Minggu, 21 Desember 2014

Strategi Inves Kepus Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Ciri Khusus Mahluk Hidup


STRATEGI INVES KEPUS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA
CIRI KHUSUS MAHLUK HIDUP


Fatmah Nuraini

ABSTRAK: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana meningkatkan hasil belajar IPA ciri khusus mahluk hidup pada siswa kelas VI, SD Negeri Lengkong 04 menggunakan INVES KEPUS. Jumlah siswa 33, dari jumlah tersebut baru 40 % siswa yang sudah memperoleh nilai di atas KKM dan 60 % belum mencapai KKM. Desain penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa: Penerapan Strategi investigasi kelompok di perpustakaan sekolah dapat meningkatkan hasil belajar Ciri Khusus Mahluk Hidup siswa kelas VI. SD Negeri Lengkong 04.

Kata Kunci: Strategi Inves Kepus, Hasil Belajar

PENDAHULUAN
Hasil belajar yang baik merupakan dambaan setiap guru maupun siswa, akan tetapi realitas dilapangan belum seperti yang diharapkan. Peneliti, sebagai guru kelas VI SD Negeri Lengkong 04 Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2013-2014 prihatin dengan hasil belajar siswa, ketika diadakan evaluasi di akhir pembelajaran banyak siswa yang belum mencapai KKM. Padahal KKM yang ditetapkan hanya 65. Dari siswa kelas VI SDN Lengkong 04 semester I tahun pelajaran 2013-2014 setelah diadakan ulangan harian pada materi cirri khusus makhluk hidup hanya 40 % dari jumlah anak yang telah mencapai KKM. Guru harus mengadakan program perbaikan kepada 60 % siswa yang belum mencapai KKM. Di sisi lain, suasana kelas kurang hidup karena siswa lebih banyak diam dan mendengarkan penjelasan guru. Ketika guru memberikan pertanyaan, siswa kurang responsif (kurang berani) menjawab pertanyaan guru.
Penggunaan Strategi ceramah yang dikombinasikan dengan tanya jawab yang peneliti terapkan pada pembelajaran sebelumnya, sering dilakukan juga oleh guru lainnya, hasil belajar siswa dengan penggunaan Strategi ceramah itu dirasa kurang memuaskan, tidak dapat menumbuhkan motivasi, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan afektif lainnya. Hal ini memang merupakan sebagian dari kelemahan Strategi ceramah (Sanjaya, 2007). Karena Strategi ceramah yang dikombinasi dengan tanya jawab ternyata kurang memberikan hasil yang maksimal
Untuk siswa SD, pengembangan ketiga ranah pembelajaran (kognitif, psikomotor dan afektif) sangat diperlukan untuk menunjang tercapainya kurikulum, Oleh karena itu, upaya pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, yang mampu memberdayakan siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran dan dapat pula mengembangkan aspek psikomotor dan afektif, harus dilakukan oleh para guru di SD Negeri Lengkong 04 Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember.
Investigasi Kelompok adalah strategi belajar kooperatif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok untuk melakukan investigasi terhadap suatu topik. Abdussakir mengemukakan Investigasi Kelompok dikembangkan oleh Shlomo & Yael Sharon di Universitas Tel Aviv. Strategi ini menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet. Strategi Investigasi Kelompok keperpustakaan sering dipandang sebagai Strategi yang paling komplek dan paling sulit dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif.
Pada kegiatan pembelajaran ciri khusus makhluk hidup yang penulis laksanakan siswa kurang siap. Hal ini dikarenakan modal pengetahuan awal siswa masih kurang karena pada umumnya siswa tidak memiliki buku referensi pelajaran IPA dan dalam kenyataan siswa tidak terlalu sering melakukan kegiatan berkunjung ke Perpustakaan Sekolah sehingga guru kesulitan untuk mengeksplorasi siswa dalam proses pembelajaran. Kelemahan ini yang menyebabkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa tidak berhasil serta apa yang diharapkan penulis agar siswa dapat mengetahui lebih banyak tentang ciri khusus makhluk hidup yang ada di sekitarnya.
Secara ideal pembelajaran IPA di SD/MI bertujuan untuk melatih siswa memiliki sikap ilmiah. Hal itu dapat dilakukan jika siswa mengalami langsung untuk memahami tentang dirinya sendiri dan alam lingkungannya. Jika anak terbiasa sejak dini memiliki jiwa peneliti tentang alam sekitarnya, maka ia dapat menemukan sendiri prinsip-prinsip, teori-teori, konsep dan fakta-fakta. Hal itu semua dapat terwujud jika guru menerapkan pembelajaran yang inovatif.
Inovasi pembelajaran yang akan dilakukan oleh peneliti untuk mengatasi permasalahan pembelajaran IPA di kelas VI SD Negeri Lengkong 04 Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember (khususnya pembelajaran konsep ciri khusus mahluk hidup) adalah menerapkan salah satu model pembelajaran, yaitu dengan Strategi INVES KEPUS. Dengan Strategi ini siswa diharapkan dapat memperoleh pengetahuan langsung melalui kegiatan membaca, sehingga aspek kognitif, afektif dan psikomotor siswa dapat dikembangkan secara holistik. Diharapkan hasil pembelajaran dapat bermakna pada kehidupan anak baik sejak sekarang atau setelah dewasa nanti. Setelah diadakan penilaian autentik siswa diharapakan akan memperoleh hasil yang optimal ditandai dengan sebagian besar anak sudah mencapai KKM yang telah ditentukan.
Adapun Strategi INVES KEPUS meliputi kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan (i)seleksi topic, (ii)merencanakan kerjasama, (iii)implementasi, (iv) analisis dan sintesis, (v) pengujian hasil akhir,( vi )evaluasi.
Dengan Strategi INVES KEPUS dapat memberikan motivasi agar siswa terlibat dalam kegiatan pembelajaran, motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dan menyerap informasi yang akan diperoleh sendiri. Siswa yang termotivasi untuk belajar akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari suatu materi, sehingga siswa akan menyerap materi dengan lebih baik dan tentunya akan meningkatkan prestasi belajar.Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur, 2001: 3) Untuk itu sebagai seorang guru disamping mengusai meteri, juga diharapkan dapat menerapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai dengan kemampuan dan kesiapan siswa, sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut :
Apakah penerapan Strategi INVES KEPUS dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi Ciri khusus mahluk hidup kelas VI SDN Lengkong 04 Semester I Tahun Pelajaran 2013-2014 Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember?“

Tujuan Penelitian untuk mendiskripsikan Penerapan Strategi INVES KEPUS dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi ciri khusus mahluk hidup kelas VI SDN Lengkong 04 Semester I Tahun Pelajaran 2013-2014 Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember?“

Manfaat penelitian bagi siswa: 1).Dengan Strategi INVES KEPUS siswa menjadi aktif dan kritis sehingga mengurangi verbalisme siswa tentang materi ciri khusus mahluk hidup.
2).Dengan langkah-langkah Strategi INVES KEPUS siswa terangsang untuk bersikap ilmiah dan gemar membaca dalam kehidupan sehari-hari.
3).Meningkatkan rasa ingin tahu siswa dan senang pada pembelajaran sehingga siswa termotivasi belajar.
Manfaat bagi guru: 1)Guru dengan penerapan Strategi INVES KEPUS dalam pembelajaran IPA khususnya pada materi ciri khusus mahluk hidup lebih menarik dan bervariasi sehingga dapat melibatkan siswa secara aktif dan kreatif. 2)Guru dapat membuat skenario pembelajaran yang menantang siswa untuk merangsang minat baca siswa sehingga pengetahuan siswa masuk ingatan jangka panjang (Long Term Memory).


METODE PENELITIAN
Penelitian yang digunakan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Ebbut (Sujati, 2000 : 2) PTK merupakan suatu studi yang sistematis yang dilakukan dalam upaya memperbaiki praktek-praktek dalam pendidikan dengan melakukan tindakan praktis serta refleksi terhadap tindakan tersebut.
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Lengkong 04 Kelas VI pada semester I di Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember. Pemilihan tempat ini berdasarkan pada pertimbangan sebagai berikut: a. Peneliti sendiri merupakan tenaga pendidik (guru) di SDN Lengkong 04 Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember, sehingga bisa  lebih efisien (waktu, tenaga, biaya) dan lebih praktis.
b.Peneliti sendiri ingin mengetahui seberapa besar peningkatan prestasi belajar siswa dengan menggunakan Strategi Investigasi Kelompok keperpustakaan, karena pendekatan ini jarang diterapkan oleh guru.

Prosedur Penelitian
Penelitian tindakan kelas yang akan dilakukan terdiri dari 2 siklus dan dipandang perlu bisa ditambah. Setiap individu dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Untuk dapat melihat prestasi belajar siswa dalam penerapan Strategi Investigasi Kelompok keperpustakaan pada mata pelajaran IPA materi ciri khusus mahluk hidup, maka rencana di dalam PTK secara sistematik dan runtut yang akan dilaksanakan oleh peneliti dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Agar pelaksanaan tindakan dapat tepat sasaran, maka tindakan tersebut perlu direncanakan sebelumnya.
Pelaksanaan tindakan kelas terinci dalam beberapa langkah :
A. Persiapan tindakan :
1. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai materi.
2. Mempersiapkan LKS untuk investigasi masalah (materi).
3. Menyusun instrumen untuk siswa maupun guru.
4. Menetapkan cara refleksi oleh guru pengamat.








B. Pelaksanaan tindakan dilakukan dalam dua siklus.
Siklus I
Materi pokok Ciri Khusus Mahluk Hidup dilaksanakan satu kali pertemuan, pertemuan I Pengelompokkan (Grouping)/ Seleksi Topik, merencanakan tentang apa yang mereka pelajari, Penyelidikan (Investigation), Pengorganisasian (Organizing)/ Analisis dan Sintesis, Presentasi (Presenting)/ Penyajian Hasil Akhir, Tahap evaluasi (evaluating), Langkah dalam siklus satu adalah :
  1. Guru membagi siswa dalam 6 kelompok yang heterogen.
  2. Guru menyampaikan tujuan yang harus dicapai
  3. Guru membuat kesepakatan dengan siswa dalam kegiatan pembelajaran
  4. Guru memberikan tugas kelompok sebelum melakukan investigasi.
  5. Siswa melakukan kegiatan invetigasi kelompok di perpustakaan dalam bentuk LKS
  6. Guru menanyakan tugas-tugas hasil investigasi kelompok.
  7. Siswa mempresentasikan hasil tugas investigasi kelompok dalam diskusi  kelas
  8. Guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran yang telah dilakukan.
  9. Siswa mengerjakan lembar evaluasi individu.
  10. Guru memberikan penguatan pembelajaran yang telah dilakukan.
Selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan pengamatan oleh observer, baik terhadap siswa maupun guru. Pada akhir siklus dilakukan evaluasi.
Siklus II
Materi pokok ciri khusus mahluk hidup yang dilaksanakan satu kali pertemuan. Pelaksanaan kegiatan sama dengan siklus I
C. Refleksi
Data hasil pengamatan dan evaluasi selanjutnya dianalisis secara deskriptif untuk melakukan refleksi. Refleksi dilakukan bersama-sama observer.

Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan peneliti. Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan peneliti untuk memperoleh data-data yang menjawab rumusan masalah penelitian. Untuk memperoleh data-data penelitian tersebut disusun instrumen penelitian berdasarkan kajian pustaka dan diskusi. Dalam penelitian ini terdapat tiga teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu : Observasi, Angket, Selain melalui pengamatan, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket yang berisi kisi-kisi terhadap partisipasi siswa dalam pembelajaran dengan Strategi Investigasi Kelompok keperpustakaan: (1) mudah mengikuti pembelajaran, (2) sukar memahami materi, (3) menyenangkan dengan tugas yang diberikan, (4) diskusi kelompok bermanfaat, dan (5) mengaktifkan pembelajaran. Tes ini digunakan untuk menilai keterserapan materi selama pembelajaran oleh siswa. Materi tes mengacu pada materi yang sedang dipelajari oleh siswa. Tes dilaksanakan dalam waktu 10 menit. Penilaian tes disesuaikan dengan bobot soal, dengan skor maksimal 100 dan skor minimal 0.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data Siklus I
Refleksi Awal
Kenyataan selama ini membuktikan bahwa pembelajaran IPA hanya dilaksanakan dengan ceramah hal ini menjenuhkan baik bagi guru, maupun bagi siswa. Penyebabnya adalah pembelajaran dilaksanakan secara monoton. Pendekatan yang digunakan relatif tetap dari pembelajaran yang satu ke pembelajaran yang lain, dari jenjang yang satu ke jenjang yang lain. Masalah ini terus berlangsung karena guru belum menekuni strategi dan pendekatan yang lain. Dampak dari semua ini adalah guru dan siswa terpaku pada kemampuan yang abstrak. Aspek emosi siswa tidak berkembang karena tidak ada peluang untuk menunmbuhkan motivasi, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan afektif lainnya serta tidak mengaitkan hasil belajar dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, untuk menghidupkan dan meningkatkan kemampuan guru dan siswa, pembelajaran IPA perlu dipadukan dengan kemampuan menumbuhkan emosi dan keingintahuan siswa serta menumbuhakan minat baca siswa dan membiasakan siswa membaca sebagai suatu kebutuhan untuk memperkaya pengetahuan, misalnya dengan melakukan investigasi teks book dan menarik kesimpulan sendiri. Untuk mengatasi permasalahan itu. Perlu ditemukan strategi atau pendekatan pembelajaran yang dapat menjawab hal tersebut.

Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Pelaksanaan tindakan pada siklus 1 terdiri atas satu butir pembelajaran, yaitu (1) melakukan investigasi Kelompok ke perpustakaan melalui teks book yang ada di perpustakaan sekolah. Masing-masing pembelajaran menggunakan waktu 2 jam pelajaran untuk satu kali pertemuan. Perangkat pembelajaran yang digunakan adalah RP, LKS, alat peraga, dan buku sumber. Perangkat pembelajaran disusun oleh tim (peneliti dan kolaborator). Pelaksanaan pembelajaran selengkapkan dideskripsikan sebagai berikut.


Pertemuan Siklus I
  1. Sebelum kegiatan pembelajaran, siswa sudah dibagi dalam beberapa Kelompok ke perpustakaan yang heterogen dengan jumlah maksimal dalam satu Kelompok ke perpustakaan 5 orang,dan setiap Kelompok ke perpustakaan telah menerima LKS dan melaksanakan tugas investigasi sesuai dengan petunjuk yang ada dalam lembar LKS.
  2. Sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat di dalam RPP.
Pertemuan Siklus I
Sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat di dalam RPP
Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini digunakan instrumen pengumpul data berupa (1) pedoman observasi, (2) pengamatan siswa, (3) Kuesioner untuk siswa. Ketiga instrumen pengumpul data tersebut dilengkapi dengan catatan lapangan. Selain itu, untuk melihat ketuntasan belajar siswa direkam dalam tes evaluasi yang telah dikerjakan siswa. Satu per satu instrumen pengumpul data tersebut diuraikan di bawah ini.

Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan melalui tiga tahap: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Di setiap tahap disediakan butir-butir pengamatan (penilaian). Tahap pendahuluan tersedia 4 butir, kegiatan inti tersedia 19 butir, dan penutup tersedia 2 butir. Empat butir pada tahap pendahuluan,2 butir dilaksanakan secara positif (50%). Dari 19 butir pada tahap kegiatan inti, 9 butir (41,18%) dilaksanakan secara positif. Sepuluh butir (58,82%) yang belum dilaksanakan. Tahap penutup satu butir (50%) yang dilaksanakan secara positif, satu butir adalah membuat rangkuman tidak dapat dilaksanakan karena kehabisan waktu.
Keoptimalan pembelajaran dapat diamati dalam kegiatan inti. Pelaksanaan Strategi investigasi Kelompok ke perpustakaan belum dapat dilaksanakan secara maksimal. Aspek kemandirian dilaksanakan dengan mengamati siswa dalam memilih dan membaca buku referensi yang relevan serta mendiskusikan hasil temuan masing – masing sesuai dengan tugas setiap siswa dalam setiap Kelompok ke perpustakaan .
Kondisi belajar belum berlangsung secara optimal. Siswa tidak terkondisi dalam suasana termotivasi, aktif, dan kreatif dalam pembelajaran. Mobilitas kegiatan guru-siswa, siswa-siswa, dan siswa-guru sangat variatif. Ini semua terbantu oleh penggunaan Strategi investigasi Kelompok ke perpustakaan .
Dalam pembelajaran siswa banyak mengalami kesulitan karena siswa belum terbiasa membaca buku referensi belajar. Ini terekam saat melakukan investigasi beberapa siswa sibuk sendiri membaca buku cerita dan mengabaikan tugasnya. Konsep siswa masih rancu hal ini terlihat dari kerja LKS yang hasilnya kurang memuaskan.


Pengamatan Siswa
Data yang terekam dari pengamatan siswa selama proses pembelajaran, menunjukkan siswa berkonsentrasi untuk belajar pada tahap awal pembelajaran. Akan tetapi dalam kegiatan inti pembelajaran siswa kurang berkonsentrasi karena ketidaksiapan siswa dalam melakukan investigasi serta ketidakjelasan pentunjuk dalam LKS yang semakin membuat siswa semakin kurang termotivasi dalam kegiatan tersebut.
Guru tidak membuat kesimpulan hasil kegiatan pembelajaran. Siswa kurang mendapatkan penguatan dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.


Kuesioner Untuk Siswa
Data yang terekam dari kuesioner siswa menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan Strategi investigasi Kelompok ke perpustakaan sangat efektif. Mereka menjawab pertanyaan “Apakah ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran dapat menyenangkan dan apakah mereka mengalami kesulitan belajar?” Ternyata 65% menjawab positif.

Catatan Lapangan
Pertemuan Siklus I
  1. Pendahuluan (10 menit)
  1. Membagi siswa dalam 6 Kelompok ke perpustakaan yang heterogen.
  2. Menyiapkan LKS untuk setiap Kelompok ke perpustakaan
  3. Guru sudah membacakan tujuan pembelajaran yang harus dicapai dan membagaikan LKS untuk tugas investigasi Kelompok ke perpustakaan nya masing - masing.
  4. Guru membuat kesepakatan dengan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
  5. Menanyakan kejelasan perintah yang harus dilaksanakan oleh tiap Kelompok ke perpustakaan sebagai tim investigasi.
  6. Mengaitkan tugas pembelajaran yang dilaksanakan dengan tujuan pembelajaran yang harus dicapai.


  1. Kegiatan Inti (50 menit)
  1. Kegiatan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah dalam RP
  2. Aspek motivasi banyak dimunculkan
a. Keaktifan dan kemadirian dalam Kelompok ke perpustakaan kurang.
b. Kegiatan investigasi yang dilakukan oleh Kelompok ke perpustakaan kurang berjalan dengan baik.
c. Menyampaikan hasil diskusi dan menanggapi Kelompok ke perpustakaan lain tidak       tampak.
d. Telah dilaksanakan dengan implementasi langkah-langkah Strategi
investigasi Kelompok ke perpustakaan
  1. Diskusi berlangsung kurang baik, karena tiap Kelompok ke perpustakaan tidak semua diberi kesempatan mempresentasikan hasilnya.
  2. Kurang memberikan kesempatan menjawab pertanyaan Kelompok ke perpustakaan lain.
  3. Diberi selang waktu antara pertanyaan dan saat menjawab
  4. Teknik bertanya guru belum diterapkan dalam mengangkat permasalahan yang timbul dalam diskusi.
  5. Siswa kurang aktif, situasi tak hidup.
  6. LKS belum dimanfaatkan secara maksimal dalam pembelajaran, sehingga hasilnya kurang memuaskan.
  7. Guru dan siswa belum membuat kesimpulan.
  8. Mengerjakan lembar evaluasi individu.


  1. Penutup (10 menit)
  1. Memberikan penguatan atas seluruh kegiatan yang telah dilakukan.
  2. Penilaian proses berlangsung dengan cara pengamatan dalam kegiatan investigasi di perpustakaan.


Berdasarkan data dari catatan lapangan pada pertemuan siklus 1 tersebut dapat digambarkan dengan grafik sebagai berikut.
Grafik Pertemuan siklus I
A









B









C









D









E










0
1
2
3
4
5
6
7
8


Keterangan:
A: 81 – 100% : sangat berhasil
B: 61 – 80% : berhasil
C: 41 – 60% : cukup berhasil
D: 21 – 40% : kurang berhasil
E : 0 – 20% : gagal



  1. Menit pertama siswa tertib
  2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
  3. Membagikan LKS kepada tiap Kelompok ke perpustakaan
  4. Melakukan kegiatan investigasi sesuai petunjuk LKS
  5. Setiap Kelompok ke perpustakaan tidak semua mempresentasikan hasil investigasi dalam diskusi kelas.
  6. Muncul permasalahan petunjuk LKS sehingga hasil investigasi tidak memuaskan.
  7. Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran
  8. Memberikan penguatan

Hasil Kegiatan Belajar Siswa
Pertemuan I
Motivasi siswa sedang. Mereka tidak terlalu termotivasi dalam mengikuti pembelajaran karena kebingungan apa yang akan meraka lakukan dalam kegiatan pembelajaran. Kesulitan muncul pada saat siswa mulai melakukan kegiatan investigasi. Hal ini juga dapat diketahui melalui pedoman observasi. Untuk mengatasi hal ini guru menjelaskan langkah-langkah dengan pentunjuk yang bergambar agar lebih mudah dipahami.
Berdasarkan analisis jawaban siswa pada LKS, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan dalam mengikuti pembelajaran mencapai 65%.

  1. Melalui Strategi investigasi Kelompok ke perpustakaan kegiatan pembelajaran belum berjalan optimal. Motivasi siswa kurang. Siswa dalam keaktifan dan kemandirian kurang dalam mengikuti pembelajaran. Pendekatan yang digunakan lebih diberdayakan secara efektif.
  2. Strategi investigasi Kelompok ke perpustakaan merupakan salah satu alternatif jawaban terhadap kejenuhan siswa dan guru dalam pembelajaran. Nilai yang mereka peroleh dapat direalisasi dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Hasil belajar siswa menunjukkan keberhasilan yang kurang optimal. Siswa belum dapat mengerjakan tes dengan sempurna. Terekam 40% siswa memperoleh nilai 65 ke atas sehingga ketuntasan belajar terwujud.
  4. Ketidaksiapan dalam pembelajaran dapat menyita waktu sehingga kegiatan dalam percobaan perlu diperhatikan.

Deskripsi Data Siklus II
Refleksi Siklus I
Keberhasilan terhadap penerapan suatu Strategi tertentu dalam pembelajaran bukan berarti tidak ada sama sekali titik kelemahan yang perlu ditindaklanjuti. Perlu diketahui bahwa Strategi merupakan seperangkat sistem yang terdiri atas beberapa sisi. Adalah suatu kewajaran jika keberhasilan dalam penerapan suatu Strategi pembelajaran masih ada sisi-sisi tertentu yang masih kurang. Untuk mencapai keberhasilan ideal, Strategi ini tidak cukup dilaksanakan hanya satu kali. Strategi tersebut harus dicobakan berulang-ulang sampai kelemahan yang timbul pada pelaksanaan terdahulu dapat disempurnakan.
Penerapan Strategi investigasi Kelompok ke perpustakaan yang dijadikan objek dalam penelitian ini kurang berhasil pada siklus I. Berdasarkan refleksi siklus I, motivasi belajar siswa kurang optimal. Walaupun demikian, hal ini berdampak pada kelengahan guru dalam memberikan pentujuk dalam kegiatan investigasi yang belum dipahami oleh siswa sehingga tidak dapat mengatur waktu karena ikut terbawa arus kesibukan siswa dalam belajar. Akhirnya, kegiatan pembelajaran tidak berjalan karena kurang keaktifan dan kemadirian dalam pembelajaran. Ini adalah hal pertama yang perlu mendapatkan perhatian.
Setelah melalui analisis data secara akurat, untuk mangatasi masalah diatas maka dalam proses pembelajaran berikutnya memperbaiki RPP dan petunjuk pengerjaan LKS. Hal kedua yang merupakan titik kelemahan yang harus diperbaiki, adalah LKS yang diberikan pentunjuknya lebih dipermudah, yaitu disertai gambar. Hal ini yang ditemukan pada siklus I tersebut menjadi garapan yang perlu mendapatkan penekanan pada siklus II.


Pelaksanaan Tindakan Siklus II
Butir pembelajaran pada siklus II sama seperti butir pembelajaran pada siklus I. Hal ini dimaksudkan untuk benar-benar dapat menyempurnakan kelemahan yang terjadi pada siklus I. Kalau pada siklus I digunakan LKS yang tidak bergambar, pada siklus II ini digunakan LKS yang bergambar dan petunjuk pengerjaan yang lebih jelas. Perbedaan LKS dimaksudkan untuk menanggulangi ketidakpahaman siswa dalam melakukan kegiatan investigasi. Tindakan pembelajaran pada siklus II menggunakan waktu dua jam pelajaran untuk satu kali pertemuan. Perangkat pembelajaran berupa RPP, LKS, alat peraga serta buku referensi yang lebih memadai jumlahnya. Perangkat baru ini tetap disusun secara kolaboratif. Pelaksanaan tindakan siklus II dapat dilihat berikut ini.




Pertemuan Siklus II
Sesuai dengan langkah-langkah dalam RPP.
Kegiatan real pembelajaran pada pertemuan I dan II selengkapnya dapat dilihat pada catatan lapangan.
Sudah dijelaskan di bagian awal bahwa garapan pada siklus II ini menutup kelemahan-kelemahan yang terjadi pada siklus I. Untuk melihat keberhasilannya, penelitian ini tetap menggunakan instrumen pengumpul data seperti yang digunakan pada siklus I. Instrumen tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk merekam data selama proses penelitian berlangsung. Hasil rekaman data tersebut satu per satu dianalisis berikut ini.


Hasil Observasi
Dua puluh satu butir pengamatan dalam pedoman observasi seluruhnya (100%) dilaksanakan secara positif. Bila dibandingkan dengan siklus I pada kegiatan pendahuluan ada peningkatan 50%, pada kegiatan inti ada peningkatan 42,18%, pada kegiatan penutup ada kenaikan 50%. Pada siklus I, butir membuat rangkuman KBM belum dilaksanakan, pada siklus II butir tersebut dilaksanakan dengan baik.
Berdasarkan hasil analisis data observasi, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran pada siklus II berjalan lebih aktif, kreatif, dan termotivasi. Dilatari suasana yang kondusif, mobilitas pembelajaran berlangsung optimal.
Kesulitan siswa dalam memahami pentunjuk LKS pada siklus I dapat diatasi pada siklus II ini. Sebagai penegasan dari hasil kegiatan tersebut, siswa ditugasi menemukan sendiri konsep dari hasil percobaan yang telah dilakukan. Ternyata langkah ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. LKS yang disediakan pada siklus II dapat dikerjakan oleh siswa dengan tepat.
Data yang terekam dari pengamatan siswa selama proses pembelajaran, menunjukkan siswa belajar pada tahap awal pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran sangat berkonsentrasi. Karena kesiapan siswa itu, dalam melakukan investigasi serta kejelasan petunjuk dalam LKS yang semakin membuat siswa semakin termotivasi dalam kegiatan pembelajaran tersebut.
Guru telah membuat kesimpulan hasil kegiatan pembelajaran. Siswa mendapatkan penguatan dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Hasil Kuesioner untuk Siswa
Data yang terekam dari kuesioner siswa menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan Strategi investigasi Kelompok ke perpustakaan sangat efektif. Mereka menjawab pertanyaan “Apakah ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran dapat menyenangkan dan apakah mereka mengalami kesulitan belajar?” Ternyata 90% menjawab positif.
Catatan Lapangan
Pertemuan Siklus II
Prapendahuluan
  1. Guru sudah memberikan tugas rumah.
  2. Kelas sudah dibentuk Kelompok ke perpustakaan diskusi.
  3. Strategi investigasi Kelompok ke perpustakaan lebih ditekankan dalam pembelajaran.

  1. Pendahuluan (10 menit)
  1. Menanyakan kehadiran siswa.
  2. Mengondisi siswa duduk bersama Kelompok ke perpustakaan nya.
  3. Menanyakan tugas-tugas rumah.
  4. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai.
  5. Mengaitkan tugas rumah dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
  6. Memotivasi dan menginformasi setiap Kelompok ke perpustakaan dalam mengerjakan tugas.
  7. Menyiapkan LKS untuk setiap Kelompok ke perpustakaan dan peraga gambar di papan tulis.

  1. Kegiatan Inti (50 menit)
1. Kegiatan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah dalam RP
2. Aspek motivasi banyak dimunculkan
a. Keaktifan dan kemadirian dalam Kelompok ke perpustakaan cukup.
b. Kegiatan percobaan yang dilakukan oleh Kelompok ke perpustakaan berjalan dengan baik.
b. Menyampaikan hasil diskusi dan menanggapi kelmpok lain tampak.
c. Langkah-langkah Strategi investigasi Kelompok ke perpustakaan dalam pembelajaran terlaksana dengan optimal.
3. Diskusi berlangsung baik, tiap Kelompok ke perpustakaan diberi kesempatan mempresentasikan hasilnya.
4. Memberikan kesempatan menjawab pertanyaan Kelompok ke perpustakaan lain.
5. Diberi selang waktu antara pertanyaan dan saat menjawab
6. Teknik bertanya guru diterapkan dengan mengangkat permasalahan yang timbul dalam diskusi.
7. Siswa aktif, termotivasi sehingga suasana pembelajaran hidup
8. LKS dimanfaatkan secara maksimal dalam pembelajaran, hasilnya sangat memuaskan.
9. Guru menanggapi masalah yang disampaikan siswa dengan cara melemparkan terlebih dulu kepada siswa Kelompok ke perpustakaan yang lain.
10. Membuat rangkuman dalam KBM.


  1. Penutup (10 menit)
  1. Menanyakan kesulitan belajar dan cara belajar.
  2. Mendeskripsikan kesulitan belajar siswa.
  3. Menginventarissasi jenis kesulitan belajar siswa.


Berdasarkan data dari catatan lapangan pada pertemuan Siklus II tersebut, dapat digambarkan dengan grafik sebagai berikut.
Grafik 4.3: Pertemuan Siklus II
A









B









C









D









E










0
1
2
3
4
5
6
7
8

Keterangan:
A: 81 – 100% : sangat berhasil
B: 61 – 80% : berhasil
C: 41 – 60% : cukup berhasil
D: 21 – 40% : kurang berhasil
E : 0 – 20% : gagal



  1. Menit pertama siswa tertib
  2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
  3. Membagikan LKS kepada tiap Kelompok ke perpustakaan
  4. Melakukan kegiatan percobaan sesuai petunjuk LKS
  5. Setiap Kelompok ke perpustakaan mempresentasikan hasil percobaan dalam diskusi kelas.
  6. Petunjuk LKS dapat dipahami sehingga hasil percobaan memuaskan.
  7. Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran
  8. Memberi kegiatan penutup

Hasil Kegiatan Belajar Siswa
Pertemuan Siklus II
Mobilitas belajar siswa sangat tinggi. Kegagalan yang dirasakan pada siklus I memacu dirinya untuk lebih giat mengikuti pembelajaran. Strategi investigasi Kelompok ke perpustakaan juga menjadi faktor penentu keberhasilan pembelajaran pada siklus II. Keberhasilan tersebut dapat dilihat baik dari segi proses maupun hasil belajarnya.
Proses pembelajaran berlangsung optimal. Aktivitas guru dan siswa berjalan sesuai dengan rencana. Suasana kelas selalu hidup, siswa tremotivasi, aktif, dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran. Kesulitan yang muncul pada siklus I dapat diatasi dengan cara merangkum pendapat siswa, yaitu apakah menarik, membosankan mudah atau sulit dalam kegaiatan pembelajaran. Penjelasan materi yang disampaikan guru yang disertai contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari membuat siswa termotivasi, aktif, dan senang. Berdasarkan analisis jawaban siswa pada LKS dan bahan perlengkapan investigasi dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran pasa siklus II ini lebih dapat meningkatkan keberhasilan jika dibandingkan dengan siklus I. Keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat 25%; dari 65% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II.

Agar siswa dapat mengikuti pembelajaran secara optimal, yang dilakukan guru adalah menerapkan Strategi investigasi Kelompok ke perpustakaan dalam pembelajaran. Selain itu, guru berfungsi sebagai fasilitator dan motivator;
Agar siswa dapat termotivasi, aktif, kreatif, dan mandiri, yang dilakukan guru adalah menerapkan pendekatan yang tepat yaitu Strategi investigasi Kelompok ke perpustakaan yang diintegrasikan dalam pembelajaran;


KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan melalui penelitian tindakan kelas dengan Penerapan Strategi investigasi Kelompok ke perpustakaan pada siswa kelas VI SDN Lengkong 04 Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember tahun pelajaran 2013-2014 pada siklus I dan siklus II, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Penerapan Strategi Investigasi Kelompok ke perpustakaan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN Lengkong 04 Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember. Hal ini dapat dilihat pada peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN Lengkong 04 selama proses belajar mengajar berlangsung.
2. Penerapan Strategi Investigasi Kelompok ke perpustakaan yang efektif dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Lengkong 04 Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut: Pengelompokkan (Grouping)/ Seleksi Topik, merencanakan tentang apa yang mereka pelajari, Penyelidikan (Investigation), Pengorganisasian (Organizing)/ Analisis dan Sintesis, Presentasi (Presenting)/ Penyajian Hasil Akhir, Tahap evaluasi (evaluating), Pembelajaran ini melatih siswa seperti detektif kecil yaitu melakukan investigasi, maka selama proses pembelajaran siswa menjadi aktif baik fisik dan emosional, senang karena mereka melakukan investigasi sendiri, antusias karena adanya media pembelajaran dan interaksi multi arah serta merasa mudah karena ia belajar dari hal yang nyata dan dialami sendiri oleh siswa. Tanggapan siswa selama Penerapan Strategi Investigasi Kelompok ke perpustakaan dalam pembelajaran menjadi mudah, menarik, menyenangkan, menguntungkan, bermanfaat dan mengaktifkan siswa.
3. Dengan strategi pembelajaran Inves Kepus dapat meningkatkan motivasi membaca bagi siswa dan menumbuhkan rasa keingin tahuan siswa terhadap suatu masalah, dan sekaligus dapat menumbuhkan minat dan budaya membaca siswa.
4. Dengan strategi pembelajaran Inves Kepus, dapat mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan yang ada disekolah melalui kegiatan merancang rencana kegiatan pembelajaran dalam semua mata pelajaran yang dilakukan oleh guru untuk semua jenjang kelas yang ada di sekolah dasar.

Berdasarkan kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diajukan saran sebagai berikut :
1. Bagi guru, agar Strategi Investigasi Kelompok ke perpustakaan dapat digunakan sebagai alternatif pilihan dalam pembelajaran yang dapat diterapkan pada mata pelajaran di kelas-kelas yang berbeda sehingga guru akan terbiasa menyelenggarakan pembelajaran yang mengembangkan berbagai aktifitas siswa.
2. Selain itu Strategi Investigasi Kelompok ke perpustakaan agar dapat diterapkan pada mata pelajaran yang lain di kelas V dan kelas-kelas lain untuk melatih anak berfikir secara ilmiah yang menyenangkan melalui membaca dan membiasakan membaca sebagai suatu kebutuhan untuk menambah pengetahuan.
3. Bagi peneliti, keberhasilan yang dicapai pada penerapan Strategi Investigasi Kelompok ke perpustakaan pada penelitian ini belum dapat dilihat sepenuhnya, sehingga perlu adanya penelitian lain dengan menggunakan pembelajaran yang berbeda ataupun kelas yang berbeda .
4. Hasil penelitian ini bersifat terbuka, maka bagi peneliti lain dapat melakukannya dengan Strategi penelitian yang berbeda.


DAFTAR RUJUKAN

Darmojo. 1993. Pendidikan IPA SD. Semarang : PGSD UNNES.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1985. Komponen Dasar Kependidikan. Jakarta : Depdikbud Universitas Terbuka.
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Puskur
Dimyati, Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Penerbit Rineka Cipta
Direktorat Pembinaan TK dan SD,2009. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Anak. Jakarta: Puskur
Soli Abimanyu. 2008. Strategi Pembelajaran. Jakarta : Dirjen Dikti Depdiknas.
Sudjana, Nana. 1991. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Jakarta: GI
Trihastuti Singgih, Rimy Yoko, 2008. Investigasi Kelompok ke perpustakaan Shlomo & Yael Sharon di Universitas Tel Aviv.