Selasa, 23 Mei 2017

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MATERI AJAR “PERPINDAHAN DAN PERUBAHAN ENERGI LISTRIK” SISWA KELAS V SD NEGERI CURAH KALONG 05

Wahyoko

Abstrak: Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah mengkaji tentang penerapan model Pembelajaran Interaktif untuk meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Materi Ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik” Siswa Kelas V SD Negeri Curah Kalong 05 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Desain penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. dalam bentuk spiral yang terdiri dari 4 fase yang meliputi : perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), refleksi (reflection). Hasil penelitian diperoleh hasil belajar pada tindakan Pra Tindakan, dari 34 siswa yang mencapai ketuntasan belajar hanya sebanyak 21 siswa (62%), pada tindakan siklus I  yang mencapai ketuntasan meningkat menjadi 28 siswa (82%), dan pada siklus II dinyatakan tuntas secara klasikal karena siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 31 (91%), sehingga disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Interaktif Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Materi Ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik” dan aktivitas belajar siswa juga meningkat.

    Kata Kunci:  Model Pembelajaran Interaktif, Hasil Belajar


PENDAHULUAN
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan  proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritiual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Adapun fungsi dan tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sebagai seorang guru, sudah barang tentu peneliti tidak terlepas dari masalah-masalah besar yang dihadapi oleh pendidikan nasional dewasa ini, yang pemecahannya perlu melibatkan seluruh komponen masyarakat bangsa kita, dan dari segi waktu perlu adanya perencanaan yang matang, panjang menjangkau ke depan, menyeluruh, bertahap dan berkesinambungan.   Namun, di samping masalah-masalah besar pendidikan nasional yang menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa, ada  pula masalah-masalah pendidikan yang secara spesifik dan kasuistis harus diatasi dan sepertinya menjadi tanggung jawab individual penulis  sehubungan dengan  menjalankan tugas profesi sebagai seorang guru dalam proses pembelajaran di kelas.
Ditempat peneliti betugas, peneliti mengamati gejala rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Siswa sepertinya tidak bergairah mengikuti proses pembelajaran dan bahkan banyak yang bersikap seolah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tidak penting dan tidak banyak gunanya bagi mereka. Sebagai indikatornya,  masih banyak siswa yang bicara sendiri dengan temannya ketika proses pembelajaran sedang berlangsung, ada yang mengantuk, bahkan ada yang berani bergurau dengan temannya.
Suasana  belajar yang tidak kondusif  seperti itu jelas merupakan masalah yang harus segera diatasi,  karena berakibat pada rendahnya daya serap siswa terhadap materi pembelajaran dan penguasaan kompetensi dasar yang telah ditetapkan,  dan ujung-ujungnya prestasi hasil belajar mereka  rendah, rata-rata hanya sampai batas ketuntasan minimal, malahan ada yang cenderung di bawah batas minimal. Hal ini terjadi terutama pada siswa kelas V SD Negeri Sumber Kalong 05, pada materi ajar ”Pepindahan Dan Perubahan Energi Listrik”.
Untuk itu sebagai upaya perbaikan metode pembelajaran yang standar telah pula dilakukan, antara lain dengan melaksanakan Penelitian Tindakan kelas dengan judul : Penerapan Model Pembelajaran Interaktif Untuk Meningkatkan Aktivitas Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Materi Ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik” Siswa Kelas V SD Negeri Curah Kalong 05 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember.
Model pembelajaran Interaktif adalah suatu cara atau teknik pembelajaran yang digunakan guru pada saat menyajikan bahan pelajaran dimana guru pemeran utama dalam menciptakan situasi interaktif yang edukatif, yakni interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan belajar.
Adapun masalah penelitian tindakan kelas ini peneliti rumuskan sebagai berikut : Penerapan Model Pembelajaran Interaktif Apakah Dapat Meningkatkan Aktivitas Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Materi Ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik” Siswa Kelas V SD Negeri Curah Kalong 05 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember  ?
Sedangkan tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah mengkaji tentang penerapan model Pembelajaran Interaktif untuk meningkatkan Aktivitas Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Materi Ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik” Siswa Kelas V SD Negeri Curah Kalong 05 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember .
Hasil Penelitian tindakan kelas ini diharapkan bermanfaat bagi :
a)      Siswa, dapat membuat siswa lebih cepat menguasai materi pelajaran yang diberikan guru sehingga pembelajaran lebih efektif,
b)      Bagi guru, dapat mengarahkan para guru untuk melakukan kolaborasi, refleksi, dan bertanya satu dengan yang lain dengan tujuan tidak hanya tentang program dan metode mengajar, tetapi juga membantu para guru mengembangkan hubungan-hubungan personal,
c)      Bagi sekolah, dapat meningkatkan dan memperbaiki masalah-masalah pendidikan anak di sekolah.


METODE PENELITIAN
Penelitian dilaksanakan ditempat peneliti bertugas mengajar yakni di SD Negeri Sumber Kalong 05 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember.
Subyek  penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas V SD Negeri Curah Kalong 05 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember pada  yang berjumlah 34 siswa, terdiri dari 16 laki-laki dan 18 perempuan, serta proses dan hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik”  dengan penerapan Model Pembelajaran Interaktif.

Metode Dan Rancangan  Penelitian
Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas . Menurut Sunardi (1997:3) bahwa penelitian tindakan kelas merupakan penelitian atau kajian secara sistematis dan terencana yang dilakukan oleh peneliti dan praktisi (dalam hal ini guru), untuk memperbaiki pembelajaran dengan jalan mengadakan perbaikan atau perubahan dan mempelajari akibat yang ditimbulkan. Penelitian Tindakan Kelas  bertujuan untuk mengembangkan keterampilan - keterampiIan baru atau cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung didunia kerja atau dunia aktual. Metode dan rancangan penelitian dilakukan dalam penelitian tindakan kelas untuk mendapatkan gambaran-gambaran pada analisa data yang akan dilakukan pada tiap-tiap siklus mulai dari perencanaan, refleksi, observasi, tindakan, dalam hal ini ditunjukan pada aktivitas kegiatan dalam penelitian.
Peneltian Tindakan Kelas adalah strategi pengembangan profesi guru karena menempatkan guru sebagai agen perubahan, menempatkan guru sebagai peneliti bukan sebagai informan pasif dan mengutamakan kerjasama antara guru, siswa dan staf pimpinan sekolah lainnya dalam membangun kinerja sekolah yang lebih baik.
Adapun desain/rancangan siklus tindakan berdasarkan model penelitian tindakan Hopkins adalah sebagai berikut :
Rancangan penelitian ini menggunakan skema model penelitian tindakan Hopkins yaitu suatu suatu model tindakan kelas yang digambarkan dalam bentuk spiral yang terdiri dari 4 fase yang meliputi : perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), refleksi (reflection).
1) Perencanaan (planning)
Dalam penelitian ini disusun suatu desain pembelajaran model Model Pembelajaran Interaktif materi pelajaran, post-tes, pedoman observasi, angket, mengkordinir tindakan.
2) Tindakan (action)
Pada fase tindakan yang dilakukan adalah penerapan Model Pembelajaran Interaktif yaitu antara lain penyampaian masalah, pembentukan kelompok, menagih lembar tulisan siswa dan mengadakan post-tes diakhir pembelajaran. Pada tahap ini juga akan dilakukan wawancara dan pemberian angket untuk mengetahui kesulitan siswa dan tanggapan siswa terhadap Model Pembelajaran Interaktif.
3) Pengamatan (observation)
Pada fase ini yag dilakukan adalah pengumpulan data yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan Model Pembelajaran Interaktif .Fokus pengamatan dalam tahap observasi ini sesuai dengan perencanaan dalam lembar pedoman observasi.
4) Refleksi (reflection)
            Hasil dari pengamatan ini dijadikan sebagai dasar langkah berikutnya yakni apakah hasil yang didapatkan sudah sesuai dengan kriteria ketuntasan atau tidak. Jika iya maka penelitian selesai yang berarti penelitian hanya sampai pada siklus I namun jika tidak maka akan dilanjutkan pada siklus II, yakni diawali dengan merevisi kembali perencanaan, kemudian melakukan kembali poin 2, 3, 4 dan seterusnya.
Penelitian ini direncanakan menggunakan 2 siklus, setelah sebelumnya diadakan analisa pada kondisi awal, yaitu sebelum dilaksanakan Model pembelajaran Interaktif. Jika pada siklus pertama hasil belajar sudah mencapi ketuntasan maka siklus akan dihentikan begitu sebaliknya.

Tindakan Penelitian
Perbaikan pembelajaran di kelas V SD Negeri Sumber Kalong 05 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember dilaksanakan secara bertahap yang merupakan siklus pembelajaran untuk mencapai tujuan perbaikan pembelajaran.Rumusan pembelajaran tersusun dalam rencana perbaikan pembelajaran secara umum rencana perbaikan dengan menerapkan model pembelajaran Interaktif pada setiap siklus 
Model pembelajaran interaktif memiliki lima langkah. Langkah-langkah penerapan model pembelajaran Interaktif diawali dengan  :
§  Tahap pengantar. 
-      Guru mengorganisasikan kelas dan meminta pertanyaan seputar materi yang akan di pelajari.
-      Menyusun jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan pada usai jam sekolah selama 2 x 35 menit, langkah ini diambil agar tidak mengganggu jam pelajaran
-      Memotivasi siswa untuk aktif mengikuti materi ajar dengan mengajukan pertanyaan yang ada kaitannya materi ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik”  yang ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. 
-      Mendemonstrasikan alat listrik yang sesuai dengan materi ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik”
§  Tahap aktivitas atau pemecahan masalah.
-      Siswa mencari sendiri jawaban seputar pertanyaan yang diajukan dengan cara melihat buku atau alat peraga. Namun tetap dalam pengawasan guru.
§  Tahap saling membagi dan diskusi. 
-      Siswa memberikan informasi kepada rekannya seputar jawaban yang dia temukan.
§  Tahap meringkas.
Siswa membuat catatan apa yang dipelajari pada saat itu.
§  Tahap Refleksi.
-      Pada pertemuan  berikutnya di  kelas  dibahas hasil penyelidikan mereka, dilakukan pembandingan untuk memantapkan hal-hal yang sudah jelas dan memisahkan hal-hal yang masih perlu diselidiki lebih jauh.
-      Pada tindakan keempat peneliti melakukan penilaian terhadap seluruh hasil evaluasi subyek, untuk dapat menentukan materi mana yang sudah dan yang belum dikuasai oleh subyek. Selanjutnya diputuskan untuk diperbaiki pada siklus selanjutnya
-       

Metode Analisis Data
Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini dua tahap. Tahap pertama untuk data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif selanjutnya dimaknai dengan analisis kualiatif. Ketika pengumpulan data berlangsung, penelitian akan dengan sendirinya terlibat melakukan perbandingan-perbandingan dalam rangka memperkaya data bagi tujuan konseptual, kategori dan teorisasi. Reduksi data dilakukan untuk memastikan data terkumpul dengan selengkap mungkin untuk kemudian dipilah-pilahkan ke dalam suatu konsep tertentu, kategori tertentu, atau tema tertentu (Muhajir, 1989).
Setelah mendapatkan data dan dianalisis maka data tersebut bisa dibaca secara deskriptif untuk memudahkan dalam membaca laporan hasil penelitian tindakan kelas. Pada saat melakukan penelitian siklus yang digunakan adalah dua siklus dalam dua kali pertemuan untuk melaksanakan penelitian ini.

Teknik Pengumpulan Data
Sebagai alat pengumpul data peneliti menggunakan pedoman observasi dan studi dokumentasi. 
a. Observasi
Pelaksanaan observasi dilakukan terhadap pelaksanaan pembelajaran di kelas. Pada observasi diamati kretifitas dan ketertarikan pada alat peraga, serta pengaruhnya pada peningkatan kemampuan siswa dalam penguasaan materi “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik”. Baik dalam melaksanakan praktik maupun dalam melaksanakan soal-soal dalam pelaksanaan pembelajaran. Observasi memberi gambaran untuk dapat menentukan langkah selanjutnya dalam setiap siklus perencanaan perbaikan dalam proses pembelajaran. 
b. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi untuk mengungkap data hasil pelaksanaan penilaian siswa dalam penguasaan materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik”. Dokumentasi nilai siswa sebagai gambaran dan perbandingan sebelum penelitian berlangsung, pada saat pelaksanaan perbaikan tiap siklus dan evaluasi pada akhir penelitian.
c. Verifikasi data
Pada verifikasi data peneliti membandingkan nilai siswa mulai dari awal penelitian, data nilai siklus I, data nilai siklus II dan data nilai siklus III sampai mendapatkan nilai ideal sesuai dengan kriteria ketuntasan minimum. Karena kriteria ketuntasan minimum (KKM) wajib dicapai siswa agar dapat melanjutkan materi yang lebih tinggi.

Indikator peningkatan hasil belajar siswa
Peningkatan hasil belajar siswa adalah peningkatan hasil belajar  secara individual maupun klasikal.
Kriteria ketuntasan hasil belajar adalah:
1)   Ketuntasan individual, seorang siswa dikatakan tuntas apabila telah mencapai skor ≥65 dari skor maksimal 100.
2)   Ketuntasan klasikal suatu kelas dikatakan tuntas apabila terdapat minimal 85% siswa telah mencapai skor ≥65 dari skor maksimal 100.
a.    Indikator peningkatan aktivitas siswa
       Peningkatan aktivitas siswa setelah penerapan Model Pembelajaran Interaktif, mencapai >85 % dari skor maksimal 100%.


HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskrpisi Hasil Penelitian Per Siklus
a. Pra Tindakan
            Pada Pra Tindakan peneliti menfokuskan pada aktivitas belajar siswa dalam pada proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, diantaranya adalah :
-      Aktivitas siswa dalam mengejakan tugas
-      Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran
-      Rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang diajarkan
Pada Pra Tindakan ini, dapat diketahui bahwa aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik” siswa kelas V SD Negeri Sumber Kalong 05 masih relatif rendah. Hal ini disebabkan karena pembelajaran yang dilaksanakan selama ini masih bersifat transfer ilmu pengetahuan saja dan dilakukan secara konvensional dengan menyampaikan materi pelajaran sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan kebutuhan siswa.Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam pada Pra Tindakan masih rendah, hal ini dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2 : Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Materi Ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik” Pada Pra Tindakan
Kriteria Nilai
Siswa
Persentase
< 65
13
38%
65 – 100
21
62%
Jumlah
34
100 %
Sumber: Data yang diolah

Tabel 3. Daftar Nilai Yang Diperoleh Siswa Pada Pra Tindakan
NO.
NIS
NAMA
Nilai
Ket
1.
811
Adi Heru Purnomo
20
BT
2.
812
Agustino Saputra
70
T
3.
813
Ahmad Rofiki
40
BT
4.
810
Ahmat Yasin
75
T
5.
799
Andi Firmansyah
80
T
6.
802
Andrek Agustian
80
T
7.
815
Anisa
80
T
8.
814
Anisa Wati
40
BT
9.
816
Desi Wulandari
80
T
10.
817
Dimas Mohammad Iqbal
45
BT
11.
819
Erita Arum Fitriani
95
T
12.
920
Fatima Tus Zahro
60
BT
13.
820
Fifi Nur Anisah
70
T
14.
821
Fifin
30
BT
15.
823
Helmi Hamzeh
40
BT
16.
824
Hendrik Sulistiono
20
BT
17.
825
Iin Handayani
70
T
18.
843
Juleha
80
T
19.
848
Lia
80
T
20.
826
Lilik Sugiarti
70
T
21.
827
Lilik Sundari
55
BT
22.
829
Mila Amelia
70
T
23.
831
Mohamad Risqi
80
T
24.
832
Muhammad Rizky Dwi Putra
70
T
25.
833
Nurul Alvina Humaira
80
T
26.
834
Rendy
60
BT
27.
835
Ricuh Daniel Setiawan
70
T
28.
836
Rikwan Hakim
80
T
29.
838
Rindi
70
T
30.
837
Riskawati
30
BT
31.
841
Samsul Arifin
70
T
32.
839
Silvi
50
BT
33.
840
Sinta Bela
55
BT
34.
845
Sofi
70
T
Ket.
-      T                      : Tuntas
-      BT                   : Belum Tuntas
Berdasarkan data pada dua tabel diatas dapat diperoleh informasi bahwa untuk mata pelajaran IPA materi ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik” siswa kelas V pada Pra Tindakan penelitian ini adalah dari 34 siswa, yang mendapat nilai <65 sebanyak 13 siswa (38%) dan yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 21 siswa (62%). Nilai terendah yang diperoleh siswa yaitu 20 dan nilai tertinggi 80.
Dari paparan informasi diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada Pra Tindakan masih rendah, maka dari itu sebagai tindak lanjut untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa maka dilaksanakan penelitian tindakan kelas pada siklus I.
           
b. Hasil Penelitian Pada Siklus I
            Sebagai tindak lanjut dari proses pembelajaran dan hasil Pra Tindakan yang sangat rendah, peneliti melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan melakukan pembelajaran dengan menerapkan model Interaktif, sesuai dengan jadwal yang ditentukan dan langkah-langkah pembejaran seperti yang sudah dijelaskan pada bab III. Selanjutnya diadakan evaluasi yang hasilnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4 : Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Materi Ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik” Siswa Kelas V SD Negeri Sumber Kalong 05 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember   Pada Siklus I
Kriteria Nilai
Siswa
Persentase
< 65
6
18%
65 – 100
28
82%
Jumlah
34
100 %
Sumber: Data yang diolah

Tabel 5. Daftar Nilai Yang Diperoleh Siswa Pada Siklus I
NO.
NIS
NAMA
Nilai
Ket
1.
811
Adi Heru Purnomo
50
BT
2.
812
Agustino Saputra
70
T
3.
813
Ahmad Rofiki
65
T
4.
810
Ahmat Yasin
75
T
5.
799
Andi Firmansyah
80
T
6.
802
Andrek Agustian
80
T
7.
815
Anisa
80
T
8.
814
Anisa Wati
55
BT
9.
816
Desi Wulandari
80
T
10.
817
Dimas Mohammad Iqbal
40
BT
11.
819
Erita Arum Fitriani
95
T
12.
920
Fatima Tus Zahro
60
BT
13.
820
Fifi Nur Anisah
70
T
14.
821
Fifin
30
BT
15.
823
Helmi Hamzeh
65
T
16.
824
Hendrik Sulistiono
50
BT
17.
825
Iin Handayani
70
T
18.
843
Juleha
80
T
19.
848
Lia
80
T
20.
826
Lilik Sugiarti
70
T
21.
827
Lilik Sundari
70
T
22.
829
Mila Amelia
70
T
23.
831
Mohamad Risqi
80
T
24.
832
Muhammad Rizky Dwi Putra
70
T
25.
833
Nurul Alvina Humaira
80
T
26.
834
Rendy
75
T
27.
835
Ricuh Daniel Setiawan
70
T
28.
836
Rikwan Hakim
80
T
29.
838
Rindi
70
T
30.
837
Riskawati
80
T
31.
841
Samsul Arifin
70
T
32.
839
Silvi
70
T
33.
840
Sinta Bela
65
T
34.
845
Sofi
70
T
Ket.
-      T                      : Tuntas
-      BT                   : Belum Tuntas

Pada tabel 4 dan 5 diatas, dapat diketahui bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif pada siklus I, ada peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar yaitu siswa yang mendapat nilai 65-100 menjadi 28 siswa (82%) dan yang mendapat <65 menjadi hanya 6 siswa (18%). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penguasaan materi ajar “Perpindahan dan Perubahan Energi Listrik” sudah meningkat, meskipun belum optimal. Sehingga masih perlu dilanjutkan pada pembelajaran siklus II.

b.  Hasil Penelitian Pada Siklus II
Siklus II dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari proses pembelajaran pada siklus I yang belum optimal. Pada siklus II, peneliti menerapkan model pembelajaran Interaktif sama dengan pada siklus I, namun dalam siklus ini membagi siswa menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Peneliti menjelaskan sekilas materi , kemudian membagikan LKS (Lembar Kerja Siswa). Peneliti memberikan petunjuk dalam mengerjakan LKS. 
Selanjutnya peneliti  berkeliling untuk memantau dan memberikan pengarahan atau bimbingan pada kelompok yang mengalami kesulitan. Pada siklus ini siswa Nampak antusias, aktif, dan percaya diri. Hal ini dimungkinkan karena siswa telah terbiasa dengan model pembelajaran yang diterapkan.
Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam pada siklus II mengalami peningkatan yang baik, hanya ada beberapa siswa yang belum tuntas atau masih menadapat nilai di bawah KKM. Namun untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
 Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 6 : Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Materi Ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik” Siswa Kelas V SD Negeri Sumber Kalong 05 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember   Pada Siklus II
Kriteria Nilai
Siswa
Persentase
< 65
3
9%
65 – 100
31
91%
Jumlah
34
100 %
Sumber: Data yang diolah

Tabel 7. Daftar Nilai Yang Diperoleh Siswa Pada Siklus II
NO.
NIS
NAMA
Nilai
Ket
1.
811
Adi Heru Purnomo
80
T
2.
812
Agustino Saputra
85
T
3.
813
Ahmad Rofiki
65
T
4.
810
Ahmat Yasin
75
T
5.
799
Andi Firmansyah
80
T
6.
802
Andrek Agustian
80
T
7.
815
Anisa
80
T
8.
814
Anisa Wati
60
BT
9.
816
Desi Wulandari
80
T
10.
817
Dimas Mohammad Iqbal
40
BT
11.
819
Erita Arum Fitriani
95
T
12.
920
Fatima Tus Zahro
75
T
13.
820
Fifi Nur Anisah
70
T
14.
821
Fifin
60
BT
15.
823
Helmi Hamzeh
65
T
16.
824
Hendrik Sulistiono
75
T
17.
825
Iin Handayani
70
T
18.
843
Juleha
90
T
19.
848
Lia
80
T
20.
826
Lilik Sugiarti
85
T
21.
827
Lilik Sundari
85
T
22.
829
Mila Amelia
85
T
23.
831
Mohamad Risqi
80
T
24.
832
Muhammad Rizky Dwi Putra
85
T
25.
833
Nurul Alvina Humaira
95
T
26.
834
Rendy
85
T
27.
835
Ricuh Daniel Setiawan
70
T
28.
836
Rikwan Hakim
80
T
29.
838
Rindi
85
T
30.
837
Riskawati
80
T
31.
841
Samsul Arifin
70
T
32.
839
Silvi
80
T
33.
840
Sinta Bela
80
T
34.
845
Sofi
80
T
Ket.
-      T                      : Tuntas
-      BT                   : Belum Tuntas

Dari tabel di atas dapat diperoleh keterangan, bahwa siswa yang mencapai ketuntasan belajar atau yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 31 siswa (91%) dan yang belum tuntas atau yang mendapat nilai <65 sebanyak 3 siswa (9%).
Dari Data tersebut dapat disimpulkan bahwa penguasaan materi sudah mengalami peningkatan bila dibandingkan sebelumnya. Pada siklus ini ketuntasan klasikal mencapai 91%, artinya ketuntasan belajar ketuntasan belajar secara klasikal telah melebihi kriteria ketuntasan klasikal yang diharapkan, yaitu 85%. Sehingga peneliti tidak melakukan pembelajaran pada siklus III.
Untuk melihat lebih jelas peningakatan ketuntasan hasil belajar yang dicapai pada Penelitian Tindakan Kelas ini, dapat di gambarkan pada tabel 8 dan grafik , sebagai berikut :

Tabel 8. Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Materi Ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik” Siswa Kelas V SD Negeri Sumber Kalong 05 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember   Pada Pra Tindakan, Siklus I, Dan Siklus II
Kriteria Nilai
Pra Tindakan
Siklus I
Siklus II
Siswa
%
Siswa
%
Siswa
%
< 65
13
38%
6
18%
3
9%
65 - 100
21
62%
28
82%
31
91%
Jumlah
34
100%
34
100%
34
100%
Sumber : data yang diolah


Grafik 9. Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Materi Ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik” Siswa Kelas V SD Negeri Sumber Kalong 05 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember   Pada Pra Tindakan, Siklus I, Dan Siklus II
 









Sumber : Data yang diolah

Pembahasan Hasil Penelitian
            Aktivitas proses pembelajaran pada siklus I mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Pra Tindakan pembelajaran. Proses pembelajaran pada Pra Tindakan, aktivitas siswa belum terlihat, hal ini disebabkan pembelajaran masih konvensional dan belum dilaksankannya model pembelajaran Interaktif.
            Pada Pembelajaran siklus I, peneliti tidak hanya menyampaikan pembelajaran dengan ceramah saja, namun sudah menggunakan model pembelajaran Interaktif dan alt peraga pembelajaran untuk memudahkan siswa memahami materi yang diajarkan. Dalam proses penelitian tersebut peneliti juga telah memberikan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan.
            Model pembelajaran Interaktif adalah suatu cara atau teknik pembelajaran yang digunakan guru pada saat menyajikan bahan pelajaran dimana guru pemeran utama dalam menciptakan situasi interaktif yang edukatif, yakni interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan belajar.
            Hal ini terbukti dari hasil belajar pada siklus mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil belajar pada Pra Tindakan. Peningkatan aktivitas dan hasil belajar pada siklus I dipacu oleh perubahan pola pembelajaran yang semula hanya bersifat konvensional atau transfer pengetahuan saja, beralih kepada model pembelajaran interaktif yang juga melibatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran yang lebih bermakna. Namun peningkatan hasil belajar pada siklus I, masih belum optimal, sehingga peneliti melanjutkan Penelitian Tindakan Kelas pada siklus II.
Pembelajaran pada siklus II dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari proses pembelajaran pada siklus I yang belum optimal. Pada siklus II, peneliti menerapkan model pembelajaran Interaktif sama dengan pada siklus I, namun dalam siklus ini membagi siswa menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Peneliti menjelaskan sekilas materi , kemudian membagikan LKS (Lembar Kerja Siswa). Peneliti memberikan petunjuk dalam mengerjakan LKS. 
Selanjutnya peneliti  berkeliling untuk memantau dan memberikan pengarahan atau bimbingan pada kelompok yang mengalami kesulitan. Pada siklus ini siswa Nampak antusias, aktif, dan percaya diri. Hal ini dimungkinkan karena siswa telah terbiasa dengan model pembelajaran yang diterapkan.
Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam pada siklus II mengalami peningkatan yang baik, hanya ada beberapa siswa yang belum tuntas atau masih menadapat nilai di bawah KKM.
Penguasaan materi sudah mengalami peningkatan bila dibandingkan sebelumnya. Pada siklus ini ketuntasan klasikal mencapai 91 %, artinya ketuntasan belajar ketuntasan belajar secara klasikal telah melebihi kriteria ketuntasan klasikal yang diharapkan, yaitu 85%. Sehingga peneliti tidak melakukan pembelajaran pada siklus III.
            Keberhasilan model pembelajaran interaktif dapat dipahami karena model ini dapat menghilangkan dinding pemisah guru dan siswa, menggali dan memanfaatkan potensi siswa secara optimal, menjalin kemitraan guru dan siswa. Karena pembelajaran Interaktif membuat suasana kelas menjadi menyenangkan, maka siswa juga menjadi lebih mudah dalam memahami materi yang diajarkan. Pembelajaran dapat dikatakan interaktif jika para siswa terlibat secara aktif dan positif baik mental maupun fisik dalam keseluruhan proses kegiatan pembelajaran.


           
KESIMPULAN DAN SARAN

 Kesimpulan
Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus setelah sebelumnya dilakukan analisa data pada Pra Tindakan. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan perbaikan pembelajaran, diperoleh hasil belajar pada tindakan Pra Tindakan, dari 34 siswa yang mencapai ketuntasan belajar hanya sebanyak 21 siswa (62%), pada tindakan siklus I  yang mencapai ketuntasan meningkat menjadi 28 siswa (82%), dan pada siklus II dinyatakan tuntas secara klasikal karena siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 31 (91%), sehingga disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Interaktif Dapat Meningkatkan Aktivitas Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Materi Ajar “Perpindahan Dan Perubahan Energi Listrik” Siswa Kelas V SD Negeri Curah Kalong 05 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember .

Saran-Saran
Saran-saran yang dapat peneliti sampaikan diantaranya adalah sebagai berikut : Untuk Guru, Sebaiknya memperbaiki kinerja dalam  proses pembelajaran agar proses pembelajaran sesuai harapan.Untuk Sekolah, sarana dan prasarana serta fasilitas pembelajaran hasus dioptimalkan agar tidak menghambat proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah

DAFTAR RUJUKAN

Djamarah, Syaiful Bahri. 1998. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta:Rineka Cipta
Harlen Lestari Mikarsa dkk, 1992Pendidikan Anak di SD : Universitas Terbuka
Metode Pembelajaran Interaktif  : FBS UNY
Irsyadi, 2011. Penerapan model pembelajaran interaktif. http://karyailmiah.um.ac.id/index.php/disertasi/article/view/1842. Kornelius, (2012). 
Mulyana, A. 2012. Model pembelajaran interaktif.
W. Bimo ,Ahmadi, 1989, Teori-teori Belajar, Jakarta : Erlangga.
Sobry,S.,(2004). Model Pembelajaran Interaksi Sosial, PembelajaranEfektif dan Retorika :NTP Press. Mataram
Udin S. Winataputra, 2007 Materi dan Pembelajaran IPS SD : Universitas Terbuka.

Usman, Uzer, (2000). Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosda karya.