Selasa, 23 Mei 2017

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN METODE EKSPERIMEN KELAS V DI SD NEGERI TAMANSARI 03 KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER”.

Lilik Andayani

ABSTRAK: Hasil belajar pembelajaran siswa masih di bawah KKM. Berdasarkan hasil analisis permasalahan  metode yang digunakan sebagai solusi dalam meningkatkan hasil belajar siswa, materi tentang identifikas organ tubuh manusia adalah menggunakan metode eksperimen. Metode eksperimen mempunyai beberapa keunggulan diantaranya lebih menantang bagi siswa, bersifat kontekstual, siswa sendiri yang menemukan pengetahuan baru. Desain penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. dalam bentuk spiral yang terdiri dari 4 fase yang meliputi : perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), refleksi (reflection)Penerapan metode eksperimen mengalami peningkatan dalam aktivitas siswa hal ini ditunjukkan persentase aktifitas siswa siklus I yaitu 58, 03%, siklus II  yaitu  80,35%.


Kata Kunci: Hasil Belajaran Metode Eksperimen


PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan suatu cara pembentukan kemampuan manusia untuk menggunakan akal fikiran/rasional mereka sebagai jawaban dalam menghadapi berbagai masalah yang timbul dimasa yang akan datang. Pendidikan juga merupakan usaha sadar yang sengaja dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu tujuan pendidikan yaitu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan yang baik, kita akan mudah mengikuti perkembangan jaman dimasa yang akan datang, khususnya perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu dasar yang menghasilkan kemajuan sains dan teknologi, sehingga sangat wajar jika mata pelajaran IPA menjadi salah satu mata pelajaran yang sangat esensial di semua jenjang pendidikan. IPA adalah suatu mata pelajaran yang wajib diberikan kepada peserta didik terutama di jenjang pendidikan dasar, karena mata pelajaran ini dapat dijadikan sebagai media bagi peserta didik untuk mengenali lingkungan dan sekitarnya. Selain itu dalam dunia pendidikan, pelajaran IPA merupakan bekal bagi anak dalam menghadapi era globalisasi, karena merupakan ilmu dasar dalam kegiatan sains dan teknologi. Selain hal di atas perlu diketahui bahwa keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar hendaknya dapat tercermin dari sikap dan kemampuan siswa dalam menguasai bahan ajar yang telah disampaikan oleh guru. Telah diketahui bahwa salah satu faktor dalam keberhasilan dalam proses pembelajaran adalah faktor kemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran yang berhasil dan kondusif biasanya diukur dengan tingkat penguasaan pembelajaran melalui tes dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Berdasarkan hasil observasi, rendahnya nilai hasil belajar siswa di SDN Tamansari 03 disebabkan oleh beberapa faktor antara lain; metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah masih bersifat konvensional dan penggunaan alat peraga atau media jarang sekali digunakan. Pengalaman peneliti sebagai seorang guru, sering terlihat di lapangan bahwa dalam menyelesaikan latihan baik latihan di kelas maupun pekerjaan rumah banyak siswa yang tidak dapat menyelesaikannya dengan baik dan benar, demikian juga untuk pekerjaan rumah sebagian besar siswa kurang mau berusaha menyelesaikan dengan kemampuan sendiri. Anak cenderung selalu meminta bantuan orang lain untuk mengerjakannya, dan sebagian anak hanya menyalin dari anak yang lebih pandai bahkan ada sebagian anak yang tidak mengerjakan sama sekali. Mereka cenderung malas berfikir dan kurang bergairah dalam belajar IPA. Berdasarkan dari kenyataan–kenyataan di atas penulis sebagai guru terdorong untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam proses pembelajaran, dengan demikian prestasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran dapat ditingkatkan, khususnya pada proses pembelajaran mata pelajaran IPA.
Berdasarkan uraian di atas memberikan inspirasi bagi peneliti untuk melakukan suatu tindakan perbaikan dalam proses pembelajaran melalui Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP), khususnya pada mata pelajaran IPA pokok bahasan mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia di kelas V SD Negeri Tamansari 03 Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember dengan judul “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Metode Eksperimen Kelas V di SD Negeri Tamansari 03 Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember”.  Berdasarkan penelitian dapat dijelaskan bahwa identifikasi masalahnya adalah :
a)      Kegiatan  pembelajaran IPA di SD Negeri Tamansari 03 kurang diminati peserta didik, sehingga nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dibawah rata-rata karena metode yang dipakai guru kurang membangkitkan motivasi siswa.
b)      Menurut Abdullah (1998:18) IPA merupakan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimen, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimen, observasi dan demikian metode yang dipakai dengan metode eksperimen.
Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis masalahnya adalah sebagai berikut :
·         Guru dalam penyampaikan materi dalam kelas kurang menarik minat peserta didik dalam belajar.
·         Dalam pembelajaran guru tidak menggunakan media pembelajaran yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar dalam kelas sehingga menambah menambah motivasi siswa.
·         Kurang menariknya metode yang dipakai guru juga mempengaruhi minat belajar siswa, oleh karena itu diharapkan guru dapat menggunakan metode yang menarik sehingga meningkatkan motivasi belajar siswa dalam belajar.
Berdasarkan permasalahan didalam kelas metode pembelajaran yang digunakan sebagai solusi dalam meningkatkan hasil belajar tentang identifikasi organ pernapasan manusia adalah menggunakan metode eksperimen. Metode eksperimen ini mempunyai beberapa keunggulan, diantaranya: lebih menantang bagi siswa, bersifat kontekstual, siswa sendiri yang menemukan pengetahuan baru, serta menumbuhkan semangat kemandirian siswa itu sendiri. Maka dari itu, peneliti bermaksud mengadakan penelitian yang berjudul: “Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Penerapan Metode Eksperimen Kelas V di SD Negeri Tamansari 03 Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember”.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukan diatas maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah
“ Bagaimana Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas V di SD Negeri Tamansari 03 Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember melalui Penerapan Metode Eksperimen”
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan hasil belajar siswa kelas V melalui penerapan metode eksperimen pokok bahasan mengidentifikasi organ tubuh manusia pada kelas V tahun pelajarn 2013/2014.

Bagi Siswa
a)      Hasil belajar Siswa lebih baik dan lebih meningkat.
b)      Siswa akan menjadikan Guru Kelasnya menjadi idola yang mampu berperan sebagai tempat bertanya.
c)      Siswa akan semakin serius pada saat proses pembelajaran, karena tidak terbebani saat belajar. Siswa akan lebih senang dalam menerima pelajaran matematika dan IPS.
Bagi Guru
a)      Hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh peneliti untuk memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya.
b)      Dengan melakukan penelitian peneliti dapat berkembang secara profesional, karena profesional, menunjukan bahwa dirinya mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya.
c)      Dalam penelitian membuat penulis percaya diri karena mampu melakukan analisis terhadap kinerjanya sendiri di dalam kelas, sehingga menemukan kekuatan dan kelemahan serta mengatasi berbagai masalah.

Bagi Sekolah
Dapat dijadikan sebagai acuan guna menentukan kebijakan-kebijakan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, dan dapat juga di jadikan sebagai alternatif untuk menentukan strategi pembelajaran lebih baik dalam upaya meningkatkan hasil pembajaran siswa di sekolah.
5
 
 


METODE PENELITIAN

Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Tamansari 03 Kecamatan Wuluhan Kabupten Jember. Jumlah siswa 24 orang, terdiri dari 13 laki-laki dan 11 perempuan
Penelitian dibantu oleh teman sejawat yang bernama Sri Wahyuning Tyas Asih, S.Pd. Fungsi teman sejawat ini untuk membantu berjalannya penelitian dan memberi pengarahan dan mimbingan dalam melaksanakan penelitian. Keterlibatan temen sejawat ini mulai dari langkah pembuatan RPP perbaikan siklus I dan siklus II sampai penelitian selesai.
 

Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran
Dalam penelitian ini menggunakan dua siklus yakni siklus pertama dan siklus kedua.  Dibawah ini skema tahapan dalam penelitian :


Penelitian ini meggunakan dua siklus. Hal ini direncanakan agar dalam proses belajar mengajar diharapkan hasil belajar dapat mencapai peningkatan dan aktivitas siswa bisa menjadi lebih baik. Siklus pertama dilakukan sebagai acuan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua, sedangkan siklus kedua dilakukan untuk meyakinkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan untuk membuktikan bahwa pelajaran dapat digunakan dengan indikator yang berbeda pada materi yang sama.


1.  Pelaksanaan Perbaikan Siklus I
a.    Rencana
Pada tahap perencanaan tindakan, dipersiapkan instrumen penelitian antara lain: membentuk kelompok secara heterogen sesuai dengan tingkat kognitif dan jenis kelamin siswa, menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang terlebih dahulu di diskusikan dengan guru kelas, memnyiapkan alat dan bahan untuk mengadakan kegiatan praktikum, menyusun lembar latihan soal individu, menyusun lembar observasi aktivitas siswa dan guru, mengembangkan skenario pembelajaran dengan metode eksperimen
b.        Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan ini langkah yang dipersiapkan yaitu : guru melakukan apersepsi, motivasi untuk mengarahkan siswa memasuki KD yang akan dibahas, guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, guru menjelaskan materi pembelajaran hari itu dengan menjelaskan langkah kerja model pembelajaran dengan metode eksperimen, guru membagi kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 6 siswa, guru memberikan kesempatan pada masing-masing kelompok untuk menjelaskan hasil kerja masing-masing kelompok di depan kelas dan diwakili oleh 2 orang siswa tiap kelompok, guru menanyakan pada semua kelompok, kelompok mana yang terbaik  hasil kerjanya, guru memberi penghargaan, guru mendiskusikan kembali dengan seluruh siswa, bila perlu mengadakan pengembangan materi, guru mengadakan tes/ulangan.

c.    Pengamatan
 Observasi atau pengamatan dilakukan secara langsung terhadap proses pembelajaran dan aktivitas siswa dan guru selama pelaksanaan tindakan berlangsung. Dalam penelitian ini, peneliti sekaligus bertindak sebagai guru yang mengajar dan dibantu oleh guru kelas V yang akan mengamati aktivitas guru dan dua rekan guru sukarelawan yang akan bertugas sebagai observer untuk mengamati aktivitas siswa sesuai dengan lembar pedoman observasi yang telah tersedia. Observasi dilakukan untuk mengetahui temuan-temuan yang didapatkan beserta kekurangan dan kendala yang dialami dalam pelaksanaan tindakan pembelajaran.
d. Refleksi
Kegiatan penelitian pada tahap refleksi adalah menganalisis, memahami, menjelaskan, dan  menyimpulkan hasil pengamatan terhadap penelitian yang telah dilaksanakan. Peneliti dan pengamat menganalisis hasil tindakan. Hasil refleksi adalah segala informasi tentang apa yang telah terjadi pada setiap siklus, dan dijadikan acuan untuk perencanaan tindakan selanjutnya. Pada siklus I eksperimen tidak berjalan lancar siswa banyak yang ramai karena jumlah perkelompok terlalu banyak maka akan diperbarui pada siklus II.
2. Siklus II
Siklus Ii dilaksanakan apabila siklus I kurang berhasil, kegiatannya sama dengan saat mengadakan penelitian pada siklus I. Siklus II pembelajaran sudah memenuhi Standar Ketuntasan Minimum (SKM) SD Negeri Tamansari 03 maka pembelajaran dikatakan berhasil dan tindakan dihentikan.

Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan cara yang paling menentukan untuk menyusun dan mengelola data yang terkumpul dalam penelitian agar dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Analisis data menggunakan analisis dekriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif dilakukan pada hasil observasi dan wawancara, sedangkan analisis data kuantitatif dilakukan pada hasil tes. Data yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah:
1.      Penerapan metode eksperimen dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa.
2.        Persentase ketuntasan hasil belajar seluruh siswa (E) dicari dengan rumus:       
            E =x 100%
            Keterangan: E =  persentase ketuntasan belajar siswa
                                 N            =  jumlah siswa yang tuntas belajar
                                 S  =  jumlah seluruh siswa
Standart Ketuntasan Belajar Minimum mata pelajaran IPA SD Negeri Tamansari 03 Tahun Pelajarn 2013/2014 siswa dinyatakan sebagai berikut:
a.    Daya serap individu, seorang siswa dikatakan tuntas apabila telah mencapai nilai ≥ 65% dari nilai maksimal 100.
b.    Daya serap klasikal, suatu kelas dikatakan tuntas apabila terdapat minimal 65% siswa telah mencapai nilai ≥ 65.




HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
1.      Prasiklus
Pada proses pembelajaran siswa kelas V mata pelajaran IPA sebelum dilakukan tindakan perbaikan kelas diperoleh data rekapitulasi ketuntasan hasil belajar sebagai berikut :
Tabel 4.1 Hasil Tes Akhir Pada Pra Siklus
No
Kriteria Ketuntasan
Jumlah Siswa
Persentase (%)
1
Tuntas
9
37,5 %
2
Tidak tuntas
15
62,5 %
Jumlah
24
100

Dari data tersebut peneliti memiliki gagasan untuk memperbaiki pembelajaran tersebut. Semua tahapan sudah dilaksanakan mulai perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan teman sejawat. Pada akhir proses pembelajaran setiap siklus, siswa diberi tes formatif yaitu pada siklus I dan siklus II, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses perbaikan pembelajaran yang telah dilakukan. Adapun data nilai dalam proses perbaikan per siklus adalah sebagai berikut :

2.      Siklus I
a.    Perencanaan
Pada tahap ini dilakukan beberapa kegiatan yang meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) I dan II, menyiapkan instrument penelitian yaitu pembelajaran guru dan siswa, menyiapkan sumber belajar dan bahan-bahan untuk melakukan eksperimen, menyiapkan evaluasi pretes dan postes.

b.    Tindakan
Pada tahapan tindakan guru melakukan apersepsi dengan mengajukan bebrapa pertanyaan guna untuk membangkitakan motivasi siswa. Guru membagi kelompok untuk mengdakan eksperimen. Pada siklus I terdapat 6 kelompok pada siklus II terdapat 4 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 4 siswa. Guru membcakan cara kerja untuk melaksanakan eksperimen dengan tujuan pembelajaran pernapasan dada dan pernapasan perut. Setelah selesai eksperimen siswa diminta maju secara bergiliran membacakan hasil kesimpulannya guru memberi tanggapan pada kelompok yang membacakan hasil kesimpulan. Pada akhir pembelajaran guru memberikan tes untuk mengukur kemampuan siswa setelah mengadakan eksperimen.

Data rekapitulasi hasil belajar Siklus I Tabel 4.2  sebagi beriktu :
No
Kriteria Ketuntasan
Jumlah Siswa
Persentase (%)
1
Tuntas
11
45,8%
2
Tidak  tuntas
13
54,2%
Jumlah
24
100%




c.    Pengamatan
Kegiatan observasi dilaksanakan untuk mengamati semua kegiatan yang terjadi dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran IPA melalui penerapan metode eksperimen. Pada kegiatan ini, peneliti dibantu oleh teman sejawat yaitu Sunartin, S.Pd, mengamati proses pembelajaran secara keseluruhan dan aktivitas peneliti selaku pengajar dalam menggunakan pendekatan pembelajaran metode eksperimen serta membimbing siswa yang mendapat kesulitan. Pada awal pembelajaran, aktivitas siswa belum maksimal. Hal ini terlihat bahwa ada beberapa siswa yang masih bermain sendiri, ramai, bergurau dengan temannya dan cenderung mengganggu apalagi pada saat diskusi kelompok serta tidak mau mendengarkan. Meskipun demikian, dalam kegiatan kelompok siswa yang lain tampak serius dalam melakukan pengamatan Aktivitas guru pada pembelajaran siklus I masih belum maksimal. Hal itu dibuktikan dengan hasil analisis observasi yang dilakukan guru kelas diantaranya guru sedikit melakukan tanya jawab dengan siswa, guru kurang memusatkan perhatian siswa pada topik pengamatan, kurang  mendengarkan pendapat siswa dan sedikit memberikan kesempatan bertanya kepada siswa.
d. Refleksi
Pada siklus 1 terlihat 3 kelompok dari 6 kelompok belum mengerti tentang tugas yang diberikan sehingga eksperimen belum berjalan dengan lancer. Siswa masih belum dapat memanfaatkan waktu yang tersedia dengan tepat, terlihat 3 kelompok dari 6 kelompok masih belum selesai. Pada saat diberi kesempatan untuk mengomentari hasil kerja kelompok lain hanya sedikit siswa yang mau memberi komentar. Pada saat presentasi terdapat 3 kelompok terlihat kurang percaya diri dalam memaparkan hasil kerjanya. Berdasarkan hasil refleksi siklus 1 dapat disimpulkan untuk mencari alternatife pemecahan masalah pada siklus 2.
1.      Siklus II
a.       Perencanaan
Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan peneliti yaitu menyusun instrumen penelitian sesuai dengan hasil refleksi pada siklus I, antara lain: rencana perbaikan pembelajaran (RPP), menyiapkan alat dan bahan untuk mengadakan eksperimen, menyipakan lembar kerja siswa masing-masing kelompok.
b.      Tindakan
        Tindakan yang dilakukan dalam tahap ini adalah pelaksanaan pembelajaran di kelas. Pelaksanaan pembelajaran IPA melalui penerapan metode eksperimen dengan tujuan pembelajaran mengidentifikasi organ tubuh manusia. Siswa dibentuk menjadi 6 kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 4 siswa. Sebelum  eksperimen dimulai maka guru menuliskan dan menerangkan cara kerjanya. Setelah diadakan eksperimen maka siswa menuliskan kesimpulannya pada lembar yang disediakan. Masing-masing kelompok membacakan kesimpulannya didepan kelas. Pembelajaran dilakukan 1 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit.

Data rekaptulasi ketuntasan hasil belajar siklus II pada table 4.3 sebagai berikut :
No
Kriteria Ketuntasan
Jumlah Siswa
Persentase (%)
1
Tuntas
22
91,7%
2
Belum tuntas
2
8,3
Jumlah
24
100%






Hasil ini dapat dilihat pada grafik berikut :


















Text Box: Ketuntasan








100%



91,7




90%








80%







Nilai Siswa
 
70%







60%

 45,8%






50%







40%








30%








20%








10%








0

Siklus I

Siklus II













Gambar 4.1 Grafik Ketuntasan Belajar Siklus II
c.       Observasi
Observasi dilakukan secara langsung terhadap proses pembelajaran dengan metode eksperimen. Berdasarkan observasi dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan metode eksperimen siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku, siswa dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi, suatu sikap yang dituntut dari seorang ilmuwan. Dengan menggunakan metode eksperimen siswa tidak merasa  jenuh dan bosan untuk duduk dan mendengarkan penjenjelasan dari guru.
d.      Refleksi
Berdsarkan pemebelajarn siklus II terjadi perubahan jumlah kelompok pada siklus I jumlah perkelompok terdiri dari 6 siswa. Siklus II jumlah perkelompok berubah menjadi 6 siswa. Pada siklus II terlihat 1 kelompok yang tidak mengerti bagaiman cara kerjanya sehingga kelompoknya tidak bias melakukan eksperimen yang diharapkan. Namun kelompok yang lain sudah berjalan lancar yang hasilnya pada siklus II dapat meningkatkan hasil belajar siswa sehingga siklus II dihentikan.

Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Perbelajaran
Pada mata pelajaran IPA siswa kelas V di SDN Tamansari 03 mempunyai daya serap materi yang rendah. Pelaksanaan perbaikan pada Siklus I digunakan menggunakan metode eksperimen yang dilakukan siswa. Dari model pembelajaran seperti ini ada peningkatan tetapi belum maksimal. Karena dari 24 siswa masih ada 13 siswa yang mendapat nilai di bawah 65. Ini berarti dilanjutkan perbaikan pada siklus II. Pada perbaikan pembelajaran Siklus II dengan menggunakan metode eksperimen yang dilakukan siswa dengan bimbingan guru, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi siswa kelas V SDN Tamansari 03 mata pelajaran IPA. Pada Siklus ini terjadi peningkatan hasil belajar IPA, siswa yang mendapat nilai dibawah KKM hanya 2 siswa, dan yang mendapat nilai diatas KKM 22 siswa. Ini membuktikan bahwa dengan menggunakan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar.


SIMPULAN DAN SARAN SERTA TIDAK LANJUT

Simpulan
            Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.    Penerapan pembelajaran IPA melalui penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar IPA pokok bahasan mengidentifikasi organ tubuh manusia pada siswa kelas V SDN Tamansari 03 Kecamatan Wuluhan Kabupten Jember berjalan dengan baik. Hal itu disebabkan dalam proses pembelajaran siswa aktif dan antusias mengikuti pembelajaran, terjadi interaksi siswa dan guru dalam kegiatan kerja kelompok, saling membantu teman yang mengalami kesulitan dalam kegiatan pengamatan, sehingga pemahaman siswa dalam mata pelajaran IPA sudah erpenuhi
2.    Aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran IPA melalui penerapan metode eksperime mengalami peningkatan dan kriteria aktivitas siswa tergolong aktif. Hal tersebut ditunjukkan dengan analisis aktivitas siswa secara klasikal pada pembelajaran IPA melalui penerapan metode eksperimen pada siklus I persentase aktivitas siswa sebesar 58,03% dengan kategori cukup aktif dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 22,32% dari siklus I yaitu 80,35% dengan kategori aktif.

Saran Serta Tindak Lanjut
            Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diajukan beberapa saran sebagai berikut:
1.    Bagi guru, pembelajaran IPA melalui penerapan metode eksperimen dapat diterapkan pada pokok bahasan lain agar siswa lebih mudah dalam memahami konsep-konsep dan masalah IPA.
2.    Berdasarkan hasil temuan penelitian masih ditemukan beberapa hambatan, maka bagi siswa yang mengalami kesulitan hendaknya diberikan suatu bimbingan secara individu agar siswa lebih memahami permasalahan, merencanakan penyelesaian, selalu siap dalam menerima materi pembelajaran, mengingat materi yang telah diberikan dengan cara sering mengerjakan soal-soal latihan, serta membiasakan mengerjakan soal. Hal tesebut dimaksudkan agar siswa lebih memahami dan mampu mengerjakan soal dengan baik dan benar.
3.    Bagi peneliti lain disarankan agar mengadopsi pembelajaran IPA melalui penerapan metode eksperimen ini pada pokok bahasan IPA yang berbeda ataupun pada jenjang pendidikan yang lain sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan guru dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa.

24
 
 


DAFTAR  RUJUKAN

Hobri. 2009. Model-model Pembelajaran Inovatif. Jember: FKIP Universitas Jember.
Kadir, A. 2004. Melalui Menguasai metode eksperimen. [serial online]. http://www.republika.co.id/suplemen/cetak.detakdetal.agp?mid=1&id=171407&katid-105&kattid1-151. [1 Februari 2010].
Masrinawatie, Aisyah, Hawa, Somakin, Purwoko dan Hartono. 2007. Pengembangan Pembelajaran IPA SD. Jakarta: Ditjen Dikti, Departemen Pendidikan Nasional.
Nasution, S. 2000. Didaktik : Asas-asas Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.
Nurhadi, dkk. 2004. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.
Setyawan, C. 2009. Hakekat Belajar. Artikel: [serial online] http://nilaieka.blogspot.com/2009/06.hakekat-belajar-dan mengajar.html. [1 Februari 2010].
Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Slameto. 1999. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.