Minggu, 21 Desember 2014

Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPA Melalui Model Pembelajaran Berbasis Fortofolio


UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS FORTOFOLIO

Amliyanto

Abatrak: Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui tingkat keberhasilan penggunaan model pembelajaran berbasis fortofolio dalam meningkatkan prestasi belajar siswa . Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang meliputi: Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian adalah:. Penerapan Model Pembelajaran Portofolio dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran IPA siswa kelas V SD Negeri Kembangsari Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso .

Kata Kunci: Prestasi Belajar, Model Pembelajaran Berbasis Fortofolio

PENDAHULUAN
Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh factor pendidikan . Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas , damai , terbuka dan demokratis Oleh karena itu pembaharuan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Pada tataran implementasi kurikulum , proses pemebelajaran menjadi bagian yang sangat penting. Fakta di lapangan menunnjukkan bahwa guru mengajar di kelas belum banyak berubah walaupun kurikulum telah berubah berkali – kali . Lemahnya proses pembelajaran merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi oleh dunia pendidikan kita dewasa ini . Kenyataan ini berlaku untuk semua mata pelajaran (Sanjaya , 2006)
Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional adalah adanya kemauan yang kuat di kalangan para pendidik untuk selalu berusaha mencari metode pengajaran yang tepat dan sesuai dengan kondisi kelas yang dihadapi , serta jenis mata pelajaran yang diampu. Selain itu , hal yang penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah selalu melakukan evaluasi terhadap segala tindakan yang dilakukan dalam setiap proses pembelajaran di kelas.
Keberhasilan pembelajaran IPA dipengaruhi oleh keprofesionalan guru dalam memilih model pembelajaran atau metode yang digunakan. Kesalahan dalam memilih metode pembelajaran akan berakibat fatal, misalnya siswa bosan karena suasana belajar tidak menyenangkan, siswa tidak memahami isi pelajaran karena hanya mendengarkan ceramah guru yang abstrak sehingga ketuntasan belajar tidak tercapai .Indikator kegagalan tersebut dapat dilihat dari rendahnya prestasi belajar siswa yang tidak sesuai dengan standar yang diharapkan .Berdasarkan tuntutan sejumlah pendekanatan Sains / IPA, maka perlu adanya model pembelajaran yan inovatif. Sebagai seorang guru, harus menyadari apa yang sebaiknya dilakukan untuk menciptakan kondisi belajar mengajar yang dapat mengantarkan anak didik ke tujuan yang ingin dicapai. Dari sini sudah tentu tugas guru berusaha menciptakan suasana belajar yang menggairahkan dan menyenangkan bagi semua anak didiknya (Djamarah dan Zain, 2002:43). Sehingga tercipta suasana belajar mengajar yang harmonis di kelas.
Inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar anak didik dalam mencapai suatu tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran tentu saja dapat tercapai jika anak didik berusaha secara aktif untuk mencapainya (Djamarah dan Zain, 2002:44).
Pengertian portofolio menurut Budimansyah dapat diartikan bundel , yakni kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan pada suatu bundel . Misalnya hasil test awal ( pre-test ) , tugas – tugas , catatan anekdot , piagam penghargaan , keterangan melaksanakan tugas terstruktur , hasil test akhir (post test) dan sebagainya (Dasim Budimansyah, 2003: 9 )
Sedangkan pengertian Portofolio dalam buku 3 Pedoman Penyusunan Portofolio diartikan sebagai kumpulan informasi pribadi yang merupakan catatn dan dokumentasi atas pencapaian presatasi seseorang dalam pendidikannya (Dirjen Dikti Dipenas , 2009: 3 )
Pada hakekatnya dengan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio disamping memperoleh pengalaman fisik terhadap obyek dalam pembelajaran siswa juga memperoleh pengalaman atau terlibat langsung secara mental fisik dalam arti melibatkan siswa / mempertemukan siswa dengan obyek pembelajaran .
Pengalaman mental dalam arti memperhatikan informasi awal yang telah ada pada diri siswa dan memberikan kebebasan kepada siswa untuk menyusun (merekontruksi) sendiri , informasi yang diperolehnya . Pembelajaran berbasis Portofolio memungkinkan siswa unutk :

  1. Berlatih memadukan anatara konsep yang diperoleh dari penjelasan guru / buku / bacaan dengan penerapannya dalam kehidupan sehari – hari .
  2. Siswa diberi kesempatan untuk mencari informasi di luar kelas baik informasi yang sifatnya benda / bacaan , penglihatan ( obyek langsung , TV , radio , internet ) maupun orang / pakar / tokoh .
  3. Membuat alternative untuk mengatasi topic / obyek yang dibahas .
  4. Membuat suatu keputusan ( sesuai kemampuannya ) yang berkaitan dengan konsep yang telah dipelajarai , dengan mempertimbangkan nilai – nilai yang ada di masyarakat .
  5. Merumuskan langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah dan mencegah timbulnya masalah yang berkaitan dengan topic yang dibahas (Amie Fajar; 2004 )
Menurut Dasim Budimansyah, perlu dikembangkan sejumlah keterampilan proses yang digunakan dalam Sains ; Yaitu: mengamati, menggolongkan, mengukur, menggunakan alat, mengkomonikasikan hasil melalui berbagai cara seperti lisan, tertulis, menafsirkan, memprediksi dan melakukan percobaan serta mampu bekerja secara ilmiah, maka model pembelajaran yang inovatif yang handal adalah Model Pembelajaran Berbasis Portofolio ( Portofolio Based Learning).
Pengertian portofolio menurut Budimansyah dapat diartikan bundel , yakni kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan pada suatu bundel . Misalnya hasil test awal ( pre-test ), tugas – tugas , catatan anekdot , piagam penghargaan , keterangan melaksanakan tugas terstruktur, hasil test akhir (post test) dan sebagainya (Dasim Budimansyah, 2003: 9 )
Model Pembelajaran Berbasis Fortofolio adalah kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan peserta didik yang dismpan pada bundle . Misalnya : hasil tes awal ( pre-test , tugas – tugas, catatan anekdot , piagam penghargaan , keterangan melaksanakan tugas terstruktur , hasil tes akhir ( post –test ) , dan sebagainya ( Dasim Budimansyah , 2003 )
Ilmu Pengetahuan Alam sebagai salah satu mata pelajaran di bidang pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan , keterampilan , sikap dan nilai serta tanggung jawab sebagai seorang warga Negara yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, masyarakat , bangsa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa .Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari dirinya sendiri dan alam sekitarnya dengan menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung sehingga siswa perlu dibantu mengembangkan sejumlah keterampilan proses supaya mereka mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar
Berdasarkan hasil studi pendahuluan dapat diketahui bahwa yang menyebabkan ketidakaktifan proses pembelajaran tersebut adalah bersumber dari metode yang digunakan ; yaitu metode ceramah . Siswa cenderung pasif , tidak mencoba atau tidak bisa mengeksresikan pendapatnya . Oleh karena itu saya mencoba menggunakan model pembelajaran berbasis fortofolio , dimana manusia dan alam dijadikan sumber belajar . Dengan demikian siswa mempelajarai IPA secara riil ; yakni kehidupan manusia itu sendiri dan alam sekitarnya .
Dalam beberapa kali ulangan, hanya 7 siswa dari 21 siswa di kelas V yang mencapai tingkat penguasaan materi sebesar 75 keatas pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan Alam . Selama pembelajaran berlangsung siswa jarang mengajukan pertanyaan atau pemberikan tanggapan terhadap penjelasan guru . Berdasarkan hal tersebut dengan bantuan supervisor dan teman sejawat ditemukan kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan . Dari hasil diskusi dengan supervisor dan teman sejawat teungkap beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran antara lain sebagai berikut :
              1. Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran .
              2. Siswa kurang apresiasif dalam menjawab pertanyaan guru .
              3. Siswa kurang merespon terhadap materi pelajaran yang diberikan oleh guru .
              4. Guru terlalu monoton dalam memberikan materi pelajaran .
              5. Penjelasan guru terlalu abstrak .
Atas dasar latar belakang diatas , rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Apakah model pembelajaran berbasis fortofolio dapat meningkatkan prestasi belajar siswa ?
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : Untuk mengetahui tingkat keberhasilan penggunaan model pembelajaran berbasis fortofolio dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V ...
Manfaat yang dapat diharapkan dalam penelitian ini adalah: Bagi siswa: 1)Memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penemuan; 2)Membantu siswa belajar mengembangkan dirinya; 3)Siswa dapat menggunakan menggunakan sumber belajar; 4) Siswa dapat dilibatkan secara optimal. Bagi guru: 1)Kegiatan di kelas lebih menantang; 2) Meningkatkan keterampilan guru dalam menyajikan pembelajaran; 3) Mendapatkan alternative model pembelajaran yang variatif ; Bagi sekolah: 1) Meningkatkan mutu SDM / guru yang dimiliki; 2)Membantu menciptakan lingkungan yang menyenagkan.

METODE PENELITIAN

Rancangan Penelitian
Rancangan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) digunakan dalam penelitian, dengan alasan penulis ingin meningkatkan kualitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada di SD Negeri SD Negeri Kembangsari 01. Kegiatan penelitian ini mengikuti alur pokok; Yaitu: refleksi awal , perencanaan , pelaksanaan tindakan , pengamatan , refleksi dan perancangan ulang .

Rancangan Siklus I
  1. Refleksi Awal
Pada tahap ini meneliti permasalahan yang ada, dan menganalisis masalah dalam pembelajaran IPA di kelas V Semester I
  1. Merumuskan permasalahan operasional
Pada tahap ini peneliti merumuskan permasalahan yang muncul dalam pembelajaran di kelas khususnya menyangkut model pembelajaran yang digunakan di kelas .
  1. Merumuskan hipotesis tindakan
Hipotesis tindakan yang disusun pada siklus I ini ada;lah sebagai berikut :
Model Pelmbelajaran Portofolio dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V .
  1. Menyusun rancangan tindakan
Rancangan tindakan yang disusun adalah sebagai berikut :
    1. Menentukan Standar Kompetensi ( SK ) yang diambil dari KTSP 2008 ; Yaitu memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan
    2. Menentukan Kompetensi Dasar yang akan diajarkan yang diambil dari KTSP 2008 ; Yaitu Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan .
    3. Menentukan indikator hasil belajar hasil belajar yang mengacu pada Kompetensi Dasar ( KD )
    4. Merumuskan kegiatan belajar mengajar yang terdiri dari :
    • Kegiatan Pendahuluan : meliputi apersepsi
    • Kegiatan Inti , meliputi langkah – langkah sebagai berikut :
PERTEMUAN I :
  1. Siswa mengamati beberapa jenis daun yang memiliki warna yang berbeda – beda .
  2. Secara berkelompok siswa mencari informasi tentang cara tumbuhan hijau membuat makanannya .
  3. Siswa membuat kesimpulan sementara dan mengko monikasikannya di depan kelas .
  4. Guru menanggapi hasil diskusi siswa dan memberi informasi yang benar .
  5. Siswa melakukan percobaan ” pembuatan makanan pada tumbuhan hijau juga memerlukan udara ” ( kegiatan ini memerlukan waktu empat hari )
  6. Guru menugaskan tiap kelompok untuk melihat percobaan setiap harinya dan mencatat perubahan yang terjadi .

PERTEMUAN II

  1. Siswa mendiskusikan hasil kegiatan / percobaan dengan kelompoknya .
  2. Hasil diskusi diprentasikan di depan kelas
  3. Guru menanggapi hasil diskusi dan memberikan informasi yang benar .
  4. Guru membimbing siswa untuk membuat portofolio tumbuhan hijau .
  5. Ulangan harian ( formatif )
  1. Menentukan media pembelajaran
  2. Menyusun alat penilaian formatif .

  1. Pelaksanaan Tindakan
Penulis melaksanakan tindakan, berupa melaksanakan pembelajaran sebagaimana terdapat pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ). Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, percobaan, pemberian tugas , kegiatan lapangan. Proses pembelajaran yang berlangsung dengan langkah – langkah sebagai berikut :
      1. Pendahuluan
Apersepsi mengarah ke materi pokok Tumbuhan hijau . Guru memperlihatkan beberapa jenis daun yang memiliki warna yang berbeda .Selanjutnya guru mengajukan pertanyaan – pertanyaan tentang warna daun yang berbeda .
      1. Inti Pembelajaran Kegiatan Penutup .
Inti pembelajaran dengan langkah – langkah sebagai berikut :
  1. Siswa mengamati beberapa jenis daun yang memiliki warna yang berbeda – beda .
  2. Secara berkelompok siswa mencari informasi tentang cara tumbuhan hijau membuat makanannya .
  3. Siswa membuat kesimpulan sementara dan mengkomonikasikannya di depan kelas .
  4. Guru menanggapi hasil diskusi siswa dan memberi informasi yang benar .
  5. Siswa melakukan percobaan ” pembuatan makanan pada tumbuhan hijau juga memerlukan udara ” . Kegiatan ini memerlukan waktu empat hari .Setiap hari siswa mengamati dan mencatat hasil pengamatannya bersama kelompoknya .
  6. Hasil diskusi kelompok di prentasikan di depan kelas .
  7. Guru menanggapi hasil diskusi dan memberikan informasi yang benar
  8. Guru membimbing siswa untuk menyusun portofolio tumbuhan hijau .
  9. Ulangan harian ( formatif )

      1. .Kegiatan penutup siswa merumuskan kesimpulan pada kertas dan selanjutnya dimasukkan kedalam map order sebagai bagian dari dokumentasi Portofolio .

  1. Pengamatan
Pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan data – data pada proses pembelajaran berkaitan dengan aktifitas siswa serta analisa dokumen . Dokumen yang diamati dan dianalisis berupa hasil mengerjakan evaluasi pembelajaran . Selanjutnya data – data yang didapat ditranskripkan . Peningkatan hasil belajar diukur dengan membandingkan nilai formatif yang telah diperoleh , dengan hasil sebelumnya .

  1. Refleksi
Refleksi dilakukan dalam kegiatan tersendiri dengan kolaburator . Dalam refleksi penulis melakukan analisis , pemaknaan , penjelasan dan penyimpulan data . Hasilnya dicata , selanjutnya akan digunakan untuk merancang tindakan lanjutan pada siklus kedua .



Rancangan Siklus II
Perancangan ulang pada siklus II ini dibuat berdasarkan hasil refleksi pada siklus I , Yaitu catatan – catan permasalahan yang muncul . Hasil perancangan ulang ini diterapkan pada penelitian siklus II . Rancangan ulang tindakan pada siklus ini lebih menekankan pada kegiatan keterampilan konsep tumbuhan berhijau daun dapat membuat makanan sendiri .

a. Rancangan Tindakan .
Rancangan tindakan yang disusun adalah sebagai berikut :
  1. Menentukan kompetensi dasar yang akan diajarkan : yaitu mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan.
  2. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dengan langkah – langkah sebagai berikut :
  1. Menentukan hasil belajar dan indikator yang terdapat dalam KTSP Sekolah Dasar .
  2. Menentukan materi pokok yang disajikan .
  3. Merumuskan kegiatan pembelajaran sebagai berikut :
- Kegiatan Pendahuluan , meliputi apersepsi
- Kegiatan inti , meliputi langkah – langkah sebagai berikut :
Pertemuan I :
      1. Siswa bertanya jawab dengan guru tentang tumbuhan hijau
      2. Siswa membaca buku IPA kelas V tentang tumbuhan hijau .
      3. Siswa menjawab pertanyaan – pertanyaan .
      4. Siswa saling menukarkan jawaban dan mengoreksi .
      5. Siswa diberi PR untuk membuat kliping dengan artikel berkenaan dengan tumbuhan hijau .

Pertemuan II
      1. Melihat hasil kliping masing – masing kelompok .
      2. Setiap kelompok menyusun klipingnya
      3. Tiap-tiap kelompok mempresentasikan klipingnya .
      4. Memasukkan kliping ke dalam Portofolio
      5. Ulangan harian ( formatif )
    • Kegiatan Penutup , berupa penyimpulan .
  1. Menetukan media pembelajaran
  2. Menyusun alat penilaian formatif

  1. Pelaksanaan Tindakan
Penulis melaksanakan tindakan , berupa melaksanakan pembelajaran sebagaimana terdapat pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) . Metode yang digunakan adalah ceramah , diskusi , tanya jawab , percobaan , pemberian tugas , kegiatan lapangan . Proses pembelajaran yang berlangsung dengan langkah – langkah sebagai berikut :
      1. Pendahuluan
Apersepsi mengarah ke materi pokok Tumbuhan hijau . Guru mengajukan pertanyaan – pertanyaan tentang warna daun yang berbeda .
      1. Inti Pembelajaran Kegiatan Penutup .
Inti pembelajaran dengan langkah – langkah sebagai berikut :
        1. Siswa bertanya jawab dengan guru tentang tumbuhan hijau
        2. Siswa membaca buku IPA kelas V tentang tumbuhan hijau .
        3. Siswa menjawab pertanyaan – pertanyaan .
        4. Siswa saling menukarkan jawaban dan mengoreksi .
        5. Siswa diberi PR untuk membuat kliping dengan artikel berkenaan dengan tumbuhan hijau .
        6. Melihat hasil kliping masing – masing kelompok .
        7. Setiap kelompok menyusun klipingnya
        8. Tiap-tiap kelompok mempresentasikan klipingnya .
        9. Memasukkan kliping ke dalam Portofolio

3) Ulangan harian ( formatif )

    1. Kegiatan penutup siswa merumuskan kesimpulan pada kertas dan selanjutnya dimasukkan kedalam map order sebagai bagian dari dokumentasi Portofolio .

  1. Pengamatan
Pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan data – data pada proses pembelajaran berkaitan dengan aktifitas siswa serta analisa dokumen . Dokumen yang diamati dan dianalisis berupa hasil mengerjakan evaluasi pembelajaran . Selanjutnya data – data yang didapat ditranskripkan . Peningkatan hasil belajar diukur dengan membandingkan nilai formatif yang telah diperoleh pada siklus II , dengan hasil belajar siklus I .

  1. Refleksi
Refleksi dilakukan dalam kegiatan tersendiri dengan kolaburator . Dalam refleksi penulis melakukan analisis , pemaknaan , penjelasan dan penyimpulan data . Hasilnya dicatat , lalu didiskusikan dan memngkomonikasikannya dengan hasil siklus I . Selanjutnya akan digunakan untuk rekomendasi dan saran pelaksanaan di lapangan .

Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas V Sekolah Dasar Negeri Kembangsari 01, Kecamatan Kembangsari, Kabupaten Bondowoso dengan jumlah siswa 15 anak .

Teknik Pengumpulan Data
Teknik untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini , dilakukan dengan teknik pengamatan , catatan lapangan , wawancara dan studi dokumentasi .

  1. Teknik pengamatan dan catatan lapangan digunakan untuk mengumpulkan data tentang proses pembelajaran dan peningkatan prestasi belajar .
  2. Teknik wawancara digunakan untuk mengetahui tanggapan aiswa terhadap proses pembelajaran .
  3. Studi dokumen digunakan untuk mengumpulkan data – data peningkatan prestasi belajar
Hasil – hasil dari siklus II direfleksi untuk bahan pertimbangan bagi penyempurnaan pelaksanaan tindakan pada pelaksanaan di lapangan atau kelas .

Analisis Data
Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif terhadap motivasi belajar prestasi belajar , dengan langkah – langkah sebagai berikut :
    1. Melakukan reduksi , yaitu mencatat dan mengecek kembali data – data yang dikumpulkan .
    2. Melakukan interpretasi , yaitu menafsirkan data – data dalam bentuk pernyataan .
    3. Melakukan inferensi , yaitu menyimpulkan apakah dalam pembelajaran ini terjadi peningkatan prestasi belajar atau tidak .
    4. Tahap tindak lanjut , yitu merumuskan langkah – langkah perbaikan dalam pelaksanaan di lapangan setelah siklus berakhir berdasarkan inferensi yang telah ditetapkan .
    5. Pengambilan Keputusan .
Kegiatan analisis data mempergunakan pedoman sebagai berikut :
Indikator untuk menentukan meningkatnya prestasi belajar siswa , indikator pengukurannya adalah prestasi belajar ( nilai formatif ) meningkat bila dibandingkan dengan prestasi belajar sebelumnya .
Adapun kriteria penilaian prestasi belajar adalah sebagai berikut :
    • Rumus untuk menetukan prosentase keberhasilan prestasi belajar pada setiap siklus adalah dengan menggunakan pedoman belajar tuntas , yaitu 75 % dari jumlah siswa , mendapat nilai 75 .
    • Prestasi belajar dihitung dengan pedoman : jumlah skor perolehan dibagi skor maksimal kali 100 .

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian Silkus I
Prestasi Belajar Siswa
Setelah siswa mengerjakan soal – soal latihan dan membahas , guru kemudian memberikan ulangan harian . Berdasarkan hasil yang telah dicapai , menunjukkan bahwa telah ada peningkatan prestasi belajar dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya , walaupun hanya ada enam anak yang mencapai ketuntasan belajar . Beberapa anak belum tuntas nilainya kurang dari 75 , sebagai syarat ketuntasan .
Data lengkap hasil evaluasi belajar siklus I adalah sebagai berikut :

Tabel Hasil Evaluasi belajar siklus I
Nomor
Ulangan Ke
Keterangan
Urt. Sbj
Induk
I
1
632
65
Belum tuntas
2
634
90
Tuntas
3
636
65
Belum tuntas
4
638
70
Belum tuntas
5
641
85
Tuntas
6
644
65
Belum tuntas
7
645
60
Belum tuntas
8
646
75
Tuntas
9
652
70
Belum tuntas
10
653
65
Belum tuntas
11
654
75
Tuntas
12
655
85
Tuntas
13
656
50
Belum tuntas
14
682
80
Tuntas
15
713
70
Belum tuntas


Rerata 71,33



Rekomendasi Siklus I

Meskipun pada siklus I ini nilainya cukup baik , beberapa hal perlu disempurnakan untuk rekomendasi siklus II agar lebih baik hasilnya . Beberapa catatan yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Perlu adanya batasan waktu , ketika siswa melakukan diskusi kelompok . Banyak terbuang di kegiatan ini . Sebagian siswa masih belum bisa memanfaatkan waktunya .
  2. Pada saat presentasi masih ada siswa yang malu – malu untuk mewakili kelompoknya
  3. Perlu ada pembagian tugas ketika melihat / mengamati percobaan pada setiap harinya .
  4. Perlu adanya tambahan waktu dalam menyusun portofolio .

Hasil Penelitian Siklus II
Setelah siswa mengerjakan dan membahas soal – sola latihan , guru kemudian memberikan ulangan harian . Berdasarkan hasil yang telah dicapai , menunjukkan bahwa telah ada peningkatan hasil belajar dibandingkan dengan pertemuan pada siklus I , semua anak sudah mencapai ketuntasan belajar individual ( 75 atau > 75 ) .
Ada dua siswa yang mencapai nilai 100 .
Data lengkap hasil evaluasi belajar siklus II adalah sebagai berikut :
Tabel Hasil Evaluasi Belajar Siklus II

Nomor
Ulangan Ke
Keterangan
Urt Sbj
Induk
II
1
632
85
Tuntas
2
634
100
Tuntas
3
636
85
Tuntas
4
638
90
Tuntas
5
641
95
Tuntas
6
644
75
Tuntas
7
645
75
Tuntas
8
646
85
Tuntas
9
652
95
Tuntas
10
653
95
Tuntas
11
654
90
Tuntas
12
655
100
Tuntas
13
656
75
Tuntas
14
682
85
Tuntas
15
713
85
Tuntas




Rerata 87,67


Rekomendasi Siklus II

Pada siklus kedua ini hasilnya baik sekali , beberapa hal perlu disempurnakan untuk rekomendasi pada pelaksanaan di lapangan ( di kelas ) , agar lebih baik hasilnya .
Beberapa catatan yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik , sebelum formatif siswa diberi kesempatan mempelajari sebentar bahan yang telah dipelajari .
  2. Penerapan Model Pembelajaran Portofolio baik untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam .

Pembahasan Peningkatan Prestasi belajar
Ada tidaknya peningkatan prestasi belajar , kita dapat melihat pada data – data yang dirangkum dari hasil belajar siklus I dan siklus II , sebagai berikut :
Tabel . Peningkatan Prestasi Belajar
No
Siklus

Nilai Rata – rata


1


Siklus I

71,33

2

Siklus II


87,67
Dari hasil tabel di atas dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan prestasi belajar dari siklus II ke siklus II , dimana rata – rata prestasi belajar sebesar 71,33 meningkat menjadi rata – rata 87 , 67 . Ada peningkatan sebesar 22,91 % . Dengan rata – rata prestasi belajar menjadi 87,67 , maka ketuntasan belajar telah tercapai .

KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan , dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Penerapan Model Pembelajaran Portofolio dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran IPA siswa kelas V SD Negeri Kembangsari Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso .
Berdasarkan hasil dan kesimpulan dalam penelitian ini , disampaikan beberapa saran para guru IPA khususnya kelas V sebagai berikut : 1)Guru hendaknya menerapkan Model Pembelajaran Portofolio dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan prestasi belajar siswa ; 2) Guru hendaknya menerapkan model – model pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran IPA agar prestasi belajar siswa meningkat .

DAFTAR RUJUKAN
Budimansyah , Dasim, 2003, Model Pembelajaran Berbasis Portofolio, Bandung : Ganesindo,
Depdiknas , 2008 , Permendiknas No. 22 Tahun 2006 , Depdiknas
Dirjendikti Depdiknas, 2009 , Pedoman Penyusunan Portofolio : Jakarta.
Fajar , Amie , dkk . 2004 , Portofolio Dalam Pembelajaran , Bandung . ROSDAKARYA .
Hendriani , Yeni , 1995 , Petunjuk Guru IPA Untuk Sekolah Dasar Kelas 5 , Depdikbud
Djamarah dan Zain, A. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Setyono , Budi 2008 “ Meningkatkan Keterampilan Berfikir Dan Sosial Anak Didik Melalui Pendekatan Proyek “Makalah disajikan dalam Pelatihan Naional Desain Pembelajaran Social StudiesDalam Pengembangan Sains , Teknologi dan Masyarakat FKIP UNEJ