Selasa, 23 Mei 2017

PENGARUH HASIL UJI KOMPETENSI GURU SEJARAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMAN KABUPATEN LUMAJANG

Mohammad Na'im, Kayan Swastika dan Rita Nur Ikasari
ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh hasil UKG Sejarah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di SMAN Kabupaten Lumajang. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk korelasi dan bersifat ekspos fakto. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik Correlation dan analisis statistik Determination. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN Kabupaten Lumajang, dengan subyek penelitian guru sejarah SMAN Kabupaten Lumajang yang berjumlah 11 responden. Hasil penelitian secara garis besar dalam penelitian ini adalah hasil uji kompetensi guru sejarah memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah dengan koefisien korelasi sebesar 0,612. Hasil uji kompetensi guru sejarah juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah sebesar 37,5% dan sisanya 62,5% dipengaruhi variabel lain.

Kata kunci: Hasil uji kompetensi guru sejarah, Hasil belajar siswa

Abstract:  The purpose of this research was to analyze the effect of the results of the History TCT on the students’ learning outcomes in the subjects of history at SMAN Lumajang. The method used in this research was quantitative research in the form of correlation and were exposed facto. The data analysis techniques were statistical analysis of Determination and statistical analysis of Correlation. This research was conducted at SMAN Lumajang and the research subjects were history teachers with the total number was 11 respondents. The results of this research showed that a history TCT results had a significant relationship with the students’ learning outcomes in the subjects of History with correlation coefficient of 0.612. Moreover, the History TCT results influence the students’ learning outcomes in the subjects of History by 37.5% and 62.5% influenced by other variables.   

Keywords: the history teacher's competence test result, the learning outcomes of students.

PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan suatu wadah untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas maka diperlukan pendidikan yang berkualitas. Kualitas pendidikan tidak lepas dari peran kinerja para guru tanpa kinerja guru yang baik maka pencapaian kualitas pendidikan akan sulit untuk dicapai. Peran pemerintah sangat diperlukan untuk peningkatan kinerja guru terutama peran pemerintah yang direalisasikan dengan terbitnya UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, maka kualitas guru harus ditingkatkan. Jika guru berkualitas, maka pendidikan juga pasti berkualitas. Jika guru terus maju dan berubah, maka pendidikan juga akan terus maju dan berubah. Karena itu peningkatan kualitas guru perlu dilakukan.
Peningkatan kualitas guru dapat dilakukan dengan pengujian terhadap guru. Pengujian yang dimaksud adalah pengujian untuk mengetahui kompetensi guru yang kemudian dinamakan Uji Kompetensi Guru (UKG). Uji Kompetensi Guru (UKG) merupakan salah satu cara untuk memberikan layanan pembinaan dan pengembangan profesi guru yang baik kepada guru (Kurniasih dan Sani, 2015:85).  Dalam Permendikbud Nomor 57 Tahun 2012 tentang Uji Kompetensi Guru pasal 1 ayat (1), dinyatakan Uji Kompetensi Guru adalah pengujian terhadap kompetensi profesional dan pedagogik dalam ranah kognitif sebagai dasar penetapan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dan bagian dari penilaian kinerja guru. Pengujian kompetensi guru bermanfaat untuk beberapa hal yaitu sarana sarana memetakan guru, alat seleksi penerimaan guru, sarana untuk mengelompokkan guru, acuan dalam pengembangan kurikulum, sarana untuk pembinaan guru, sarana pemberdayaan guru, dan alat untuk mendorong kegiatan dan hasil belajar (Mulyasa, 2013:57-60).
     Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dai dalam diri siswa itu sendiri dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan (Sudjana, 2002:39). Faktor yaang datang dari diri siswa terutama kemampuan yang dimilikinya besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. Disamping faktor kemampuan yang dimiliki siswa, ada faktor lain, seperti motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, dan faktor fisik dan psikis. Sungguhpun demikian, hasil belajar yang dapat diraih masih dipengaruhi faktor dari luar diri siswa. Lingkungan belajar merupakan salah satu yang paling dominan mempengaruhi hasil belajar di sekolah, ialah kualitas pengajaran. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pengajaran adalah guru. Guru yang paling dominan mempengaruhi kualitas pengajaran adalah kompetensi profesinal yang dimilikinya, baik dalam bidang kognitif seperti penguasaan bahan ajar, bidang sikap seperti mencintai profesinya, dan bidang perilaku seperti keterampilan mengajar, menilai hasil belajar siswa dan lain-lain.
    Salah satu manfaat dari uji kompetensi guru adalah sebagai alat untuk mendorong kegiatan dan hasil belajar. Kegiatan pembelajaran dan hasil belajar siswa tidak saja ditentukan oleh manajemen sekolah, kurikulum, sarana dan prasarana pembelajaran, tetapi sebagian besar ditentukan oleh guru. Oleh karena itu, uji kompetensi guru akan mendorong terciptanya kegiatan dan hasil belajar yang optimal karena guru yang teruji kompetensinya akan senantiasa menyesuaikan kompetensinya dengan perkembangan kebutuhan dan pembelajaran. Guru yang teruji kompetensinya akan lebih mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan, sehingga mampu mengembangkan potensi seluruh peserta didiknya secara optimal.

Permasalahan:
  Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini:
1).Bagaimanakah hasil uji kompetensi guru sejarah di SMAN Kabupaten Lumajang ?
2).Bagaimanakah hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di SMAN Kabupaten Lumajang ?
3).Apakah ada pengaruh hasil uji kompetensi guru sejarah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di SMAN Kabupaten Lumajang ?




Tujuan:
Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah:
1).untuk mengetahui dan menganalisis hasil uji kompetensi guru sejarah di SMAN Kabupaten Lumajang;
2).untuk mengetahui dan menganalisis hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di SMAN Kabupaten Lumajang;
3)untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh hasil uji kompetensi guru sejarah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di SMAN Kabupaten Lumajang.

Manfaat:
        Manfaat dari penelitian ini adalah: Bagi peneliti lain, bagi peneliti lain, sebagai referensi dan pengembangan untuk penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan kompetensi guru.
       Bagi sekolah, penelitian ini dapat menjadi masukan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru sejarah di SMAN Kabupaten Lumajang;
     Bagi guru, penelitian diharapkan memberikan masukan kepada guru sejarah agar selalu meningkatkan kompetensi profesional untuk kemajuan mutu pendidikan khususnya di SMAN Kabupaten Lumajang;
Bagi peneliti, penelitian ini diharapkan untuk menambah wawasan dan pengalaman yang dapat dijadikan bekal untuk menghadapi tugas di lapangan yang nantinya akan dituntut untuk dapat menjadi guru yang profesional.

METODE PENELITIAN
Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode korelasi dan bersifat ekspos fakto. Penelitian korelasional dilakukan dalam suatu usaha memperoleh pemahaman faktor-faktor atau variabel yang berhubungan dengan variabel yang kompleks. Tujuan penelitian korelasional adalah untuk mengidentifikasi hubungan prediktif dengan menggunakan teknik korelasi atau teknik statistik yang lebih canggih. Jika terdapat hubungan antara dua variabel, maka itu berarti bahwa skor di dalam rentangan tertentu pada suatu pengukuran berasosiasi dengan skor di dalam rentangan tertentu pada pengukuran yang lain (Emzir, 2010:38). Penelitian ekspos fakto meneliti hubungan sebab-akibat yang didasarkan atas kajian teoritis bahwa sesuatu variabel disebabkan oleh variabel tertentu dan mengakibatkan variabel tertentu.
Penelitian ini dilaksanakan di SMAN Kabupaten Lumajang, dengan subyek penelitian guru sejarah SMAN Kabupaten Lumajang yang berjumlah 11 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah  studi dokumen, wawancara, dan observasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah berupa data kuantitatif dari hasil uji kompetensi guru sejarah dan hasil belajar siswa (UAS) yang diperoleh dari guru maata pelajaran.

HASIL dan PEMBAHASAN
Tabel 1. Daftar Hasil UKG Sejarah dan Hasil Belajar Siswa SMAN Kabupaten Lumajang.
No
Responden
Lembaga
Hasil UKG Sejarah (X)
Hasil Belajar Siswa (Y)
1.
Guru 1
SMAN 2 Lumajang
69
84
2.
Guru 2
SMAN 3 Lumajang
67
81
No
Responden
Lembaga
Hasil UKG Sejarah (X)
Hasil Belajar Siswa (Y)
3.
Guru 3
SMAN 3 Lumajang
55
78
4.
Guru 4
SMAN Tempeh
64
77
5.
Guru 5
SMAN Kunir
74
80
6.
Guru 6
SMAN Klakah
63
77
7.
Guru 7
SMAN Klakah
74
79
8.
Guru 8
SMAN Pasirian
60
74
9.
Guru 9
SMAN Pasirian
74
79
10.
Guru 10
SMAN Yosowilangun
63
77
11.
Guru 11
SMAN Pronojiwo
60
75
Sumber: data yang diperoleh dari penelitian.


Tabel 2. Hasil Mean, Median, Modus dari Hasil UKG Sejarah
Statistics
Hasil UKG Sejarah
N
Valid
11
Missing
0
Mean
65.73
Median
64.00
Mode
74
Berdasarkan hasil statistik deskriptif diperoleh hasil uji kompetensi guru sejarah dengan rata-rata 65,73, median (nilai tengah) 64, dan modus (nilai yang sering muncul) 74. Semua responden mendapatkan hasil UKG melebihi nilai standar minimal yang ditetapkan pemerintah yaitu 55 artinya hasil UKG Sejarah di SMAN Kabupaten Lumajang bagus.

Tabel 3. Hasil Mean, Median, Modus dari Hasil Belajar Siswa SMAN Kabupaten Lumajang
Statistics
Hasil Belajar Siswa
N
Valid
11
Missing
0
Mean
78.36
Median
78.00
Mode
77
Berdasarkan hasil statistik deskriptif diperoleh hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di SMAN Lumajang sudah tinggi dengan memiliki rata-rata 78,36, median 78, dan modus 77. Hasil belajar tersebut sudah memenuhi standar kriteria ketuntasan minimal yakni 75.

Tabel 4. Hasil Uji Korelasi Pearson
Correlations


Hasil UKG
Sejarah
Hasil Belajar
Siswa
Hasil UKG Sejarah
Pearson Correlation
1
.612*
Sig. (2-tailed)

.045
N
11
11
Hasil Belajar Siswa
Pearson Correlation
.612*
1
Sig. (2-tailed)
.045

N
11
11
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

    Berdasarkan hasil uji korelasi diperoleh koefesien korelasi sebesar 0,612 dengan nilai probabilitas (Sig) adalaah 0.045 yang berarti < 0,05 maka Ho ditolak berarti hasil uji kompetensi guru sejarah memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah dengan koefisien sebesar 0,612.

Tabel 5. Hasil Uji Determinasi
Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error
of the Estimate
1
.612a
.375
.305
2.365
a. Predictors: (Constant), Hasil UKG Sejarah

Sedangan hasil dari uji determinasi diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,375, yang mengandung pengertian bahwa pengaruh hasil uji kompetensi guru sejarah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah sebesar 37,5% sedangkan sisanya 62,5% dipengaruhi oleh faktor yang lain seperti faktor dari dalam diri siswa yaitu intelegensi, perhatian, minat, bakat, motivasi, kematangan, dan kesiapan siswa.
Hal tersebut sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa bukan hanya dari dalam diri siswa saja tetapi juga dipengaruhi faktor dari luar diri siswa. hasil belajar yang dapat diraih masih dipengaruhi faktor dari luar diri siswa seperti lingkungan belajar. Lingkungan belajar merupakan salah satu yang paling dominan mempengaruhi hasil belajar di sekolaah, ialah kualitas pengajaran. Yang dimaksud dengan kualitas pengajaran ialah kualitas tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan pengajaran. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pengajaran adalah guru. Guru yang teruji kompetensinya akan lebih mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan, sehingga mampu mengembangkan potensi seluruh peserta didiknya secara optimal.





Tabel 6. Hasil Uji Coefficients
Coefficientsa
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
B
Std.
Error
Beta
1
(Constant)
60.661
7.654

7.925
.000
Hasil UKG Sejarah
.269
.116
.612
2.323
.045
a. Dependent Variable: Hasil Belajar Siswa
 Pada tabel Coefficients, pada kolom B pada Constant (a) adalah 60.661, sedangkan hasil UKG sejarah (b) adalah 0,269, sehingga persamaan regresinya dapat ditulis:

Ῠ = a + bX atau Ῠ = 60,661 + 0,269 X
Koefisien b dinamakan koefisien arah regresi dan menyatakan perubahan rata-rata variabel Y untuk setiap perubahan variabel X sebesar satu satuan. Perubahan ini merupakan pertambahan bila b bertanda positif dan penurunan bila b bertanda negatif. Sehingga dari persamaan tersebut dapat diterjemahkan:
Konstanta sebesar 60,661 menyatakan bahwa jika tidak ada hasil UKG Sejarah maka nilai hasil belajar siswa sebesar 60,661.
Koefisien regresi X sebesar 0,269 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 nilai hasil UKG sejarah, maka nilai hasil belajar bertambah sebesar 0,269.
Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah adalah peran, fungsi dan tanggung jawab guru, mengingat guru merupakan orang yang secara langsung berhadapan dengan peserta didik dalam melaksanakan proses belajar mengajar, sehingga pada akhirnya out put pendidikan dapat dirasakan oleh masyarakat. Keadaan tersebut dapat terlaksana apabila ditunjang dengan adanya upaya peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru yang baik. Guru merupakan bagian terpenting dalam proses belajar mengajar, baik di jalur pendidikan formal maupun informal. Oleh karena itu berhasil tidaknya upaya peningkatan mutu pendidikan banyak ditentukan juga oleh kemampuan yang ada pada guru dalam mengemban tugas pokok sehari-harinya yaitu pengelolaan pembelajaran di sekolah.
Sebagai wujud nyata dari guru untuk meningkatkan kompetensi pribadi yang menunjang terhadap peningkatan pembelajaran, maka guru harus mengikuti uji kompetensi guru. Dengan mengikuti uji kompetensi, guru dapat mengolah kelas, pengguanaan metode mengajar, strategi mengajar, maupun sikap dan karakteristik guru dalam mengelola proses belajar mengajar yang efektif, mengembangkan bahan pengajaran dengan baik dan meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dan menguasai tujuan pendidikan yang harus mereka capai. Kegiatan belajar mengajar sangat ditentukan oleh kerja sama antara guru dan siswa. Guru dituntut untuk mampu menyajikan materi dengan optimal. Olehnya itu guru diperlukan kreatifitas dan gagasan yang baru untuk mengembangkan cara penyajian materi pelajaran disekolah.
Guru profesional adalah guru yang berkualitas, berkompetensi, dan guru yang dikehendaki untuk mendatangkan prestasi belajar serta mampu mempengaruhi proses belajar mengajar siswa, yang nantinya akan menghasilkan prestasi belajar siswa yang lebih baik. Kompetensi yang dimiliki guru sangat menentukan berhasil tidaknya kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dan akan berpengaruh pada pencapaian prestasi belajar siswa. Guru yang teruji kompetensinya akan lebih mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, kreatif, efektif, inovatif, dan menyenangkan, mampu mengembangkan potensi seluruh peserta didiknya secara optimal, dan mampu meningkatkan hasil belajar secara optimal.
Keterbatasan dalam penelitian ini adalah peneliti tidak tahu saat pelaksanaan Uji Kompetensi Guru Sejarah SMAN Kabupaten Lumajang berlangsung. Peneliti hanya meneliti satu faktor dari banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa seperti faktor dari dalam diri siswa yaitu intelegensi, perhatian, minat, bakat, motivasi, kematangan, dan kesiapan siswa. Selain itu sekarang guru hanya menjadi fasilitator yang artinya guru kurang berperan dalam pembelajaran.

SIMPULAN
Hasil Uji Kompetensi Guru Sejarah di  SMAN Lumajang memiliki rata-rata 65,73, median (nilai tengah) 64, dan modus (nilai yang sering muncul) 74. Semua responden mendapatkan hasil UKG melebihi nilai standar minimal yang ditetapkan pemerintah yaitu 55 artinya hasil UKG Sejarah di SMAN Kabupaten Lumajang bagus. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di SMAN Lumajang sudah tinggi dengan memiliki rata-rata 78,36, median (nilai tengah) 78, dan modus (nilai yang sering muncul) 77. Hasil belajar tersebut sudah memenuhi standar kriteria ketuntasan minimal yakni 75.
Hasil Uji Kompetensi Guru Sejarah memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah. Koefisien korelasi dari hasil Uji Kompetensi Guru Sejarah dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah sebesar 0,612 yang berarti korelasi signifikan. Hasil Uji Kompetensi Guru Sejarah berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,375, yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas: hasil UKG sejarah terhadap variabel terikat: hasil belajar siswa adalah sebesar 37,5%, sedangkan sisanya 62,5% dipengaruhi oleh faktor yang lain seperti faktor dari dalam diri siswa yaitu intelegensi, perhatian, minat, bakat, motivasi, kematangan, dan kesiapan siswa.
Keterbatasan dalam penelitian ini adalah peneliti tidak tahu saat pelaksanaan Uji Kompetensi Guru Sejarah SMAN Kabupaten Lumajang berlangsung. Peneliti hanya meneliti satu faktor dari banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa seperti faktor dari dalam diri siswa yaitu intelegensi, perhatian, minat, bakat, motivasi, kematangan, dan kesiapan siswa. Selain itu sekarang guru hanya menjadi fasilitator yang artinya guru kurang berperan dalam pembelajaran.

SARAN
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diberikan saran: (1) bagi peneliti lain, untuk melakukan penelitian tentang kompetensi guru dan variabel-variabel lain yang belum peneliti teliti yang berhubungan dengan hasil belajar siswa; (2) bagi sekolah, untuk selalu berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru khususnya guru sejarah pada skala yang lebih luas; (3) bagi guru, untuk dapat mengikuti berbagai kegiatan pengembangan profesional guru baik yang diselenggarakan oleh pemerintah, maupun kegiatan-kegiatan biaya sendiri, agar selalu meningkatkan kompetensi profesional untuk kemajuan mutu pendidikan.

DAFTAR  RUJUKAN

Emzir. 2010. Metodologi Penelitian    Pendidikan      KuantitatifKualitatif. Jakarta: PT         Raja Grafindo      Persada.

Kemendikbud. 2012. Keputusan Mendikbud             Nomor:57/2012 tentang Uji Kompetensi Guru.          Jakarta:      Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Kurniasih, I dan Sani, B. 2015. Sukses Uji     Kompetensi Guru (UKG). Surabaya: Kata Pena.
Kunandar. 2007. Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Persiapan Menghadapi Sertifikasi Guru. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Mulyasa, H.E. 2013. Uji Kompetensi dan  Penilaian Kinerja Guru. Bandung : PT. Remaja            Rosdakarya.
Mudlofir, A. 2013. Pendidik Profesional Konsep, Strategi dan Aplikasinya dalam Peningkatan Mutu Pendidik di Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Sudjana, N. 2002. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru    Algensindo.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen.


Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.