Selasa, 23 Mei 2017

PENINGKATAN HASIL BELAJAR POKOK BAHASAN LINGKUNGAN SEHAT DAN LINGKUNGAN TIDAK SEHAT DI KELAS III SDN  TAMANSARI 03 DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI KELOMPOK BERBANTUAN  MEDIA GAMBAR

Sri Wahyuning Tyas Asih

Abstrak: Tujuan penelitian ini  adalah   untuk  meningkatkan hasil belajar siswa kelas  III Pokok bahasan lingkungan sehat dan tidak sehat dalam pembelajaran IPA, dengan metode diskusi kelompok berbantuan  media gambar . Hasil penelitian Penerapan pembelajaran IPA melalui metode diskusi kelompok  berbantuan  media gambar dapat  meningkatkan hasil belajar IPA pokok bahasan lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat pada siswa kelas III SDN Tamansari 03 Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember berjalan dengan baik. Hal itu disebabkan dalam proses pembelajaran siswa aktif dan antusias mengikuti pembelajaran, terjadi interaksi siswa dan guru dalam kegiatan kerja kelompok, saling membantu teman yang mengalami kesulitan dalam kegiatan pengamatan, sehingga pemahaman siswa dalam mata pelajaran IPA meningkat dan hasil belajar mencapai tingkat ketuntasan yang telah ditetapkan.


Kata Kunci:  Metode Diskusi, Media Gambar  dan Hasil Belajar

PENDAHULUAN
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan   potensi dirinya.berbagai usaha pembaharuan kurikulum, perbaikan sistem  pengajaran.Banyak cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut antara lain menciptakan suasana belajar yang baik, mengetahui kebiasaan dan kesenangan belajar siswa agar siswa bersemangat dan kemampuan berfikirnya dapat berkembang sepenuhnya selama proses pembelajaran berlangsung.
Berdasarkan hasil ulangan siswa kelas III SD Negeri Tamansari 03 pada materi lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat, masih rendah yaitu  ≤   65% siswa yang mendapat nilai dibawah 65 rendahnya hasil belajar disebabkan beberapa faktor, metode yang digunakan masih bersifat konvensional. Dalam pembelajaran siswa hanya memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru  kemudian mencatat, menghafal.
Pada saat proses pembelajaran guru jarang menggunakan media  pembelajaran sehingga siswa kurang berminat pada saat  pembelajaran.selain itu, kegiatan atau tugas kelompok tidak terlalu sering  dilakukan karena tugas – tugas individu. pemberian tugas individu tersebut  menyebabkan siswa kurang dapat bekerja sama dan kurang berinteraksi dengan siswa lainya. Sehingga langkah yang perlu dilakukan   pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi  kelompok dimana kelompok tersebut dapat bekerjasama untuk menyelesaikan  suatu masalah selain itu siswa dapat berkolaborasi dengan teman kelompoknya, media gambar yang dilakukan adalah berupa gambar – gambar lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat.
Untuk mengatasi permasalahan diatas, dengan melaksanakan tindakan perbaikan dalam proses pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK), khususnya pada mata pelajaran IPA  pokok bahasan ciri – ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat di SD Negeri Tamansari 03 Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember  dengan judul   “ Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas III Pokok Bahasan lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat dengan menggunakan metode diskusi melalui media gambar SD Negeri Tamansari 03 Wuluhan”
Berdasarkan hasil  identifikasi masalahnya adalah :
a)       Nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) mata pelajaran IPA dibawah rata-rata karena metode yang dipakai guru kurang membangkitkan motivasi siswa.
b)      Guru tidak menggunakan media gambar sehingga pelajaran tidak menarik.
Berdasarkan analisis masalahnya adalah sebagai berikut: 1)Dalam penyampaikan materi dalam kelas kurang menarik minat peserta didik dalam belajar; 2) guru tidak menggunakan media pembelajaran yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar dalam kelas sehingga menambah  motivasi siswa; 3)  guru dapat menggunakan metode yang menarik sehingga meningkatkan motivasi belajar siswa dalam belajar.
Berdasarkan permasalahan didalam kelas,  alternatif pemecahan masalah  yaitu menggunakan metode diskusi dengan menggunakan media pembelajaran  berdasarkan latarbelakang diatas peneliti mengambil judul: “Peningkatan Hasil   Belajar Siswa kelas III Pokok Bahasan  Lingkungan Sehat dan lingkungan tidak Sehat  dengan Metode Diskusi melalui Media Gambar SD Negeri Tamansari 03 Kecamatan Wuluhan Kabupten Jember “.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukan diatas maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah
 “ Bagaimana Peningkatan Hasil Belajar Siswa kelas III Pokok Bahasan Lingkungan Sehat dan lingkungan Tidak Sehat  dengan Metode Diskusi melalui Media Gambar SD Negeri Tamansari 03 Kecamatan Wuluhan Kabupten Jember “

Tujuan Penelitian  Perbaikan Pembelajaran
. Perbaikan pembelajaran ini bertujuan agar permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran baik yang berasal dari siswa maupun guru dapat dicarikan alternatif pemecahannya. Di mana  metode diskusi kelompok dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas  III Pokok bahasan lingkungan sehat dan tidak sehat dalam pembelajaran IPA, sehingga proses kegiatan belajar mengajar yang berlangsung dapat mencapai hasil yang sesuai dengan harapan.

Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
1.      Bagi Siswa, dapat memperoleh suasana belajar yang bervariasi
2.      Bagi Guru dan Peneliti, sebagai bahan masukan dalam menentukan metode yang tepat dalam rangka meningkatkan hasil belajar IPA
3.      Bagi pihak Sekolah, diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran demi  peningkatan mutu pendidikan khususnya dalam bidang studi IPA




METODE PENELITIAN
Subjek Penelitian
Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Tamansari 03 Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember . Jumlah siswa 14 orang, terdiri dari 9 laki-laki dan 6 perempuan
Tempat Penelitian
            Penelitian dilakukan di SD Negeri Tamansari 03 kelas III yang beralamatkan di jalan Ambulu  No 89 Desa Tamansari  Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember.


Pihak yang membantu/teman sejawat
Penelitian dibantu oleh teman sejawat yang bernama Karsinah , S.Pd. Fungsi teman sejawat ini untuk membantu berjalannya penelitian dan memberi pengarahan dan mimbingan dalam melaksanakan penelitian. Keterlibatan teman sejawat ini mulai dari langkah pembuatan RPP perbaikan siklus I dan siklus II sampai penelitian selesai.
 
Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran
Dalam penelitian ini menggunakan dua siklus yakni siklus pertama dan siklus kedua.  Dibawah ini skema tahapan dalam penelitian :
    
Penelitian ini meggunakan dua siklus. Hal ini direncanakan agar dalam proses belajar mengajar diharapkan hasil belajar dapat mencapai peningkatan dan aktivitas siswa bisa menjadi lebih baik. Siklus pertama dilakukan sebagai acuan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua, sedangkan siklus kedua dilakukan untuk meyakinkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan untuk membuktikan bahwa pelajaran dapat digunakan dengan indikator yang berbeda pada materi yang sama
1.  Pelaksanaan Perbaikan Siklus I
a.    Perencanan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencenaan ini meliputi :
a.       Menyusun RPP ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)  pokok bahasan   Memahami lingkungan sehat dan tidak sehat.
b.      Menyiapkan media gambar
c.       Menyusun lembar kerja siswa (LKS)
d.      Menyusun Tes beserta kuncinya
b.        Tindakan
Pada tahap pelaksanaan ini langkah yang dipersiapkan yaitu : guru melakukan  apersepsi,guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran  menjelaskan langkah kerja model pembelajaran dengan metode diskusi , guru membagi kelompok secara heterogen dengan masing-masing kelompok terdiri dari 7 siswa, guru memberikan kesempatan pada masing-masing kelompok untuk menjelaskan hasil kerja masing-masing kelompok di depan kelas dan diwakili oleh 2 orang siswa tiap kelompok, guru menanyakan pada semua kelompok, kelompok mana  yang terbaik  hasil kerjanya, guru memberi penghargaan, dari  akhir siklus tersebut akan diketahui  ketuntasan hasil belajar siswa.

c.    observasi
Kegiatan Observasi dilakukan secara langsung.pada tahap ini peneliti dibantu tiga observer yaitu peneliti sekaligus bertindak sebagai guru yang mengajar dan dibantu oleh tiga observer untuk melakukan observasi pada saat   proses belajar mengajar berlangsung. Observasi ini dilakukan  mengamati aktivitas siswa sesuai dengan lembar pedoman observasi yang telah tersedia. Observasi dilakukan untuk mengetahui temuan-temuan yang didapatkan beserta kekurangan dan kendala yang dialami dalam pelaksanaan tindakan pembelajaran.
d. Refleksi
Refleksi adalah suatu kegiatan yang digunakan untuk mengkaji semua hal yang dilakukan atau hal yang belum dicapai pada tahap sebelumnya.kegiatan ini  dilakukan berdasarkan hasil tes dan observasi. refleksi dapat dijadikan sebagai dasar untuk perencanaan tindakan selanjutnya.
2. Siklus II
a. perencanaan
 kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan :
a.       Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tentang pokok bahasan ciri –ciri lingkungan sehat dan tidak sehat indikator ( mengidentifikasi lingkungan sehat dan tidak sehat ).
b.      Menyiapkan gambar pencemaran lingkungan 
c.       Menyusun lembar kerja siswa
d.      Menyusun tes  beserta kunci jawaban
b.    Pelaksanaan
  pada tahap pelaksanan ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran, guru  melakukan tanya jawab dengan siswa tentang materi sebelumnya, guru   menyediakan peta konsep beserta gambar, guru membagi kelompok menjadi 4  kelompok, guru memberi tugas secara berkelompok, guru sambil berkeliling dengan melihat, mengamati, memperhatikan dan mengarahkan siswa dalam  proses diskusi, siswa mempresentasikan hasil kerja, guru mengevaluasi hasil kerja diskusi sehingga guru mengetahui ketuntasan nilai hasil tes siswa.
c.    Observasi
Observasi dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan untuk mengamati dan mencatat temuan yang  didapatkan, kekurangan dan kendala – kendala dari pelaksanaan tindakan, pada waktu proses pembelajaran, selain itu melihat aktivitas siswa pada waktu pembelajaran. 
d.   Refleksi
Refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan dan mengkaji segala yang terjadi atau yang belum dicapai pada tahap sebelumnya. kegiatan ini dilakukan l berdasarkan hasil tes siswa, hasil observasi dan hasil wawancara.

Metode Pengumpulan  Data
   Metode pengumpulan data merupakan teknik mendapatkan data – data yang  dibutuhkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
a.       Metode observasi
           Metode observasi adalah teknik mengumpulkan data secara langsung beserta  catatan terhadap objek yang diteliti hal yang diamati adalah proses pembelajaran siswa kelas III pada mata pelajaran IPA
b.      Metode wawancara
         Wawancara terhadap siswa dapat dilakukan dengan cara tanya jawab  secara langsung, hal ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan – kesulitan  yang dihadapi siswa selama proses pembelajaran berlansung
c.       Metode tes
Tes adalah sederetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang di miliki individu atau kelompok ( Arikunto, 2006 : 150).

Metode Analisis Data
Analisis data merupakan cara yang paling menentukan untuk menyusun dan mengelola data yang terkumpul dalam penelitian agar dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Analisis data menggunakan analisis dekriptif  kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif  kualitatif dilakukan pada hasil observasi dan wawancara, sedangkan analisis data kuantitatif dilakukan pada hasil tes. Data yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah:
1.      Penerapan metode diskusi melalui media gambar dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa.
2.        Persentase ketuntasan hasil belajar seluruh siswa (E) dicari dengan rumus:       
            E =x 100%
            Keterangan: E =  persentase ketuntasan belajar siswan
                                 N            =  jumlah siswa yang tuntas belajar
                                 S  =  jumlah seluruh siswa
Standart Ketuntasan Belajar Minimum mata pelajaran IPA SD Negeri Tamansari 03 Tahun Pelajaran 2014/2015 siswa dinyatakan sebagai berikut:
a.    Daya serap individu, seorang siswa dikatakan tuntas apabila telah mencapai nilai ≥ 65% dari nilai maksimal 100.
b.    Daya serap klasikal, suatu kelas dikatakan tuntas apabila terdapat minimal 65% siswa telah mencapai nilai ≥ 65.

HASIL DAN PEMBAHASAN
A.     Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
1.      Prasiklus
Proses pembelajaran kelas III pokok bahasan lingkungan sehat dan tidak   sehat terdapat nilai hasil tes akhir prasiklus antara lain siswa yang tuntas sebanyak 4   (28,5%) sedangkan siswa yang tidak tuntas 10 ( 71% ). Dari perolehan hasil  nilai  tersebut peneliti berupaya untuk memperbaiki hasil belajar siswa dengan melakukan perbaikan siklus I dan siklus II yang telah dilaksanakan.
2.      Siklus I
a.    Perencanaan
Pada tahap perencanaan guru mempersiapakan RPP ( rencana pelaksanaan pembelajaran), media pembelajaran berupa gambar lingkungan sehat dan tidak sehat, menyiapkan lembar kerja siswa beserta kunci jawaban.
b.    Pelaksanaan
Tindakan yang dilakukan pada tahap ini guru melakukan apersepsi dengan menanyakan kepada siswa, guru menjelaskan materi dengan menggunakan media     gambar, guru membagi kelompok kepada 14 siswa dibagi mejadi 2 kelompok,guru memberikan tugas secara berkelompok, siswa pada tahap akhir pembelajaran siswa diberi tes. Sehingga diperoleh hasil belajar siklus I antara lain 6 (42,8%) siswa   tuntas sedangkan siswa yang tidak tuntas 8 (57,1%). Dari hasil tersebut diketahui  dapat diukur tingkat keberhasilan siswa, tetapi dalam siklus I ini masih belum mencapai hasil yang maksimal dalam pembelajaran sehingga diperlukan perbaikan pembelajaran pada siklus II.
c.    Observasi
Pada tahap observasi, peneliti dibantu oleh teman sejawat bernama Sunartin dalam kegiatan observasi dilihat dari aktivitas siswa, pada saat pembelajaran diskusi kelompok siswa masih ramai karena  terlalu banyak kelompok dan media gambar yang diberikan guru dibuat mainan.  siswa masih kelihatan malu pada saat mempresentasikan  hasil kerjanya,sehingga siswa masih belum terbiasa.
d. refleksi
            pada tahap refleksi, siswa masih kurang bekerjasama dalam mengerjakan tugas  yang diberikan guru, karena terlalu banyak anggota kelompok sehingga media  yang diberikan siswa dibuat mainan. sebelum melaksanakan siklus II guru memberikan motivasi kepada siswa agar siswa lebih terfokus pada pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi kelompok melalui media gambar.
2.      Siklus II
a.       Perencanaan
Pada tahap perencanaan guru mempersiapkan RPP (rencana pelaksanaan  pembelajaran), mempersiapkan media gambar dan lembar kerja siswa beserta kunci jawaban.
b.      Pelaksanan
      Tahap pelaksanaan guru   membagi kelompok menjadi 3 kelompok setiap kelompok terdiri dari 4 – 5 siswa  guru menyuruh siswa mengamati gambar yang telah diberikan pada kelompok, guru memberikan lembar kerja kelompok, siswa mempersentasikan hasil kerja kelompoknya.pada akhir pembelajaran siswa diberi tes sehingga diperoleh nilai pada  akhir siklus II, siswa yang tuntas sebanyak 13 ( 92,8%)  dan siswa yang tidak tuntas  1 (7,1), berdasarkan data tersebut  maka peneliti sudah memenuhi kriteria ketuntasan pada siklus II sehingga pembelajran dihentikan.
C. Observasi
            Pada tahap observasi dilakukan secara langsung, sehingga terdapat temuan temuan di mana siswa dalam mengunakan media lebih menarik dan  terarah dengan   bimbingan guru, kegiatan diskusi kelompok siswa sudah efektif dan saling berkolaborasi dengan temannya, siswa sudah tidak takut untuk mempresentasikan hasil kerjanya.

D.  Refleksi
            Pada tahap ini ditemukan temuan – temuan pada siklus II keadaan siswa lebih   tenang dibandingkan sebelumnya dan perubahan kelompok dibagi lebih sedikit,dari hasil wawancara, observasi, dan hasil tes selama kegiatan pembelajaran mendapatkan kemajuan yang cukup berarti.
Hasil data  siklus I dan II dapat dilihat pada grafik dibawah ini

Text Box: Ketuntasan








100%



  92,8%




90%







80%








70%








60%








50%

 42,8%






40%







30%








20%








10%








0

Siklus I

Siklus II













Gambar 4.1 Grafik ketuntasan siklus I dan II


B.     Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Perbelajaran

NO
KRETERIA KETUNTASAN
PRASIKLUS
SIKLUS I
SIKLUS II
jumlah
prosentase
Jumlah
Prosentase
jumlah
prosentase
1
Tuntas
4
28,5 %
6
42,8%
13
92,8%
2
Tidak tuntas
10
71,5%
8
57,2%
1
7,2%

JUMLAH
14
100
14
100
14
100

Pada proses pembelajaran siswa kelas III pokok bahasan lingkungan sehat  dan tidak sehat, spelaksanaan pembelajaran perbaikan pada siklus I diperoleh hasil   dari 14 siswa masih ada 8 siswa mendapat nilai dibawah 65, maka harus di lanjutkan pada siklus berikutnya yaitu siklus II, pada perbaikan siklus II di peroleh hasil 1 siswa yang mendapat nilai dibawah 65 dan 13 siswa yang tuntas, hasil penelitian  menunjukan bahwa prestasi siswa menunjukkan peningkatan hasil siswa dengan menggunakan metode diskusi kelompok melalui media pembelajaran.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan
            Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.    Penerapan pembelajaran IPA melalui penerapan metode diskusi kelompok  berbantuan  media gambar dapat  meningkatkan hasil belajar IPA pokok bahasan lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat pada siswa kelas III SDN Tamansari 03 Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember berjalan dengan baik. Hal itu disebabkan dalam proses pembelajaran siswa aktif dan antusias mengikuti pembelajaran, terjadi interaksi siswa dan guru dalam kegiatan kerja kelompok, saling membantu teman yang mengalami kesulitan dalam kegiatan pengamatan, sehingga pemahaman siswa dalam mata pelajaran IPA sudah terpenuhi

Saran Serta Tindak Lanjut
            Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diajukan beberapa saran sebagai berikut:
1.    Bagi guru, Penerapan metode diskusi kelompok melalui  dapat diterapkan pada pokok bahasan lain agar siswa lebih  dan masalah IPA.
2.    Penjelasan materi hendaknya disertai media gambar
3.    Bagi peneliti, disarankan agar mengadopsi pembelajaran IPA melalui penerapan metode diskusi kelompok melalui media gambar ini pada pokok bahasan IPA yang berbeda ataupun pada jenjang pendidikan yang lain sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan guru dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa.


DAFTAR RUJUKAN

Slameto, Azhar.1995.Belajar dan Faktor – faktor Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta

Sudjana,N.1991. Penilaian hasil Proses Belajar Mengajar , Bandung : Sinar Baru.

Rahadi, Ansto. 2003.Media Pembelajaran . Jakarta: Rineka Cipta.

Wina, S. 1995. Strategi Pembelajaran.Jakarta : DIKJEN DIKTI DEPDIKBUD

Oemar , H. 1995. Kurikulum dan Pembelajaran . Jakarta: Bumi Aksara.

Arsyad, Ashar. 2006. Media Pembelajaran .Jakarta : Raja Grafindo Persada


24
 
17