Senin, 22 Desember 2014

Pemikiran Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Program Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial



PEMIKIRAN KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Agus Suprijono

Abstraks: Kurikulum Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dikembangkan berdasarkan filsafat pendidikan yang eklektif yang meliputi: Filsafat Pendidikan Essensialisme; Filsafat Pendidikan Perenialisme, Filsafat Pendidikan Pragmatisme dan Rekonstrusionisme. Selaras dengan hal diatas maka Pendidikan IPS sebagai institusi pendidikan dan miniatur masyarakat perlu mengembangkan pembelajaran sesuai tuntutan kebutuhan era global. Pendidikan IPS sebagai bagian integral kehidupan masyarakat di era global harus dapat memberi dan memfasilitasi bagi tumbuh dan berkembangnya keterampilan intelektual, sosial, dan personal. Pendidikan IPS harus menumbuhkan berbagai kompetensi peserta didik. Keterampilan intelektual, sosial, dan personal dibangun tidak hanya dengan landasan rasio dan logika saja, tetapi juga inspirasi, kreativitas, moral, intuisi (emosi) dan spiritual.

Kata Kunci: Struktur Krikulum, Magister PIPS

PENDAHULUAN
Dalam rangka menyiapkan tenaga magister yang profesional bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, yang nantinya sebagai ujung tombak pengembangan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di sekolah, maka perlu dirancang kurikulum Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yang komprehensif.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SMP/MTs mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. .
Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.
Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1). Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya; 2). Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial; 3).Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan; 4).Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global (Depdiknas, 2006; NCSS, 2000).
Agar dapat mencapai tersebut maka perlu dibangun sumber daya guru IPS yang berkualitas melalui lulusan jenjang Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yang mumpuni dengan struktur kurikulum yang tepat sebagai mana yang penulis rancang dibawah ini.. Dalam kajian ini akan penulis bahas tentang : 1) Landasan filosofi pengembngan kurikulum; 2) Landasan Sosiologis dan Yuridis Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial ; 3) Struktur Kurikulum PIPS.


PEMBAHASAN

  1. LANDASAN FILOSOFIS PENGEMBANGAN KURIKULUM
Landasan filosofis menjadi sumber pencapaian tujuan pendidikan program magister pendidikan ilmu pengetahuan sosial (PIPS), isi kurikulum, proses perkuliahan, penilaian hasil belajar, hubungan peserta pendidikan program magister PIPS dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitarnya serta kualitas lulusannya. Pada dasarnya tidak ada satu pun filsafat pendidikan yang dapat digunakan secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang menghasilkan manusia berkualitas. Mengingat hal tesebut maka kurikulum program magister PIPS dikembangkan berdasarkan eklektis filsafat pendidikan sebagai berikut
  1. Filsafat Pendidikan Essensialisme
Pendidikan ilmu pengetahuan sosial (PIPS) adalah integrated subject matter dari ilmu-ilmu sosial yang diorganisir dan dikembangkan secara keilmuan dan pedagogik untuk tujuan pendidikan. Filsafat pendidikan essensialisme menentukan isi kurikulum PIPS dan pembelajarannya. Disiplin ilmu-ilmu sosial dan diliplin ilmu pendidikan dibutuhkan para peserta program magister PIPS untuk mengembangkan kecakapan intelektual.
  1. Filsafat Pendidikan Perenialisme
Peserta program magister PIPS adalah transformator dan konservator budaya bangsa. Filsafat pendidikan perenialisme menjadi dasar pengembangan isi kurikulum PIPS dan pembelajarannya yang memberi kesempatan kepada peserta program magister PIPS untuk berpikir rasional dan akademik terhadap warisan budaya yang dikajinya tersebut, serta dapat memposisikan keunggulan budaya bangsanya, mengaplikasikannya dalam kehidupan pribadi maupun di masyarakat pada kehidupan berbangsa di masa kini.
  1. Filsafat Pendidikan Pragmatisme dan Rekonstrusionisme
Pendidikan bertujuan membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik. Filsafat pendidkan pragmatisme menjadi dasar pengembangan isi kurikulum PIPS dan pembelajarannya yang memfasilitasi peserta program magister PIPS untuk memperbaiki kehidupan manusia serta lingkungannya atau mengatur kehidupan manusia serta aktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan manusiawi. Pendidikan IPS juga sebagai wahana untuk mengembangkan kesejahteraan sosial oleh sebab itu filsafata pendidikan rekonstruksionisme menjadi fondasi pengembangan isi kurikulum PIPS dan pembelajarannya yang memberi peluang kepada peserta program magister PIPS untuk menyelesaikan masalah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Zevin, 2011).

  1. LANDASAN SOSIOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM
Transformasi dunia karena revolusi teknologi telekomunikasi dan komputer menjadi agenda utama perubahan dunia saat ini. Dunia tidak lagi dapat dipandang sebagai benua-benua yang terpisah atau kumpulan negara-negara yang terpisah, melainkan dunia menjadi syaraf global telekomunikasi dan komputer. Kepesatan perkembangan teknologi telekomunikasi dan komputer telah mengantarkan masyarakat memasuki era global.
Globalisasi ditandai oleh kompleksitas keragaman kehidupan masyarakat. Model kehidupan seperti ini tak dapat lagi direduksi ke dalam model-model normatif yang standar dan tak banyak lagi pengaturan sentral. Aktivitas hidup lebih banyak bermula dan berlangsung pada interaksi-interaksi antar individu yang diprakarsai individu itu sendiri. Society is produced and reproduced by the interacting individuals.
Setiap individu di era global dituntut mengembangkan kapasitasnya secara optimal, kreatif dan mengadaptasikan diri ke dalam situasi global yang amat bervariasi dan cepat berubah. Setiap individu dituntut melakukan customization. Setiap individu dituntut memiliki daya nalar kreatif dan kepribadian yang tidak simpel, melainkan kompleks. Sekompleks situasi-situasi yang penuh varian yang dihadapi. Individu harus memiliki strategi adaptif. Untuk itu keterampilan yang harus dimiliki individu adalah keterampilan intelektual, sosial, dan personal.
Pendidikan IPS sebagai bagian integral kehidupan masyarakat di era global harus dapat memberi dan memfasilitasi bagi tumbuh dan berkembangnya keterampilan intelektual, sosial, dan personal. Pendidikan IPS harus menumbuhkan berbagai kompetensi peserta didik. Keterampilan intelektual, sosial, dan personal dibangun tidak hanya dengan landasan rasio dan logika saja, tetapi juga inspirasi, kreativitas, moral, intuisi (emosi) dan spiritual. Pendidikan IPS sebagai institusi pendidikan dan miniatur masyarakat perlu mengembangkan pembelajaran sesuai tuntutan kebutuhan era global. (NCSS, 2011).

  1. LANDASAN YURIDIS PENGEMBANGAN KURIKULUM
Landasan yuridis Kurikulum program magister PIPS adalah
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional; dan
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).


  1. STRUKTUR KURIKULUM
Berdasarkan landasan fisolosifis, sosiologis, maupun yuridis maka struktur kurikulum program magister PIPS terdiri dari
  1. Matakuliah Landasan Keahlian (MKLK) meliputi
    1. Filsafat
    2. Metode Penelitian
    3. Statistik
  2. Matakuliah Dasar Keahlian (MKDK) meliputi
    1. Teori sosial, budaya, dan politik
    2. Teori ekonomi
    3. Teori geografi
    4. Teori sejarah (sejarah kritis)
    5. Teori pembelajaran
  3. Matakuliah Keahlian Inti (MKKI) meliputi
    1. Komparasi kurikulum PIPS
    2. Pengembangan model pembelajaran IPS
    3. Assesmen pembelajaran IPS
    4. Perspektif global dalam PIPS
  4. Matakuliah Keahlian Terapan (MKKT) meliputi
    1. Kajian masalah sejarah
    2. Kajian masalah sosial, politik, dan budaya
    3. Kajian masalah geografi
    4. Kajian masalah ekonomi
  5. Matakuliah Keahlian Khusus (MKKK) meliputi
    1. Seminar masalah kontemporer pendidikan IPS
    2. Seminar proposal tesis
    3. Tesis
Beban studi kumulatif yang harus diselesaikan oleh mahasiswa untuk menyelesaikan Program Magister Pendidikan IPS adalah 45 SKS termasuk 1 sks seminar usulan tesis atau proposal tesis dan 4 sks tesis. Beban studi kumulatif program pendidikan IPS sebagai berikut

NO
KODE
MATAKULIAH
SKS
SEMESTER
1
2
3
4
1
Matakuliah Landasan Keahlian (MKLK)






MKLK001
Filsafat (filsafat ilmu, filsafat pendidikan, dan perkembangan pemikiran)
3
3




MKLK002
Metode Penelitian
3
3




MKLK003
Statistik
2
2




JUMLAH MKLK
8




2
Matakuliah Dasar Keahlian (MKDK)






MKDK001
Teori sosial, budaya, dan politik
2
2




MKDK002
Teori ekonomi
2
2




MKDK003
Teori geografi
2
2




MKDK004
Teori sejarah (sejarah kritis)
2
2




MKDK005
Teori pembelajaran
2
2




JUMLAH MKDK
10




3
Matakuliah Keahlian Inti (MKKI)






MKKI001
Komparasi kurikulum PIPS
3

3



MKKI002
Pengembangan model pembelajaran
3

3



MKKI003
Assesmen pembelajaran IPS
3

3



MKKI004
Perspektif global dalam PIPS
3

3



JUMLAH MKKI
12




4
Matakuliah Keahlian Terapan (MKKT)






MKKT001
Kajian masalah sejarah
2

2



MKKT002
Kajian masalah sosial, politik, dan budaya
2

2



MKKT003
Kajian masalah geografi
2

2



MKKT004
Kaian masalah ekonomi
2

2



JUMLAH MKKK
8




5
Matakuliah Keahlian Khusus (MKKK)






MKKK001
Seminar masalah kontemporer pendidikan IPS
2


2


MKKK002
Seminar proposal tesis
1


1


MKKK003
Tesis
4



4

JUMLAH MKKK
7





JUMLAH SKS
45
18
20
3
4

Sesudah mahasiswa mengumpulkan 41 sks diadakan ujian komprehensif. Ujian dilaksanakan pada akhir semester ke-3. Setelah dinyatakan lulus dari ujian komprehensif dan proposal tesis, selanjutnya mahasiswa menulis tesis. Tesis program magister pendidikan IPS mempunyai karakteristik sebagai berikut
  1. Masalah penelitian multiaspek kehidupan masyarakat
  2. Metode penelitian mixing method atau combine method
  3. Implikasi pendidikan
Berdasarkan karaktersitik tersebut maka mahasiswa program magister pendidikan IPS yang memiliki kualifikasi
  1. S-1 Pendidikan Sejarah maupun ilmu sejarah dalam menulis tesis sebaiknya menggunakan interdisiplin dengan ilmu sejarah sebagai platform serta implikasi hasil penelitian tersebut pada dunia pendidikan
  2. S-1 Pendidikan Geografi maupun ilmu geografi dalam menulis tesis sebaiknya menggunakan interdisiplin dengan ilmu geografi sebagai platform serta implikasi hasil penelitian tersebut pada dunia pendidikan
  3. S-1 Pendidikan Ekonomi maupun ilmu ekonomi dalam menulis tesis sebaiknya menggunakan interdisiplin dengan ilmu ekonomi sebagai platform serta implikasi hasil penelitian tersebut pada dunia pendidikan
  4. S-1 Pendidikan Sosiologi maupun sosiologi dalam menulis tesis sebaiknya menggunakan interdisiplin dengan sosiologi sebagai platform serta implikasi hasil penelitian tersebut pada dunia pendidikan
  5. S-1 Pendidikan IPS dalam menulis tesis sebaiknya menggunakan multidisiplin serta implikasi hasil penelitian tersebut pada dunia pendidikan
  6. S-1 Antropologi dalam menulis tesis sebaiknya menggunakan multidisiplin serta implikasi hasil penelitian tersebut pada dunia pendidikan
  7. S-1 Ilmu politik dalam menulis tesis sebaiknya menggunakan multidisiplin serta implikasi hasil penelitian tersebut pada dunia pendidikan (KKNI, 2012).

Untuk mencapai kesatuan bahasa dalam memahami aspek ontologi, epistimologi, dan aksiologi pendidikan IPS maka seluruh mahasiswa program magister pendidikan IPS wajib mengikuti program matrikulasi. Matrikulasi diselenggarakan sebelum perkuliahan semester awal atau semester ke-1 dimulai.


KESIMPULAN DAN SARAN
Pengembangan kurikulum agar menghasilkan manusia berkualitas. maka kurikulum program magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dikembangkan berdasarkgaran eklektis filsafat pendidikan sebagai berikut: Filsafat Pendidikan Essensialisme; Filsafat Pendidikan Perenialisme, Filsafat Pendidikan Pragmatisme dan Rekonstrusionisme.
Pendidikan IPS sebagai bagian integral kehidupan masyarakat di era global harus dapat memberi dan memfasilitasi bagi tumbuh dan berkembangnya keterampilan intelektual, sosial, dan personal. Pendidikan IPS harus menumbuhkan berbagai kompetensi peserta didik. Keterampilan intelektual, sosial, dan personal dibangun tidak hanya dengan landasan rasio dan logika saja, tetapi juga inspirasi, kreativitas, moral, intuisi (emosi) dan spiritual. Pendidikan IPS sebagai institusi pendidikan dan miniatur masyarakat perlu mengembangkan pembelajaran sesuai tuntutan kebutuhan era global
Dalam pengembangan kurikulum perlu mempertimbangkan aspek landasan filosofis , sosiologis dan yuridis agar dapat tercapai misi dan visi serta tujuan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.



DAFTAR RUJUKAN
NCSS (2000) . National Standards for the Social Studies Teachers. National Council for the Social Studies (NCSS).
NCSS (2011. National Standards for the Social Studies Teachers. National Council for the Social Studies (NCSS).
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Zevin, J. 2011. Social Studies for The Twenty-First Century. New York. Ronledge