Selasa, 23 Mei 2017

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI AJAR “LATIHAN DAYA TAHAN” MELALUI METODE EKSPERIMEN SISWA KELAS III SD NEGERI
KARANGSONO 01

Suharno

Abstrak: Tujuan yang ingin di capai dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk  meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani, Materi Ajar “Latihan Daya Tahan” Melalui Metode Eksperimen Siswa Kelas III SD Negeri Karangsono 01. Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Hasil Penelitian: terjadi adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus ke siklus. Hal ini menyimpulkan bahwa, Dapat Meningkatkan Hasil Belajar  Materi Ajar “Latihan Daya Tahan” Melalui Metode Eksperimen Siswa Kelas III SD Negeri Karangsono 01. Pada siklus I, peneliti menilai kegiatan yang dilakukan siswa, yang hasilnya yaitu yang mendapat nilai < 65 sebanyak 8 siswa  atau sebesar  17% sedangkan yang mendapat 65 -100 sebanyak  39 siswa atau sebesar 83%. Pada siklus II adalah dari 47 siswa yang mendapat nilai < 65 hanya  sebanyak 6 siswa  atau sebesar  6% sedangkan  yang mendapat 65 -100 sebanyak  44 siswa atau sebesar 94%.

     Kata Kunci: Metode Eksperimen, Hasil Belajar

PENDAHULUAN
Menurut Ainurrahman (2009:176), keberhasilan proses pembelajaran merupakan muara dari seluruh aktivitas yang dilakukan guru dan siswa. Artinya, apapun bentuk kegiatan-kegiatan guru, mulai dari merancang pembelajaran memilih dan menentukan materi, pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran, memilih dan menentukan teknik evaluasi, semuanya diarahkan untuk mencapai keberhasilan belajar siswa. meskipun guru secara sungguh-sungguh berupaya merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara baik, namun masalah-masalah belajar tetap akan dijumpai guru. Hal ini merupakan pertanda bahwa belajar merupakan kegiatan yang dinamis, sehingga guru perlu secara terus menerus mencermati perubahan-perubahan yang terjadi kepada siswa di kelas.
Dengan penerapan metode eksperimen diharapkan pembelajaran pendidikan jasmani olaraga dan kesehatan sangat membantu dalam penguasaan siswa khususnya materi ajar “Latihan Daya Tahan”. Latihan Daya Tahan Tubuh  merupakan salah satu materi ajar  yang harus dikuasai oleh siswa untuk membina dan meningkatkan aktivitas pengembangan dan kemampuan daya gerak siswa melalui pembelajaran pada mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, sehingga perlu diupayakan oleh guru pendidikan jasmani dan olahraga dan kesehatan untuk merancang dengan metode eksperimen agar siswa lebih memahami materi yang diajarkan.
Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar, dengan metode eksperimen, siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu (Djamarah, 2002:  157).
Keberhasilan proses pembelajaran juga tidak terlepas dari kemampuan guru menerapkan model-model/metode pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan intensitas keterlibatan siswa secara efektif di dalam proses pembelajaran. Pengembangan model/metode pembelajaran yang tepat pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan kondisi proses belajar mengajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara aktif dan menyenangkan, sehingga siswa dapat meraih hasil belajar yang optimal.
Dari uraian diatas, peneliti sekaligus sebagai guru mata pelajaran Pendidika Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan melaksanakan Penelitian Tiandakan Kelas dengan judul : Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani, Olah Raga, Dan Kesehatan Materi Ajar “Latihan Daya Tahan” Melalui Metode Eksperimen Siswa Kelas III SD Negeri Karangsono 01 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013.
Menurut Sunardi (1997:3) bahwa penelitian tindakan merupakan penelitian atau kajian secara sistematis dan terencana yang dilakukan oleh peneliti dan praktisi (dalam hal ini guru), untuk memperbaiki pelajaran dengan jalan mengadakan perbaikan atau perubahan dan mempelajari akibat yang ditimbulkan. Penelitian tindakan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung didunia kerja atau dunia aktual.
Penelitian Tindakan Kelas adalah strategi pengembangan profesi guru karena menempatkan guru sebagai agen perubahan, menempatkan guru sebagai peneliti bukan sebagai informan pasif, dan mengutamakan kerjasama antara guru, siswa dan staf pimpinan sekolah lainnya dalam membangun kinerja sekolah yang lebih baik. Jadi penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dapat mengembangkan strategi guru dalam proses belajar mengajar Karena dapat mengadakan perbaikan atau perubahan dan mempelajari akibat yang ditimbulkan.

Perumusan Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : Apakah Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Materi Ajar “Latihan Daya Tahan” Melalui Metode Eksperimen Siswa Kelas III SD Negeri Karangsono 01 ?        

Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin di capai dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengkaji tentang peningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani, Materi Ajar “Latihan Daya Tahan” Melalui Metode Eksperimen Siswa Kelas III SD Negeri Karangsono 01 .

Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat hasil penelitian tindakan kelas ini adalah:
1)      Bagi siswa, dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam melatih daya tahan tubuh,
2)      Bagi Guru, Dapat mengembangkan pembelajaran pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan untuk mengatasi kesulitan pada kegiatan belajar mengajar, khususnya di kelas awal sekolah dasar,
3)      Bagi Lembaga Sekolah, dapat dijadikan sebagi  motivasi secara umum bahwa metode eksperimen dapat dikembangkan sebagai acuan kemajuan kegiatan belajar mengajar di sekolah.


METODOLOGI PENELITIAN

Tempat Penelitian dan  Subyek Penelitian
            Penelitian ini dilaksanakan di kelas III SD Negeri Karangsono 01 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III  di SDN Karangsono 01 Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember berjumlah 47 siswa.

Rancangan Penelitian
Penelitian ini adalah  penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Tindakan yang dilakukan yaitu proses pembelajaran Pendidikan Jasmani,Olah Raga, Dan Kesehatan  dengan menerapkan metode eksperimen di Kelas III SDN Karangsono 01
Adapun rancangan penelitian ini menggunakan skema model penelitian tindakan Hopkins yaitu suatu suatu model tindakan kelas yang digambarkan dalam bentuk spiral yang terdiri dari 4 fase yang meliputi : perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), refleksi (reflection).
Alur pelaksanaan tindakan kelas dalam setiap siklus dapat dilihat dari gambar 1 , dengan tahap-tahap sebagai berikut :
1)         Tahap Persiapan dan Perencanaan Tindakan
Dalam tahap ini tindakan kegiatan penelitian yang dilakukan yaitu menentukan kelas dan subyek penelitian yang sesuai dengan hakikat dan masalah penelitian tindakan kelas. Kegiatan berikutnya adalah merencanakan tindakan yang akan dilakukan penelitian.
Langkah-langkah yang harus ditempuh adalah membuat skenario pembelajaran dengan menggunakan metode Eksperimen yang mencakup langkah-langkah yang akan dilaksanakan oleh guru (peneliti) dan apa yang akan dilakukan oleh siswa dengan terlebih dahulu menganalisis kurikulum atau bahan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olah Raga, Dan Kesehatan kelas III Sekolah Dasar. Mempersiapkan sarana dan fasilitas serta sumber belajar yang diperlukan dalam kelas serta mempersiapkan bagaimana cara mengobservasi dan alat untuk mengobservasinya.
Gambar 1. Spiral Penelitian Tindakan Kelas
(Adaptasi dari Hopkins,1993:48)
















2). Tahap Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini peneliti melaksanakan tindakan penelitian yang berupa pelaksanaan kegiatan atau rancangan pembelajaran pengetahuan sosial, yaitu perancangan pembelajaran dengan metode Eksperimen. Melakukan pengamatan pelaksanaan tindakan, dibuat alat pengumpul data sebagai alat dokumentasi atau catatan yang digunakan untuk memberikan umpan balik yang sangat diperlukan dalam pelaksanaan tindakan.
3). Tahap Observasi
Pada kenyataannya tahap observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Observasi merupakan semua kegiatan untuk mengenal, merekam, dan mendokumentasikan setiap hal dari proses dan hasil yang dicapai dari tindakan yang direncanakan.
4). Tahap Refleksi
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini yaitu melakukan analisis, sintesis, interprestasi dan eksplanasi terhadap semua informasi yang diperoleh. Dengan demikian data yang berhasil diperoleh melalui alat pengumpul data yang terekam oleh peneliti dan observer akan dikonfirmasikan, dianalisis dan dievaluasi agar dapat diketahui apakah pelaksanaan tindakan tersebut telah sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya.
Kegiatan refleksi dilakukan berkelanjutan sehingga kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan selalu dapat ditingkatkan efektivitas dan efisiensinya. Berfikir reflektif sebagai kegiatan berpikir yang dilakukan secara berulang-ulang melalui kegiatan mencermati kenyataan empiris dan mencernakan kenyataan empiris itu dengan pemikiran abstrak, adalah salah satu modal penting bagi seorang peneliti dalam memudahkan penelitiannya.
5) Tahap Perencanaan Tindakan Lanjutan
Tahap ini merupakan tahap untuk merencanakan tindakan lanjutan bila hasil refleksi pada tindakan sebelumnya belum memuaskan. Perencanaan tindakan lanjutan ini merupakan jawaban dari hasil refleksi tindakan sebelumnya yang belum terpecahkan sehingga perlu adanya tindakan lanjutan untuk memperbaiki atau memodifikasi tindakan sebelumnya yang memang belum dapat mengatasi masalah sesuai dengan yang diharapkan.

Indikator Kinerja
Kriteria ketuntasan hasil belajar adalah : daya serap perseorangan, seorang siswa dikatakan tuntas apabila telah mencapai skor >65 dari skor maksimal 100. Daya serap klasikal suatu kelas dikatakan tuntas apabila terdapat minimal 85%.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian
Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olah Raga, Dan Kesehatan materi ajar “Latihan Daya Tahan” di kelas III yang diajarkan tanpa pembelajaran metode eksperimen, diperoleh data bahwa dengan metode ceramah yang dilanjutkan dengan praktek tidak membuat siswa mudah dalam memahami materi yang diajarkan. Hal ini terbukti pada analisa data yang dilaksanakan pada kondisi awal ini masih rendah, yaitu dari 47 siswa yang mendapat nilai < 65 masih sebanyak 20 siswa atau sebesar 42% dan yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 27 siswa atau sebesar 57%. Hasil belajar siswa pada kondisi awal ini dinyatakan belum tuntas belajar secara klasikal, sehingga perlu perbaikan pembelajaran melalui penerapan model/metode yang tepat sehingga hasil belajar siswa  dapat meningkat.
Hasil belajar pada kondisi awal di atas dapat dilihat dengan lebih jelas pada tabel 1 di bawah ini,

Tabel 1. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa kelas III SDN Karangsono 01 pada Kondisi Awal
Kriteria
Siswa
Persentase (%)
 < 65
20
43%
65 – 100
27
57%
Total
47
100%
Sumber : Data yang diolah

Selanjutnya dilaksanakan pembelaran pada siklus I, dengan menerapkan metode eksperimen. Setelah pembelajaran selesai, peneliti memberi penilaian terhadap siswa, yang hasilnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini,

Tabel 2. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa kelas III SDN Karangsono 01 pada Siklus I
Kriteria
Siswa
Persentase (%)
 < 65
8
17%
65 – 100
39
83%
Total
47
100%
Sumber : Data yang diolah

Berdasarkan tabel 2 di atas, dapat diketahui adanya peningkatan hasil belajar siswa, yaitu yang mendapat nilai < 65 sebanyak 8 siswa  atau sebesar  17% sedangkan yang mendapat 65 -100 sebanyak  39 siswa atau sebesar 83%. Namun untuk mendapatkan ketuntasan hasil belajar yang lebih baik lagi, maka pembelajaran dilanjutkan pada siklus II. Pembelajaran siklus II, hanya sebagai pemantapan pembelajaran pada siklus I, dengan menerapkan metode yang sama dengan metode yang diterapkan pada siklus I.
            Setelah pembelajaran pada siklus II selesai, selanjutnya dilaksanakan analisa data yang hasilnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini,

Tabel 3. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa kelas III SDN Karangsono 01  pada Siklus II
Kriteria
Siswa
Persentase (%)
 < 65
3
6 %
65 – 100
44
94 %
Total
47
100%
Sumber : Data yang diolah
            Tabel 3 diatas menjelaskan bahwa, pada pembelajaran siklus II, hasil belajar siswa telah mencapai ketuntasan secara klasikal karena dari 47 siswa yang mendapat nilai < 65 hanya  sebanyak 6 siswa  atau sebesar  6% sedangkan yang mendapat 65 -100 sebanyak  44 siswa atau sebesar 94%. Sehingga penelitian dihentikan pada siklus II.  Peningkatan hasil belajar pada penelitian tindakan kelas ini, lebih jelas dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut ,
Tabel 4. Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa kelas III SDN Karangsono 01 pada Kondisi awal, Siklus I, Dan Siklus II

Kriteria
Nilai
Kondisi Awal
Siklus I
Siklus II
Siswa
%
Siswa
%
Siswa
%
< 65
20
43%
8
17%
3
6%
65 – 100
27
57%
39
83%
44
94%
Jumlah
47
100%
47
100%
47
100%

Sumber :  Data penelitian yang diolah
           
Tabel 4 diatas juga dapat digambarkan dengan lebih jelas pada grafik dibawah ini,

Grafik. Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa kelas III SDN Karangsono 01 pada Kondisi awal, Siklus I, Dan Siklus II
Sumber : Data yang diolah

Pembahasan
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuK mengembangkan aspek kebugaran jasmani, ketrampilan gerak, ketrampilan berpikir kritis, ketrampilan sosial. Penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani olahraga kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Salah satu materi yang diajarkan pada kelas III adalah “Latihan Daya Tahan”.
Sebelum penerapan metode eksperimen, hasil belajar siswa masih rendah yaitu, dari 47 siswa yang mendapat nilai < 65 masih sebanyak 20 siswa atau sebesar 42% dan yang mendapat nilai 65-100 sebanyak 27 siswa atau sebesar 57%. Hasil belajar siswa pada kondisi awal ini dinyatakan belum tuntas belajar secara klasikal, sehingga perlu perbaikan pembelajaran melalui penerapan model/metode yang tepat sehingga hasil belajar siswa  dapat meningkat.
Selanjutnya untuk memperbaiki hasil belajar siswa, pembelajaran dilaksanakan dengan penerapan eksperimen pada siklus I, dengan tahap-tahap sebagai berikut: 1)siswa dibariskan menjadi empat barisan; 2)mengecek kehadiran siswa; 3)menegur siswa yang tidak berpakaian lengkap; 4)melakukan gerakan pemanasan yang berorientasi pada kegiatan inti; 5)mengeksperimen  materi inti yang akan dilakukan/dipelajari; 6)selanjutnya siswa  melakukan latihan kekuatan; 6) peneliti melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; 7) peneliti memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di lapangan; 7)melakukan gerakan naik turun tangga, bangku; 8)melakukan gerakan lari di tempatmakin lama makin cepat sesuai isyarat; 9)melakukan gerakan lompat tali perorangan atau kelompok
Setelah penerapan eksperimen pada siklus I, peneliti menilai kegiatan yang dilakukan siswa, yang hasilnya yaitu yang mendapat nilai < 65 sebanyak 8 siswa  atau sebesar  17% sedangkan yang mendapat 65 -100 sebanyak  39 siswa atau sebesar 83%. Namun untuk mendapatkan ketuntasan hasil belajar yang lebih baik lagi, maka pembelajaran dilanjutkan pada siklus II. Pembelajaran siklus II, hanya sebagai pemantapan pembelajaran pada siklus I, dengan menerapkan metode yang sama dengan metode yang diterapkan pada siklus I.
Adapun hasil belajar pada siklus pada siklus II adalah dari 47 siswa yang mendapat nilai < 65 hanya  sebanyak 6 siswa  atau sebesar  6% sedangkan yang mendapat 65 -100 sebanyak  44 siswa atau sebesar 94%. Sehingga penelitian dihentikan pada siklus II, karena sudah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal.
Peningkatan hasil yang diperoleh dengan menerapkan Metode eksperimen dapat dipahami metode ini membuat guru sebagai penuntun untuk membantu siswa dalam mengidentifikasi masalah, menghasilkan kemungkinan jawaban, menguji semua kesimpulan terhadap data yang baru. Dengan kata lain perhatian utamanya pada keterampilan mempelajari hasil kerja orang lain.
Metode eksperimen (percobaan) adalah suatu tuntutan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar menghasilkan suatu produk yang dapat dinikmati  masyarakat secara aman dan dalam pembelajaran melibatkan siswa dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan itu, (Sumantri, 1999:157).
Searah dengan pandangan Gagne (1969), merupakan prosedur mengajar yang menekankan belajar mandiri, memanipulasi objek, melakukan eksprimen atau penyelidikan dengan siswa-siswa lain sebelum membuat generalisasi, metode yang memerlukan pengungkapan secara verbal penemuan-penemuan penting sehingga siswa dapat mengetahui suatu konsep. Dalam prakteknya para guru lebih banyak memberikan panduan, bimbingan, pengarahan dan menyiapkan masalah-masalah. Hal ini ditambah dengan fakta-fakta yang dapat mendekatkan siswa untuk mencapai prestasi dalam pencapaian tujuan instruksional baik secara struktur maupun tidak struktur pada beberapa ketentuan yang telah digariskan.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan analisis data yang  dilakukan pada penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa terjadi adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus ke siklus. Hal ini menyimpulkan bahwa, Dapat Meningkatkan Hasil Belajar  Materi Ajar “Latihan Daya Tahan” Melalui Metode Eksperimen Siswa Kelas III SD Negeri Karangsono 01. Pada siklus I, peneliti menilai kegiatan yang dilakukan siswa, yang hasilnya yaitu yang mendapat nilai < 65 sebanyak 8 siswa  atau sebesar  17% sedangkan yang mendapat 65 -100 sebanyak  39 siswa atau sebesar 83%. Pada siklus II adalah dari 47 siswa yang mendapat nilai < 65 hanya  sebanyak 6 siswa  atau sebesar  6% sedangkan  yang mendapat 65 -100 sebanyak  44 siswa atau sebesar 94%.

Saran-saran
            Saran-saran dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olah Raga, Dan Kesehatan  lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, sebagai berikut :  1)Penerapan metode eksperimen dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa;2)Guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olah Raga, Dan Kesehatan diharapkan dapat menerapkan metode tersebut agar hasil belajar siswa menjadi lebih baik; 3) Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya dilakukan di kelas III.

DAFTAR  RUJUKAN        
A. M. Sardiman. 1986. Interaksi Dan Motivasi Belajar mengajar. Jakarta : CV. Rajawali
Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Ateng, Abdul Kadir. 1992. Asas Dan Landasan Pendidikan Jasmani. Jakarta : Dirjen Dikti
Lutan, Rusli. 2000. Strategi Belajar mengajar Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan. Jakarta : Dirtjen Dikti
Natawijaya, Rochman. 1978. Psikologi Pendidikan. Jakarta : C.V. Mutiara
Slameto. 2003. Belajar Dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Soejoedi, Imam. 1979. Pengantar Buku Pegangan  Guru Olah Raga. Jakarta : Depdikbud
Sudarmanto, Y. B. 1993. Tuntutan Metodologi Belajar. Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia
Suherman, Adang. 2000. Dasar-dasar Penjaskes. Jakarta : Dirtjen Pendidikan Dasar dan Menengah