Senin, 29 Mei 2017

PENGEMBANGAN CERITA SEJARAH  GAYATRI SRI RAJAPATNI PEREMPUAN PEMBANGUN IMPERIUM MAJAPAHIT PADA MATA PELAJARAN SEJARAH SMA

Nurul Umamah, Sumardi  dan Eni  Sri Wahyuni

AbstractA historical story is a series of past events written based on the historical facts. These facts can involve date, year, and place. It functions as learning resource to increase the decreasing students’s reading interest. The chosen research of this analysis is development research or R&D.  In this reseach applies ASSURE development model. The developed historical story’s product “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” is the appropriate learning resource used in learning and to increase students’ reading interest in the amount of 74,8% with very high category in history learning. Historical story “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” is able to increase the learning quality therefore it can be used as one of several refernces in history learning.

        Keywords:  Historical Story, Learning Resource

PENDAHULUAN
   Posisi mata pelajaran sejarah dalam kurikulum 2013menyebutkan bahwa mata pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran wajib yang harus diperoleh oleh semua warganegara dengan tujuan memberikan pengetahuan tentang bangsa, sikap sebagai bangsa, dan kemampuan penting untuk mengembangkan kehidupan pribadi peserta didik, masyarakat dan bangsa. Tujuan pembelajaran sejarah adalah untuk menumbuhkan pemahaman peserta didik terhadap diri sendiri, masyarakat, dan proses terbentuknya bangsa Indonesia melalui sejarah yang panjang dan masih berproses hingga masa kini dan masa yang akan datang. Pembelajaran sejarah akan membuat peserta didik mengambil nilai-nilai dari kehidupan masa lampau untuk direfleksikan terhadap kehidupan zaman sekarang (Kochhar, 2008:35). Pembelajaran sejarah diharapkan mampu membuat peserta didik bijaksana dalam mengambil setiap keputusan.
     Pembelajaran sejarah yang baik menurut Subakti (2010:4) adalah pembelajaran yang mampu menumbuhkan kemampuan peserta didik dalam melakukan konstruksi masa lampau yang menjadi basik topik pembelajaran sejarah dengan mengaitkan pada kondisi masa sekarang. Kemampuan tersebut dimulai dari membaca, belajar, dan memahami sejarah melalui peran-peran tokoh dalam membangun satu perdaban besar di zamannya.
      Keterampilan membaca menurut Supriatna (2007:175) merupakan aspek yang sangat penting dalam memperoleh informasi. Keterampilan membaca mencakup tiga aspek, menurut Klein (dalam Rahim, 2005: 3) antara lain; (1) membaca merupakan suatu proses, (2) membaca adalah strategi, dan (3) membaca merupakan interaktif. Hakekat kegiatan membaca menurut Harris (dalam Zuchdi, 2008: 19) adalah memperoleh makna yang tepat. Keterampilan membaca menduduki posisi dan peran yang penting untuk menjembatani peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, selain itu membaca merupakan kegiatan dasar untuk menguasai berbagai macam bidang studi.
       Membaca sebagai kegiatan yang penting kenyataannya berbeda dengan kemahiran membaca peserta didik yang masih sangat rendah. Hal tersebut didasarkan atas penelitian Tim Program of International Student Assesment (PISA) Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas yang menunjukkan kemahiran membaca pserta didik usia 15 tahun yang meprihatinkan. Sekitar 37,6% hanya bisa membaca tanpa bisa menangkap maknanya; dan 24,8% hanya bisa mengaitkan teks yang dibaca dengan satu informasi pengetahuan (kompas 2 juli 2003).
            Rendahnya kemampuan membaca peserta didik disebabkan kurangnya minat membaca. Minat membaca sangat penting bagi peserta didik terutama dalam pembelajaran sejarah karena membaca merupakan ruh dari belajar sejarah. Membangun minat membaca peserta didik memang tidak mudah, karena minat harus dibangun sendiri oleh peserta didik. Guru sebagai fasilitator menurut Yamin (2007: 10) memiliki peran memfasilitasi peserta didiksecara maksimal dengan mempergunakan berbagai strategi, metode,dan sumber belajar.
            Sumber belajar menurut Rusyah, dkk (1994:23) adalah lingkungan yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah sebagai sumber pengetahuan, yang dapat berupa manusia ataupun bukan manusia. Sumber belajar menurut AECT Association of Education and Communication Technology(1997) mendefinisikan sumber belajar adalah berbagai atau semua sumber baik yang berupa data, orang dan wujud tertentu yang digunakan oleh peserta didik dalam belajar baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga  mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar.
         Cerita sejarah merupakan serangkaian peristiwa pada masa lampau yang ditulis berdasarkan fakta-fakta sejarah. Cerita sejarah menurut Ali (2005:30) merupakan sejarah serba subjek yang harus disusun dari fakta-fakta yang ada berdasarkan sudut pandang penulisnya. Cerita sejarah berbeda dengan novel. Novel merupakan karya fiksi yang ditulis secara naratif berbentuk cerita. Penulisan novel tidak ditulis berdasarkan fakta-fakta, sehingga novel merupakan karya imajinatif seorang pengarang. Cerita sejarah disusun berdasarkan fakta sejarah, fakta tersebut dapat berupa tanggal, tahun dan tempat. Hal tersebut yang membedakan antara cerita sejarah dengan novel, walaupun keduanya ditulis dari sudut pandang penulisnya.
             Keberadaan cerita sejarah sebagai sumber belajar sangat dibutuhkan dalam pembelajaran sejarah. Sejarah sebagai peristiwa masa lampau yang tidak dapat dihadirkan kembali dihadapan peserta didik akan menyulitkan pendidik dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik. Hal tersebut akan mempengaruhi pembelajaran di dalam kelas yang tidak efektif dan efisien, padahal pembelajaran sejarah merupakan pembelajaran yang penting untuk membangun kecintaan peserta didik terhadap  bangsa dan negara. Pentingnya mempelajari sejarah juga diungkapakan oleh Widja (1989: 34) bahwa nilai-nilai masa lampau dapat dipetik dan digunakan dalam persepektif kehidupan masa kini dan masa yang akan datang.
     Berdasarkan hasil wawancara dan pendapat para ahlitersebut, peneliti ingin mengembangkan inovasi pembelajaran dengan mengembangkan produk berupa cerita sejarah. Produk cerita sejarah tersebut dikembangkan untuk mengupayakan budaya membaca peserta didik agar materi sejarah bukan sekadar menjadi materi yang diingat sebagai materi hafalan dan membosankan (Hamid, 2014: 2). Membaca merupakan budaya yang perlu dikembangkan bagi peserta didik tidak hanya untuk mata pelajaran sejarah, namun untuk semua mata pelajaran. Membaca merupakan satu usaha untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif sesuai dengan pendekatan pembelajaran dalam Kurikulum  2013 yang tidak lagi menggunakan Teacher Centered Learning namun Student Centered Learning.
        Salah satu kompetensi dasar pada kurikulum 2013 mata pelajaran Sejarah Indonesia kelas X berbunyi “menganalisis karakteristik kehidupan masyarakat, pemerintah, dan kebudayaan pada masa kerajaan Hindu-Budha di Indonesia serta menunjukkan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini”. Kompetensi ini mengarah kepada peran tokoh-tokoh sejarah dalam sistempemerintahan masa kerajaan Hindu-Budha, salah satunya adalah kerajaan Majapahit.
 Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan yang didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293 M.Raden Wijaya merupakan menantu Raja Singhasari Raja Kertanegara. Kerajaan Singhasari runtuh akibat serangan dari kerajaan bawahannya Gelang-gelang yang dipimpin oleh Raja Jayakatwang. Runtuhnya kerajaan Singhasari merupakan akhir dari cita-cita Kertanegara untuk menyatukan seluruh Nusantara, namun tanpa disadari cita-cita tersebut masih melekat pada putri bungsunya yang bernama Gayatri. Putri Gayatri merupakan putri keempat Raja Kertanegaradan sejak kecil telah menyukai dunia politik dan administrasi negara. Ketika Putri Gayatri dewasa, Putri Gayatri dipersunting oleh Raja Wijaya dan mendapat gelar “Rajapatni” (Pendamping Raja). Gayatri merupakan sosok perempuan yang berhasil menaruh pengaruhnya dalam perkembangan Kerajaan Majapahit. Gayatri membentuk seorang kader hebat bernama Mahapatih Gadjah Mada yang terkenal dengan sumpahnya yakni ”sumpah palapa”. Berkat Mahapatih Gadjah Mada dan Raja Hayam Wuruk Kerajaan Majapahit dapat mencapai puncak kejayaannya.
  Gayatri sebagai sosok perempuan yang memiliki peran penting dalam perkembangan kemajuan Kerajaan Majapahit. Idemenyatukan Nusantara merupakan gagasan yang dimilki oleh sang ayah, kesempatan untuk mewujudkan cita-cita tersebut memang telah berakhir sejak kematian Ayahnya (Drake, 2011: 14). Kesempatan yang Gayatri milki berkat Raden Wijaya yang mampu memupuk dirinya untuk terus berusaha untuk mewujudkan cita-cita Ayahnya sekaligus demi rakyatnya. Sosok perempuan seperti Gayatri memang terlihat tidak memiliki andil apapun dalam pendirian sebuah kerajaan, namun hal itu karena buku pegangan di sekolah hanya menunjukkan fakta-fakta kering. Buku pegangan yang ada di sekolah tidak banyak yang menyebutkan namanya.  Nama Gayatri memang tampak asing, sebab namanya mungkin hanya ada satu baris dalam buku pegangan peserta didik.

Permasalahan:
Bagaimanakah hasil validasi ahli terhadap cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” pada mata pelajaran sejarah kelas X SMA pada sub pokok bahasan “Menganalisis Peran Tokoh dalam Sistem Pemerintahan Kerajaan Majapahit” ?
Apakah cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit”pada mata pelajaran sejarah kelas X SMA pada sub pokok bahasan “Menganalisis Peran Tokoh dalam Sistem Pemerintahan Kerajaan Majapahit” dapat meningkatkan minat membaca peserta didik terhadap pembelajaran sejarah?

Tujuan:
            Berkaitan dengan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk berupa cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit”bagi peserta didik kelas X untuk pembelajaran sejarah di SMA. Produk cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” tervalidasi tersebut layak digunakan dalam pembelajaran sejarah. Pengembangan cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” diharapkan mampu membuat peserta didik menumbuhkan minat membaca, sehingga pembelajaran sejarah akan lebih efetktif dan efisien. Cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” yang dikembangkan sebagai sumber belajar ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman peserta didik terhadap diri sendiri, masyarakat, dan proses terbentuknya bangsa Indonesia melalui sejarah yang panjang dan masih berproses hingga masa kini dan masa yang akan datang.

Manfaat:
              Penelitian ini dapat dijadikan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Dharma Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Penelitian ini dapat dijadikan salah satu referensi bagi peneliti-peneliti selanjutnya tentang pengembangan cerita sejarah. Penelitian ini dapat memberikan sumbangan dalam mengembangkan studi kependidikan sebagai cabang dalam ilmu pengetahuan. Penelitian ini dapat membantu meningkatkan minat membaca peserta didik.Penelitian ini dapat membantu peserta didik menjawab keiingintahuan mengenai keadaan kerajaan Majapahit pada masa lampau.Penelitian ini dapat membantu pembaca mengenai sejarah masa lampau untuk diimplimentasikan ke masa sekarang sehingga menjadi satu pelajaran untuk menjadikan hidup lebih bijaksana.

METODE PENELITIAN
          Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau R&D. Penelitian pengembangan adalah suatu penelitian untuk mengembangkan suatu produk tertentu agar dapat digunakan oleh masyarakat luas dan produk tersebut dapat diuji kefektifannya (Sugiyono, 2012:407). Penelitian pengembangan  atau R&D menurut Borg and Gall (Sugiyono, 2012:9) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran. Pada penelitian pengembangan ini digunakan model pengembangan  ASSURE untuk menghasilkan produk berupa cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” pada mata pelajaran sejarah. Model pengembangan pembelajaran ASSURE ini terdiri dari enam langkah yaitu, 1) Analyze Learners, 2) State Objectives, 3) Select Methods, Media, and Materials, 4)Utilize Media and Materials, 5) Require Leraner Participation, dan 6) Evaluate and Revise (Heinich dkk, 2002:52-54).

HASIL DAN PEMBAHASAN
    
            Pada bab ini akan dijelaskan mengenai kronologi proses penelitian pengembangan, penyajian data dan analisis data serta revisi produk pengembangan. Pada tahap kronologi pengembangan memaparkan tentang proses identifikasi pentingnya pengembangan cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembengun Imperium Majapahit” sebagai sumber belajar pada mata pelajaran sejarah. Tahap penyajian dan analisis data memaparkan tentang analisis hasil penilaian dari para ahli, yaitu ahli materi, ahli bahasa,ahli desain, dan  ahli pengguna produk yakni pendidik mata pelajaran sejarah, serta uji coba kelompok kecil. Tahap revisi produk pengembangan menyajikan hasil revisi produk pengembangan berdasarkan penilaian yang diberikan dari ahli materi, ahli bahasa, ahli desain, dan pendidik mata pelajaran sejarah serta uji coba kelompok kecil.
            Berikut akan dipaparkan kronologi pengembangan cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” dengan model ASSURE.
            Tahap awal pada prosedur pengembangan ini diawali dengan tahap menganalisiskarakteristik peserta didik kelas X IPS SMA Negeri Arjasa yang menjadi tempat penelitian. Peserta didik kelas X IPS SMA Negeri Arjasa rata-rata berusia 15-16 tahun.Peserta didik pada usia tersebut sudah mampu menganalisis suatu pembelajaran dan mengimajinasikannya. Peserta didik juga telah memiliki pengetahuan awal mengenai materi yang akan mejadi topik dalam pembelajarn sejarah ini yakni tentang peran tokoh dalam sistem pemerintahan pada masa Kerajaan Majapahit.
Kegiatan selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti adalah merumuskna tujuan pembelajaran dan indikator berdasarkan analisis Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Merumuskan tujuan pembelajaran dilakukan sekhusus mungkin, tujuan pembelajaran ini dapat diperoleh dari dalam silabus, buku teks, kurikulum, atau dikembangkan sendiri oleh guru (dalam Pribadi, 2011:32). Tujuan pembelajaran yang dimaksudkan adalah kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa setelah melakukan proses pembelajaran. Berdasarkan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, maka dapat dirumuskan tujuan pembelajaran sejarah.
            Perumusan tujuan pembelajaran dan kompetensi dilakukan dengan menggunkan rumus ABCD (Audience, behavior, Condition, Degree).Audience berisi tentang informasi peserta didik terutama peserta didik SMA kelas X IPS. Behavior merupakan aspek yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti pembelajaran sejarah. Condition merupakan keadaan dimana peserta didik harus mendapatkan fasilitas, peralatan, dan sarana prasarana dalam pembelajaran. Degree merupakan standar yang diperlihatkan peserta didik.
            Tahap ketiga ialah memilih bahan ajar, media dan strategi atau model belajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Dalam tahap ini peneliti memilih menggunakan sumber belajar berupa cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit”.
Metode yang digunakan dalam melakukan uji coba lapang menggunakan metode discovery dengan pendekatan konstruktivisme. Media yang digunakan menggunakan media power point untuk menayangkan gambar-gambar tokoh yang berperan pada masa Kerajaan Majapahit. Materi yang digunakan disesuaikan dengan buku-buku yang relevan, terutama cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” sebagai sumberbelajar yang dikembangkan dalam penelitian ini.
            Pada tahap meninjau sumber belajar  draft 1 cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit”  yang telah melalui proses penilaian, diuji cobakan pada peserta didik dalam uji coba kelompok kecil. Tahap uji coba kelompok kecil dilakukan pada 9 peserta didik kelas X IPS-3 SMA Negeri Arjasa.
            Kegiatan ini merupakan kegiatan sebelum tahap uji coba lapangan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik kelas X IPS-2 dengan menggunakan sumber belajar cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit”. Beberapa kegiatan tersebut diantaranya ialah mempersiapkan buku cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit”.Proses selanjutnya ialah menyiapkan lingkungan digunakan untuk menampilkan sumber belajar “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” yang telah disusun pada proses pembelajaran. Pada tahap ini sebelum melaksanakan proses pembelajaran peneliti beserta pendidik mata pelajaran sejarah yaitu Dra. Insiyah secara bersama-sama menyiapkan lingkungan belajar yang meliputi peserta didik yang dibagi menjadi beberapa kelompok, buku cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit”.
            Setelah mempersiapkan lingkungan, maka tahap selanjutnya ialah mempersiapkan peseta didik. Proses atau kegiatan dalam mempersiapkan peserta didik ini dilakukan oleh pendidik mata pelajaran sejarah pada awal proses pembelajaran.
            Proses pengembangan partisapi peserta didik dilaksanakan melalui pendekatan konstruktivis agar peserta didik dapat mengkonstruksi sendiri materi pembelajaran yang disampaikan melalui cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit”  sebagai sumber belajar. Kegiatan ini dilakukan dengan membagi 32 peserta didik menjadi 10 kelompok. Setiap kelompok diberikan cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit”. 
            Kegiatan evaluasi ini dilaksanakan melalui penilaian angket untuk memperoleh respon pendidik dan peserta didik terhadap cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit”  sebagai sumber belajar pada mata pelajaran sejarah. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini digunakan sebagai acuan dalam merevisi atau perbaikan produk cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit”  sebagai sumber belajar pada pembelajaran sejarah.Revisi tetap dilakukan pengembang guna menyempurnakan produk cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” sebagai sumber belajar.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan terhadap proses dan hasil pengembangan cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit”, maka dapat diambl kesimpulan sebagai berikut: 1)Berdasarkan hasil rekapitulasi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa produk cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” yang dikembangkan merupakan sumber belajar yang layak digunakan dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan minat membaca peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga dapat digunakan sebagai salah satu referensi dalam pembelajaran sejarah.

Saran
Berdasarkan hasil coba yang telah dilakukan, saran pemanfaatan cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” ini adalah sebagai berikut.Sebaiknya pemanfaatan cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” ini dikembangkan lebih lanjut lagi; Sebaiknya pemanfaatan cerita sejarah “Gayatri Sri Rajapatni Perempuan Pembangun Imperium Majapahit” ini harus mendapat bimbingan dari guru mata pelajaran.
   
DAFTAR RUJUKAN

Arikunto Suharsimi, 2010. “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatakn Praktik”. Jakarta: Rineka Cipta.
Anshoriy Nasruddin, 2008. “Pendidikan Berwawasan  Kebangsaan”. LKiS Yogyakarta.
Cece Wijaya dan A. Thabrani Rusyah. 1994. Kemampuan Dasar Guru dalam Proses Belajar  Mengajar. Bandung: Rosda Karya.
Hamid A.R, 2014. “Pembelajaran Sejarah”.  Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Heinich, Robert et al. 2002. “Instructional Media andTechnologies for Learning”. Macmillan Publishing Company.
Pribadi, Benny. A, 2011. “Model ASSURE untuk Mendesain Pembelajaran Sukses”. Jakarta: Dian Rakyat.
Kochhar S.K, 2008. “Pembelajaran Sejarah”. Jakarta:Gramedia Widiasarana Indonesia.
Mudjiono dan Dimyati. 2002. “Belajar danPembelajaran”. Jakarta: Rineka Cipta
Setyosari, P. 2012. “Metode Penelitian Pendidikan danPengembangan”. Jakarta: Kencana.

Sadiman, S. dkk. 1996. “Media Pendidikan:Pengertian. Pengembangan dan Pemanfaatannya”. Jakarta:Pustekkom Dikbud dan PT Raja Grafindo Persada.