kita juda dapat menikmati keindahan alam sembari makan di salah satu warung yang berada di sepanjang jalan. Namun, jalur Lumajang-Malang melewati Pikt Nol ini seringkali longsor. Maka berhati-hatilah, jika melewati jalur ini apalagi ketika cuaca sedang buruk  (Dinas Kebudayaann Pariwisata  Lumajang, 2016).
Di Kabupaten Lumajang. Salah satu hal menarik  yaitu eksotisme yang dimilikinya berkat tumbuhnya sebuah komunitas umat beragama Hindu di kota ini, tepatnya di Kecamatan Senduro, yang kemudian bisa menghadirkan nuansa damai yang nyaris menyerupai kehidupan komunitas agama Hindu di Bali.Komunitas agama Hindu ini memiliki tempat ibadah yang bernama Pura Mandara Giri Semeru, yang juga dijadikan sebagai objek wisata religi di Kabupaten Lumajang. Selain masyarakat Hindu di Senduro, pura ini juga sering dikunjungi masyarakat Hindu dari luar daerah Jawa Timur, termasuk dari Bali, terlebih pada saat hari-hari besar keagamaan atau juga pada saat upacara Piodalan (ulang tahun pura) yang diadakan tiap tahun sekitar bulan Juli. Pada upacara ini akan tampak masyarakat Hindu dari berbagai daerah yang memenuhi kawasan pura untuk berdoa dan menampilkan berbagai macam kesenian, termasuk kesenian Bali.Terletak di sebelah timur kaki Gunung Semeru, di balik berdirinya pura ini ternyata terdapat sebuah cerita yang menarik. Awal pendirian Pura Mandara Giri Semeru di Kecamatan Senduro berkaitan dengan upacara Nuur Tirta, yaitu upacara memohon atau pengambilan air suci ke Patirtaan Watu Kelosot di kaki Gunung Semeru oleh umat Hindu dari Bali. Upacara Nuur Tirta ini merupakan bagian dari proses upacara Agung Karya Ekadasa Rudra di Pura Agung Besakih, yaitu pura yang berlokasi di kaki Gunung Agung di Bali (Dinas Kebudayaann Pariwisata  Lumajang, 2016).

b.   Pariwisata
Pariwisata merupakan industri baru yang mampu menghasilkan banyak keuntungan baik untuk pemerintah maupun masyarakat. Pariwisata juga merupakan salah satu sektor andalan untuk memperoleh devisa dari penghasilan nonmigas. Selain perolehan devisa, pariwisata juga berperan dalam bidang-bidang strategis yang lain, misalnya menciptakan lapangan kerja, mendorong pelestarian dan pengembangan budaya bangsa, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air. Hal tersebut sesuai dengan pengertian pariwisata yang dikemukakan oleh Walid (1999 : 5) sebagai berikut :“Pariwisata adalah salah satu dari industri gaya hidup yang mampu menyediakan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam mengaktifkan sektor produksi lain di dalam negara penerima wisatawan”
Pengertian pariwisata menurut  A. Hari Karyono (1997 : 15) adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh manusia baik secara perorangan maupun kelompok di dalam negara sendiri atau di negara lain. Kegiatan tersebut dengan menggunakan kemudahan, jasa, dan faktor penunjang lainnya yang diadakan pemerintah dan atau masyarakat agar dapat mewujudkan keinginan wisatawan. Kemudahan dalam batasan pariwisata maksudnya antara lain berupa fasilitas yang memperlancar arus kunjungan wisatawan. Misalnya dengan memberikan bebas visa, prosedur pelayanan yang cepat di pintu-pintu masuk dan keluar, serta tersedianya sarana transportasi dan akomodasi yang cukup. Faktor penunjang adalah prasarana dan fasilitas umum seperti jalan raya, penyediaan air minum, listrik, tempat penukaran uang, telekomunikasi, dan lain sebagainya.

c.    Potensi Objek Wisata
Suatu tempat untuk menjadi objek wisata harus mempunyai potensi untuk dapat menarik wisatawan, baik itu potensi yang dimiliki oleh alam maupun potensi yang dibuat oleh manusia. Begitu pula potensi yang berada di Kabupaten Lumajang terdiri dari bermacam karakteristik
Menurut departemen kehutanan (1993) dalam Sugiyanto (2002 :19-20) dengan modifikasi, variabel serta parameter untuk mengukur potensi objek wisata adalah sebagai berikut:
1.      Variabel Daya Tarik Objek Wisata, parameternya adalah : (1) Tingkat keunikan objek wisata (2) Nilai objek wisata, yaitu rekreasi, pengetahuan, kepercayaan atau religius, dan kebudayaan (3) Keindahan objek wisata : Flora, batuan, relief (4) Kebersihan lingkungan objek wisata (5) Kebersihan udara lokasi objek wisata (tidak ada pengaruh polusi dari alam, industri, pemukiman, sampah binatang, dan lain sebgainya)
2.      Variabel Aksesibiltas Objek Wisata, parameternya adalah sebagai berikut (1) Jarak objek wisata dari jalan raya (2) Kualitas jalan (3) Ketersediaan angkutan umum menuju objek wisata.
3.      Sarana Pokok Kegiatan Wisata, parameternya adalah sebagai berikut : (1) Tempat parkir (2) Tempat Ibadah atau mushola (3) MCK (4) Warung makan
4.      Sarana Pelengkap Kegiatan Wisata, parameternya adalah sebagi berikut : (1) Wartel (3) Penginapan (4) Bangunan untuk menikmati objek atau shelter.
Menurut Sujali (1989 : 39), hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan potensi objek wisata antara lain :
1.      Seleksi terhadap potensi untuk memilih dan menentukan potensi objek wisata yang memungkinkan untuk dikembangka sesuai dengan ketersediaan dana.
2.      Evaluasi letak potensi terhadap wilayah untuk mengetahui ada tidaknya pertentangan atau kesalahpahaman wilayah administratif yang terkait.
3.      Pengukuran jarak antara potensi untuk mendapatkan informasi tentang jarak antar potensi objek wisata.

d.   Jenis Pariwisata
Ciri dari jenis pariwisata dapat dijelaskan menurut Nyoman S. Pendit dalam Karyono (1997 : 17), bahwa jenis pariwisata memiliki banyak perbedaan. Karena kondisi objek yang berkarakteristik sesuai dengan kondisi fisik maupun sosialnya, maka jenis pariwisata dapat dibedakan menjadai (1) Wisata Budaya (2) Wisata edukasi atau pendidikan (3) Wisata Kesehatan (4) Wisata Olahraga (5) Wisata Komersial (6) Wisata Industri (7) Wisata Politik (8) Wisata Konvensi (9) Wisata Sosial (10) Wisata Pertanian (11) Wisata Maritim atau Bahari (12) Wisata Cagar Alam (13) Wisata Pilgrim (14) Wisata Bulan Madu
         Keberadaan objek wisata di Kabupaten Lumajang  memiliki daya tarik yang sangat beragam. Maka dari keberagaman tersebut diupayakan menjadi daerah tujuan wisata minat khusus, sehingga keberadaan jenis wisata di Kabupaten Lumajang dapat dijadikan tujuan wisata yang memiliki identitas wisata minat khusus tertentu.
        Beberapa objek wisata di Kabupaten Lumajang. Sebagai lokasi yang potensi dikembangkan adalah  yaitu terdapat 10 objek wisata di Kabupaten Lumajang, yaitu sebagai berikut (1) Pemandian Alam Selokambang (2) Ranu Klakah (3) Goa Tetes (4) Agrowisata Senduro (5) Pura Mandara Giri Semeru Agung (6) Pantai Bambang (7) Tubing Adventure Senduro (9) Goa Tetes (10) Piket Nol
Pertimbangan di objek wisata tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Objek wisata tersebut menarik untuk diteliti, karena memiliki potensi pembelajaran dan ilmu pengetahuan yang potensial dalam usaha pengembangan pariwisata
2.      Penelitian dan arah pengenmbangan objek wisata sebagai kajian objek wisata minat khusus yaitu wisata pendidikan geografi belum pernah dilakukan di kawasan objek wisata tersebut.

e.    Pengembangan Daerah Wisata
Daerah yang akan dikembangkan adalah objek wisata di Kabupaten Lumajang dengan kriteria pengembangan wisata minat khusus yaitu dengan mempertimbangkan objek pengembangan wisata kajian ilmu pengetahuan dan pembelajaran.
Pariwisata bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan, keindahan alam, dan kepribdian Indonesia sekaligus membantu dalam upaya peningkatan pendapatan masyarakat serta membuka kesempatan bagi wisatawan dalam negeri untuk mengenal tanah air sendiri. Dalam mengembangkan daerah wisata diperlukan kegiatan-kegiatan promosi dan pemasaran yang terus ditingkatkan secara terencana, terarah, terpadu, serta efektif dengan mengupayakan usaha perencanaan dan usaha pengembangan pariwisata.
Sebelum upaya pengembangan wisata dilakukan maka perencanaan pengembangan pariwisata terlebih dahulu harus diupayakan. Menurut Oka A. Yoeti (1997, 13-14), telah dirumuskan prinsip-prinsip perencanaan pariwisata, yaitu sebagai berikut :
1.      Perencanaan pengembangan kepariwisataan haruslah merupakan satu kesatuan dengan pengembangan regional atau nasional dari pembangunan perekonomian negara. Karena itu perencanaan pembangunan kepariwisataan hendaknya termasuk dalam kerangka kerja dari pembangunan.
2.      Seperti hanlnya perencanaan sektor perkonomian lainnya, perencanaan pengembangan kepariwisataan menghendaki pendekatan terpadu dengan sektor-sektor lainnya yang banyak berkaitan dengan bidang kepariwisataan.
3.      Perencanaan pengembangan kepariwisataan pada suatu daerah haruslah dibawah koordinasi perencanaan fisik daerah tersebut secara keseluruhan
4.      Perencanaan suatu daerah untuk tujuan pariwisata harus pula berdasarkan suatu studi yang khusus dengan memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan alam dan budaya daerah sekitar.
5.      Perencanan fisik suatu daerah untuk tujuan pariwisata harus didasarkan atas penelitian yang sesuai dengan lingkungan sekitar dengan memperhatikan faktor geografis yang lebih luas dan tidak meninjau dari segi administratifnya saja.
6.      Rencana dan pengembangan yang berhubungan dengan pengembangan kepariwisataan pada suatu daerah harus memperhatikan faktor ekologi daerah yang bersangkutan.
7.      Perencanaan pengembangan kepariwisataan tidak hanya memperhatikan masalah dari segi ekonomi saja, tetapi tidak kalah pentingnya memperhatikan masalah sosial yang mungkin ditimbulkan.
8.      Pada masa yang akan datang jam kerja para buruh dan karyawan akan semakin singkat dan waktu senggang akan semakin panjang karena didalam perencanaan pariwisata, khususnya didaerah yang dekat dengan industri perlu diperhatikan pengadaan fasilitas rekreasi dan hiburan disekitar daerah tersebut sebagai daerah pre-urban.
9.      Pariwisata walau bagaimanapun bentuknya, tujuan pembangunan tidak lain untuk meningkatkan kesejahteraan orang banyak tanpa membedakan ras, agama, serta bahasa karena itu pengembangan pariwisata perlu pula memperhatikan kemungkinan peningkatan kerjasama dengan bangsa lain yang saling menguntungkan.
     Upaya perencanaan pariwisata di Kabupaten Lumajang dilakukan demi terciptanya hasil pengembangan pariwisata yang baik dan terarah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Perencanaan tersebut dapat dilakukaan oleh pemerintah daerah yaitu Dinas Pariwisata dan dapat pula bekerja sama dengan pihak swasta atau investor asing yang akan mengupayakan pengembangan pariwisata secara continue.
    Agar prospek pengambangan pariwisata dapat dilakukan secara optimal, maka ada tiga hal yang perlu diperhatikan menurut Sujali (1989 : 41), yaitu sebagai berikut :
1.      Tersedianya objek wisata yang dapat dinikmati atau atraksi wisata yang dapat dilihat.
2.      Tersedianya sarana transportasi dan perhubungan
3.      Tersedianya komponen penunjang yang berupa akomodasi dan infrastruktur.
Kondisi dalam pengembangan maupun pengelolaan objek wisata perlu diperhatikan dan ditentukan oleh berbagai faktor-faktor karena sangat menunjang pengembangan kawasan wisata. Menurut Purwaningsih dan Bambang dalam penelitian Hastuti (1999 : 13) dapat dijelaskan beberapa faktor pendukung pengembangan pariwisata, yaitu :
1.      Obyek Wisata, yaitu potensi darah yang mampu menarik wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat wisata.
2.      Sarana, yaitu transportasi, penginapam, rumah makan, tempat hiburan, fasilitas olahraga, dan lain sebagainya.
3.      Prasarana, seperti jalan, air, listrik, alat komunikasi, dan sanitasi lingkungan.
4.      Atraksi atau event, yaitu kejadian atau kegiatan yang mampu untuk menariknya suatu objek wisata.
Sedangkan faktor-faktor penghambat pariwisata antara lain :
1.      Adanya prasangka negatif terhadap wisatawan
2.      Mutu citra produk serta pelayanan masih rendah
3.      Lemahnya citra dan promosi di luar negeri
4.      Persaingan antar negara
   Pengembangan destinasi pariwisata di Kabupaten Lumajang mendapat tanggapan yang baik, seluruh jajaran Pemerintahan mulai dari Eksekutif dan Legeslatif antusias untuk membangun dan mengembangkan sektor Pariwisata, Setelah Kawasan B.29 Negeri diatas Awan yang terletak di Desa Wisata Argosari Kec. Senduro Kabupaten Lumajang, kini telah terekspos kembali sebuah tempat Wisata yang memberikan eksotika Luar Biasa, sebut saja Air Terjun Tumpak Sewu semeru , destinasi baru ini terletak di Desa Wisata Sidomulyo Kec. Pronojiwo Kabupaten Lumajang. Air Terjun yang sangat Indah ini mengundang wisatawan untuk hadir, terbukti walaupun obyek ini belum dibuka untuk umum, namun sudah ribuan wisatawan dari Luar Kota Lumajang yang sudah mengunjungi obyek ini, terlebih ada Turis Mancanegara yang telah mendengar kabar Keindahan tempat ini dari Media Internet, diharapkan Air Terjun Tumpak Sewu Semeru ini menjadi salah satu Obyek Wisata Unggulan di Kabupaten Lumajang (Dinas Kebudayaann Pariwisata  Lumajang, 2016).

f.     Wisata Pendidikan
         Kriteria objek wisata pendidikan di Kabupaten Lumajang akan dianalisis dengan prespektif geografi. Analisis kajian tersebut digunakan sebagai analisis kriteria penentuan wisata minat khusus, yaitu wisata pendidikan pada masing-masing objek wisata di Kabupaten Lumajang.
     Menurut Suwantoro (1997 : 16) Wisata edukasi atau wisata pendidikan adalah perjalanan pariwisata yang memberikan gambaran, studi perbandingan atau pengetahuan mengenai bidang kerja yang dikunjungi. Wisata ini juga dapat disebut juga perjalanan kunjungan pengetahuan.
       Wisata pendidikan juga dapat diartikan sebagai program yang menggabungkan unsur kegiatan wisata dengan muatan pendidikan didalamnya. Program ini diupayakan dengan kemasan atau paket wisata yang menarik dan menjadi barometer wisata tahunan atau kegiatan ekstrakurikuler yang diusahakan memiliki bobot pembelajaran yang baik. Upaya materi-materi dalam pemanduan telah disesuaikan dengan bobot siswa dan kurikulum pendidikan. Setia kali mengunjungi objek wisata akan disesuaikan dengan keterkaitan objek dan bidang ilmu yang akan dipelajari.
    Sudah saatnya wisata edukasi bukan sekedar mengunjungi objek wisata di suatu daerah tertentu saja, tetapi juga dapat diharapkan dapat mengenal budaya setempat, mengetahui dan mempelajari kekeayaan alam, toleransi antar umat beragama serta memperluas cakrawala.
   Dengan demikian pariwisata benar-benar dapat dipelajari dan dipahami oleh para peserta didik dan generasi muda sebagai hal yang penting untuk masa depan bangsa dan negara.
Dari beberapa pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa arti penting wisata pendidikan di Kabupaten Lumajang adalah kepuasan yang diperoleh dari berbagai jenis kegiatan pariwisata yang diarahkan ke wisata pendidikan serta lebih bersifat wisata rombongan berupa studi tour, studi banding, atau yang lainnya. Wisata pendidikan mempunyai tujuan untuk menunjukkan, mengenalkan atau melihat variasi objek kehidupan seperti dalam usaha mengenal kehidupan alam, flora, fauna, dan lain sebagainya. Sebagai upaya alternatif pengembangan objek wisata di Kabupaten Lumajang dapat diarahkan kepada wisata berbasis pendidikan dan ilmu pengetahuan yang dikaji dari perspektif geografi.
Untuk mengembangkan potensi wisata maka  perlu dilakukan seleksi data dan penyajian data yaitu (1) Data pengunjung masing-masing objek wisata (2) Data sebaran objek wisata (3) Data tingkat kunjungan objek wisata (4) Data jenis wisata Kabupaten Lumajang (5) Data kondisi fasilitas dan kondisi kelayakan objek wisata (6) Data potensi wisata pendidikan. Selanjutnya  perlu Dilakukan analisis SWOT dan wawancara mendalam (1) Akan didapatkan unsur-unsur yang mempengaruhi ancaman dan kelemahan pengembangan objek wisata pendidikan. (2) Mencari kendala secara umum tentang pengembangan pariwisata (3) Upaya strategis penanganan kendala pariwisata di Kabupaten Lumajang
Sesuai dengan tujuan kajian  ini yaitu untuk mengetahui potensi wisata minat khusus yaitu wisata pendidikan geografi di Kabupaten Lumajang maka perlu dilakukan seleksi Data dan Penyajian Data. Analisis deskripsi daerah penelitian, terdiri dari (1) Data monografi Kabupaten Lumajang (2) Data curah hujan Kabupaten Lumajang (3) Peta Administratif dan Peta Penggunaan Lahan Kabupaten Lumajang (4) Peta Rupa Bumi Indonesia lembar Kabupaten Lumajang . Analisis Hasil, terdiri dari (1) keadaan dan sebaran masing-masing objek wisata di Kabupaten Lumajang (2) Pengembangan dan analisis pengetahuan objek wisata di Kabupaten Lumajang denga prespektif geografi sebagai arah kriteria wisata minat khusus (wisata pendidikan). Aspek yang dikaji  adalah Kajian analisis sebaran objek wisata sebagai kriteria dalam penentuan potensi wisata minat khusus. Analsisi kajian prespektif geografi guna menentukan objek wisata minat khusus yaitu wisata pendidikan. Sesuai dengan tujuan, yaitu menentukan arah pengembangan wisata pendidikan di Kabupaten Lumajang dalam upaya meningkatkan daya tarik wisata. Perlu dilakukan seleksi data dan penyajian data, yaitu (1) Data potensi dan tingkat kunjungan wisata di Kabupaten Lumajang (2) Data analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman objek wisata Kabupaten Lumajang dengan analisis SWOT (3) Data foto lokasi objek wisata dan lokasi masing-masing objek wisata pendidikan di Kabupaten Lumajang
Penentuan kriteria masing-masing objek wisata dengan mempertimbangkan analisis SWOT objek wisata di Kabupaten Lumajang (1) Akan berpengaruh terhadap daya tarik wisata pendidikan tentang nilai potensi objek dari faktor kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang objek wisata (2) Akan diketahui arah pengembangan wisata minat khusus yaitu wisata pendidikan pada masing-masing objek wisata dalam upaya menigkatkan daya tarik wisata. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui sebaran objek wisata yang berpotensi sebagai wisata pendidikan. Hasil kajian dan perlu dibahas adalah (1) Peta Rupa Bumi digital Indonesia lembar Kabupaten Lumajang sumber BAKOSURTANAL (2) Peta Administratif, Peta Penggunaan Lahan, Peta Tanah, dan Penggunaan GPS (3) Dokumentasi foto masing-masing objek wisata pendidikan.

KESIMPULAN
Beberapa objek wisata di Kabupaten Lumajang sebagai lokasi yang potensi dikembangkan yaitu sebagai berikut (1) Pemandian Alam Selokambang (2) Ranu Klakah (3) Goa Tetes (4) Agrowisata Senduro (5) Pura Mandara Giri Semeru Agung (6) Pantai Bambang (7) Tubing Adventure Senduro (9) Goa Tetes (10) Piket Nol .Perlu  dicari strategi pengembangan objek wisata pendidikan geografi dengan menggali potensi berwawasan ilmu pengetahuan kajian geografi masing-masing objek wisata dapat meningkatkan daya tarik wisata domestik maupun internasional secara continue.  Yang paling penting adalah  sebagai obyek jaian pendidikan Geografi.

DAFTAR  RUJUKAN
Gego, Eleonora Dus. 2009. Kajian Potensi Ekowisata di Cagar Alam Gunung Mutis, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tesis. Yogyakarta : Pasca Sarjana : Universitas Gajah Mada
Koentjaraningrat. 1983. Metode - Metode Penelitian. Jakarta : Gramedia
Pabundu, Tika. 1997. Metode Penelitian Geografi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Pendit, Nyoman S. 1994. Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta : Praditha Paramitha
Pitaya. 2011. Kajian Potensi Ekowisata di Lereng Selatan Taman Nasional Gunung Merapi untuk Pengembangan Paket Wisata Minat Khusus. Tesis. Yogyakarta : Pasca Sarjana : Universitas Gajah Mada
Suwantoro, Gamal.1997.Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta : Andi
Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan. Bandung
Wardiyanta. 1996. Metode Penelitian Pariwisata. Yogyakarta : Andi

arta.